Loading...
    Banner Artikel Vitamin Apa yang Dibutuhkan untuk Anak yang Sering Sakit?
    Imunitas

    Vitamin Apa yang Dibutuhkan untuk Anak yang Sering Sakit?

    Foto Reviewer

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Ditinjau oleh: dr. Isman Jafar, Sp.A (K)

    Diterbitkan: 08 Februari 2024

    Diperbarui: 05 November 2026


    • Apakah Anak yang Sering Sakit Perlu Minum Vitamin?
    • Vitamin dan Mineral untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh Anak
    • Kenapa Anak Sering Sakit Meski Sudah Diberi Vitamin?
    • Kapan Anak Perlu Minum Suplemen Vitamin?
    • Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Agar Tidak Mudah Sakit
    • Kapan Anak yang Sering Sakit Perlu Diperiksa Dokter?

    Vitamin untuk anak yang sering sakit bukan berarti harus selalu diberikan dalam bentuk suplemen. Vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, D, B6, B12, zat besi, dan zinc berperan dalam mendukung fungsi sistem imun, tetapi manfaat suplemen paling jelas ketika anak mengalami kekurangan nutrisi atau memiliki kebutuhan khusus. Jika si Kecil sering sakit, penting mencari tahu penyebabnya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan suplemen.

    Apakah Anak yang Sering Sakit Perlu Minum Vitamin?

    Tidak, anak yang sering sakit tidak selalu perlu mengonsumsi vitamin. Karena sebenarnya, sebagian besar penyakit yang sering dialami anak kecil merupakan bagian normal dari proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. 

    Khususnya, pada anak yang mengikuti kegiatan di tempat penitipan anak (daycare) atau sekolah. Anak-anak dalam kelompok ini umumnya mengalami 8–10 kali infeksi virus per tahun.

    Vitamin dan Mineral untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh Anak

    Ada beberapa vitamin dan mineral yang berperan penting dalam mendukung imunitas tubuh anak. Berikut beberapa nutrisi yang perlu diperhatikan, Ma:

    1. Vitamin A

    WHO mencatat vitamin A penting untuk pertumbuhan dan membantu tubuh melawan infeksi, sementara defisiensi vitamin A dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi tertentu pada anak.

    Vitamin A dapat diperoleh dari makanan seperti hati, telur, susu, wortel, ubi jalar, dan sayuran hijau. Pemerintah juga memiliki program pemberian vitamin A gratis yang dilaksanakan melalui posyandu setempat

    Usia anak 6-11 bulan diberikan kapsul biru berisi 100.000IU dan usia 12-59 bulan diberikan kapsul merah berisi 200.000IU. Program ini merupakan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi guna mencegah kekurangan vitamin A.

    2. Vitamin C

    Vitamin C berperan sebagai antioksidan, yaitu zat yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Selain itu, vitamin C juga mempunyai sifat antimikroba yang membentuk antibodi untuk melawan kuman berbahaya.

    Suplemen vitamin C tidak dapat mencegah atau menyembuhkan infeksi saluran pernapasan serius, seperti batuk rejan (pertussis) dan infeksi RSV (respiratory syncytial virus). Si Kecil bisa memperoleh vitamin C dari sayuran dan buah-buahan.

    3. Vitamin D

    Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang berperan penting dalam metabolisme tulang, pengaturan sistem imun, dan anti peradangan. Berikut suplementasi vitamin D berdasarkan usia anak:

    • Bayi 0 – 12 bulan sebanyak 400 IU per hari, tanpa memandang jenis makanannya (ASI eksklusif atau tidak).
    • Anak >12 bulan, sebanyak 600 IU per hari, tanpa memandang jenis makanannya.

    4. Zinc

    Zinc merupakan salah satu mineral yang mempunyai peran penting di dalam tubuh, namun tubuh tidak memproduksi mineral ini.

    Maka itu, anak perlu mendapatkannya dari sumber makanan tinggi zinc seperti kepiting, daging sapi, ikan sarden, telur, dan keju, atau mengonsumsi suplemen zinc.

    Defisiensi zinc menjadi salah satu masalah mikronutrien yang mempunyai kontribusi signifikan terhadap tingginya infeksi berulang. Sehingga anak membutuhkan zinc sebagai mikronutrien esensial.

    5. Zat Besi

    Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk menjaga kesehatan organ. 

    Zat besi juga membantu membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Selain itu, zat besi membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen.

