Memberikan makanan sehat dan bergizi perlu dibiasakan sejak anak usia dini, Ma. Apa saja manfaatnya dan bagaimana cara menerapkannya?
Apa Itu Makanan Sehat dan Bergizi untuk Anak?
Makanan sehat dan bergizi adalah makanan yang mengandung berbagai jenis zat gizi penting dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian sesuai usia anak.
Makanan yang sehat dan kaya gizi tidak perlu mahal dan rumit. Ada banyak sumber pangan lokal yang mudah ditemukan, murah, dan tentunya kaya gizi.
Mengapa Anak Membutuhkan Makanan Sehat dan Bergizi?
Makanan yang sehat dan kaya gizi penting untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh, seperti:
- Mendukung tumbuh kembang: Protein, karbohidrat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral bantu pembentukan otot dan tulang sehingga dukung tinggi dan berat badan ideal.
- Mendukung perkembangan otak dan konsentrasi: Nutrisi seperti protein, omega-3 DHA, dan zat besi penting untuk memaksimalkan fokus dan kecerdasan anak.
Menjaga daya tahan tubuh: Asupan vitamin dan mineral menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit dan lebih kuat melawan infeksi.
Apa Manfaat Pola Makan Sehat Bergizi dan Seimbang?
Waktu paling kritis untuk mulai membiasakan pola makan sehat dan bergizi seimbang adalah di dua tahun pertama usia anak. Berikut adalah beberapa manfaatnya:
1. Dukung Pertumbuhan Fisik
Gizi seimbang artinya mencakup berbagai nutrisi dalam jumlah yang tepat. Kelebihan atau kekurangan dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya.
Sebagai contoh, kelebihan protein dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, sedangkan kekurangan meningkatkan risiko stunting pada anak.
Jika asupan kalsium dan protein anak tidak cukup, tulang tidak akan tumbuh memanjang. Asupan vitamin D dan magnesium yang tidak seimbang juga membuat tulang sulit tumbuh.
2. Optimalkan Perkembangan Otak
Otak anak yang sedang berkembang membutuhkan makanan sehat dan bergizi untuk membentuk dan mempertahankan strukturnya.
Beberapa zat gizi yang penting untuk perkembangan kognitif anak, di antaranya lemak, protein, dan zat besi.
Anak-anak yang tidak mendapat nutrisi cukup selama masa prasekolah, termasuk dari omega-3 serta DHA & EPA, lebih berisiko tinggi mengalami gangguan keterampilan kognitif.
Baca Juga: Memahami Status Gizi Menurut WHO dan Cara Menghitungnya
3. Memperkuat Sistem Imun
Pola makan sehat bergizi dan seimbang juga bantu memperkuat sistem imun anak sehingga si Kecil tidak gampang sakit.
Asupan nutrisi penting yang cukup, termasuk vitamin (seperti vitamin A, vitamin C, D, dan E) dan mineral (seperti zat besi, seng dan selenium) sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh.
Sebaliknya, kebiasaan makan tinggi gula, garam, berminyak, dan lemak jahat dari makanan instan dan fast food dapat melemahkan sistem imun sehingga anak rentan terkena infeksi.
4. Mencegah Kebiasaan Snacking dan Picky Eating
Membiasakan anak makan sehat sejak kecil akan membangun kebiasaan makan yang baik hingga ia dewasa nanti.
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta beragam membuat anak terbiasa dengan variasi hidangan dan tidak susah makan.
5. Menjaga Emotional Intelligence (EQ)
Penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi yang bervariasi dalam jumlah seimbang berpengaruh pada kesejahteraan mental dan kecerdasan emosional anak.
Anak yang terbiasa makan sehat cenderung lebih jarang mengalami mood swings ekstrem yang berdampak pada minat bermain dan belajar. Anak juga memiliki fokus yang lebih baik.
Nutrisi seperti folat, vitamin B6, dan kolin diperlukan untuk membentuk senyawa di otak yang mengatur suasana hati. Kekurangan gizi ini meningkatkan risiko gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi.
Baca Juga: Kebutuhan Gizi Anak yang Perlu Dipenuhi di Usia Prasekolah
6. Melancarkan Pencernaan
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi berupa prebiotik dan probiotik akan melancarkan pencernaan si Kecil dan mencegah sembelit.
Anak harus banyak makan sayur, serat, biji-bijian, dan kacang-kacangan untuk mendukung produksi bakteri baik di usus.
