Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Panduan Makanan Bayi 1 Tahun dan Nutrisi yang Harus Dipenuhi

Nutrisi

Panduan Makanan Bayi 1 Tahun dan Nutrisi yang Harus Dipenuhi

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Di usia yang sekarang sudah genap berusia 1 tahun, bayi umumnya akan bertumbuh kembang dengan pesat sehingga ia membutuhkan asupan makanan yang tepat dan bergizi setiap hari. 

Ingat ya, Ma. Menu makanan yang Mama berikan setiap hari tentu sangat berpengaruh bagi kesehatan anak. Tidak hanya untuk saat ini, melainkan juga sebagai bekal suksesnya di masa depan, lho! 

Yuk, cari tahu di sini seperti apa panduan dan jadwal pemberian makanannya, serta pilihan makanan yang tepat untuk anak umur 1 tahun berdasarkan kebutuhan gizi hariannya!

Panduan Pemberian Makan Anak Usia 1 Tahun​​​​​​​

Di usia 1 tahun ini, anak sudah harus mulai dibiasakan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Bukan berbentuk bubur halus (puree) atau makanan yang dilunakkan (mashed), tekstur makanan bayi 1 tahun sebaiknya bertekstur padat.

Sebagai cara menaikkan tekstur makanannya, Mama bisa membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar dalam beberapa minggu pertamanya sebelum mencoba makanan keluarga. 

Adapun porsi makanan bayi 1 tahun rata-rata sebanyak ¾ hingga 1 mangkuk (200-240ml) sekali makan. Memberikan makan untuk si Kecil bisa dalam frekuensi 3-4 kali sehari. 

Namun, ASI masih tetap harus diberikan sesuai kebutuhan bayi ya, Ma. Sementara itu, makanan selingan dapat diberikan 2-3 kali sehari, berupa camilan seperti buah, sayuran rebus, roti panggang, atau biskuit dan kue buatan sendiri tanpa tambahan gula.

Selain itu, beberapa tips yang bisa Mama terapkan di rumah setiap kali akan memberikan makanan untuk bayi:

  • Perhatikan makanan padat yang lengket, seperti selai kacang, krim keju, dan berbagai makanan lainnya, seperti keripik atau popcorn yang berisiko membuat anak tersedak. Jika Mama ingin memberikan makanan jenis ini, cairkan atau hancurkan terlebih dahulu agar lebih mudah dikonsumsi.

  • Memberikan kacang dengan ukuran yang kecil. Meski bagus mengenalkan kacang pada menu makanan si Kecil sejak dini, tapi ukuran kacang pun perlu diperhatikan. Pastikan Mama memberikan kacang yang sudah dihaluskan bersama dengan makanan lainnya.

  • Memotong makanan yang kecil dan berbentuk bulat. Buah seperti anggur dapat berisiko membuat si Kecil tersedak bila tidak dipotong terlebih dahulu. Untuk itu, Mama bisa memotong makanan yang memiliki ukuran kecil dengan membaginya menjadi delapan bagian.

  • Cobalah untuk menyajikan makanan di waktu yang sama setiap hari. Hal ini dapat membantu Mama untuk mengajarkan si Kecil tentang rutinitas makan. Dengan begitu, pola makan si Kecil akan teratur dengan sendirinya. 

  • Anak umur 1 tahun masih sering terpengaruh dengan suasana hati, kesehatan, waktu, dan pilihan makanan yang Mama berikan. Maka dari itu, usahakan memberikan makanan yang bervariatif dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu.

Jadwal Makan Anak 1 Tahun

Anak berusia 1 tahun biasanya akan merasa lapar setiap 2-3 jam sekali sehingga perlu makan 3 kali makan utama dengan takaran per porsinya setengah mangkuk berukuran 250 ml untuk satu kali makan. Di antara jadwal makan utamanya ini, Mama bisa memberikan 2-3 kali makanan selingan (snack). 

Berikut adalah contoh jadwal makan anak 1 tahun yang bisa Mama jadikan panduan: 

  • Pukul 07.00: sarapan.

  • Pukul 10.00: ASI atau camilan seperti buah.

  • Pukul 12.00: makan siang ¾-1 mangkuk kecil nasi tim/nasi lembek, lauk, sayuran cincang, dan buah.

