Loading...
    Banner Artikel Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap 0–12 Bulan Terbaru dari IDAI (2026)
    Imunitas

    Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap 0–12 Bulan Terbaru dari IDAI (2026)

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

    Diterbitkan: 12 Januari 2023

    Diperbarui: 28 September 2026


    • Jadwal Imunisasi Bayi 0–12 Bulan Terbaru
    • Apa Perbedaan Jadwal Imunisasi Lama dan Terbaru?
    • Seperti Apa Jadwal Imunisasi Bayi Berdasarkan Usia?
    • Apa Saja Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi?
    • Apa Bedanya Imunisasi Dasar, Lanjutan, dan Pilihan?
    • Kenapa Jadwal Imunisasi Bayi Bisa Berbeda?
    • Bagaimana Jika Bayi Terlambat Imunisasi?
    • Kapan Imunisasi Bayi Perlu Ditunda?
    • Apa Efek Samping Imunisasi pada Bayi?
    • Tips agar Jadwal Imunisasi Bayi Tidak Terlewat

    Jadwal imunisasi bayi dimulai sejak lahir dengan hepatitis B, kemudian dilanjutkan sesuai usia dengan BCG, polio, DPT-HB-Hib, PCV, rotavirus, dan campak-rubela (MR). Rekomendasi IDAI mencakup imunisasi hingga usia 18 tahun; panduan ini berfokus pada bayi usia 0–12 bulan.

    Mama bisa menggunakan panduan berikut untuk mencocokkan catatan vaksin si Kecil. Jadwal dari dokter atau puskesmas tetap perlu diikuti karena jenis vaksin dan riwayat dosis setiap bayi bisa berbeda.

    Jadwal Imunisasi Bayi 0–12 Bulan Terbaru

    Berdasarkan jadwal imunisasi rutin Kementerian Kesehatan RI tahun 2025, berikut rangkaian imunisasi bayi berdasarkan usianya.

    Usia Bayi

    Imunisasi

    Tujuan

    < 24 jam

    Hepatitis B (HB-0)

    Cegah hepatitis B

    < 1 bulan

    BCG, Polio tetes (OPV-1)

    Cegah TBC berat & polio

    2 bulan

    DPT-HB-Hib 1, Polio tetes (OPV-2), PCV 1, Rotavirus 1

    Cegah difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, infeksi radang otak, polio, pneumonia, diare berat

    3 bulan

    DPT-HB-Hib 2, Polio tetes (OPV-3), PCV 2, Rotavirus 2

    Lanjutan dosis kedua

    4 bulan

    DPT-HB-Hib 3, Polio tetes (OPV-4), Polio suntik (IPV-1), Rotavirus 3

    Lanjutan dosis ketiga

    9 bulan

    Campak-Rubela (MR), Polio suntik (IPV-2), JE (hanya di daerah endemis)

    Cegah campak & rubela, serta cegah Japanese encephalitis (radang otak)

    12 bulan

    PCV 3

    Dosis lanjutan cegah pneumonia

    Jadwal ini bisa sedikit berbeda tergantung program dan ketersediaan vaksin di tiap daerah. Jadi, selalu konfirmasikan ke dokter atau petugas kesehatan tempat si Kecil divaksin, ya, Ma.

    Apa Perbedaan Jadwal Imunisasi Lama dan Terbaru?

    Istilah "terbaru 2026" tidak berarti ada dokumen baru bernama Jadwal Imunisasi IDAI 2026. Sampai September 2026, rekomendasi yang tersedia di situs IDAI masih mengacu pada Rekomendasi Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun yang diperbarui pada 2024.

    Beberapa penyesuaian utama dari pembaruan terakhir tersebut antara lain:

    • IPV: jadwal pemberian polio suntik mengalami penyesuaian dalam rekomendasi terbaru.
    • PCV: jadwal PCV pada program nasional perlu dibedakan dari skema rekomendasi sebelumnya.
    • Rotavirus: jadwal dan dosisnya dapat berbeda tergantung jenis vaksin dan program yang digunakan. Vaksin RV1 membutuhkan 2 dosis, sedangkan RV5 membutuhkan 3 dosis.
    • JE: pemberiannya disesuaikan dengan wilayah endemis atau program pemerintah.
    • Campak-Rubela: tetap menjadi bagian penting dari imunisasi rutin bayi.
    • Vaksin tambahan: rekomendasi IDAI mencakup pilihan vaksin yang lebih luas dibanding imunisasi dasar program nasional.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi pada Bayi dan Akibatnya Jika Tidak Vaksin

    Seperti Apa Jadwal Imunisasi Bayi Berdasarkan Usia?