Bakteri baik berfungsi melawan bakteri jahat dan virus berbahaya penyebab penyakit.
7. Mencegah Penyakit Kronis di Masa Depan
Membiasakan pola makan sehat bergizi dan seimbang sejak usia dini adalah “asuransi kesehatan” yang terbaik untuk anak.
Makan makanan bergizi bisa melindungi si Kecil dari risiko banyak penyakit tidak menular kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga kanker yang umumnya tampak di kemudian hari.
Contoh Makanan Sehat dan Bergizi untuk Anak
Sumber makanan bergizi seimbang tidak perlu mahal dan sulit dicari. Pangan lokal tak kalah dari segi gizinya, harganya pun terjangkau. Berikut contoh makanan sehat berdasarkan jenis zat gizinya.
1. Makanan Sumber Protein
Kementerian Kesehatan RI menyatakan, prioritaskan sumber protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal dan mencegah stunting.
Protein juga berperan mendukung pertumbuhan tulang dan otot. Sumber protein hewani bisa didapat dari:
- Telur.
- Ayam.
- Sapi.
- Ikan kembung.
- Teri basah.
- Kakap.
Untuk melengkapi asupan protein harian, Mama Papa bisa menambahkan asupan protein nabati, seperti:
- Tahu.
- Tempe.
- Kacang merah.
- Edamame.
- Kacang polong.
2. Karbohidrat Sehat
Karbohidrat penting sebagai sumber energi utama yang digunakan tubuh. Asupan karbohidrat yang cukup juga mencegah pemecahan protein di tubuh yang penting untuk pertumbuhan anak.
Sebaiknya, pilihlah karbohidrat kompleks karena dicerna lebih lambat sehingga memberi pasokan energi dan rasa kenyang yang lebih lama. Beberapa sumbernya, yaitu:
- Kentang.
- Ubi.
- Singkong.
- Jagung.
- Oatmeal.
- Nasi merah.
3. Sayur dan Buah
Makanan sehat dan bergizi tidak lengkap tanpa sayur dan buah. Keduanya bantu penuhi asupan serat, vitamin, dan mineral penting untuk tubuh.
Sebaiknya, pilihlah sayur dan buah yang berwarna karena juga kaya akan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas penyebab penyakit kronis.
Pilihlah sayur dan buah yang bisa diolah menjadi lembut dan tidak asam agar lambungnya tidak iritasi. Beberapa sumbernya, seperti:
- Brokoli.
- Bayam.
- Wortel.
- Buah naga.
- Pisang.
- Labu.
- Semangka.
4. Lemak Sehat
Anak juga perlu asupan lemak sehat untuk bantu jaga berat badan idealnya. Lemak sehat seperti omega-3 DHA penting untuk mendukung perkembangan otak anak agar tumbuh cerdas.
Beberapa sumber lemak sehat yang mudah didapat, seperti:
- Kacang tanah.
- Ikan kembung.
- Teri basah.
- Alpukat.
- Minyak zaitun.
- Kuning telur.
Panduan Pola Makan Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Anak
Anak memerlukan pola makanan sehat dan bergizi seimbang agar tumbuh dan kembangnya optimal. Begini cara menerapkannya:
1. Perbanyak Protein dan Zat Besi
Mengonsumsi protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot anak. Protein juga mengandung zat besi yang penting bagi otak si Kecil.
Pilih protein hewani yakni daging rendah lemak, ayam, ikan, seafood, dan telur. Sedangkan untuk protein nabati ada kacang-kacangan, tempe, dan tahu.
Hindari terlalu sering memberikan protein olahan seperti kornet, sosis, nugget, dan bakso.
2. Optimalkan DHA & EPA
Lebih dari 80% anak Indonesia usia 4-12 tahun kekurangan DHA. Kekurangan DHA dan omega 3 dapat membuat anak sulit fokus sehingga cenderung kesulitan belajar.
Selain mengoptimalkan kognitif anak, asupan kombinasi DHA dan EPA dapat bantu meningkatkan sistem imun anak.
Tubuh tidak bisa memproduksi DHA dan EPA sendiri. Jadi, anak harus mendapatkan asupan omega-3 dari makanan bergizi seperti ikan makarel, ikan kembung, teri basah, tahu, dan alpukat.