  • Pukul 15.00: ASI atau camilan seperti buah atau roti.

  • Pukul 17.00-18.00: makan malam ¾-1 mangkuk kecil nasi tim/nasi lembek/ubi/kentang/pasta, lauk, sayuran cincang, dan buah. 

  • Pukul 19.00-20.00 (sebelum tidur): ASI.

Untuk dapatkan lebih banyak lagi info mengenai  tips pemberian makanan untuk si Kecil, yuk dengarkan podcast-nya dari Parenthood Story bersama @parentalk.id di MyNutriclub!

Nutrisi Wajib dalam Menu MPASI Bayi 1 Tahun

Menginjak usia barunya ini, bayi tetap perlu mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi. Ini karena aktivitas fisik si Kecil sudah semakin bertambah banyak. Sebagian besar anak bayi di usia ini sudah mulai bisa berjalan dengan dituntun atau melangkah sendiri, juga berguling ke sana kemari, memanjat, dan lain-lain. 

Oleh karena itu, kebutuhan gizi harian si Kecil harus selalu terpenuhi dengan baik supaya proses tumbuh kembangnya dapat berlangsung optimal.

Di samping itu, pemenuhan gizi di tahun pertama kehidupannya juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak agar tetap kuat dan tidak mudah sakit. Dengan asupan gizi yang tepat juga mencegah masalah kekurangan gizi kronis yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh.

Umumnya, bayi 12 bulan membutuhkan tambahan energi sebanyak 550 kilo kalori per hari dari MPASI selain dari pemberian ASI eksklusif. Untuk anak umur 1 tahun, Ikatan Dokter Anak Indonesia dan WHO merekomendasikan pemenuhan asupan gizi sebanyak 30% berasal dari ASI, sedangkan 70% lainnya berasal dari MPASI. 

Perut anak usia 1 tahun sekitar sepuluh kali lebih kecil dari perut orang dewasa, jadi penting agar makanan yang masuk penuh dengan segala manfaat dan zat gizi yang tepat.

Namun dalam memilih makanan untuk anak, Mama harus mempertimbangkan keseimbangan antara kandungan makronutrien dan mikronutriennya. Apa perbedaan keduanya?

Makronutrien adalah zat gizi utama seperti karbohidrat, protein, lemak yang diperlukan dalam jumlah lebih banyak. Sementara itu, mikronutrien adalah zat gizi berupa macam-macam vitamin dan mineral yang diperlukan dalam jumlah lebih kecil, tapi tetap tidak boleh dilewatkan karena berperan penting untuk kesehatan tubuh yang optimal.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap seputar kebutuhan makanan anak bayi di usia 1 tahun beserta informasi kandungannya:

1. Karbohidrat

Makanan berkarbohidrat harus selalu ada di setiap menu makanan untuk bayi 1 tahun sebagai sumber energi yang utama, supaya si Kecil bisa terus bergerak setiap hari.

Berdasarkan panduan Angka Kecukupan Gizi dari Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2019, bayi usia 1 tahun membutuhkan asupan karbohidrat sekitar 215 gram setiap hari. Karbohidrat penting untuk memastikan otak si Kecil berfungsi seoptimal mungkin. 

Di dalam tubuh, karbohidrat akan diubah menjadi gula sebagai bahan bakar utama otak untuk menjalankan setiap tugasnya. Ketika otak bekerja dalam kapasitas paling optimalnya, bayi akan lebih cepat belajar dan menyerap hal-hal baru.

Adapun berbagai pilihan makanan tinggi karbohidrat untuk anak adalah sebagai berikut:

  • Nasi putih: 1 porsi nasi (kurang lebih seberat 100 gram) mengandung sekitar 40 gram karbohidrat.

  • Jagung: 3 buah jagung ukuran sedang (125 gram) mengandung sekitar 70 gram karbohidrat.

  • Kentang: 2 buah kentang ukuran sedang (200 gram) mengandung sekitar 40 gram karbohidrat.

  • Roti tawar putih: 1 lembar roti tawar putih mengandung sekitar 25 gram karbohidrat.

  • Ubi jalar kuning: 1 buah ubi jalar ukurang sedang (135 gram) mengandung sekitar 25 gram karbohidrat.

