Vaksin rotavirus membantu melindungi bayi dari diare berat dan infeksi saluran cerna (gastroenteritis) akibat rotavirus. Vaksin diberikan lewat mulut, mulai usia 6 minggu, bukan disuntik. RV1 diberikan dua dosis hingga usia 24 minggu, sedangkan RV5 tiga dosis hingga usia 32 minggu; jadwalnya mengikuti jenis vaksin dan arahan dokter.
Vaksin Rotavirus untuk Apa?
Vaksin ini membantu mencegah penyakit akibat rotavirus, terutama diare berat. Rotavirus dapat menyebabkan diare cair dan muntah pada bayi serta anak kecil.
Diare dan muntah dapat membuat bayi kehilangan cairan hingga mengalami dehidrasi. Kondisi yang berat bisa memerlukan perawatan di rumah sakit.
Karena itu, perlindungan lewat imunisasi penting dipersiapkan sejak awal. Mama juga bisa mengenali diare pada bayi agar lebih siap saat si Kecil mengalami keluhan pencernaan.
Vaksin Rotavirus Usia Berapa?
Vaksin rotavirus dapat mulai diberikan sejak usia 6 minggu. WHO menyarankan dosis pertama diberikan sesegera mungkin setelah usia tersebut, dengan tetap mengikuti jenis vaksin dan program yang digunakan.
Kapan Dosis Pertama Vaksin Rotavirus Diberikan?
Dosis pertama RV5 diberikan pada usia 6–12 minggu. Untuk RV1, pemberian bisa dimulai sejak usia 6 minggu. Dalam jadwal program Kemenkes, dosis pertama dijadwalkan saat bayi berusia 2 bulan.
Mama bisa menanyakan jenis vaksin saat membuat janji imunisasi pertama, ya. Dengan begitu, tanggal dosis berikutnya dapat langsung dicatat bersama jadwal imunisasi bayi.
Vaksin Rotavirus Paling Lambat Usia Berapa?
Menurut CDC, seluruh dosis vaksin rotavirus sebaiknya sudah selesai sebelum bayi berusia 8 bulan.
Untuk program di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI menetapkan dosis terakhir diberikan paling lambat pada usia 6 bulan 29 hari.
Baca Juga: Vaksin Rotavirus Terlambat: Solusinya
Apakah Bayi di Atas 6 Bulan Masih Bisa Vaksin Rotavirus?
Bayi di atas 6 bulan umumnya sudah melewati batas untuk memulai seri vaksinasi. Namun, dosis lanjutan RV5 yang sudah dimulai tepat waktu masih dapat diberikan bila usia belum melewati 32 minggu dan intervalnya sesuai.
Kalau si Kecil belum pernah menerima vaksin ini atau dosisnya belum lengkap, bawa catatan imunisasinya saat konsultasi. Dokter akan menilai apakah masih ada dosis yang dapat diberikan.
Jadwal Vaksin Rotavirus Bayi
Jumlah dosis dan batas usia mengikuti produk yang digunakan. Tabel berikut membahas RV1 (Rotarix) dan RV5 (RotaTeq), jangan memakai jumlah dosisnya untuk semua merek vaksin.
|
Jenis |
Jumlah dosis |
Mulai |
Interval |
Batas akhir |
|---|---|---|---|---|
|
Monovalen / RV1 |
2 dosis |
≥6 minggu |
≥4 minggu |
24 minggu |
|
Pentavalen / RV5 |
3 dosis |
6–12 minggu |
≥4 minggu* Label RV5 mencantumkan jarak antar dosis 4–10 minggu. |
32 minggu |
Jadwal dan batas usia mengikuti produk serta rekomendasi fasilitas kesehatan, gunakan hitungan minggu, bukan perkiraan bahwa satu bulan selalu sama dengan empat minggu, ya, Ma.
Untuk program imunisasi rutin Indonesia, Kemenkes mencantumkan tiga dosis pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Mama tetap perlu mengikuti jadwal yang diberikan puskesmas atau dokter karena produk dan program yang digunakan dapat berbeda.
Vaksin Rotavirus Monovalen vs Pentavalen, Apa Bedanya?