2. Penuhi Serat & Prebiotik
Sebagai cara menerapkan pola makanan sehat bergizi dan seimbang, penuhi asupan serat anak dari sayur dan buah.
Jangan lupa, berikan makanan kaya prebiotik seperti bawang-bawangan, kedelai dan gandum, serta kacang polong-polongan.
Prebiotik adalah jenis serat yang tidak bisa dicerna usus. Prebiotik akan difermentasi di dalam perut dan dijadikan bahan makanan bagi bakteri baik dalam usus (probiotik).
3. Cukupi Kebutuhan Karbohidrat
Makanan sehat dan bergizi untuk anak harus mencakup karbohidrat. Zat gizi ini memberi pasokan energi yang penting untuk aktivitas dan fungsi tubuh anak.
Selain itu, karbohidrat juga berfungsi untuk pembentukan jaringan tubuh dan pertumbuhan anak.
Baca Juga: 10 Makanan yang Sehat dan Bernutrisi untuk Anak
4. Tambahkan Lemak
Lemak merupakan sumber energi dan asam lemak esensial yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
Lemak juga dibutuhkan anak untuk mendukung proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan membutuhkan energi yang sangat tinggi.
5. Minum Susu Formula Pertumbuhan yang Tepat
Susu merupakan bagian dari pola makanan sehat bergizi dan seimbang karena gizi dalam susu lengkap dan bervariasi.
Tidak hanya tinggi kalsium, susu juga tinggi karbohidrat, protein, fosfor, zat besi, hingga vitamin (vitamin D, vitamin A, vitamin B12, vitamin B2, vitamin B3) yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Nah untuk melengkapi kebutuhan gizi si Kecil, Mama bisa berikan formula pertumbuhan rendah gula (tanpa penambah sukrosa) yang terfortifikasi nutrisi penting seperti Nutrilon Royal 3.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Belanja di NutriShop sekarang.
6. Banyak Minum Air Putih
Air putih adalah minuman terbaik untuk menghidrasi tubuh anak. Hindari memberikan anak jus kemasan, soda, dan minuman berenergi karena mengandung gula yang tinggi dan tidak bergizi.
Minum minuman tinggi gula akan menambah berat badan, juga meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
7. Hindari Junk Food
Untuk menerapkan asupan makanan sehat dan bergizi, atasi pemberian junk food dan makanan instan olahan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam.
Contohnya, burger, mi instan, fried chicken, kentang goreng, pizza, keripik kentang, permen, donat, biskuit, dan cokelat. Sesekali tentu saja boleh, tapi jangan sering-sering, ya!
8. Batasi Gula dan Garam
Gula alami pada buah tidak berbahaya untuk anak. Asupan gula dan garam yang harus dibatasi justru berasal dari makanan olahan seperti permen, biskuit, soda, jus kemasan, sereal, dan desserts.
Kemenkes membatasi konsumsi gula tambahan untuk anak hanya sebanyak 50 gram (4 sdm) per hari dan garam 5 gr garam (1 sdt) per hari.
Jadi, selalu cek label di setiap kemasan makanan anak sebelum membelinya.
Baca Juga: Mengenal Pola Makan Clean Eating dan Manfaatnya Bagi Imun Anak
Tips Menerapkan Pola Makan Sehat dan Bergizi pada Anak
Agar anak bisa konsisten konsumsi makanan sehat dan bergizi, ada beberapa tips yang bisa diterapkan, apa saja?
- Sajikan makanan bervariasi.
- Hindari memaksa anak makan.
- Perkenalkan makanan baru secara bertahap.
- Batasi gula, garam, dan junk food.
- Jadikan orang tua sebagai panutan menerapkan pola makan sehat.
- Lengkapi dengan susu pertumbuhan sesuai usia.
Kesalahan Umum dalam Pola Makan Anak
Ada beberapa kesalahan yang membuat anak sulit konsumsi makanan sehat dan bergizi, di antaranya:
- Terlalu banyak snack manis.
- Mengandalkan fast food
- Kurang sayur dan buah.
- Terlalu sering minuman manis.
Selain pola makan sehat bergizi dan seimbang, ajak juga si Kecil untuk aktif berolahraga. Sebab, salah satu kunci keberhasilan gaya hidup sehat adalah aktivitas fisik.
Olahraga setidaknya 3 kali seminggu selama 30 menit per sesi bisa bantu optimalkan perkembangan anak dan mengoptimalkan kekebalan tubuhnya.
Gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!
