Susu formula rendah gula merupakan susu pertumbuhan tanpa tambahan gula pasir atau sukrosa, sehingga rasa manisnya berasal dari laktosa alami susu. Konsumsinya dapat membantu membatasi asupan gula tambahan, menjaga kesehatan gigi, serta mendukung berat badan yang sehat pada anak. Selain itu, rasa yang tidak terlalu manis dapat membantu anak terbiasa dengan pola makan seimbang tanpa mengurangi asupan nutrisi penting seperti protein, kalsium, vitamin D, dan mineral.
Apa Itu Susu Formula Rendah Gula?
Susu formula rendah gula adalah susu yang mengandung gula dalam jumlah lebih rendah dari takaran yang biasanya ada dalam susu pertumbuhan.
Istilah ini berbeda dengan tanpa gula tambahan karena artinya produk tersebut tidak menambahkan gula, seperti sukrosa, sirup jagung, atau glukosa.
Susu formula rendah gula bisa jadi pilihan bila ingin memberikan asupan nutrisi tambahan dengan kadar gula yang lebih aman.
Sebab, asupan gula yang terlalu banyak berisiko menyebabkan gigi berlubang, diabetes tipe 2, kanker, hingga penyakit jantung.
Apakah Susu Rendah Gula Sama dengan Susu Tanpa Gula?
Tidak sama. Sesuai namanya, susu rendah gula berarti kandungan gulanya lebih rendah sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara susu tanpa gula berarti tidak ada gula tambahan di dalam produk susu tersebut. Meski tidak ada penambahan gula, tapi susu tetap bisa mengandung laktosa atau gula alami yang memang ada di dalam susu.
Jadi, istilah “tanpa sukrosa” tidak berarti produk tersebut “zero sugar” atau sama sekali tidak mengandung gula.
Baca Juga: Pilihan Susu untuk Dukung Perkembangan Otak Anak
Apa Bedanya Sukrosa, Laktosa, dan Gula Tambahan?
Sukrosa dan laktosa sama-sama jenis gula, tetapi berasal dari sumber yang berbeda. Sementara gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman selama proses pembuatan.
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan sukrosa, laktosa, dan gula tambahan:
|
Jenis |
Apa Itu? |
Contoh |
|
Laktosa |
Gula alami dari susu |
Susu |
|
Sukrosa |
Gula yang terdiri dari kombinasi glukosa dan fruktosa |
Gula pasir |
|
Gula tambahan |
Gula yang ditambahkan saat proses pengolahan makanan/minuman |
Sukrosa, dekstrosa, gula dari berbagai jenis sirup, madu, serta gula dari konsentrat jus buah atau sayuran |
Namun, jangan hanya fokus pada kandungan gula saat memilih susu. Pastikan Mama juga membaca daftar bahan atau nutrisi lainnya yang terkandung di dalam produk susu.
Ini termasuk membaca nutrisi lain untuk mengetahui jenis gula yang terkandung dan apakah ada gula yang ditambahkan.
Apakah Susu Rendah Gula Aman dan Lebih Baik untuk Anak?
Susu tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan untuk membantu membatasi asupan gula tambahan pada anak. Meski begitu, kualitas susu tidak hanya ditentukan dari kadar gulanya.
Selama susu diberikan sesuai usia, kebutuhan nutrisi, dan pola makan anak secara keseluruhan, maka fungsinya bisa jadi pelengkap nutrisi harian si Kecil.
Mama juga tidak perlu menghindari semua jenis gula karena laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu. Hal yang justru lebih penting untuk diperhatikan adalah asupan gula tambahan dari makanan dan minuman anak.
Jika si Kecil memiliki kondisi medis tertentu atau kebutuhan nutrisi khusus, sebaiknya konsultasikan pilihan susu dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Cara Memilih Susu Formula Rendah Gula untuk Anak
Ada beberapa hal yang perlu dilihat dalam memilih susu untuk anak. Berikut cara memilih susu formula rendah gula agar tetap kaya nutrisi untuk si Kecil:
1. Pilih Sesuai Usia Anak
Kebutuhan nutrisi anak akan semakin bertambah seiring usia. Karena itu, pilih susu pertumbuhan yang memang diformulasikan untuk kelompok usia si Kecil, misalnya 1-3 tahun atau 3 tahun ke atas.
Hindari menyamaratakan satu produk untuk semua usia. Supaya tidak salah pilih, perhatikan keterangan usia pada kemasan agar kandungan dan takaran saji sesuai dengan kebutuhan anak.
2. Periksa Kandungan Sukrosa dan Gula Tambahan
Jangan hanya melihat angka gula pada tabel informasi nilai gizi. Mama sebaiknya juga membaca daftar komposisi untuk mengetahui jenis gula atau pemanis yang digunakan dalam produk.
Kandungan 0 gram sukrosa dapat menjadi salah satu indikator yang Mama perhatikan.
Akan tetapi, bukan berarti produk tersebut mengandung 0 gram total gula. Susu tetap dapat mengandung gula alami, seperti laktosa.
Baca Juga: Manfaat Minum Susu Sebelum Tidur bagi Anak
3. Pastikan Nutrisi Tetap Lengkap
Saat memilih susu formula rendah gula, ketahui juga zat gizi yang dibutuhkan anak, seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral seperti kalsium, vitamin D, hingga zat besi.
