Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Stimulasi

Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Perkembangan apa yang paling Mama nanti-nantikan terjadi di bulan ke-8 ini? Menginjak usianya yang ke-8 bulan, bayi sedang asyik-asyiknya menjelajah dunia sekitar karena sekarang ia sudah bisa berdiri sendiri dan mencoba belajar melangkah dengan berpegangan pada kursi atau meja. 

Ketahui perkembangan bayi 8 bulan selengkapnya di sini.

Perkembangan Tinggi dan Berat Badan Bayi 8 Bulan

Berat badan bayi 8 bulan sudah bertambah banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Akan tetapi, kenaikan berat badan bayi yang ideal seharusnya diikuti oleh pertambahan panjang badannya juga.

Menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI rata-rata panjang dan berat badan bayi 8 bulan laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut: 

  • Bayi laki-laki: 6.9 - 9.6 kg dengan panjang badan sekitar 70,6-72,8 cm.

  • Bayi perempuan: 6.3 -  9 kg dengan panjang badan sekitar 68,7-71,1 cm.

Apabila tinggi dan berat badan bayi 8 bulan kurang dari rata-rata di atas, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran yang tepat. Kenapa?

Salah satu alasannya adalah karena pertambahan berat badan merupakan acuan untuk memantau apakah pertumbuhan bayi sudah sesuai jalur grafik pertumbuhan WHO atau belum.

Memantau perkembangan berat badan si Kecil juga sangat penting dilakukan untuk mendeteksi risiko masalah kesehatan terkait status gizi, seperti gizi buruk, wasting, stunting, kwashiorkor dan marasmus, hingga obesitas.

Usia Bayi 8 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?

Selain berat badan bayi 8 bulan yang sudah semakin berkembang, si Kecil kini sudah bisa menunjukkan berbagai keterampilan yang menggemaskan dan mengejutkan Mama dan Papa. 

Mama pasti akan bertanya-tanya, bayi 8 bulan bisa apa saja sesuai dengan milestone-nya? Jangan khawatir, kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Mama secara lengkap tentang perkembangan bayi usia 8 bulan.

1. Belajar Merangkak

Menginjak usia 8 bulan, bayi biasanya mulai belajar merangkak atau merayap untuk mencoba berpindah tempat.

Mulanya, ia akan mencoba merayap dengan posisi perut dan dada yang masih menempel ke permukaan. Bayi akan mencoba mendorong tubuhnya menggunakan kedua tangan dan lutut, lalu belajar bergerak maju atau mundur. 

Seiring waktu, bayi akan mulai belajar merangkak menggunakan salah satu kakinya untuk mendorong dan tangan yang berlawanan sisi untuk menarik tubuhnya.

Kebanyakan bayi akan mulai merangkak pada usia 9 bulan atau lebih. Namun, tidak sedikit juga bayi yang menguasai keterampilan ini sejak bulan ke 6-7. 

Proses merangkak ini bermanfaat untuk memperkuat otot-otot si Kecil agar ia siap untuk berdiri dan berjalan.

2. Belajar Berdiri dan Berjalan Merambat

Setelah bayi bisa mengangkat dan menahan tubuhnya dari tengkurap ke posisi merangkak, selanjutnya ia akan coba belajar bangkit berdiri sendiri.

Pertama-tama, ia akan mencoba berpegangan pada sofa atau meja untuk mengangkat badannya ke posisi berdiri. Setelah semakin terbiasa, bayi bisa perlahan-lahan mulai mencoba melangkah dengan cara merambat sambil berpegangan pada furniture di dekatnya.

Maka, bayi mungil Mama juga akan semakin senang bereksplorasi ke sana kemari di usia ini. Bahkan, ada juga beberapa bayi yang bisa langsung belajar berdiri atau berjalan merambat di usia 8 bulan tanpa merangkak dulu karena sering berguling-guling.

Karena sudah makin aktif bergerak, otomatis ia juga akan semakin penasaran dengan berbagai benda di sekitarnya, bahkan yang jauh dari pandangan matanya sekalipun. Jadi, ia akan mencoba meraih atau menghampirinya.

