Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Nutrisi

Ketahui Tahapan Tekstur MPASI Bayi Sesuai Usianya

Article Oleh : Mauliyana Puspa Adityasari 08 Agustus 2023

Menginjak usia 6 bulan, biasanya bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI atau disebut juga dengan MPASI. Selain memperhatikan gizi seimbang untuk si Kecil, Mama juga perlu memahami tekstur MPASI yang sesuai dengan usia bayi. Sebab, tekstur MPASI memiliki peran penting dalam perkembangan mengunyah dan menelan si Kecil. Lantas, seperti apa tahapan tekstur MPASI bayi sesuai usianya?

Tahapan Tekstur MPASI Bayi Sesuai Usia

Perlu Mama ketahui bahwa pemberian MPASI tidak boleh sembarangan. Semua harus bertahap mulai dari jenis, jumlah, frekuensi, tekstur, konsistensi, hingga nutrisi si Kecil yang didapatkan dari makanan. Untuk itu, saat Mama mulai memberikan MPASI haruslah disesuaikan dengan kemampuan makan si Kecil.

Pada tahap awal, bayi membutuhkan tekstur yang lembut dan nantinya mulai berubah menjadi tekstur yang lebih kasar. Perubahan tekstur secara bertahap ini penting dilakukan pada pemberian MPASI. Sebab, hal ini dapat membentuk kebiasaan dan keterampilan makan pada bayi hingga besar nanti. 

Dengan terus meningkatkan tekstur makanan, si Kecil akan membiasakan diri pada perkembangan baru. Salah satunya adalah keterampilan motorik halus saat bayi harus mengambil makanan dengan jari-jarinya atau menggunakan sendok.

Berikut ini tahapan tekstur MPASI bayi sesuai dengan usia, yang perlu Mama ketahui.

1. Bayi Usia 6 Bulan

MPASI mulai diberikan pada bayi usia 6 bulan. Ini merupakan tahap awal bagi si Kecil merasakan makanan padat masuk ke dalam mulutnya. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memberikan tekstur yang lembut seperti bubur.

Perhatikan konsistensi bubur saat memberikan MPASI kepada bayi di usia ini, Ma. Jumlah kalori dan zat gizi dalam semangkuk bubur cair akan lebih sedikit daripada bubur kental. Mama perlu memastikan makanan si Kecil tidak terlalu cair atau terlalu kental untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik.

Tekstur yang lembut pada MPASI bayi bertujuan untuk mencegah risiko tersedak yang dapat membahayakan si Kecil. Dengan memastikan makanan memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikunyah, itu artinya Mama menjaga keamanan saat bayi sedang belajar makan makanan padat.

Saat mencoba makanan padat pertama kali, kebanyakan bayi akan menolak hingga melepehnya. Mama tidak perlu khawatir, karena itu hal yang wajar terjadi saat bayi mencoba makanan padat. Perlu diingat bahwa MPASI adalah proses belajar makan, apalagi sebelumnya bayi hanya mengonsumsi ASI. Jadi, perlu kesabaran ekstra dalam proses pemberian MPASI pada bayi.

Mama dapat menggunakan blender untuk membuat tekstur yang halus pada makanan MPASI bayi. Pastikan makanan benar-benar lembut sehingga mudah dikonsumsi oleh si Kecil. Untuk porsi makanannya, Mama dapat mulai dengan memberikan sekitar 2-3 sendok makan makanan padat untuk setiap kali makan.

2. Bayi Usia 7-8 Bulan

Jika Mama perhatikan, sekarang si Kecil sudah mampu menunjukkan refleks pada lidahnya untuk mendorong makanan ke dalam mulut dan mampu menelannya dengan lancar. Ini tandanya bayi sudah siap untuk mencoba makanan dengan tekstur yang lebih kasar.

Pada usia 7-8 bulan kemampuan makan si Kecil semakin meningkat. Ia sudah mulai terbiasa makan makanan yang lebih padat dengan mengunyah dan menelan makanan yang sedikit menggumpal atau kental. Meski belum tumbuh gigi, bayi sudah mulai belajar mengunyah sejak MPASI.

Hanya saja, setiap pemberian MPASI bertekstur baru pada si Kecil, mungkin ada rasa tidak nyaman. Bayi bisa saja melepehkan atau bahkan muntah sebagai respons awal terhadap tekstur makanan yang baru.

Hal ini merupakan reaksi yang normal, karena bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tekstur baru. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai dengan porsi yang kecil dan memberikan secara bertahap kepada si Kecil.

Baca Juga: Kebutuhan Gizi Bayi 10-12 Bulan yang Perlu Mama Ketahui

3. Bayi Usia 9-11 Bulan

Di rentang usia 9-11 bulan, umumnya si Kecil sudah memiliki kemampuan menelan yang sangat baik. Beberapa bayi juga mulai tumbuh gigi pada periode ini. Selain itu, kemampuan motorik halus bayi semakin meningkat. Ia mulai mahir memegang sendok dan mengarahkannya ke mulut. 

Untuk meningkatkan kemampuan motorik dan cara mengunyah makanan, Mama dapat mulai memperkenalkan makanan padat untuk si Kecil dengan tekstur yang lebih beragam. Pilihan tekstur makanan bisa mencakup makanan yang dicincang halus (minced) dan makanan yang dicacah lebih kasar (chopped). Mama juga dapat memperkenalkan finger food untuk si Kecil pada usia ini.

Cara memperkenalkan finger food juga harus bertahap, Ma. Sajikan makanan yang lebih mudah untuk dimakan sendiri, dan tidak ada risiko bikin tersedak. Umumnya semakin kecil, bulat, keras, dan licin suatu makanan, semakin tinggi pula risiko tersedaknya.