Beberapa produk juga diperkaya dengan DHA atau omega-3 sesuai formulasi. Bandingkan informasi nilai gizi pada label untuk melihat kandungan nutrisi secara keseluruhan, bukan hanya satu zat gizi.
4. Perhatikan Kandungan Prebiotik/Serat Bila Dibutuhkan
Jika si Kecil membutuhkan asupan serat atau Mama ingin memilih susu yang mengandung prebiotik, coba perhatikan kandungan seperti FOS dan GOS pada daftar komposisi.
Prebiotik dapat menjadi bagian dari susu formula yang berperan sebagai nutrisi bagi bakteri baik di usus, mendukung kesehatan saluran cerna, dan memperkuat imun anak. Namun, kebutuhan serat setiap anak dapat berbeda.
Selain dari susu, penting untuk tetap mengutamakan sumber serat dari makanan sehari-hari, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, asparagus, dan biji-bijian sesuai usia anak.
5. Jangan Hanya Melihat Angka Gula
Meski kandungan gulanya lebih rendah, tapi susu formula rendah gula tidak otomatis menjadi pilihan yang paling sesuai untuk setiap anak.
Kebutuhan nutrisi, usia, toleransi, serta pola makan bergizi seimbang si Kecil secara keseluruhan tetap perlu menjadi pertimbangan.
Jadi, gunakan kandungan gula sebagai salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya patokan agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi dengan baik.
Bagaimana Cara Membaca Label Susu Formula Rendah Gula?
Agar tidak hanya terpaku pada angka gula, Mama bisa membaca label susu secara berurutan. Gunakan tahapan sederhana berikut saat membandingkan beberapa produk:
- Cek daftar bahan dan kandungan nutrisinya
Lihat bahan yang digunakan, nutrisi yang terkandung, serta jenis gula atau pemanis yang ditambahkan. - Cari sukrosa atau gula tambahan
Kandungan gula di dalam suatu produk biasanya ditulisan dengan kandungan gula total dan tambahan. Perhatikan apakah terdapat sukrosa atau jenis gula tambahan lainnya dalam daftar komposisi. - Bedakan laktosa dan sukrosa
Tujuannya untuk memahami sumber gula yang ada dalam produk apakah alami atau ditambahkan selama proses pembuatan. Laktosa merupakan gula alami dalam susu, sedangkan sukrosa adalah salah satu jenis gula yang dapat ditambahkan ke produk. - Lihat total gula pada tabel informasi nilai gizi
Angka total gula menunjukkan jumlah seluruh gula dalam satu takaran saji, termasuk gula alami dan gula tambahan. Jadi, 0 gram sukrosa tidak berarti 0 gram total gula. Misalnya, susu tetap bisa mengandung laktosa secara alami meskipun tidak ditambahkan sukrosa. - Cek kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral
Jangan hanya membandingkan kandungan gula. Perhatikan juga nutrisi seperti protein, lemak, kalsium, vitamin D, dan zat besi sesuai kebutuhan anak. - Pastikan sesuai usia
Pilih produk yang diperuntukkan bagi kelompok usia si Kecil dan ikuti aturan penyajian pada kemasan.
Baca Juga: Susu PHP: Manfaat, Cara Memilih, dan Kapan Perlu Diminum
Rekomendasi Susu Formula Rendah Gula untuk Anak
Setelah memahami cara memilih susu formula rendah gula yang tepat, kini saatnya mengetahui salah satu pilihan susu pertumbuhan untuk anak sesuai rentang usia produk dengan kandungan nutrisi yang dirancang untuk melengkapi kebutuhan harian.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.
Terlebih lagi, susu pertumbuhan ini mengandung 0 gram sukrosa serta dilengkapi aneka vitamin dan mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak sesuai usia.
Apakah Susu Rendah Gula Bisa Menggantikan Makanan Utama Anak?
Tidak, susu rendah gula hanya berperan sebagai nutrisi tambahan dari pola makan harian anak, bukan pengganti makanan utama.
Meski susu merupakan sumber protein dan kalsium yang baik, tapi anak tetap membutuhkan beragam zat gizi dari makanan untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Pastikan si Kecil tetap mendapatkan protein dari telur, ikan, daging, atau sumber lainnya, serta sayur, buah, sumber karbohidrat, dan lemak sehat. Variasi makanan akan memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara lebih lengkap dan optimal.
Berapa Banyak Susu yang Dibutuhkan Anak?
Kebutuhan susu setiap anak bisa berbeda, tergantung usia, pola makan, jenis susu, dan kebutuhan nutrisinya. Jadi, sebenarnya tidak ada jumlah gelas yang berlaku sama untuk semua anak.
Sebagai gambaran, anak usia 2-3 tahun membutuhkan sekitar 2 cangkir susu per hari, sedangkan usia 4-5 tahun hingga sekitar 2,5 cangkir per hari.
Jika si Kecil mengonsumsi susu pertumbuhan, ikuti takaran dan aturan penyajian pada label produk. Susu sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan yang beragam, bukan menggantikan makanan utama anak.
Pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal si Kecil. Daftar sebagai member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai insight nutrisi, rekomendasi pola makan, dan artikel expert-verified yang dapat membantu mendukung kebutuhan harian anak. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub. Belanja aman dan lengkap hanya di NutriShop.
