Loading...
Banner Artikel Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap 2025 dari IDAI (0–12 Bulan)
Imunitas

Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap 2025 dari IDAI (0–12 Bulan)

Foto Reviewer

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 12 Januari 2023

Diperbarui: 02 Februari 2026


  • Apa itu Imunisasi Dasar Lengkap?
  • Jadwal Imunisasi Bayi 0-12 Bulan Terbaru dari IDAI
  • Tabel Imunisasi Dasar Lengkap Bayi 0–12 Bulan
  • Urutan Pemberian Imunisasi pada Bayi Baru Lahir
  • Jadwal Imunisasi Booster Bayi & Balita (Tambahan 12–24 Bulan)
  • Apa yang Terjadi Jika Jadwal Imunisasi Terlewat?
  • Kapan Harus Segera ke Dokter?
  • Tips Agar Jadwal Imunisasi Tidak Terlewat

Jadwal imunisasi bayi 0-12 bulan tahun 2025 masih ikut pedoman terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2024. Yuk, cari tahu jadwalnya agar si Kecil tidak sampai melewatkan imunisasi!

Apa itu Imunisasi Dasar Lengkap?

Imunisasi dasar lengkap adalah rangkaian vaksin yang wajib diberikan bayi baru lahir hingga usia 12 bulan. 

Imunisasi wajib bantu membangun imunitas bayi dalam jangka panjang untuk melindungi si Kecil dari penyakit menular.

Pemberian imunisasi secara lengkap juga dapat mencegah risiko komplikasi berat yang mengganggu tumbuh kembang, serta menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi untuk Kesehatan si Kecil dan Akibatnya Jika Tidak Vaksin

Jadwal Imunisasi Bayi 0-12 Bulan Terbaru dari IDAI

Jadwal imunisasi bayi wajib di Indonesia mengikuti rekomendasi IDAI dan dimulai sejak lahir dengan pemberian vaksin Hepatitis B (HB-0) dan BCG. Pada usia 2, 3, dan 4 bulan, bayi menerima imunisasi DPT-HB-Hib, Polio, PCV, dan Rotavirus. Selanjutnya, pada usia 6–12 bulan ke atas diberikan imunisasi lanjutan atau booster, termasuk DPT-HB-Hib dan Polio, serta vaksin tambahan seperti MR/MMR, Influenza, Japanese Encephalitis (JE), Varisela, dan Hepatitis A. Imunisasi diberikan bertahap sesuai usia untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi berbahaya.

Jadwal Imunisasi Anak IDAI 2024 (sumber: IDAI)

1. Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B melindungi bayi dari infeksi virus hepatitis B yang dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Pemberian dimulai segera setelah lahir karena risiko penularan dari ibu ke bayi sangat tinggi.

  • Fungsi: cegah infeksi virus hepatitis B penyebab sirosis hati, kanker hati, atau gagal hati
  • Jadwal: segera setelah lahir, usia 2, 3, 4 bulan
  • Booster: usia 18 bulan
  • Batas usia: dosis diberikan <24 jam

2. Polio (OPV dan IPV)

Vaksin polio mencegah kelumpuhan permanen akibat virus polio. IDAI menganjurkan kombinasi OPV dan IPV untuk perlindungan lebih lengkap.

  • Fungsi: cegah polio paralitik
  • Jadwal: OPV 0 (baru lahir), usia 2, 3, 4 bulan; IPV di usia 4 dan 9 bulan
  • Booster: usia 18 bulan dan 5 tahun
  • Batas usia: OPV 0 - <1 bulan

3. BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) akibat infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Vaksin ini bekerja paling optimal bila diberikan sedini mungkin.

  • Fungsi: cegah komplikasi TB berat
  • Jadwal: usia 0–1 bulan
  • Booster: tidak diperlukan
  • Batas usia: ideal diberikan sebelum usia 1 bulan

4. DTP / DTaP / DTwP

Vaksin DTP melindungi si Kecil dari difteri, tetanus, dan pertusis. Dosis diberikan berulang karena perlindungan terhadap pertusis menurun seiring waktu.