Makanan tersebut bisa saja tersangkut di saluran pernapasan dan sulit dikeluarkan jika bayi gagal menelan. Maka dari itu, hindari makanan seperti biji-bijian, kacang utuh, dan anggur untuk memperkenalkan finger food pada si Kecil.

4. Bayi Usia 12 Bulan

Memasuki usia 12 bulan atau memasuki tahun pertamanya, Mama dapat mengajak si Kecil makan bersama dengan keluarga. Bayi sudah boleh untuk mengonsumsi makanan seperti yang Mama dan anggota keluarga lainnya makan. Pada usia ini, bayi mampu beradaptasi dengan berbagai bentuk makanan yang Mama sajikan, meskipun belum mampu mengunyah makanan dengan sempurna.

Perlu diingat bahwa kemampuan mengunyah si Kecil masih dalam tahap perkembangan. Maka dari itu, Mama harus menyajikan porsi makanan secara bertahap. Sebagai panduan umum, Mama bisa mulai secara perlahan dengan porsi sekitar tiga perempat dari mangkuk berukuran 250 ml untuk setiap kali makan.

Ketika bayi usia 12-15 bulan masih menolak makanan padat bertekstur atau mengalami kesulitan dalam menelan berbagai jenis finger food, penting untuk Mama berkonsultasi dengan dokter anak.

Sebab, hal tersebut bisa menunjukkan adanya masalah perkembangan atau masalah sensorik yang perlu ditangani secepat mungkin. Mama yang paling memahami si Kecil, jadi semakin cepat ditangani akan semakin baik juga untuk tumbuh kembang bayi.

Baca Juga: Tips Melatih Si Kecil untuk Makan Makanan Padat

Kenapa Si Kecil Harus Naik Tekstur MPASI?

Salah satu aspek penting dalam memperkenalkan makanan padat pada bayi adalah menaikkan tekstur makanan seiring waktu. Pada awalnya, bayi diperkenalkan dengan makanan yang lembut, halus, dan berbentuk bubur yang dihaluskan secara menyeluruh.

Seiring perkembangan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan, penting untuk meningkatkan tekstur makanan yang diberikan secara bertahap.

Meningkatkan tekstur makanan pada bayi membantu dalam melatih keterampilan makan dan mengunyah agar ia semakin terbiasa untuk makan makanan padat. Setelah si Kecil terbiasa dengan makan makanan padat dari berbagai tekstur, ia akan belajar untuk makan sendiri. 

Meskipun saat masa peralihan tekstur makanan, bayi mungkin belum tumbuh gigi tetapi ia masih mampu mengunyah dengan gusinya. Proses ini memiliki manfaat dalam mencegah kesulitan makan di masa depan ketika bayi terus tumbuh dan berkembang. 

Pemberian MPASI dengan meningkatkan tekstur secara bertahap juga diperlukan untuk mencegah risiko si Kecil tersedak makanan. Sebab ketika memulai mencoba makan makanan padat, bayi masih belum mempunyai kemampuan makan yang baik. Maka dari itu, penting bagi Mama untuk selalu memperhatikan kemampuan makan dan tekstur makanan yang diberikan kepada si Kecil. 

Kurangnya variasi dalam pemberian MPASI bayi, termasuk teksturnya, dapat menyebabkan berkurangnya minat si Kecil dalam makanan dan menolak untuk mengunyah makanan. Ini mengakibatkan bayi akan terbiasa makan dengan langsung menelan saja tanpa harus dikunyah terlebih dahulu.

Baca Juga: 8 Pilihan Makanan yang Membuat Otak Anak Cerdas dan Pintar 

Nah, itulah penjelasan tahapan tekstur MPASI pada bayi sesuai usianya. Apabila Mama bingung mau menyajikan apa untuk menu MPASI si Kecil, Mama bisa unduh Kreasi Nutrisi untuk Imunitas si Kecil, di sini Mama akan mendapatkan beragam menu MPASI yang lezat dan bergizi, tentunya agar si Kecil tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja. Yuk, download sekarang juga secara gratis, Ma!

  1. IDAI | Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana? (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana
  2. Verywell. (2021). Making Sense of “Stages” and “Steps” on Baby Food Labels. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/baby-food-stages-and-steps-2634465
  3. Parents. (2020). Understanding Baby Food Stages: A Cheat Sheet for Parents. Parents. https://www.parents.com/baby/feeding/nutrition/baby-food-stages-and-steps-by-age/
  4. Mrunal. (2018, August 17). Baby Food Stages – Your Child’s First, Second and Third Food. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/baby-food-stages-your-childs-first-second-and-third-food/
  5. What to do if your baby doesn’t like baby foods, purees, or solids. (2021). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/solids-finger-foods/is-it-normal-that-my-baby-doesnt-like-the-texture-of-solids_3652414
  6. Swati Patwal. (2020, December 28). 11 Tips To Encourage And Teach Baby To Chew Their Food. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/teaching-babies-chewing-swallow-food-age-tips_00692606/
  7. Why won’t my baby eat lumpy food? (2014). BabyCentre UK. https://www.babycentre.co.uk/x25010499/why-wont-my-baby-eat-lumpy-food
  8. CDC. (2021, April 29). Tastes and Textures. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/tastes-and-textures.html
  9. Food Sizes & Shapes to Serve Baby at Each Age - Solid Starts. (2023). Solidstarts.com. https://solidstarts.com/safe-food-sizes-shapes-for-babies/
  10. IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (2018). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
  11. ‌CDC. (2021, April 29). Tastes and Textures. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/tastes-and-textures.html‌
comment-icon comment-icon