Agar proses belajar berdiri dan berjalannya berlangsung natural, sebaiknya hindari penggunaan baby walker. Penyebabnya adalah karena baby walker justru membuat bayi bergerak pasif. Padahal, bermain di lantai memberinya kesempatan untuk belajar merangkak, berdiri, dan akhirnya bisa berjalan.

Baby walker juga dinilai tidak aman dan rentan menyebabkan bayi mengalami kecelakaan, seperti terjatuh atau terjungkal.

3. Penglihatan Semakin Membaik

Di bulan-bulan sebelumnya, bayi mungkin belum begitu bisa melihat benda-benda yang jaraknya jauh. Akan tetapi, saat ini ketajaman pandangan bayi 8 bulan sudah semakin berkembang sehingga ia sudah bisa melihat lebih jelas layaknya orang dewasa. 

Jadi, kini bayi Mama sudah dapat dapat mengenali orang yang berdiri di seberang ruangan. Ia juga dapat melihat mainan yang jauh dari jangkauannya, hingga ia datang merangkak untuk menghampiri mainan tersebut.

Baca Juga: Cara Merawat Bayi Usia 8-11 Bulan

4. Mengambil dan Memegang Benda

Sekarang bayi juga sudah makin mahir mengambil dan menggenggam benda menggunakan tangannya. Di usia ini, si Kecil juga mulai senang menggerakkan mainan mainan atau benda yang berhasil diraihnya dengan cara menggoyangkan, memukul-mukul, meremas, melempar, membenturkan, atau menjatuhkannya.

Menariknya lagi, bayi di umur 8 bulan sudah mulai pandai mengambil benda menggunakan satu tangan lalu memindahkannya ke tangan yang lain, juga mengambil benda-benda kecil dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.

Si Kecil Mama juga sudah bisa meraup remah makanan yang terjatuh dan memegangnya dengan tangan terkepal, lalu menjatuhkannya kembali dengan membuka kepalan tangannya. 

Ini menandakan bahwa perkembangan keterampilan motorik serta koordinasi mata dan tangan si Kecil sudah semakin maju, Ma.

Mengingat hampir semua barang yang diambil bayi akan dimasukkan ke mulutnya, pastikan Mama menyingkirkan barang mainan kecil atau benda lain yang tergeletak di sekitar.

Selain itu, pastikan benda-benda seperti lampu, TV, kabel, hingga furniture aman dari jangkauan bayi. Jadi, ia bisa asyik bereksplorasi tanpa risiko cedera atau luka jika sedang tidak diawasi Mama. 

5. Mulai Memahami Kata yang Sering Didengarnya

Dari segi kemampuan komunikasi, bayi 8 bulan akan semakin sering berceloteh. Namun, ia mulai paham arti dari kata-kata, seperti “mama”, “dadah”, “papa”, dan “susu”. 

Di usia ini juga, perkembangan si Kecil juga termasuk ia yang mulai menyadari apa yang disukai dan tidak disukainya. Itulah sebabnya Mama mungkin melihatnya cemberut ketika menawarkan brokoli kepada bayi, tetapi tersenyum saat diberikan kentang.

Meskipun belum bisa berbicara, bayi 8 bulan sudah mulai berusaha lebih aktif untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Selanjutnya, bayi usia 8 bulan sudah bisa memahami rutinitas harian yang dilakukannya. Sebagai contoh, ketika ia digendong ke kamar maka menandakan waktu tidur telah tiba, saat duduk di kursi tinggi adalah waktu makan, dan sebagainya.

Ia juga menyadari hubungan sebab dan akibat. Misalnya, ketika si Kecil menjatuhkan serbet atau makanan, Mama pasti mengambilnya. Ia akan senang melakukannya berulang kali.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Motorik Bayi 0-12 Bulan

6. Terkejut Mendengar Suara Keras dan Bising

Tahukah, Ma? Pada usia ini, si Kecil mungkin mulai takut pada hal yang tidak dipahaminya, termasuk suara keras dan bising yang baru ia dengar pertama kali. 