Selain dari makanan pokok, karbohidrat juga bisa Mama dapatkan dari buah-buahan yang tinggi fruktosa. seperti apel, anggur, pisang, semangka, dan alpukat. Fruktosa itu sendiri adalah jenis gula sederhana yang terdapat secara alami dalam buah-buahan.

2. Protein

Protein juga menjadi salah satu sumber energi tubuh yang juga berfungsi untuk membantu pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi. Protein akan diurai dalam tubuh menjadi asam amino guna membangun otot dan tulang tubuh. Tak hanya itu, protein juga penting untuk mempertahankan kepadatan tulang.

Umumnya bayi usia 1 tahun membutuhkan asupan 20 gram makanan berprotein tiap hari, yang terutama didapat dari sumber protein hewani. Ini karena protein hewani memiliki kandungan asam amino yang lebih lengkap daripada protein nabati. 

Produk hewani juga mempunyai mutu protein serta vitamin dan mineral yang lebih banyak dan lebih baik karena lebih mudah diserap.

Beberapa pilihan makanan tinggi protein untuk bayi di usia 1 tahun adalah:

  • Daging ayam. Selain tinggi protein, daging ayam juga tinggi magnesium, kolin, fosfor,  selenium, dan vitamin B6.

  • Ikan (tuna, salmon, kakap, kod) yang juga tinggi asam lemak omega 3 untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak pada periode emas pertumbuhannya.

  • Telur. Dalam satu butir telur, mengandung 75 kalori, 7 gram protein, zat besi, lemak, kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin B.

  • Daging sapi. Daging sapi kaya protein, zat besi, dan asam folat yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

  • Susu. Susu merupakan sumber protein yang sangat baik dan juga tinggi vitamin A, B, D, serta kalsium dan fosfor.

  • Keju. Selain protein, keju juga tinggi kandungan kalsium, zinc, vitamin A, vitamin D, dan vitamin K.

Protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan tetap boleh dimasukkan dalam menu makanan bayi 1 tahun sebagai pelengkap.

3. Asam Lemak Omega-3 dan Omega-6

Si Kecil membutuhkan asupan lemak sebagai cadangan energi tubuh, juga untuk memastikan otaknya berkembang optimal karena 60% komposisi otak terdiri dari lemak. Lemak juga penting untuk membantu tubuh memproduksi hormon pertumbuhan dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).

Di umur 1 tahun ini, anak umumnya membutuhkan sekitar 45 gram asupan lemak total per hari yang didapat dari jenis lemak sehat. Nah, lemak yang paling sehat adalah asam lemak omega-3 dan omega-6. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan asam lemak omega-3 dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, khususnya dalam hal kemampuan belajar, penyimpanan memori, dan kemampuan atensi (memusatkan perhatian). Omega-3 juga berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh si Kecil.

Beberapa pilihan makanan yang tinggi lemak sehat untuk anak adalah:

4. Vitamin A

Vitamin A juga termasuk salah satu vitamin yang berperan penting untuk tumbuh kembang anak. Vitamin ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit dan infeksi seperti campak, diare, dan ISPA. 

Vitamin A juga baik untuk menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko kelainan, kerusakan, atau penyakit pada mata, serta kebutaan.

Asupan vitamin A menjadi penting dalam menu makanannya, karena kandungan zat ini pada ASI sudah tidak dapat mengejar kebutuhan si Kecil di usia 1 tahun. 

Setiap harinya, anak usia 1 tahun membutuhkan sekitar 400 IU vitamin A yang didapat dari makanan, seperti:

  • Ikan makarel, tuna, atau salmon.

  • Hati ayam.

  • Keju.

  • Telur rebus.

  • Susu.

  • Ubi jalar.

  • Wortel.

  • Kangkung.

  • Brokoli.

  • Paprika merah.

  • Bayam.

  • Kale.

  • Mangga.

  • Semangka.

  • Pepaya.

  • Jambu.

  • Aprikot.

Baca Juga: Beragam Manfaat Minyak Ikan untuk Tumbuh Kembang Anak

5. Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein khusus yang membawa oksigen dalam sel darah merah ke seluruh bagian tubuh. Adanya kandungan zat besi dalam makanan bisa membantu mencegah anemia pada anak yang dapat meningkatkan risiko stunting. 