  • Fungsi: cegah batuk rejan, difteri, pertusis, dan tetanus
  • Jadwal: usia 2, 3, 4 bulan
  • Booster: usia 18 bulan dan 5-7 tahun
  • Batas usia: sesuai jenis vaksin

5. Hib

Vaksin HiB adalah jenis imunisasi untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Haemophilus influenza tipe B yang bisa menyebabkan kematian.

  • Fungsi: melindungi bayi dari infeksi bakteri Haemophilus influenza tipe B
  • Jadwal: usia 2, 3, 4 bulan berturut-turut
  • Booster: usia 18 bulan
  • Batas usia: disesuaikan rekomendasi vaksin

6. PCV

Vaksin PCV mencegah infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus penyebab radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), radang telinga, dan infeksi darah (bakteremia).

  • Fungsi: cegah pneumonia dan meningitis pneumokokus
  • Jadwal: usia 2, 4, 6 bulan
  • Booster: 12–15 bulan
  • Batas usia: sesuai jenis imunisasi PCV

7. Rotavirus (RV1 & RV5)

Vaksin rotavirus mencegah diare berat pada bayi. RV1 diberikan dalam 2 dosis, sedangkan RV5 dalam 3 dosis sehingga jadwalnya tidak sama.

  • Fungsi: cegah diare akut akibat rotavirus
  • Jadwal RV1: usia 2 dan 4 bulan
  • Jadwal RV5: usia 2, 4, 6 bulan
  • Batas usia: dosis pertama sebelum 15 minggu

Midbanner Jadwal dan Urutan Imunisasi Bayi Baru Lahir 0-12 Bulan IDAI

Baca Juga: Bayi Terlambat Vaksin Rotavirus, Masih Bisakah Dikejar?

8. Influenza

Vaksin influenza diberikan setiap tahun dan aman untuk bayi mulai usia 6 bulan. Virus flu mengalami mutasi tahunan, sehingga vaksin perlu diperbarui setiap tahun.

  • Fungsi: cegah flu sedang–berat
  • Jadwal: mulai usia 6 bulan
  • Booster: 1 bulan setelah dosis pertama pada tahun pertama
  • Batas usia: ≥ 6 bulan

9. MR/MMR

Vaksin MR/MMR melindungi anak dari campak, gondongan, dan rubella. Penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia dan ensefalitis.

  • Fungsi: cegah campak, gondongan, rubella
  • Jadwal: usia 9 bulan
  • Booster: usia 18 bulan dan usia sekolah
  • Batas usia: 7 tahun

10. Varisela

Vaksin varisela adalah imunisasi untuk mencegah penyakit cacar air yang disebabkan virus varicella-zoster. Vaksin ini mulai direkomendasikan di usia 12 bulan.

  • Fungsi: cegah cacar air
  • Jadwal: usia 12 bulan
  • Booster: dosis ke-2 pada usia 5–6 tahun
  • Batas usia: minimal 12 bulan

11. Japanese Encephalitis (Wilayah Endemis)

Vaksin JE direkomendasikan untuk masyarakat di daerah endemis karena risiko peradangan otak yang berat. Bayi dapat menerima vaksin ini mulai usia 9 bulan.

  • Fungsi: cegah radang otak akibat virus JE
  • Jadwal: usia 9 bulan
  • Booster: 1–2 tahun setelah dosis pertama
  • Batas usia: mengikuti rekomendasi daerah

12. Tifoid (Mulai 24 Bulan)

Vaksin tifoid adalah vaksin yang berfungsi untuk mencegah penyakit tifus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Vaksin ini mulai diberikan saat anak berusia 2 tahun.

