Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

manfaat prebiotik untuk anak, agar daya tahan tubuh anak kuat
Imunitas

4 Manfaat Prebiotik untuk Anak dan Cara Penuhi Asupannya

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 28 Januari 2021

Mama mungkin pernah membaca kandungan prebiotik di beberapa produk makanan yang biasa Mama konsumsi. Nah, tahukah Mama bahwa manfaat prebiotik juga bagus untuk anak? 

Anak sudah terlahir memiliki sistem imun atau yang dikenal dengan daya tahan tubuh. Namun, sistem imun anak membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk berkembang menjadi sekuat dan sesempurna orang dewasa. Salah satu cara untuk mendukung perkembangan imun anak adalah dengan pemenuhan nutrisi dari apa yang si Kecil konsumsi sehari-hari, seperti prebiotik. Namun, tentu bentuk asupan prebiotik untuk si Kecil belum bisa disamakan dengan makanan orang dewasa.

Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai manfaat prebiotik untuk anak dan cara memenuhi kebutuhan si Kecil dalam artikel ini!

Apa Itu Prebiotik dan Contohnya?

Prebiotik adalah jenis karbohidrat pangan yang tidak bisa dicerna dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan bakteri baik.

Salah satu fungsi utama prebiotik adalah sebagai sumber makanan atau “suplemen” untuk mendorong pertumbuhan mikrobiota bakteri baik (probiotik) yang tinggal di dalam usus, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Karena tidak bisa dicerna tubuh, prebiotik akan langsung bergerak menuju saluran pencernaan bagian bawah. Di sana, probiotik akan membantu bakteri baik menghasilkan asam lemak rantai pendek yang penting bagi sel-sel usus besar.

Contoh prebiotik adalah inulin, frukto-oligosakarida (FOS) dan (trans)-galakto-oligosakarida (GOS), dan pati (starch). Inulin adalah jenis serat pangan larut air yang terkandung dalam banyak tumbuh-tumbuhan.

Sementara itu, FOS dan GOS adalah jenis karbohidrat yang tidak bisa dicerna. Pati adalah jenis karbohidrat dari biji- bijian, umbi-umbian, sayuran, maupun buah-buahan.

Ketiga contoh prebiotik ini dapat menjadi sumber makanan untuk bakteri khusus yang bermanfaat bagi sistem pencernaan, terutama Bifidobacteria.

Apa Manfaat Prebiotik untuk Anak?

Seperti yang sudah disebut di atas, Ma, bahwa manfaat prebiotik yang utama adalah untuk membuat sistem pencernaan anak bekerja lebih baik. Selain itu, prebiotik juga bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh si Kecil.

Lebih lengkapnya, prebiotik bermanfaat untuk:

1. Meningkatkan Imun Anak

Tahukah Mama bahwa sekitar 70-80% sel daya tahan tubuh anak terdapat pada sistem pencernaannya? Ya! Jadi dengan menjaga kesehatan organ pencernaan si Kecil, Mama juga akan membantu dukung fungsi sistem imun si Kecil untuk melindunginya agar tidak mudah sakit.

Berbagai manfaat prebiotik untuk daya tahan tubuh atau imun anak juga sudah terbukti secara ilmiah.

Salah satu manfaat paling menguntungkan dari prebiotik adalah untuk mendukung sistem kekebalan tubuh melalui peningkatan populasi mikroba atau probiotik di dalam usus yang menguntungkan, terutama bakteri asam laktat dan Bifidobacteria.

Prebiotik juga bermanfaat untuk sistem imun anak karena bekerja langsung pada sel lapisan usus dan sel imun yang meningkatkan respon anti peradangan. Dengan semakin kuatnya sel-sel yang melapisi dinding usus, zat-zat pemicu radang juga akan lebih sulit menembus usus.

Dari studi yang ada, campuran prebiotik tipe oligofruktan dan inulin dipercaya dapat meningkatkan respon antibodi terhadap vaksin virus, seperti influenza dan campak. Respon antibodi juga membaik terhadap vaksin influenza, setelah konsumsi prebiotik FOS. 

Jika ingin tahu cara mendukung daya tahan tubuh anak di 1000 hari pertamanya, download Ebook gratis di sini.

2. Menjaga Kesehatan Saluran Cerna

Prebiotik adalah makanan bagi bakteri baik di dalam usus yang kita sebut dengan probiotik.

Karena sifatnya yang sulit dicerna, prebiotik akan mencapai saluran pencernaan dalam keadaan utuh sehingga koloni bakteri baik akan lebih mudah berkembang biak.

Ketika jumlah bakteri baik dalam usus seimbang, anak akan terhindar dari masalah pencernaan seperti sembelit.