Ada dua jenis vaksin rotavirus, yaitu monovalen (RV1) dan pentavalen (RV5). Keduanya sama-sama diberikan secara oral, hanya berbeda pada jumlah dosisnya.
|
Perbedaan |
Monovalen / RV1 |
Pentavalen / RV5 |
|---|---|---|
|
Jumlah dosis |
2 |
3 |
|
Jumlah jenis strain virus |
Mengandung 1 jenis strain virus yang dilemahkan |
Mengandung 5 jenis strain virus yang dilemahkan |
|
Pemberian |
Oral (tetes mulut) |
Oral (tetes mulut) |
|
Interval |
≥ 4 minggu |
≥ 4 minggu |
|
Batas usia terakhir |
24 minggu, sesuai produk/rekomendasi |
32 minggu, sesuai produk/rekomendasi |
Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?
Tidak ada yang bisa disebut "lebih baik", ya, Ma. Kedua vaksin sama-sama efektif melindungi si Kecil dari rotavirus. Pemilihannya mempertimbangkan produk yang tersedia, usia bayi, riwayat dosis, dan rekomendasi dokter.
Sebaiknya berikan bayi seri vaksin yang sama dari awal sampai akhir. Bila produk sebelumnya tidak tersedia, biarkan dokter menentukan kelanjutannya. Jadi, Mama tidak perlu mengganti jenis atau menghitung ulang dosis sendiri.
Apa Perbedaan Jadwal Vaksin Rotavirus IDAI dan Kemenkes?
IDAI menyediakan rekomendasi imunisasi anak berdasarkan usia dan jenis vaksin. Dokumen rekomendasi 2024 menjadi acuan klinis, sedangkan Kemenkes menetapkan pelaksanaan program imunisasi nasional.
IDAI menyusun rekomendasi imunisasi anak berdasarkan usia dan jenis vaksin, sedangkan Kemenkes memiliki jadwal program imunisasi nasional. Saat ini, Kemenkes mencantumkan rotavirus pada usia 2, 3, dan 4 bulan dalam jadwal imunisasi rutin bayi.
Jadi, kalau Mama menemukan dua jadwal yang berbeda, ikuti saja arahan dari dokter atau fasilitas kesehatan tempat si Kecil divaksin, ya.
Saat kontrol, tunjukkan buku KIA dan tanyakan produk serta jadwal yang dipakai fasilitas kesehatan si Kecil.
Apakah Vaksin Rotavirus Aman untuk Bayi?
Ya, vaksin rotavirus aman untuk bayi. Vaksin ini telah melalui pengujian keamanan sebelum digunakan secara luas.
Menurut WHO, vaksin rotavirus yang tersedia aman dan efektif. Memang ada risiko intususepsi (kondisi usus terlipat), tetapi risikonya sangat rendah dan manfaat perlindungannya jauh lebih besar.
Karena diberikan secara oral, prosesnya pun terasa lebih nyaman untuk si Kecil dibanding suntikan. Jadi, Mama tidak perlu terlalu khawatir, ya.
Apa Efek Samping Vaksin Rotavirus?
Efek samping yang dapat muncul umumnya ringan. Menurut CDC dan Nemours KidsHealth, keluhannya dapat berupa:
- Rewel.
- Diare ringan yang sementara.
- Muntah.
- Demam.
Mama bisa memeluk dan menenangkan si Kecil sambil memantau kondisinya. Bayi tetap boleh menyusu seperti biasa; bila keluhannya menetap, memburuk, atau membuat Mama khawatir, hubungi tenaga kesehatan.
Baca Juga: Cara Mengurangi Nyeri Setelah Imunisasi Bayi
Kapan Harus Segera Membawa Bayi ke Dokter?
Meski jarang terjadi, ada beberapa tanda yang perlu Mama waspadai setelah vaksin, terutama yang mengarah ke intususepsi, seperti nyeri perut disertai tangisan hebat. Jangan menunggu semua gejala muncul, ya, Ma.
- Nyeri perut hebat atau menangis hebat yang datang berulang.
- Muntah berulang.
- BAB berdarah.
- Bayi tampak sangat lemas.
Demam pada bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih juga perlu segera diperiksakan. Jangan langsung menganggapnya sebagai efek imunisasi biasa.