  • Fungsi: untuk cegah infeksi tifoid
  • Jadwal: usia 24 bulan
  • Booster: tiap 3 tahun
  • Batas usia: ≥2 tahun

Dalam jadwal imunisasi terbaru tahun 2024, IDAI juga menambahkan vaksin tifoid, HPV, dan dengue. Namun, ketiga jenis vaksin ini dijadwalkan mulai usia 6 tahun ke atas.

Tabel Imunisasi Dasar Lengkap Bayi 0–12 Bulan

Supaya Mama lebih mudah mengetahui dan mengingat jadwal imunisasi bayi 0-12 bulan, berikut tabel yang bisa dijadikan panduan:

Usia

Jenis Imunisasi

Keterangan Singkat

Baru lahir

Hepatitis B, Polio (OPV 0), BCG

Diberikan dalam 24 jam – 1 bulan

2 bulan

DTP, Polio, Hib, PCV, Rotavirus

Imunisasi dasar lengkap dimulai

3 bulan

DTP, Polio

Booster primer

4 bulan

DTP, Polio, Hib, PCV, Rotavirus

Termasuk IPV wajib

6 bulan

PCV / Rotavirus (jenis tertentu)

Tambahan jadwal

9 bulan

MR/MMR, Polio (IPV ke-2)

Imunisasi wajib

12 bulan

PCV booster, Varisela

Mulai vaksin tambahan

Baca Juga: 4 Imunisasi Wajib untuk Bayi 2 Bulan

Urutan Pemberian Imunisasi pada Bayi Baru Lahir

Berikut urutan pemberian imunisasi pada bayi baru lahir yang perlu Mama ketahui:

1. Hepatitis B

Vaksin hepatitis B adalah imunisasi wajib yang pertama kali didapatkan segera setelah lahir untuk cegah infeksi virus hepatitis B penyebab sirosis hati, kanker hati, atau gagal hati.

Vaksin primer hepatitis B diberikan sebanyak 5 dosis. Dosis vaksin primer diberikan segera kurang dari 12 jam setelah bayi lahir. 

2. Polio (OPV-0)

Vaksin polio (OPV) diteteskan lewat mulut. Vaksin ini diberikan 4 kali. Dosis primer pertama diberikan segera saat bayi lahir yang masih bisa disusul sampai usia 1 bulan. 

Imunisasi ini tidak boleh terlewat, karena polio mudah menyebar dan hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkannya.

3. BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi untuk cegah penyakit tuberkulosis (TB) yang disebabkan infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.

Jadwal imunisasi bayi baru lahir untuk vaksin BCG hanya satu kali, yaitu segera setelah lahir atau secepat mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan.

Baca Juga: 3 Imunisasi Wajib untuk Bayi 1 Bulan

Jadwal Imunisasi Booster Bayi & Balita (Tambahan 12–24 Bulan)

1. Hepatitis B

Jadwal vaksin dosis kedua, ketiga, dan keempat masing-masing diberikan saat bayi berusia 2,3, dan 4 bulan. Vaksin booster disuntikkan saat bayi berusia 18 bulan.

2. Polio (OPV-0)

Jadwal imunisasi polio (OPV-0) selanjutnya di usia 2, 3, dan 4 bulan. Selain itu, vaksin polio suntik (IPV) akan diberikan sebanyak 2 kali pada usia 4 bulan dan 9 bulan. 

Mulai tahun 2024, IDAI mewajibkan bayi disuntik IPV pada usia 4 bulan dan 9 bulan.

3. DTP/DPT Booster

Bayi harus mendapatkan vaksin booster DTP pertamanya pada usia 18 bulan, dan booster berikutnya di usia 5-7 dan 10-18 tahun untuk mempertahankan kekebalan tubuh.

Baca Juga: Demam Setelah Imunisasi DPT: Penyebab & Cara Mengatasinya

4. HiB Booster

Si Kecil perlu menerima vaksin booster HiB di usia 18 bulan untuk memperkuat dan memperpanjang efek perlindungannya.