    Berikut panduan per usia untuk membantu Mama membaca tabel dan infografik. Bagian yang berbeda antara program Kemenkes dan IDAI dijelaskan agar dosisnya tidak tertukar.

    Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2024. Sumber: IDAI

    1. Imunisasi Bayi Baru Lahir

    Dalam 24 jam pertama setelah lahir, si Kecil perlu mendapatkan vaksin Hepatitis B (HB-0).

    Menurut Kemenkes, HB-0 hanya dapat diberikan dalam waktu maksimal 24 jam setelah bayi lahir. Jadi, jangan sampai terlewat, ya, Ma.

    2. Imunisasi Bayi 1 Bulan

    Sebelum usia 1 bulan, si Kecil menerima vaksin BCG untuk mencegah TBC berat, serta dosis pertama polio tetes.

    3. Imunisasi Bayi 2 Bulan

    Jadwal imunisasi bayi usia 2 bulan meliputi DPT-HB-Hib, polio tetes, PCV, dan Rotavirus. Beberapa vaksin ini bisa diberikan dalam satu kunjungan yang sama.

    4. Imunisasi Bayi 3 Bulan

    Usia 3 bulan adalah waktu untuk dosis kedua DPT-HB-Hib, polio tetes, PCV, dan vaksin Rotavirus. Melanjutkan dosis tepat waktu penting agar perlindungannya optimal.

    Midbanner Jadwal dan Urutan Imunisasi Bayi Baru Lahir 0-12 Bulan IDAI

    5. Imunisasi Bayi 4 Bulan

    Di usia 4 bulan, si Kecil mendapat dosis ketiga DPT-HB-Hib, polio tetes, ditambah polio suntik (IPV) dan Rotavirus. 

    Menurut Kemenkes, polio suntik di usia ini diberikan bersamaan dengan DPT-HB-Hib, dengan lokasi suntikan berbeda di paha kiri dan kanan.

    6. Imunisasi Bayi 6 Bulan

    Tidak semua bulan memiliki jadwal vaksin rutin nasional. Pada usia 5–8 bulan, kebutuhan vaksin mengikuti dosis sebelumnya dan jenis vaksin yang digunakan.

    Dalam rekomendasi IDAI, vaksin influenza dapat dimulai pada usia 6 bulan. Usia ini juga bisa menjadi jadwal PCV atau dosis ketiga RV5, sesuai rangkaian yang telah dimulai. Tanyakan jadwal si Kecil saat kontrol, ya, Ma.

    7. Imunisasi Bayi 9 Bulan

    Program Kemenkes menjadwalkan MR pertama dan IPV kedua. 

    MR melindungi dari campak dan rubela; vaksin ini tidak sama dengan MMR. Untuk JE, dokter dapat mengacu rekomendasi IDAI mulai usia 9 bulan sesuai kebutuhan.

    8. Imunisasi Bayi 12 Bulan

    Pada program Kemenkes, PCV ketiga dijadwalkan saat bayi berusia 12 bulan. Dalam skema IDAI, dosis penguat PCV berada pada rentang 12–15 bulan; hepatitis A dan varisela juga mulai dapat diberikan pada usia 12 bulan.

    Apa Saja Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi?

    Imunisasi dasar lengkap adalah rangkaian vaksin yang melindungi bayi dari beberapa penyakit utama dan diberikan sebelum si Kecil berusia 1 tahun.

    Menurut Kementerian Kesehatan RI, imunisasi dasar harus diberikan pada bayi usia 0–11 bulan. Setelah itu, imunisasi lanjutan diberikan pada anak di bawah dua tahun (baduta) dan anak usia sekolah untuk mempertahankan perlindungannya.

    Berikut komponen utama imunisasi dasar yang perlu Mama ketahui.

    1. Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B melindungi bayi dari infeksi hepatitis B. Infeksi yang menetap dapat merusak hati, termasuk menyebabkan sirosis dan kanker hati. Setelah HB-0, dosis berikutnya diberikan melalui vaksin kombinasi sesuai jadwal.

    2. BCG

    Vaksin BCG bermanfaat untuk mencegah TBC berat, seperti TBC selaput otak. Menurut Kemenkes, vaksin BCG hanya dapat diberikan sampai usia maksimal 1 tahun.

    3. Polio

    Vaksin polio membantu mencegah penyakit polio dan kelumpuhan yang ditimbulkannya. Ada vaksin polio tetes atau OPV dan vaksin suntik atau IPV; keduanya tercantum dalam program imunisasi Indonesia.

    4. DPT-HB-Hib

    Vaksin kombinasi ini mencakup perlindungan terhadap difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, hepatitis B, dan penyakit akibat bakteri Haemophilus influenzae tipe b. Hib berbeda dari virus influenza penyebab flu.

