Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Demam pada anak-nutriclub
Imunitas

Penyebab Demam pada Anak dan Penanganannya

Article Oleh : Intan 04 Juli 2024

Demam pada anak adalah tanda imunnya sedang melawan infeksi. Mari pahami penyebab demam anak, cara menanganinya, dan kapan harus menghubungi dokter. 

Penyebab Anak Demam

Anak dikatakan terkena demam bila suhu tubuhnya berada di atas 38°C. Ini penyebab anak tiba-tiba panas: 

1. Infeksi Virus 

Infeksi virus adalah penyebab demam anak yang paling umum. 

Demam membantu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Suhu yang tinggi juga mempersulit pertumbuhan kuman dan virus. 

Beberapa infeksi paling umum yang bisa menyebabkan demam, yakni infeksi saluran pernapasan, influenza, gastroenteritis, cacar, DBD, serta penyakit tangan, kaki, dan mulut. 

2. Infeksi Bakteri 

Infeksi bakteri lebih jarang terjadi dibanding infeksi virus, tapi sama-sama mengakibatkan demam pada anak.

Contoh infeksi bakteri di antaranya pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi ginjal.

3. Imunisasi 

Imunisasi juga menjadi penyebab anak tiba-tiba panas. Imunisasi akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk membangun imunitas yang dapat memerangi bakteri dan virus. 

Demam akibat imunisasi biasanya tidak berlangsung lama, sehingga Mama tidak perlu cemas. 

4. Heatstroke 

Cuaca yang sangat panas memicu kondisi heatstroke (peningkatan suhu tubuh secara drastis).

Kebanyakan anak yang mengalami heatstroke tidak berkeringat, tapi kulitnya memerah disertai dengan demam tinggi.

Aktivitas fisik di luar ruangan saat panas dan dehidrasi membuat heatstroke makin parah. 

5. Kecapekan 

Anak yang terlalu aktif bisa mengalami demam akibat kecapekan, Ma. Suhu tubuhnya akan naik karena ia kelelahan, kurang istirahat, dan kurang tidur. 

Ciri-cirinya yaitu suhu tubuh tinggi, merasa panas, tubuh menggigil dan nyeri, serta kelelahan. 

6. Peradangan

Gangguan kesehatan pada anak yang disebabkan oleh Inflamasi (peradangan) kronis dapat menimbulkan reaksi berupa demam. 

Misalnya penyakit kawasaki yang memiliki gejala demam jangka panjang, mata merah, ruam, dan bengkak di beberapa bagian tubuh. 

Beberapa tipe artritis juga memicu demam. 

7. Menggunakan Baju Terlalu Tebal

Penyebab anak demam lainnya adalah menggunakan baju yang terlalu tebal, terutama saat cuaca sedang panas. 

Baju tebal membuat tubuhnya tidak bisa mengatur suhu dengan baik, sehingga ia pun mengalami demam. 

Baca Juga: Penyebab Demam Anak Naik Turun dan Cara Mengatasinya

Gejala Demam pada Anak

Gejala khas demam adalah suhu tubuh yang lebih tinggi dari biasanya. Ketika menyentuh dahi anak, Mama bisa merasakan panasnya langsung. Apa lagi gejala demam anak? 

  • Berkeringat
  • Menggigil 
  • Sakit kepala
  • Nyeri badan 
  • Tidak nafsu makan 
  • Rewel 
  • Mudah lelah

Baca Juga: 10 Ciri Imun Tubuh Anak Lemah yang Perlu Mama Waspadai

Cara Menurunkan Demam pada Anak

Selain dengan menempelkan kompres hangat di dahi, ketiak, dan paha si Kecil, apa yang harus dilakukan jika anak demam? 

1. Jaga Anak Tetap Terhidrasi 

Demam dapat menyebabkan anak dehidrasi karena mengeluarkan banyak keringat. Jadi, sering-seringlah berikan lebih banyak cairan seperti air putih atau minuman elektrolit.

Mama juga bisa bantu lengkapi gizi anak dengan susu terfortifikasi gizi penting seperti Nutrilon Royal 3. 

Susu Nutrilon Royal 3 dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, sehingga menjadikannya nutrisi optimal yang teruji klinis perkuat imunitas si Kecil.

2. Berikan Makanan Bergizi 

Asupan makanan bergizi sangat penting dalam pemulihan demam pada anak. Berikan anak makanan kaya nutrisi seperti sup ayam, buah-buahan, sayur, dan yogurt. 