3. Meringankan Gejala Irritable Bowel Syndrome 

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Foods, pasien yang mengonsumsi prebiotik tipe FOS sebanyak 5 gram per hari selama 6 minggu mengalami penurunan gejala irritable bowel syndrome (IBS).

Gejala IBS meliputi, nyeri perut kronis dan perubahan aktivitas pencernaan, seperti diare atau sembelit.

4. Mengurangi Risiko Obesitas pada Anak

Sebuah studi obesitas yang dilakukan pada hewan uji membuktikan bahwa prebiotik mampu menyeimbangkan komposisi biota usus dengan cara menstimulasi pertumbuhan probiotik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Asupan prebiotik yang mencukupi juga diteliti dapat bantu mengurangi mikroorganisme penyebab penyakit, seperti Firmicutes dan Bacteroidetes.

Fungsi prebiotik lainnya adalah sebagai berikut:

  • Membantu penyerapan kalsium.

  • Memberi makan bakteri pencernaan yang bertanggung jawab membentuk vitamin-vitamin esensial, seperti vitamin B yang diperlukan untuk metabolisme dan vitamin K yang mendukung pembekuan darah yang sehat.

  • Mengatur kenaikan kadar gula darah setelah makan (indeks glikemik).

Cara Melengkapi Prebiotik dalam Asupan Si Kecil

Sumber nutrisi terpenting bagi perkembangan daya tahan tubuh si Kecil adalah ASI. Selain keberadaan antibodi dan komponen penting lainnya, prebiotik yang terdapat pada ASI sangatlah penting untuk daya tahan tubuh si Kecil. 

Karena itulah pemberian ASI secara eksklusif sangat direkomendasikan sampai si Kecil berusia 6 bulan, Ma.

Ketika si Kecil berusia 6 bulan, Mama tetap masih bisa melanjutkan pemberian ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun, sambil mulai memperkenalkan MPASI untuk melengkapi asupan gizi yang seimbang.

Mama bisa memberikan variasi makanan yang mengandung prebiotik untuk anak melalui makanan MPASI. 

Prebiotik paling banyak terkandung pada yogurt, serta makanan yang difermentasi. Proses fermentasi makanan ada yang melibatkan bakteri Lactobacillus, Bifidobacterium, dan lainnya. Contoh makanan mengandung prebiotik yang bisa Mama olah menjadi MPASI sehari-hari di antaranya:

  • Yogurt.

  • Tempe.

  • Acar.

  • Kombucha atau teh yang difermentasi.

  • Apel.

  • Asparagus.

  • Pisang.

  • Jenis buah-buahan berry.

  • Kakao.

  • Bawang putih.

  • Sayuran hijau.

  • Daun bawang.

  • Kacang polong.

  • Tomat.

  • Bawang bombay.

  • Kacang kedelai.

  • Rumput laut.

Baca Juga: ASI Sebagai Sumber Prebiotik Pertama Bagi Si Kecil

Itulah informasi mengenai manfaat prebiotik untuk anak yang perlu Mama ketahui, serta cara melengkapi asupannya pada si Kecil. 

Semoga informasi ini berguna, ya Ma!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Watson, K. (2017, May 22). Prebiotics vs. Probiotics: What’s the Difference? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/prebiotics-vs-probiotics#risks-and-sideeffects
  2. Rachel. (2023). Prebiotics 101. Happy Family Organics. https://www.happyfamilyorganics.com/learning-center/article/prebiotics-101/
  3. Swati Patwal. (2020, January 17). Prebiotics For Babies: Why Do They Need, Types And Benefits. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/prebiotic-for-babies-benefits-safety-types_00556323/#what-are-the-benefits-of-prebiotics-for-babies
  4. Collins, J. (2019, August 5). Prebiotics. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/prebiotics-overview#:~:text=Prebiotics%20are%20a%20source%20of,good%20for%20your%20digestive%20system
  5. Pujari, R., & Banerjee, G. (2020). Impact of prebiotics on immune response: from the bench to the clinic. Immunology & Cell Biology, 99(3), 255–273. https://doi.org/10.1111/imcb.12409
  6. Shokryazdan, P., Faseleh Jahromi, M., Navidshad, B., & Liang, J. B. (2016). Effects of prebiotics on immune system and cytokine expression. Medical Microbiology and Immunology, 206(1), 1–9. https://doi.org/10.1007/s00430-016-0481-y
  7. Cerdó, T., García-Santos, J., G. Bermúdez, M., & Campoy, C. (2019). The Role of Probiotics and Prebiotics in the Prevention and Treatment of Obesity. Nutrients, 11(3), 635. https://doi.org/10.3390/nu11030635
Artikel Terkait
floating-icon