Sampaikan tanggal vaksin dan kapan keluhan mulai muncul pada dokter. Mama juga dapat membaca panduan mencegah dehidrasi pada bayi sebagai bekal pendamping, bukan pengganti pemeriksaan dokter.
Siapa yang Tidak Boleh Mendapatkan Vaksin Rotavirus?
Menurut CDC, riwayat intususepsi, SCID, dan alergi berat terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin merupakan alasan utama untuk tidak memberikan vaksin ini.
1. Bayi dengan Riwayat Intususepsi
Bayi yang pernah mengalami intususepsi (usus terlipat) tidak boleh mendapat vaksin rotavirus. Karena itu, Mama perlu menceritakan riwayat kondisi tersebut kepada dokter sebelum imunisasi.
2. Bayi dengan SCID
SCID (Severe Combined Immunodeficiency) adalah gangguan kekebalan berat yang membuat tubuh sulit melawan infeksi. Bayi dengan kondisi ini tidak boleh menerima vaksin rotavirus.
3. Bayi yang Pernah Mengalami Reaksi Alergi Berat
Reaksi alergi berat setelah dosis sebelumnya atau terhadap salah satu komponen vaksin merupakan kontraindikasi. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi si Kecil sebelum vaksin diberikan.
Bila bayi memiliki penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan, konsultasikan lebih dahulu. Pilek ringan tidak otomatis membuat vaksin harus ditunda, dokter akan menilai kondisinya sebelum menentukan jadwal.
Bagaimana Jika Bayi Terlambat Vaksin Rotavirus?
Terlambat satu dosis tidak otomatis berarti seri harus diulang dari awal. Namun, pada vaksin rotavirus, dokter tetap harus memeriksa batas usia dan jarak dosis sebelum melanjutkan.
Menurut CDC, vaksin rotavirus tidak diberikan lagi setelah bayi berusia 8 bulan 0 hari, meskipun seri belum lengkap. Karena itu, jangan memberikan vaksin setelah melewati batas usia yang direkomendasikan.
Kalau ada dosis terlewat, segera hubungi fasilitas kesehatan, Ma. Siapkan tanggal lahir bayi, tanggal vaksin sebelumnya, dan nama vaksinnya. Jangan mengejar dosis di luar batas usia yang direkomendasikan; dokter akan menentukan langkah selanjutnya.
Apakah Vaksin Rotavirus Bisa Diberikan Bersamaan dengan Vaksin Lain?
Vaksin rotavirus dapat diberikan dalam kunjungan yang sama dengan vaksin lain sesuai jadwal. Karena diberikan secara oral, vaksin rotavirus dapat diberikan dalam kunjungan yang sama dengan vaksin lain sesuai jadwal.
Jadi, si Kecil tidak perlu datang berkali-kali hanya untuk memisahkan jadwal vaksinnya, ya, Ma.
Baca Juga: Vaksin DPT untuk Anak: Manfaat, Jadwal, dan Efek
Tips agar Jadwal Vaksin Rotavirus Bayi Tidak Terlewat
Supaya lebih mudah diikuti, Mama dan Papa bisa membuat satu catatan imunisasi yang selalu dibawa saat kontrol. Yuk, mulai dari langkah sederhana berikut.
- Catat tanggal dosis pertama dan nama vaksin yang diberikan.
- Simpan buku KIA atau rekam imunisasi di tempat yang mudah ditemukan.
- Tanyakan jumlah dosis dan batas usia produk yang digunakan.
- Pasang pengingat untuk jadwal berikutnya di ponsel Mama atau Papa.
- Hubungi fasilitas kesehatan bila bayi sakit atau ada jadwal yang terlewat.
Menjaga jadwal vaksin rotavirus adalah salah satu langkah untuk mendampingi kesehatan si Kecil. Yuk, bergabung menjadi member Nutriclub untuk mendapatkan informasi dan dukungan seputar tumbuh kembang bayi bersama Mama dan Papa.
Untuk kebutuhan belanja keluarga, Mama juga bisa mengunjungi NutriShop. Tetap ikuti arahan tenaga kesehatan untuk kebutuhan si Kecil sesuai usianya, ya.