Misalnya, suara bel pintu rumah, gonggongan anjing, suara mesin vacuum cleaner, suara kendaraan bermotor yang lewat di depan rumah, dan lain-lain. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Mama bisa, lho, memeluk si Kecil untuk menenangkan dan membuatnya nyaman. Lalu, jelaskan pada si Kecil bahwa suara itu tidak akan membahayakannya.

7. Takut Berpisah dengan Mama

Mama merasa si Kecil semakin ‘lengket’ dan susah untuk berpisah dari Mama meskipun sebentar saja? Ini merupakan tanda-tanda si Kecil mulai mengalami separation anxiety. Ia mungkin akan menangis dan ketakutan bila Mama meninggalkannya atau tidak berada di dekatnya.

Mama juga tak perlu khawatir karena tangisannya mungkin akan berlangsung selama beberapa menit saja. Umumnya, situasi ini akan berangsur hilang ketika si Kecil menginjak usia 2 tahun. 

Untuk mengatasi kecemasan ini, Mama bisa memberikan si Kecil pelukan dan ciuman hangat sebelum Mama meninggalkannya. Lalu, katakan padanya bahwa Mama akan kembali sebentar lagi.

Mungkin si Kecil belum bisa mengerti bahwa Mama akan kembali dalam beberapa jam, tetapi pelukan dan ciuman itu dapat membuatnya nyaman dan merasa aman bersama pengasuhnya.

Did You Know?

”Periode usia 7-12 bulan adalah saat yang penting untuk perkembangan kognitif si Kecil. Tak jarang bayi juga akan mulai menggunakan berbagai benda sesuai fungsinya. Misalnya, menyisir rambut dengan sisir, minum dengan cangkir mainan, dan menelepon dengan telepon mainan.”

Stimulasi Bayi 8 Bulan untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya

Perlu Mama pahami dulu bahwa setiap bayi akan mengalami proses perkembangan yang berbeda antara satu sama lain. Oleh karena itu, sebaiknya jangan panik dulu jika Mama perhatikan si Kecil belum menunjukkan keterampilan di level yang sama dengan bayi umur 8 bulan lainnya.

Hal yang paling penting terus pantau perkembangan bayi Mama dan teruskan memberi stimulasi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Seperti apa? Berikut ulasannya.

1. Sediakan Ruang Eksplorasi

Mengingat si Kecil sudah pandai berjelajah, Mama perlu menyiapkan satu area atau ruangan di rumah sebagai tempat bagi si Kecil untuk bereksplorasi. 

Mama bisa menciptakan suasana bermain yang menyenangkan di rumah menggunakan alat dan barang yang ada. Pastikan Mama menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung mobilitasnya. 

Sebagai contoh, menyingkirkan perabot rumah yang mudah dijangkaunya, seperti taplak meja, barang pecah belah, barang-barang tajam serta membahayakan, dan benda lainnya. 

Bila perlu, beri pengaman pada tiap sudut meja di rumah agar tidak membahayakannya apabila terantuk. Selain itu, kait erat laci, lemari, dan pintu agar tidak mudah dibuka, memasang tutup stop kontak listrik, hingga memasang pembatas menuju tangga.

Jangan lupa jauhkan dia dari barang-barang pecah belah, serta barang-barang berukuran sangat kecil yang bisa dimasukkan ke dalam mulut dan menyebabkan tersedak.

2. Ajak Si Kecil Berdiri dan Melangkah

Ketika si Kecil sudah mampu berdiri, Mama bisa meletakkan mainan yang ia sukai di depannya dengan jarak tidak terlalu jauh. 

Ajak si Kecil berjalan berpegangan pada ranjangnya atau perabot rumah tangga tertentu untuk mencapai mainan tersebut. Pegang kedua tangan si Kecil dan ajak ia melangkah. 

Inilah awal ia belajar untuk berjalan. Ada bayi 8 bulan yang bisa berjalan, tetapi ada juga yang baru bisa berjalan ketika menjelang usia 2 tahun.

Mama mungkin berpikir untuk memberi si Kecil baby walker. Namun, sebenarnya penggunaan alat bantu jalan ini tidaklah disarankan. Pasalnya, baby walker tidak aman dan bisa menyebabkan kecelakaan, seperti bayi terjatuh atau terjungkal. 

