Anak yang sering sakit bisa karena sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum sekuat orang dewasa. Kondisi ini membuat tubuh anak lebih mudah terpapar dan terinfeksi virus atau bakteri, terutama jika anak belum terbiasa menjaga kebersihan tangan atau sering terpapar asap rokok. Kondisi kesehatan tertentu juga dapat membuat anak lebih rentan mengalami sakit berulang.
Apakah Normal Jika Anak Sering Sakit?
Ya, normal. Anak yang sering sakit tidak selalu berarti memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Pada usia dini, sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang.
Sistem imun tubuh anak akan membangun kekebalan terhadap berbagai virus dan bakteri tersebut ketika ia terpapar. Namun, butuh waktu yang cukup lama.
Anak juga berisiko sakit bila tidak menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat yang optimal, seperti rajin mencuci tangan.
Frekuensi sakit juga dipengaruhi lingkungan dan tingkat paparan, misalnya anak yang mulai masuk daycare atau sekolah dan sering berinteraksi dengan banyak anak dapat lebih sering mengalami infeksi seperti batuk dan pilek.
Baca Juga: Vitamin untuk Anak yang Mudah Sakit
Apa Penyebab Anak Sering Sakit?
Anak usia dini bisa sedikit-sedikit demam, mudah tertular pilek, atau batuknya susah sembuh. Berikut beberapa penyebab anak sering sekali tertular sakit:
1. Sering Terpapar Virus dan Bakteri
Anak sering sakit karena sangat rentan terhadap paparan dari kontak erat dengan bakteri atau virus penyebab penyakit. Terlebih bila anak banyak berinteraksi dengan anak lain, misalnya di sekolah atau daycare, maka risiko tertular infeksi bisa lebih tinggi.
Bakteri dan virus penyebab penyakit mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui sentuhan langsung, percikan liur (droplet) saat berbicara, atau berbagi mainan dan barang-barang lainnya.
Daya tahan tubuh anak yang belum sepenuhnya optimal juga membuat si Kecil lebih sulit melawan infeksi yang ditularkan melalui kontak ini.
2. Belum Konsisten Menerapkan Kebiasaan Hidup Bersih
Tangan merupakan “rumah” bagi bakteri dan virus karena sering bersentuhan dengan berbagai permukaan yang belum tentu terjamin bersih, seperti pegangan pintu, mainan, atau layar ponsel.
Kuman bisa masuk ke tubuh dengan mudah saat anak menyentuh wajah, mata, atau hidungnya. Kebiasaan sering memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut juga memperbesar peluang berpindahnya patogen penyebab penyakit.
Karena itu, penting membiasakan anak menjaga kebersihan tangan sejak dini untuk mencegah penularan penyakit.
3. Asupan Nutrisi Kurang Optimal
Alasan lain anak sering sakit bisa karena kurang asupan gizi dan pola makan tidak optimal. Asupan energi dan protein yang tidak mencukupi bisa mengganggu pertumbuhan dan fungsi sistem kekebalan tubuh anak.
Kekurangan mikronutrien tertentu, seperti zat besi, zinc, dan vitamin A, juga dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk sistem imun.
Pastikan juga anak mengonsumsi beragam makanan dalam jumlah yang cukup agar kebutuhan nutrisi hariannya terpenuhi, sehingga dapat membantu memperkuat sistem imunnya.
4. Kurang Tidur
Tidur adalah waktu penting bagi tubuh untuk memperkuat sistem imun. Saat tidur, tubuh memproduksi protein penting bernama sitokin, yang membantu melawan infeksi dan peradangan.
Ketika tubuh mengalami infeksi, peradangan, atau stres, tubuh membutuhkan lebih banyak sitokin. Sayangnya, jika anak tidak cukup tidur, produksi sitokin, antibodi, dan sel yang membantu melawan infeksi akan menurun.
Ini membuat daya tahan tubuh melemah dan anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi, bahkan penyakit yang ringan seperti batuk pilek.