    1. Vitamin B KompleksSuplemen vitamin B kompleks biasanya mengandung kedelapan jenis vitamin B dalam satu pil. Berikut berbagai fungsi penting vitamin yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
    • B1 (tiamin): Tiamin berperan penting dalam metabolisme, yaitu membantu tubuh mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi. Sumber makanannya, antara lain daging babi, biji bunga matahari, dan biji gandum.
    • B2 (riboflavin): Riboflavin membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi dan berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Makanan yang kaya riboflavin, yaitu jeroan, daging sapi, dan jamur.
    • B3 (niasin): Niasin berperan dalam proses komunikasi antarsel, metabolisme, dan pembentukan serta perbaikan DNA. Sumber makanan niasin, yaitu daging ayam, ikan tuna, dan lentil.
    • B5 (asam pantotenat): Seperti vitamin B lainnya, asam pantotenat membantu tubuh memperoleh energi dari makanan. Vitamin ini juga berperan dalam produksi hormon dan kolesterol.
    • B6 (piridoksin): Piridoksin berperan dalam metabolisme asam amino, pembentukan sel darah merah, dan produksi neurotransmitter, yaitu zat kimia yang membantu sel saraf berkomunikasi. 
    • B7 (biotin): Biotin penting untuk metabolisme karbohidrat, lemak, serta membantu mengatur ekspresi gen, yaitu proses ketika informasi gen digunakan oleh sel untuk menjalankan fungsinya. Sumber biotin yang baik meliputi ragi, telur, ikan salmon, keju, dan hati.
    • B9 (folat): Folat mendukung pertumbuhan sel, metabolisme asam amino, pembentukan sel darah merah dan putih, serta proses pembelahan sel yang normal. Folat bisa ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, hati, dan kacang-kacangan. 
    • B12 (kobalamin): Vitamin B12 sangat penting untuk fungsi sistem saraf, produksi DNA, dan pembentukan sel darah merah. Vitamin ini bisa ditemukan dalam makanan hewani, seperti daging, telur, makanan laut, dan produk olahan susu.

    7. Vitamin E

    Vitamin E merupakan vitamin larut lemak yang dapat ditemukan dalam beragam jenis makanan. Jenis vitamin ini memiliki peran sebagai antioksidan yang membantu menjaga sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Tidak hanya itu, vitamin E juga dibutuhkan tubuh untuk pembentukan membran sel, metabolisme otot, dan sistem kekebalan tubuh yang baik. 

    Sistem imun yang kuat membantu si Kecil tetap aktif belajar, bermain, dan bereksplorasi setiap hari. Jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai informasi expert-verified seputar daya tahan tubuh anak dan cara mendukung kesehatannya secara optimal. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub.

    Background of Nutrilon Royal 3
    Nutrilon Royal 3
    Teruji Klinis dengan kandungan double biotics
    FOS:GOS dan DHA & EPA. Bantu dukung daya
    Tahan tubuh dan Daya Pikir si Kecil
    Pelajari Lebih Lanjut!

    Kenapa Anak Sering Sakit Meski Sudah Diberi Vitamin?

    Vitamin memang berperan dalam mendukung daya tahan tubuh anak, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa sering anak jatuh sakit. Berikut faktor lain yang dapat memengaruhi risiko anak terkena penyakit, yaitu:

    1. Sering Terpapar Virus

    Vitamin bukanlah “pelindung” yang dapat mencegah anak tertular virus. Khususnya untuk anak yang mulai daycare/sekolah dan sering berinteraksi dengan anak lain.

    Meskipun vitamin dan mineral diperlukan untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan, keduanya tidak dapat secara langsung menghalangi virus masuk ke dalam tubuh anak atau mencegah terjadinya infeksi.

    2. Kurang Tidur

    Tidur berperan dalam kesehatan dan fungsi imun. Meski sudah minum vitamin, kurang tidur bisa menyebabkan anak rentan sakit. 

    Anak yang sering tidur larut malam, memiliki jadwal tidur yang tidak teratur, atau terlalu lama menatap layar bisa dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh.

    3. Pola Makan Kurang Beragam

    Walaupun si Kecil rutin mengonsumsi vitamin, ia tetap bisa sakit jika picky eater atau pola makannya kurang beragam. Sebab, suplemen hanyalah pelengkap dan tidak bisa menggantikan fungsi zat gizi utuh dari makanan.

    Selain itu, si Kecil juga membutuhkan sinergi berbagai nutrisi yang kompleks untuk membangun sistem pertahanan yang kuat

    4. Kebersihan Tangan dan Lingkungan

    Vitamin membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, tetapi tidak bisa sepenuhnya mencegah anak terkena infeksi. 

    Si Kecil tetap berisiko jatuh sakit jika kebersihan tangannya kurang terjaga atau sering terpapar asap rokok dari sekitar, terutama saat beraktivitas bersama anak-anak lain.

    5. Imunisasi Belum Lengkap

    Vitamin berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, tetapi tidak bisa menggantikan manfaat imunisasi. 

    Jika anak belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, perlindungannya terhadap penyakit tertentu yang dapat dicegah dengan vaksin mungkin belum optimal. 

    Maka itu, selain memenuhi kebutuhan nutrisi, Mama dan Papa perlu memastikan si Kecil mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.

    6. Ada Kondisi Medis Tertentu

    Vitamin tidak bisa sepenuhnya mencegah si Kecil terpapar virus atau bakteri. 

    Vitamin berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, terutama jika kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Karena itu, anak tetap bisa jatuh sakit meskipun mengonsumsi vitamin secara rutin.

    Kapan Anak Perlu Minum Suplemen Vitamin?

    Berikut informasi waktu terbaik si Kecil sebaiknya minum suplemen vitamin. 

    Kondisi anak

    Perlu suplemen?