5. PCV Booster

Untuk imunisasi booster vaksin PCV dilakukan saat bayi berusia 12-15 bulan. Konsultasikan lebih lanjut terkait vaksin booster PCV ini dengan petugas vaksin karena tiap kondisi bisa berbeda pemberian vaksinnya.

6. MR/MMR Booster

Menurut jadwal imunisasi terbaru dari IDAI, vaksin campak booster berupa imunisasi MR/MMR bisa didapatkan pada umur 15-18 bulan dan sekali lagi pada umur 5-7 tahun.

7. Varisela Dosis 2

Menurut jadwal imunisasi bayi terbaru IDAI, vaksin cacar air wajib diberikan 2 kali di rentang umur 12-18 bulan.

8. Japanese Ensefalitis Dosis 2

Vaksin Japanese Ensefalitis (JE) untuk mencegah infeksi virus Japanese Encephalitis penyebab penyakit radang otak. Dosis kedua vaksin JE diberikan saat bayi berusia 24 bulan.

Apa yang Terjadi Jika Jadwal Imunisasi Terlewat?

Jika jadwal imunisasi terlewat, terlambat, atau tertunda maupun tidak didapat sama sekali, imunisasi harus dikejar secepatnya. Berikut hal yang perlu diketahui: 

  • Tidak perlu mengulang dari awal
  • Lanjutkan sesuai dosis berikutnya
  • Gunakan layanan konsultasi imunisasi
  • Prioritaskan vaksin dengan batas usia sempit (Rotavirus & MR)

Baca Juga: 10 Cara Ampuh Menghilangkan Rasa Sakit Setelah Imunisasi pada Bayi

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Mama dan Papa harus segera bawa si Kecil ke dokter apabila:

  • Anak melewatkan lebih dari dua dosis penting
  • Tidak memiliki catatan imunisasi lengkap
  • Bayi memiliki kondisi medis tertentu

Tips Agar Jadwal Imunisasi Tidak Terlewat

Supaya Mama tidak terlewat atau terlambat menjadwalkan si Kecil untuk imunisasi, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan: 

  • Pasang reminder di kalender HP
  • Gunakan aplikasi pencatat imunisasi
  • Simpan buku KIA/orange book di tempat mudah diingat
  • Sedia biaya dan lowongkan jadwal orangtua dari jauh-jauh hari

Pastikan Mama terus dukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. 

Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

Mama juga bisa diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji!

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. IDAI. (2025). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. Idai.or.id. https://www.idai.or.id/professional-resources/rekomendasi/jadwal-imunisasi-anak-usia-0-18-tahun
  2. IDAI | Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II). (2023). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
  3. Mayo Clinic Editorial Team. (2024). Japanese encephalitis virus vaccine (intramuscular route). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/japanese-encephalitis-virus-vaccine-intramuscular-route/description/drg-20072758
  4. Rokom. (2016, August 29). PASTIKAN BAYI ANDA DIBERI IMUNISASI DASAR LENGKAP !!! Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/
  5. Soedjatmiko Soedjatmiko, Mei Neni Sitaresmi, Sri Rezeki Hadinegoro, Kartasasmita, C. B., Ismoedijanto Moedjito, Kusnandi Rusmil, Siregar, S. P., Zakiuddin Munasir, Dwi Pebrianti, & Gatot Irawan Sarosa. (2020). Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari Pediatri, 22(4), 252–252. https://doi.org/10.14238/sp22.4.2020.252-60
  6. Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2022). Yuk Kenali Vaksin Tifoid. Kemenkes Ditjen Yankes. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/239/yuk-kenali-vaksin-tifoid
  7. UNICEF. (2018). Child immunization schedule and vaccine-prevented diseases. Unicef.org. https://www.unicef.org/indonesia/parenting-village/health/vaccines-and-diseases-they-prevent
Artikel Terkait