Baca Juga: Pentingnya Daya Tahan Tubuh Kuat bagi Anak
5. Paparan Asap Rokok
Salah satu alasan anak sering sakit bisa karena paparan asap rokok dari lingkungan sehari-hari. Anak yang sering terpapar asap rokok berisiko rentan mengalami gangguan kesehatan karena sistem imunnya yang lemah.
Akibatnya, anak bisa mengalami keluhan seperti batuk pilek, sakit tenggorokan, infeksi telinga, iritasi mata, hingga bronkitis dan pneumonia.
Risikonya tidak hanya berasal dari asap rokok yang terhirup secara langsung, tapi juga dari residu asap rokok yang menempel pada pakaian, mobil, atau permukaan lainnya juga dapat menjadi sumber paparan bagi anak.
6. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu
Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi, asma, penyakit kronis, atau gangguan yang memengaruhi sistem imun, dapat membuat anak lebih rentan mengalami keluhan kesehatan atau sakit berulang.
Memiliki alergi dapat membuat anak sering sakit karena alergi menyebabkan sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu yang seharusnya tidak berbahaya, seperti debu, atau makanan tertentu.
Reaksi alergi pada anak dapat mempengaruhi fungsi sel imun, sehingga tubuh menjadi lebih rentan mengalami infeksi berulang.
Jika anak sering mengalami sakit berulang atau keluhannya tidak kunjung membaik, sebaiknya lakukan evaluasi bersama dokter. Hindari mendiagnosis kondisi anak sendiri karena dokter perlu melihat gejala dan riwayat kesehatan anak secara menyeluruh.
Bagaimana Membedakan Anak Sering Sakit yang Masih Normal dan yang Perlu Diperiksa?
Anak sering sakit tidak selalu menandakan bahwa kondisinya mengkhawatirkan. Berikut gejala yang perlu Mama kenali apakah kondisi sering sakit pada anak masih normal atau perlu diperiksakan.
|
Masih Bisa Terjadi pada Anak |
Perlu Diperiksakan |
|
Batuk dan pilek sesekali |
Infeksi yang sangat sering terjadi atau berulang dengan pola yang mengkhawatirkan |
|
Anak tetap aktif setelah sembuh |
Anak sulit pulih atau kondisi terus memburuk |
|
Nafsu makan dan tumbuh kembang tetap baik |
Berat badan sulit naik atau tumbuh kembang terganggu |
|
Gejala membaik dengan perawatan |
Infeksi berat atau memerlukan perawatan medis berulang |
|
Tidak ada gejala berat |
Mengalami sesak, dehidrasi, penurunan kesadaran, atau kondisi serius lainnya |
Kapan Anak Sering Sakit Perlu Dibawa ke Dokter?
Tidak semua anak yang sering mengalami batuk, pilek, atau demam membutuhkan pemeriksaan medis. Namun, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika anak:
- Mengalami infeksi yang berat atau berulang.
- Gejala sakit tidak kunjung membaik atau justru semakin berat.
- Mengalami sesak atau kesulitan bernapas.
- Sering mengalami demam dengan kondisi yang mengkhawatirkan.
- Mengalami berat badan sulit naik atau pertumbuhan terganggu.
- Tampak sangat lemas, sulit makan/minum, atau menunjukkan tanda dehidrasi.
- Membutuhkan perawatan di rumah sakit atau pengobatan medis berulang karena infeksi.
Baca Juga: Makanan Pendukung Imunitas Anak
Bagaimana Cara agar Anak Tidak Mudah Sakit?
Jika anak sering sakit, penting bagi Mama untuk menerapkan cara meningkatkan imun tubuh berikut ini:
1. Pastikan Imunisasi Anak Lengkap
Pastikan anak mendapatkan imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan (booster) sesuai jadwal yang direkomendasikan IDAI. Imunisasi membantu melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan vaksin.