    Makan beragam dan tumbuh sesuai kurva

    Umumnya tidak perlu tanpa indikasi

    Picky eater berat

    Perlu evaluasi kebutuhan nutrisi

    Terdiagnosis kekurangan vitamin/mineral

    Dapat direkomendasikan dokter

    Memiliki kondisi medis tertentu 

    Sesuai evaluasi dokter 

    Hanya karena sering flu

    Sesuai evaluasi dokter 

    Ingin mencegah semua penyakit

    Vitamin bukan pengganti imunisasi

    Namun, anak yang sudah mendapatkan nutrisi cukup dari makanan bergizi seimbang belum tentu membutuhkan suplemen vitamin tambahan.

    Pasalnya, konsumsi vitamin tertentu secara berlebihan justru bisa membahayakan kesehatan anak. 

    Karena itu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu untuk mengetahui apakah si Kecil membutuhkan suplemen, serta menentukan jenis dan dosis yang tepat. 

    Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Agar Tidak Mudah Sakit

    WHO menekankan pola makan beragam dan padat zat gizi sebagai fondasi pemenuhan mikronutrien.

    • Berikan makanan bergizi dan beragam
    • Pastikan tidur cukup
    • Ajak anak aktif bergerak
    • Lengkapi imunisasi sesuai jadwal
    • Biasakan cuci tangan
    • Hindari asap rokok

    APP juga menyaran agar si Kecil tetap mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, aktivitas fisik, dan imunisasi sebagai bagian dasar untuk mendukung kesehatan anak, bukan mengandalkan suplemen sebagai “immune booster”.

    Selain menerapkan kebiasaan sehat sehari-hari, orang tua juga dapat memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil terpenuhi optimal melalui asupan susu yang sesuai usianya.

    Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah , satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang.

    Kapan Anak yang Sering Sakit Perlu Diperiksa Dokter?

    Hubungi dokter jika si Kecil mengalami:

    • demam tinggi
    • kesulitan bernapas
    • batuk atau pilek yang berlangsung lebih dari 7–10 hari
    • sakit telinga
    • mata mengeluarkan cairan
    • tanda-tanda dehidrasi
    • sangat mengantuk
    • sakit tenggorokan hingga sulit menelan.

    Semoga artikel ini membantu!

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Doctor On Demand. (n.d.). When to take your child to the doctor for a cold. https://doctorondemand.com/blog/cold-and-flu/when-to-take-your-child-to-doctor-for-a-cold/
    2. American Academy of Pediatrics. (2026, April 17). Nutritional supplements, vitamins & boosting your child’s immunity. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Do-Kids-Really-Need-Vitamins-or-Supplements-to-Stay-Healthy-and-Boost-Immunity.aspx
    3. World Health Organization. (n.d.). Healthy diet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
    4. SuraMed Health Center. (n.d.). Why does my child get sick so often? Understanding your child’s immune system. https://suramedhealthcenter.com/why-does-my-child-get-sick-so-often-understanding-your-childs-immune-syste.htm
    5. EMC Healthcare. (2026, January 13). Does your child often get sick? Learn about your child’s immune system. https://www.emc.id/en/care-plus/does-your-child-often-get-sick-learn-about-your-childs-immune-system
    6. Better Herbs. (n.d.). Why does my child get sick so often? https://betterherbs.co.in/blogs/blogs/why-does-my-child-get-sick-so-often
    7. CHOC Children’s Health Hub. (2022, August 18). Why is my child always sick? A pediatrician answers your questions. https://health.choc.org/why-is-my-child-always-sick-a-pediatrician-answers-your-questions/
    8. Tim Kerja Hukum dan Humas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2025). Dampak kekurangan vitamin E. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3815/dampak-kekurangan-vitamin-e
    9. Editorial Team. (n.d.). Vitamin B complex: What are B-complex vitamins? Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b-complex#What-are-B-complex-vitamins
    10. Pangestuti, A. L. (2026, February 20). Saat terbaik mengonsumsi zat besi. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4267/saat-terbaik-mengkonsumsi-zat-besi
    11. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2025, February 28). Mengenal zat besi dan manfaatnya bagi tubuh. https://dinkes.kalbarprov.go.id/artikel/mengenal-zat-besi-dan-manfaatnya-bagi-tubuh/
    12. Persatuan Ahli Gizi Indonesia. (n.d.). Defisiensi zinc pada anak. https://web.persagi.org/blogs/defisiensi-zinc-pada-anak
    13. Tim Promkes RSST RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2022, July 31). Manfaat zinc. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/760/manfaat-zinc
    14. Yolanda, N. (2016, March 30). Perlukah suplemen vitamin D? Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
    15. World Health Organization. (n.d.). Vitamin A supplementation. https://www.who.int/teams/immunization-vaccines-and-biologicals/essential-programme-on-immunization/integration/linking-with-other-health-interventions/vitamin-a
    16. Canadian Digestive Health Foundation. (n.d.). Supporting your child’s immune system for back to school. https://cdhf.ca/en/supporting-your-childs-immune-system-for-back-to-school/
    Artikel Terkait