Sistem imun berperan dalam membantu tubuh mengenali dan melawan kuman penyebab infeksi. Cara meningkatkan imun anak agar semakin optimal bisa melalui kebiasaan sehari-hari, seperti memenuhi kebutuhan nutrisi, memastikan tidur cukup, aktif bergerak, melengkapi imunisasi, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Apakah Anak yang Sering Sakit Berarti Imunnya Lemah?
Tidak selalu. Sistem imun anak, terutama di usia bayi dan balita, masih akan terus berkembang dan semakin optimal seiring bertambahnya usia. Anak yang sering sakit belum tentu memiliki sistem imun yang lemah.
Sebab bisa saja, sistem imunnya masih berkembang dan ia sering terpapar virus saat berada di luar rumah maupun berinteraksi dengan orang lain. Hal yang perlu jadi perhatian adalah frekuensi anak sakit.
Jika infeksi terjadi sangat sering, terasa berat, sulit sembuh, berulang dengan pola yang tidak biasa, atau disertai berat badan dan tinggi badan yang sulit bertambah, sebaiknya konsultasikan kondisi si Kecil lebih lanjut kepada dokter.
Bagaimana Cara Meningkatkan Imun Anak?
Sistem imun bekerja dengan cara mengenali dan menyerang kuman penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Berikut tips meningkatkan imun anak yang bisa Mama terapkan:
1. Penuhi Nutrisi Anak dengan Makanan Bergizi Seimbang
Makanan dan minuman yang anak konsumsi punya pengaruh cukup besar terhadap sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan saat sakit.
Itulah mengapa cara meningkatkan imun anak yang perlu Mama terapkan setiap hari adalah memberikan makanan bergizi seimbang.
Baik dari makanan utama sampai camilan, pastikan menu harian si Kecil beragam dan mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, serta lemak sehat dalam jumlah yang sesuai kebutuhannya.
Jangan fokus pada satu makanan tertentu karena tidak ada satu jenis makanan yang bisa meningkatkan imun anak secara instan.
Baca Juga: Vitamin untuk Anak yang Mudah Sakit
2. Pastikan Anak Mendapatkan Protein, Zat Besi, Zinc, dan Vitamin yang Cukup
Protein berperan penting dalam menjaga kekuatan sistem kekebalan dan mempercepat pemulihan dari infeksi. Ada pula zat besi untuk mendukung pertumbuhan serta kematangan fungsi sel imun.
Mama bisa berikan makanan tinggi zat besi seperti hati ayam, bayam, brokoli, dan daging merah, serta makanan sumber protein seperti telur, daging ayam, daging merah, susu, tahu, tempe, dan kacang.
Tak hanya itu, penuhi juga kebutuhan zinc dan vitamin anak. Zinc bisa diperoleh dari daging, seafood, telur, susu, dan kacang yang fungsinya untuk mengoptimalkan sistem imun.
Sementara berbagai vitamin dan mineral juga dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh dan sistem imun. Mama bisa melengkapinya dari sayur, buah, telur, ikan, dan makanan bergizi lainnya.
3. Pastikan Vitamin D Anak Terpenuhi
Mama juga perlu rutin memberikan si Kecil makanan kaya vitamin D sebagai cara meningkatkan imun anak.
Vitamin D bisa didapat dari sinar matahari pagi, serta ikan salmon, ikan tuna, susu, jamur, hati, dan kuning telur.
4. Sertakan Sumber Serat, Prebiotik, dan Probiotik
Makanan tinggi serat dan prebiotik bisa jadi cara meningkatkan imun anak agar tidak gampang terkena infeksi. Serat prebiotik mendukung kesehatan pencernaan yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Mama bisa memberikan sumber serat prebiotik seperti pisang, bawang, asparagus, dan gandum untuk membantu pertumbuhan bakteri baik di usus.
Ada pula probiotik yang merupakan mikroorganisme hidup dalam makanan seperti yoghurt dan beberapa produk fermentasi. Namun, manfaat probiotik dapat berbeda tergantung jenis atau strain dan produk yang digunakan.
Makanan kaya probiotik membantu menjaga kesehatan pencernaan yang menjadi lini pertahanan pertama tubuh.
5. Pastikan Anak Tidur Cukup dan Berkualitas
Tidur cukup dan berkualitas jadi salah satu cara meningkatkan imun anak agar tidak sering sakit.
Sebab selama tidur, tubuh mendukung produksi sitokin yang bertugas melawan kuman penyebab penyakit.
Agar istirahat anak lebih optimal dan sistem imunnya bisa bekerja dengan baik, berikut kebutuhan tidur yang perlu dipenuhi sesuai usia menurut National Sleep Foundation:
|
Usia |
Kebutuhan Tidur 24 Jam |
|
1-2 tahun |
11-14 jam |
|
3-5 tahun |
10-13 jam |
|
6-13 tahun |
9-11 jam |
|
14-17 tahun |
8-10 jam |
6. Lengkapi Imunisasi Sesuai Jadwal
Imunisasi membantu membentuk perlindungan spesifik terhadap penyakit tertentu. Pastikan Mama dan Papa melengkapi imunisasi anak, jangan sampai ada yang terlewat.
Jika lupa atau terlewat, Mama tidak perlu mengulang dari awal, tetapi lakukan imunisasi kejar sesuai panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan sesuaikan dengan usia si Kecil.
Contohnya ada vaksin influenza yang perlu diulang rutin setiap tahun, atau beberapa vaksin booster seperti DTP, MR/MMR, hepatitis A, serta vaksin dengue mulai dari usia 6 tahun dan HPV di usia 9 tahun.