Selain itu, pemenuhan zat besi penting dalam periode keemasan si Kecil, terutama 2 tahun pertama anak, untuk perkembangan perilaku dan fungsi kognitifnya. 

Zat besi juga memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh yang merupakan garis pertahanan pertama anak melawan penyakit dan infeksi.

Di umur 1 tahun, anak membutuhkan sekitar 7 mg zat besi setiap hari. Kemenkes RI merekomendasikan agar 75% asupan zat besi anak diutamakan berasal dari sumber zat besi heme, yaitu yang berasal dari protein hewani (daging sapi dan unggas, hati sapi dan hati ayam, ikan dan makanan laut), dan dilengkapi sumber zat besi non-heme yang terdapat dalam buah dan  sayuran, seperti bayam, kale, dan brokoli.

Agar penyerapan zat besi berjalan maksimal, menu makanan bayi 1 tahun perlu juga dilengkapi dengan makanan kaya vitamin C. Misalnya, buah tomat, jeruk, berry, kiwi, paprika, dan kentang. 

6. Seng (Zinc)

Bayi di usia 12 bulan membutuhkan makanan tinggi zinc (seng) agar tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal. Sebab, mineral ini berperan penting dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh, memelihara fungsi indera penciuman dan perasa, juga mempercepat proses penyembuhan luka.

Kekurangan zinc telah dikaitkan dengan peningkatan risiko bayi mengalami diare, pertumbuhan lambat, kehilangan nafsu makan, dan rentan terserang infeksi.

Adapun beberapa pilihan makanan tinggi zinc untuk si Kecil adalah:

  • Daging merah seperti daging sapi dan domba.

  • Tiram.

  • Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang mete, dan almond.

  • Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt.

  • Telur.

7. Prebiotik FOS:GOS

Prebiotik adalah jenis serat pangan khusus dari sumber-sumber nabati yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. 

Salah satu fungsi utama prebiotik adalah untuk mendorong pertumbuhan mikrobiota bakteri baik (probiotik) yang tinggal di dalam usus, contohnya Lactobacillus dan Bifidobacterium. Memastikan jumlah bakteri baik tetap seimbang di dalam perut dapat membantu menjaga kesehatan organ pencernaan anak. 

Peningkatan populasi mikroba baik di dalam usus merupakan hasil dari asupan prebiotik yang dapat membantu meningkatkan fungsi sistem imun si Kecil sehingga mencegahnya dari risiko terserang penyakit. 

Prebiotik juga bermanfaat untuk sistem imun anak karena bekerja langsung untuk meningkatkan respon anti peradangan. Beberapa contoh makanan prebiotik untuk anak adalah:

  • Apel.

  • Asparagus.

  • Pisang.

  • Jenis buah-buahan berry.

  • Bawang putih.

  • Sayuran hijau.

  • Daun bawang.

  • Kacang polong.

  • Tomat.

  • Bawang bombay.

Baca Juga: Panduan MPASI untuk Mencegah Risiko Bayi Alergi

Nah, itu dia nutrisi yang wajib ada dalam menu makanan bayi 1 tahun beserta jadwal dan panduan pemberian makannya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Ma!

Jangan lupa daftarkan diri Mama di MyNutriclub sekarang untuk dapatkan tips lain seputar tumbuh kembang si Kecil berdasarkan usianya. Mama juga bisa dapatkan konten-konten digital eksklusif seperti Podcast, Parenting E-book, hingga Kulwap yang dimoderatori oleh ahli di bidangnya. Gratis, lho!

  1. Partiwi, I Gusti Ayu Nyoman., Sehat Lezat Olah Saji; 2013. 1;70,71,87, 140, 141.
     
  2. Mohamad, Imelda., Mencetak Anak Sehat, Cerdas, &Ceria; 2015. 1;46,118.
     
  3. Sjarif, Rusli Damayanti., Yuliarti, Klara., Lestari, Endang Dewi., et al., Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi, Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.1;38-40.
     
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi. Diakses pada 25 Desember 2022. 
     
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19. Diakses pada 25 Desember 2022. 
     
comment-icon comment-icon