Jika ada imunisasi yang terlewat, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jadwal kejar imunisasi yang sesuai.
2. Berikan Makanan Bergizi Seimbang
Optimalkan asupan makanan harian anak dengan memberikan beragam sumber makanan, seperti protein, karbohidrat, sayuran, buah-buahan, dan lemak sehat.
Mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga penting untuk mendukung fungsi tubuh. Usahakan kebutuhan tersebut diperoleh dari makanan sehari-hari.
Pilihan untuk memberikan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan rekomendasi dokter.
Lengkapi juga nutrisi harian anak dari susu pertumbuhan seperti Nutrilon Royal 3 sebagai satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.
3. Pastikan Anak Cukup Tidur
Anak 1-2 tahun dianjurkan tidur 11-14 jam per hari termasuk tidur siang, anak 3-5 tahun dianjurkan tidur 10-13 jam per hari, dan anak 6-13 tahun disarankan tidur 9-12 jam sehari.
Sementara di usia 14-17 tahun, waktu tidur sehari semakin sedikit yakni 8-10 jam. Bantu anak memiliki jadwal tidur yang teratur dan waktu istirahat yang cukup setiap hari.
Tidur yang cukup penting untuk mendukung kesehatan dan proses tumbuh kembang anak. Saat anak sakit, berikan kesempatan untuk lebih banyak beristirahat sesuai kebutuhannya.
4. Biasakan Cuci Tangan
Ajarkan dan biasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain, dan setelah pulang dari luar rumah.
Kebiasaan ini juga perlu dilakukan setelah anak batuk atau bersin. Mama bisa membantu anak membiasakan diri dengan memberikan contoh secara langsung.
Jadikan cuci tangan sebagai rutinitas sehari-hari agar anak perlahan terbiasa melakukannya tanpa harus selalu diingatkan.
5. Kurangi Paparan Asap Rokok
Usahakan anak tidak terpapar asap rokok, baik di dalam maupun di sekitar rumah.
Asap rokok dapat berdampak buruk pada kesehatan anak dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Sebisa mungkin hindari merokok dan jauhkan anak dari asap rokok.
Baca Juga: Peran Sinbiotik untuk Pencernaan dan Imunitas Anak
6. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin
Ajarkan anak untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin.
Setelahnya, biasakan anak mencuci tangan agar kuman tidak mudah berpindah ke benda atau orang lain. Mama juga perlu memberikan contoh dalam keseharian agar kebiasaan ini lebih mudah diikuti anak. .
7. Ajak Anak Aktif Bergerak
Ajak anak aktif bergerak melalui aktivitas yang sesuai dengan usia dan kesukaannya, seperti bermain, berjalan, berlari, atau melakukan aktivitas fisik bersama.
Selain membuat anak lebih aktif, kebiasaan bergerak juga menjadi bagian dari pola hidup sehat. Tidak perlu selalu berupa olahraga yang terstruktur, Ma.
Yang terpenting, berikan kesempatan bagi anak untuk bergerak dan bermain secara aktif setiap hari sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya.
Apakah Anak yang Sering Sakit Berarti Daya Tahan Tubuhnya Lemah?
Tidak selalu. Anak memang bisa mengalami sakit beberapa kali dalam setahun, terutama karena sering terpapar virus dan bakteri. Namun, mengalami sakit berkali-kali tidak bisa jadi patokan penentu bahwa imun atau daya tahan tubuh anak lemah.
Penting untuk tetap memperhatikan jenis dan tingkat keparahan infeksi, lama waktu pemulihan, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak.
Jika anak sering sakit dengan gejala yang berat, sulit pulih, atau pertumbuhan dan perkembangannya terganggu, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Sistem imun yang kuat membantu si Kecil tetap aktif belajar, bermain, dan bereksplorasi setiap hari. Jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai informasi expert-verified seputar daya tahan tubuh anak dan cara mendukung kesehatannya secara optimal. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.