    5. Campak-Rubela

    MR membantu melindungi bayi dari campak dan rubela. Sementara itu, MMR mencakup campak, gondongan, dan rubela. Nama vaksin perlu diperhatikan karena pilihan dan jadwalnya tidak selalu sama.

    6. PCV dan Rotavirus

    Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) berperan dalam memberikan perlindungan terhadap infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan penyakit serius, seperti pneumonia, meningitis, dan sepsis.

    Vaksin rotavirus membantu melindungi bayi dari diare berat akibat rotavirus dan diberikan melalui tetes mulut. Keduanya sudah tercakup dalam program rutin; dosis PCV dilanjutkan saat bayi berusia 12 bulan.

    Baca Juga: Manfaat dan Jadwal Pemberian Vaksin MR untuk Bayi

    Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

    Apa Bedanya Imunisasi Dasar, Lanjutan, dan Pilihan?

    Istilah ini sering membuat orang tua bingung. Menurut Kemenkes, konsep imunisasi dasar lengkap kini diperluas menjadi imunisasi rutin lengkap yang terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Berikut perbedaannya.

    Imunisasi Dasar

    Imunisasi dasar merupakan rangkaian awal pada usia 0–11 bulan. Kelengkapannya dinilai dari jenis vaksin dan jumlah dosis yang sudah diterima, bukan hanya berapa kali bayi datang ke fasilitas kesehatan.

    Imunisasi Lanjutan

    Imunisasi lanjutan diberikan setelah rangkaian dasar untuk melengkapi atau mempertahankan perlindungan. Contoh dalam program Kemenkes ialah PCV pada 12 bulan serta DPT-HB-Hib dan MR pada 18 bulan.

    Imunisasi Pilihan

    Istilah ini sering digunakan untuk vaksin di luar program rutin yang tetap direkomendasikan sesuai usia dan kebutuhan. Contohnya influenza mulai 6 bulan serta hepatitis A dan varisela mulai 12 bulan dalam bagan IDAI.

    Kenapa Jadwal Imunisasi Bayi Bisa Berbeda?

    Mama mungkin menemukan jadwal yang tampak berbeda dari satu sumber ke sumber lain. Hal ini bisa dipengaruhi banyak faktor, seperti:

    • Jenis vaksin yang tersedia.
    • Program pemerintah setempat.
    • Rekomendasi IDAI.
    • Kondisi kesehatan bayi.
    • Wilayah tempat tinggal.
    • Riwayat vaksin sebelumnya.

    Menurut IDAI, perbedaan jadwal imunisasi di beberapa praktik dokter antara lain disebabkan oleh sumber rujukan yang berbeda, adanya modifikasi untuk memudahkan orang tua, atau pertimbangan khusus berdasarkan keadaan bayi saat itu.

    Jadi, kalau Mama menemukan dua jadwal yang tidak sama persis, itu wajar. Ikuti arahan dokter yang memeriksa si Kecil, ya.

    Bagaimana Jika Bayi Terlambat Imunisasi?

    Kabar baiknya, terlambat imunisasi tidak berarti seluruh rangkaian harus diulang dari awal. Yang perlu Mama lakukan adalah:

    • Bawa buku KIA atau catatan imunisasi si Kecil.
    • Konsultasikan jadwal imunisasi kejar (catch-up) dengan dokter.
    • Lanjutkan dosis yang belum lengkap sesuai arahan tenaga kesehatan.

    Menurut Kemenkes, bila bayi terlambat mendapatkan imunisasi rutin lengkap, orang tua perlu melihat kembali status imunisasi si Kecil dan melaporkannya kepada bidan desa atau petugas imunisasi puskesmas setempat agar dilengkapi lewat imunisasi kejar.

    Meski begitu, beberapa vaksin memang punya batas usia. Menurut Kemenkes, Hepatitis B (HB-0) hanya bisa diberikan maksimal 24 jam setelah lahir, sedangkan BCG hanya sampai usia 1 tahun. Karena itu, sebaiknya jangan menunda terlalu lama, ya, Ma.

    Selain itu untuk vaksin rotavirus, juga ada batas usia untuk memulai dan menyelesaikan seri. Batasnya mengikuti jenis vaksin dan rekomendasi yang digunakan, jadi sebaiknya segera ditanyakan ketika dosis terlewat. RV1 memerlukan dua dosis, sedangkan RV5 tiga dosis. Karena jumlah dosis dan batas usianya berbeda, jadwal kejar rotavirus tidak bisa disamakan dengan semua vaksin lain.

    Kapan Imunisasi Bayi Perlu Ditunda?

    Banyak orang tua mengira batuk pilek otomatis membuat imunisasi harus ditunda. Padahal, menurut IDAI, batuk pilek ringan tanpa demam masih boleh diimunisasi, kecuali bila bayi sangat rewel sehingga imunisasi dapat ditunda 1–2 minggu.