Makanan yang harus dijauhi selama demam yakni gorengan, minuman tinggi gula, makanan pedas, dan makanan olahan.

3. Pakaikan Baju Tipis 

Memakaikan baju tipis dapat menjadi cara menurunkan panas anak. Pilih baju tipis berbahan katun yang menyerap keringat supaya anak tetap nyaman. 

Mama bisa menyediakan selimut tipis untuk berjaga-jaga kalau di malam hari ia membutuhkan lapisan tambahan.

4. Pastikan Anak Tidur Cukup 

Anak yang sedang demam biasanya mengalami kesulitan tidur karena tubuhnya berkeringat dan menggigil. Namun, tidur sangatlah penting untuk melawan infeksi serta menurunkan demamnya. 

Mama bisa membuatnya lebih nyaman dengan cara menjaga suhu ruangan supaya tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Pakaikan piyama tipis agar si Kecil tidak kegerahan saat tidur.

5. Pastikan si Kecil Tidur Nyaman

Mama juga mungkin menyadari kalau demam anak lebih tinggi di malam hari. Ini karena sistem imunnya sedang bekerja paling optimal melawan infeksi di waktu malam. 

Jadi, Mama tidak perlu terlalu khawatir bila suhu anak naik di malam hari, ya. Mama hanya perlu memastikan anak dapat tetap bisa tidur nyaman meski sedang demam.

6. Berikan Obat Penurun Panas 

Berikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen, hanya kalau demam pada anak cukup tinggi dan membuat anak lemas karena tidak bisa minum.

Kalau usia anak di bawah 2 tahun, konsultasikan dulu pada dokter tentang dosis obat untuk menurunkan demam. 

Baca Juga: 7 Cara Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat

Kapan Demam Dianggap Berbahaya? 

Demam anak masih disebut wajar bila berlangsung selama 3 hari. Demam dianggap berbahaya bila suhu tubuh anak mencapai lebih dari 39-40°C. Segera bawa anak ke dokter bila disertai: 

  • Demam lebih dari 3 hari. 
  • Terlihat linglung, tidak responsif, dan tidak melakukan kontak mata. 
  • Sering muntah-muntah. 
  • Sakit kepala dan sakit perut parah.
  • Susah bernapas. 
  • Bibir, lidah, dan kuku menjadi biru. 
  • Leher kaku. 
  • Timbul ruam keunguan di kulit. 
  • Jarang buang air kecil. 

Tingginya suhu tubuh anak bukan satu-satunya cara untuk mengukur seberapa sakitnya mereka. Di sisi lain, demam tinggi kadang diikuti oleh kejang.

Anak usia antara 6 bulan sampai 6 tahun bisa mengalami kejang akibat demam tinggi. Pada beberapa kasus, kejang akibat demam pada anak terlihat seperti hilang kesadaran (pingsan).

Segera ke rumah sakit bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit. Mama juga bisa langsung hubungi tim ahli Nutriclub Expert Advisor untuk dapatkan respon cepat. 

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Cleveland Clinic. “Fevers & Kids: When to Worry.” Cleveland Clinic, health.clevelandclinic.org/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax.
  2. HealthHub. “Fever in Children.” Www.healthhub.sg, www.healthhub.sg/a-z/diseases-and-conditions/common-childhood-conditions-fever. Accessed 5 June 2024.
  3. Heckman, William. “Yes, Stress Can Cause a Fever — Here’s How to Tell If You Have a Psychogenic Fever.” The American Institute of Stress, 15 Oct. 2020, www.stress.org/yes-stress-can-cause-a-fever-heres-how-to-tell-if-you-have-a-psychogenic-fever.
  4. IDAI. “IDAI | Demam: Kapan Harus Ke Dokter?” Www.idai.or.id, www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter.
  5. Mayo Clinic. “Fever - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic, 7 May 2022, www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759.
  6. Pitone, Melanie. “Fevers.” Kidshealth.org, 2018, kidshealth.org/en/parents/fever.html.
  7. Seattle Children’s Hospital. “Heat Exposure and Reactions.” Seattle Children’s Hospital, www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/heat-exposure-and-reactions/.
  8. What To Expect. “Ways to Break Your Toddler’s Nighttime Fever.” Www.whattoexpect.com, www.whattoexpect.com/toddler/health/break-toddler-fever-at-night. Accessed 5 June 2024
Artikel Terkait