7. Ajak Anak Aktif Bergerak Setiap Hari
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjadi salah satu cara meningkatkan imun anak.
Si Kecil tidak harus berolahraga secara khusus, coba ajak ia bermain di taman, berjalan kaki, bersepeda, atau bermain aktif juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Anak dianjurkan aktif bergerak sekitar 60 menit setiap hari. Namun, tetap waktu waktu beraktivitas ini tidak mengurangi waktu tidur dan istirahatnya.
8. Hindari Asap Rokok dan Polusi Berlebihan
Untuk membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan anak, hindari paparan asap rokok. Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi pernapasan pada anak.
Selain asap rokok, usahakan si Kecil tidak terlalu sering terpapar asap pembakaran dan polusi udara. Saat kualitas udara sedang buruk, batasi aktivitas di luar ruangan dan pilih area yang udaranya lebih bersih.
9. Ajarkan Kebiasaan Hidup Bersih
Ajarkan si Kecil kebiasaan hidup bersih untuk membantu mengurangi paparan kuman penyebab penyakit.
Kementerian Kesehatan RI menyarankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dimulai dari mencuci tangan, memastikan ketersediaan air bersih, menghindari asap rokok, dan kebiasaan sehat lainnya.
Jangan lupa juga jaga kebersihan makanan dan mainan, serta menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin.
Lingkungan anak tidak harus sangat steril. Kuncinya, rutin melakukan kebiasaan bersih, terutama sebelum makan, setelah bermain, dan setelah menggunakan toilet.
Baca Juga: 15 Buah Penambah Imun yang Baik untuk Daya Tahan Tubuh Anak
10. Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Membatasi gula tambahan membantu menjaga pola makan tetap seimbang dan mencegah anak terlalu kenyang oleh makanan/minuman yang rendah zat gizi.
Mulailah dengan membatasi konsumsi permen, kue, dan minuman manis, agar anak tetap sehat dan terlindungi dari penyakit.
11. Berikan ASI Jika Masih Menyusui
Jika anak masih menyusui, melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun adalah cara meningkatkan imun anak secara alami.
ASI mengandung antibodi, sel imun, dan protein pengikat vitamin B12 untuk melawan virus serta bakteri. Selain itu, probiotik alaminya turut mendukung sistem imun si Kecil.
12. Pertimbangkan Susu Pertumbuhan sebagai Pelengkap Nutrisi
Susu pertumbuhan dapat menjadi pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak jika asupan dari makanan belum optimal. Namun, susu bukan pengganti makanan bergizi
Utamakan makanan beragam dan bergizi seimbang sebagai sumber nutrisi utama. Saat memilih susu pertumbuhan, perhatikan kandungan zat gizinya dan sesuaikan dengan pola makan anak.
Mama bisa memberikan susu untuk daya tahan tubuh anak yang terfortifikasi FOS:GOS serta DHA & EPA.
FOS dan GOS adalah jenis serat khusus yang memberi makan bakteri baik di usus. FOS dan GOS juga meningkatkan respons kekebalan sekaligus mengendalikan peradangan melalui sifat imunomodulatornya.
Apa yang Perlu Dilakukan Jika Anak Tetap Sering Sakit?
Jika sudah berupaya menjaga kesehatan anak dan meningkatkan imunnya tapi keluhan sakit tetap berulang, Mama bisa mulai memperhatikan kondisi si Kecil dan mencari tahu apa ada faktor yang perlu dievaluasi:
1. Perhatikan Pola Infeksi Anak
Frekuensi sakit anak memang cenderung lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini normal.
Menurut University of Utah, anak rata-rata bisa mengalami sekitar 6 kali terinfeksi virus dalam setahun, bahkan frekuensinya bisa lebih sering terjadi pada anak prasekolah dan awal sekolah.
Namun, jika frekuensi sakit anak semakin sering dengan pola yang tidak biasa dan gejalanya semakin berat, Mama bisa buat catatan tersendiri.
Catat seberapa sering anak sakit, jenis infeksi yang dialami, berapa lama biasanya berlangsung, dan apakah gejalanya mudah membaik. Perhatikan juga apakah anak sering membutuhkan obat atau perawatan medis saat sakit.
Informasi ini akan membantu dokter memahami kondisi dan pola penyakit anak bila nantinya dibutuhkan.
Baca Juga: Makanan Pendukung Imunitas Anak
2. Evaluasi Asupan Nutrisi dan Pola Hidup
Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi dan pola hidup yang kurang sehat dapat memengaruhi kesehatan anak secara keseluruhan.
Jadi, pastikan anak mendapatkan makanan beragam dan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, aktif bergerak, serta memiliki kebiasaan hidup bersih.
Mama juga bisa mengevaluasi apakah si Kecil sudah mendapatkan cukup protein, sayur, buah, serta sumber zat gizi lainnya sesuai kebutuhannya.
3. Konsultasikan dengan Dokter Jika Diperlukan
Jika anak sering mengalami infeksi yang berat, sulit sembuh, berulang, atau disertai pertumbuhan yang kurang optimal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Dokter dapat menilai riwayat kesehatan dan kondisi anak secara menyeluruh untuk mencari kemungkinan penyebabnya.
Mama sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa si Kecil memiliki imun yang lemah. Evaluasi dokter dapat membantu menentukan apakah frekuensi sakit masih sesuai dengan kondisi anak atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Sistem imun yang kuat membantu si Kecil tetap aktif belajar, bermain, dan bereksplorasi setiap hari. Jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai informasi expert-verified seputar daya tahan tubuh anak dan cara mendukung kesehatannya secara optimal. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub. Dapatkan benefit eksklusif dengan belanja Nutrilon Royal hanya di NutriShop.