    Beberapa kondisi yang mungkin membuat vaksinasi perlu ditunda antara lain:

    • Kondisi akut tertentu yang sedang dialami bayi.
    • Demam tinggi.
    • Reaksi alergi berat terhadap vaksin sebelumnya.
    • Kondisi medis tertentu yang memerlukan evaluasi dokter.

    Yang terpenting, keputusan menunda selalu dilakukan berdasarkan penilaian dokter, bukan asumsi sendiri, ya, Ma.

    Apa Efek Samping Imunisasi pada Bayi?

    Sebagian besar efek samping imunisasi bersifat ringan dan sementara. Beberapa yang umum terjadi antara lain:

    • Demam ringan setelah imunisasi.
    • Bayi rewel atau lebih mudah menangis.
    • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan.

    Keluhannya berbeda menurut vaksin dan tidak selalu dialami setiap bayi. Efek ini biasanya mereda dalam beberapa hari. 

    Saat si Kecil kurang nyaman, Mama bisa memeluk dan mengajaknya bicara dengan lembut. Menyusui juga dapat membantu menenangkannya. Papa bisa bergantian mendampingi sambil memperhatikan apakah keluhannya membaik.

    Mama sebaiknya menghubungi dokter jika keluhan bertambah berat, bayi sulit menyusu, atau demam tidak membaik. Untuk obat penurun demam, tanyakan dulu jenis dan dosis yang sesuai usia serta berat badan bayi.

    Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda berikut:

    • Bayi berusia di bawah 3 bulan mengalami suhu 38°C atau lebih, meskipun baru diimunisasi.
    • Bayi sulit bernapas atau bibir, mulut, lidah, maupun tenggorokannya mendadak membengkak, segera ke IGD.
    • Bayi kejang, sulit dibangunkan, atau tidak merespons seperti biasa; segera ke IGD.

    Baca Juga: Cara Mengurangi Nyeri Setelah Imunisasi Bayi

    Tips agar Jadwal Imunisasi Bayi Tidak Terlewat

    Agar tidak ada dosis yang terlewat, berikut beberapa tips sederhana yang bisa Mama dan Papa terapkan.

    • Simpan buku KIA dan catatan vaksin di tempat yang sama agar mudah ditemukan menjelang kontrol.
    • Sebelum pulang, tanyakan tanggal imunisasi berikutnya lalu catat di kalender ponsel.
    • Pasang pengingat beberapa hari sebelumnya supaya Mama atau Papa sempat mengatur waktu.
    • Bawa catatan vaksin setiap kali kontrol, termasuk bila berpindah dokter atau fasilitas kesehatan.
    • Jika jadwal terlewat, hubungi fasilitas kesehatan untuk menanyakan imunisasi kejar, tanpa menunggu kunjungan berikutnya.

    Itulah jadwal imunisasi bayi 0–12 bulan lengkap beserta penjelasan per usianya. Dengan mengikuti jadwal secara teratur, Mama membantu si Kecil terlindungi dari berbagai penyakit menular berbahaya.

    Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.

    Dukung daya tahan tubuh si Kecil sejak dini dengan informasi yang tepat. Daftar sebagai member Nutriclub agar bisa akses panduan imunitas anak, rekomendasi nutrisi pendukung, serta insight terkait daya tahan tubuh anak dari ahli sesuai tahapan usianya. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Kementerian Kesehatan RI Editorial Team. (2025). Pekan Imunisasi Dunia 2025: Ayo lengkapi imunisasi untuk generasi sehat menuju Indonesia Emas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/pekan-imunisasi-dunia-2025-ayo-lengkapi-imunisasi-untuk-generasi-sehat-menuju-indonesia-emas
    2. Kementerian Kesehatan RI Editorial Team. (2024). Seputar imunisasi. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/seputar-imunisasi
    3. Kementerian Kesehatan RI Editorial Team. (2023). Berikan anak imunisasi rutin lengkap, ini rinciannya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-rinciannya
    4. IDAI Editorial Team. (2013). Tanya jawab jadwal imunisasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-jadwal-imunisasi
    5. IDAI Editorial Team. (2013). Tanya jawab orangtua mengenai imunisasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-orangtua-mengenai-imunisasi
    6. Sitaresmi, M. N., Soedjatmiko, S., Gunardi, H., Kaswandani, N., Handryastuti, S., Raihan, R., … Hadinegoro, S. R. H. (2023). Jadwal imunisasi anak usia 0–18 tahun rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2023. Sari Pediatri, 25(1), 43–52. https://doi.org/10.14238/sp25.1.2023.43-52
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun