Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

10 Ciri-Ciri Imun Anak Lemah yang Perlu Mama Waspadai - Nutriclub
Imunitas

Si Kecil Gampang Sakit? Ini 10 Ciri Imun Tubuh Anak Lemah yang Perlu Mama Waspadai

Article Oleh : Febriyani Suryaningrum 13 Juli 2023

Mama perlu waspada apabila anak gampang sakit. Sebab, mudah jatuh sakit bisa menjadi pertanda bahwa sistem imun tubuh anak lemah atau kurang kuat. Padahal, memiliki daya tahan tubuh yang kuat adalah salah satu bekal penting agar anak bisa bertumbuh kembang dan belajar dengan optimal.

Mari bersama-sama kita cari tahu apa saja penyebab dan ciri-ciri imun tubuh lemah agar Mama dapat melakukan pencegahan dan memberikan intervensi secepat mungkin.

Penyebab Imun Tubuh Anak Lemah

Sistem imun atau daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk menjaga anak tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

Namun sedikit berbeda dengan orang dewasa, anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat karena sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna.

Menurunnya sistem imun anak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, yaitu:

  • Waktu tidur kurang - Apabila waktu tidur anak kurang, tubuhnya tidak memiliki kesempatan untuk beristirahat dan sistem imunnya tidak memiliki kesempatan untuk beregenerasi.  

  • Kurangnya Asupan Nutrisi - Kurangnya asupan nutrisi esensial dapat membuat tubuh si Kecil mengalami penurunan sistem imun. 

Anak yang gampang jatuh sakit juga mungkin memiliki kondisi medis tertentu. Misalnya primary immune deficiency, yaitu kondisi yang menyebabkan anak terlahir memiliki sistem imun yang lemah, atau karena memiliki penyakit autoimun tertentu yang menyebabkan sistem kekebalan si Kecil justru menyerang tubuhnya sendiri. 

Baca juga: Nutrisi Terbaik untuk Perkembangan Daya Tahan Tubuh Si Kecil

Ciri-Ciri Imun Tubuh Anak Lemah

Sistem imun tubuh anak memang belum berkembang sepenuhnya seperti orang dewasa. Jadi, masih cukup wajar apabila si Kecil beberapa kali tertular penyakit musiman, seperti batuk atau pilek. 

Yang perlu Mama waspadai adalah ketika sistem imun tubuh si Kecil terlalu lemah sehingga ia sekali diopname untuk penyakit saluran pernapasan, berat badannya sulit meningkat, kemudian sering sekali kunjungan ke dokter.

Kondisi imun yang lemah dapat menghambat tumbuh kembangnya, karena nutrisi yang masuk ke dalam tubuh akan lebih banyak digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kalau begitu, apa saja ciri-ciri imun tubuh lemah pada anak yang perlu Mama waspadai? Berikut penjelasannya: 

1. Anak Sering Kecapekan  

Ma, coba perhatikan apakah si Kecil gampang merasa lemas dan kecapekan, meski ia baru bangun tidur siang dan istirahat? 

Bisa jadi rasa lelah dan letih yang dialami si Kecil merupakan tanda sistem imunnya sedang mengalami gangguan. Terlebih lagi jika rasa lelah si Kecil dibarengi dengan rasa nyeri pada persendian. 

2. Tertular Infeksi Berulang Kali

Apabila dalam satu tahun si Kecil mengalami 7-11 kali flu, hal tersebut masih merupakan hal yang normal. Apalagi jika sedang musim pancaroba.

Namun, ketika si Kecil terlalu sering terserang flu atau mengalami flu lebih dari 2 minggu, tentu saja Mama perlu waspada.

Infeksi penyakit secara berulang, terlebih lagi jika anak perlu mengonsumsi antibiotik lebih dari 4 kali dalam satu tahun, hal tersebut merupakan salah satu tanda sistem pertahanan tubuh si Kecil kewalahan dalam menghadapi serangan virus dan bakteri jahat. 

Tanda lain yang perlu Mama waspadai adalah jika si Kecil terkena infeksi sinus kronis, sakit dengan infeksi telinga sebanyak 4 kali dalam satu hari, atau terserang pneumonia lebih dari 1 kali dalam satu tahun. 

3. Sering Mengalami Gangguan Pencernaan

Dalam sistem pencernaan terdapat bakteri baik yang berfungsi melindungi usus dari infeksi. Keberadaan bakteri baik itu juga bermanfaat untuk mendukung sistem imun tubuh anak. Itulah sebabnya anak lebih mudah jatuh sakit karena terserang virus atau akibat peradangan kronis jika jumlah bakteri baik di saluran pencernaan mereka menurun.

Diare yang berlangsung lebih dari 2 hingga 4 minggu dapat menjadi salah satu tanda sistem imun tubuh anak sedang melemah. Selain diare, sembelit kronis yang membuat feses sulit keluar, sangat keras, dan bentuknya tampak seperti kotoran kelinci juga merupakan tanda sistem imun si Kecil sedang tidak optimal. Sebab, ini artinya sistem imun tubuh si Kecil sedang “mengerahkan tenaganya” untuk memerintahkan usus bekerja lebih lambat karena serangan bakteri atau virus.

Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan bentuk feses anak secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatannya.  

Feses yang sehat dari anak yang sudah mengonsumsi makanan keluarga umumnya berbentuk seperti sosis dengan permukaan yang halus serta tekstur yang lunak dan diproduksi setiap 1 hingga 3 hari sekali. 

Baca juga: Menjaga saluran cerna si Kecil untuk pembentukan imunitas yang optimal

4. Mata Kering

Apabila sistem imun tubuh seseorang melemah karena menderita autoimun, salah satu tanda yang ditunjukkan adalah mata kering. Selain terasa kering, mata juga terasa tidak nyaman seolah-olah kelilipan debu atau pasir halus. 

Tanda penurunan sistem imun lain yang ditunjukkan melalui mata si Kecil adalah mata kemerahan dan mengeluarkan cairan kotoran berwarna putih. 

5. Sering Demam 

Demam merupakan kondisi yang sering menimpa anak-anak. Ternyata Ma, demam merupakan salah satu tanda atau respon sistem imun tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap virus maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. 

Selain sebagai tanda tubuh sedang melawan virus dan bakteri, demam juga bisa menjadi pertanda kambuhnya kondisi autoimun.

6. Sensitif terhadap Sinar Matahari

Apabila si Kecil mengalami autoimmune disorder, terkadang ia akan menunjukkan reaksi alergi setelah terpapar sinar matahari. Kulit si Kecil mungkin akan mengalami lecet, ruam, atau bercak dengan tekstur bersisik. Kondisi ini disebut sebagai photodermatitis. 

Selain reaksi alergi pada kulit, paparan sinar matahari juga dapat membuat si Kecil merasa mual, mengalami sakit kepala, atau malah menggigil.

7. Perubahan Berat Badan yang Drastis

Si Kecil tiba-tiba kehilangan terlalu banyak berat badan padahal aktivitas hariannya tidak berubah secara signifikan? Atau berat badannya malah tiba-tiba bertambah banyak padahal ia mengonsumsi makanan sesuai dengan porsi hariannya?

Jika si Kecil mengalami kondisi tersebut, Mama perlu waspada dan segera membawa si Kecil untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter anak. Sebab dua kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda dari kerusakan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh autoimmune disorder. 

Bagaimana Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak?

Apabila si Kecil mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya Mama cepat-cepat mengambil tindakan untuk meningkatkan imun tubuh anak. 

Jika merasa diperlukan, Mama tidak perlu ragu untuk menghubungi dokter anak kepercayaan untuk melakukan konsultasi terkait tanda imun tubuh lemah yang telah dijelaskan di atas. Terlebih lagi apabila Mama sudah mengetahui si Kecil memiliki kondisi medis khusus.

Nah, selain berkonsultasi dengan dokter, Mama juga bisa menerapkan beberapa kiat di bawah ini untuk meningkatkan imun tubuh si Kecil dan menekan risiko anak tertular penyakit: 

1. Jangan Pernah Melewatkan Imunisasi 

Imunisasi dasar dan imunisasi tambahan merupakan hal yang sangat penting bagi si Kecil. Kecuali ia memiliki kondisi medis khusus, anak harus mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Dengan mendapatkan imunisasi, tubuh si Kecil akan memiliki kekebalan terhadap berbagai penyakit berbahaya yang sifatnya mengancam jiwa seperti polio, campak, tetanus, dan lain sebagainya. 

Apabila Mama akan mengajak si Kecil untuk bepergian ke luar negeri, pastikan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu untuk memastikan ia sudah mendapatkan vaksinasi yang diperlukan. 

Kita tidak pernah tahu penyakit endemik apa saja yang ada di negeri seberang. It is always better to be safe than sorry, bukan begitu, Ma? 

Baca juga: Jenis Imunisasi Penting untuk si Kecil

2. Prioritaskan Waktu Tidur Anak

Ketika si Kecil sudah mulai banyak kegiatan atau sedang dalam perjalanan jauh, waktu tidur sering kali tersita. Akibatnya tubuh anak kelelahan dan rawan terserang penyakit. Apalagi saat cuaca tidak menentu. 

Nah, agar sistem imun tubuh anak bekerja dengan maksimal, ia harus mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan kelompok usianya, yaitu: 

  • Usia 1-2 tahun : tidur malam selama 11-14 jam.

  • Usia 3-5 tahun : tidur malam selama 10-13 jam.

  • Usia 6-12 tahun : tidur malam selama 9-12 jam.

  • Usia 13-18 tahun : tidur malam selama 8-10 jam. 

Ketika waktu tidurnya kurang, tubuh si Kecil tidak akan mampu memproduksi protein bernama sitokin yang berperan dalam melawan infeksi dan peradangan. Jadi, dalam kondisi apapun , sebisa mungkin usahakan untuk memprioritaskan waktu tidur anak, ya, Ma. 

3. Ajak Anak untuk Bergerak Aktif

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, anak butuh bergerak secara aktif selama 60 menit dalam sehari agar tubuhnya tetap sehat dan bugar. 

Untuk memenuhi hal tersebut, Mama dapat mengajak si Kecil memainkan permainan yang melibatkan gerakan fisik seperti berlari, melompat, melempar, merangkak, dan lain sebagainya. Mama dapat membagi waktu bermain menjadi beberapa periode, tidak langsung harus 60 menit.  

Selain meningkatkan imun tubuh si Kecil, kebiasaan bergerak aktif juga akan menghindarkan si Kecil dari obesitas dan meningkatkan keterampilan gerak, interaksi sosial, dan perkembangan otak. 

4. Membiasakan Pola Makan Sehat

Pola makan sehat menjamin tubuh si Kecil mendapatkan nutrisi harian sesuai kebutuhan secara seimbang. Jadi, pastikan setiap porsi makanan yang disajikan untuk si Kecil mengandung karbohidrat, protein, asam lemak baik, mineral, juga vitamin. 

Pada urusan buah dan sayur,  Mama dapat menerapkan metode “eat the rainbow” untuk memastikan kebutuhan vitamin anak terpenuhi. Terutama vitamin C, A, dan E yang dapat membantu memperkuat sistem imun anak.

5. Teruskan Minum Susu Pertumbuhan Terfortifikasi

Tips agar anak tidak gampang sakit selanjutnya ialah memastikan ia rajin minum susu pertumbuhan yang terfortifikasi untuk terus bantu mendukung pemenuhan gizi hariannya. Apalagi di dalam susu juga terdapat kandungan DHA serta asam lemak omega-3 yang dikenal dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, otak, dan mata, serta mendukung kekebalan tubuh yang optimal.

Selain itu, penting juga untuk memilih susu pertumbuhan yang terfortifikasi kombinasi serat FOS:GOS untuk meningkatkan imunitas tubuh si Kecil dengan menjaga triliunan bakteri baik yang hidup di dalam usus. Bakteri-bakteri ini mempunyai peran penting untuk menjaga kesehatan anak-anak serta mengurangi risiko berbagai penyakit infeksi. 

Nah, semua kandungan penting di atas bisa Mama peroleh dalam susu Nutrilon Royal 3. Susu Nutrilon Royal 3 dilengkapi dengan dengan formula ACTIDUOBIO+, yaitu perpaduan FOS:GOS rasio 1:9 paling tinggi dan teruji klinis dengan omega 3 & 6, zat besi, dan DHA yang bantu mendukung tumbuh kembang, imunitas, serta daya pikir anak. 

Jadi, jangan lupa untuk memastikan kebutuhan gizi harian si Kecil dari makanan yang bergizi serta tambahan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti Nutrilon Royal 3 sebanyak tiga kali sehari sebagai Bekal si Kecil untuk terus Menang di setiap langkah.

Nah, untuk mengetahui lebih banyak lagi soal pemenuhan gizi harian anak untuk mengoptimalkan imunitas tubuhnya, Mama bisa juga mengunduh e-book eksklusif Nutrisi dan Gizi untuk Imunitas Anak secara gratis. Yuk, download sekarang!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
Artikel Terkait
floating-icon