Selain itu, baby walker membuat si Kecil kurang beraktivitas di lantai. Padahal, bermain di lantai memberinya kesempatan untuk belajar merangkak, duduk, berdiri, dan akhirnya bisa berjalan.

3. Berikan Finger Food

Pada usia 8 bulan, bayi sudah fasih mengambil dan memegang makanan sendiri. Mama bisa memberi kesempatan kepada si Kecil untuk makan sendiri dengan metode baby-led weaning melalui pemberian finger food atau makanan seukuran jari tangan. 

Mama bisa memberikan potongan buah-buahan, roti, pasta, daging matang, atau potongan sayuran yang sudah direbus (kentang, wortel, buncis), ubi yang dikukus, dan lainnya. 

Pastikan finger food yang diberikan teksturnya sudah benar-benar lunak dan si Kecil bisa mengunyahnya. Ini bertujuan agar si Kecil mudah menelan makanan yang diberikan dan tidak tersedak saat mengonsumsinya. Penting juga Mama tetap mengawasi si Kecil selama sedang makan, ya.

Selain memberikan finger food, pastikan pola makan si Kecil harus melibatkan berbagai variasi makanan, termasuk sereal bayi, buah-buahan dan sayuran, dan daging yang dihaluskan. Ia juga masih membutuhkan sekitar 450-600 ml ASI sampai si Kecil dapat beralih ke susu sapi pada usia satu tahun.

Baca Juga: Cara Memberikan Makanan pada Bayi Usia 8-10 Bulan

4. Sering Mengobrol

Selama si Kecil berceloteh atau mengeluarkan ‘bahasa planetnya”, sebisa mungkin respon ia dengan meniru suara ocehannya dan menjawab seantusias mungkin, ya, Ma.

Si Kecil tentu akan merasa senang bila Mama mendengarkan ocehannya dan meresponnya, seolah-olah Mama paham apa yang diucapkan olehnya. Merespon ocehan si Kecil juga dapat membantunya belajar bicara.

Mama juga bisa mengajaknya mengenali berbagai suara, mencari sumber suara, menirukan kata-kata, atau menyebutkan nama gambar di buku atau majalah.

Ajarkan pula si Kecil untuk menyebutkan nama-nama anggota tubuh dengan menunjuknya, Misalnya, “Ini hidung. Ini mulut. Ini mata”, atau benda-benda di sekitar Mama, seperti “Ini namanya boneka, nak” serta “Kalau ini namanya mobil-mobilan.”

Bernyanyi lagu ceria atau yang tengah ia gemari juga bisa menjadi salah satu stimulasi bayi 8 bulan yang bisa Mama lakukan, lho!

5. Bermain

Selain mengobrol, sering-seringlah mengajak si Kecil bermain, Ma. Misalnya, dengan meletakkan mainan yang tidak dapat pecah (kubus atau balok kecil) di tangan kanan dan kiri si Kecil. Ajak si Kecil membuat bunyi-bunyian dengan cara memukul-mukul kedua benda tersebut.

Mama juga bisa menyediakan mainan kerincingan atau mainan yang menimbulkan bunyi-bunyian agar si Kecil tertarik memainkannya. 

Tak ada salahnya mengajak si Kecil bermain dengan mainan yang mengapung di air. Caranya, buat mainan dari karton bekas, kotak, atau gelas plastik tertutup yang mengapung di air.

Lalu, biarkan si Kecil bermain dengan mainan tersebut ketika mandi. Namun ingat, jangan biarkan si Kecil mandi atau bermain di air sendirian, ya. 

Selain itu, Mama bisa memberikan stimulasi bayi 8 bulan lainnya dengan bermain cilukba dan bercermin. 

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Anak?

Perlu Mama ketahui bahwa perkembangan bayi 8 bulan tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 

Ini artinya, perkembangan bayi 8 bulan yang dijelaskan di atas hanya berfungsi sebagai panduan, tetapi bukan jadi sesuatu yang harus dimiliki setiap bayi pada usia ini. 

Namun, Mama perlu waspada apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda di bawah ini. Tak ada salahnya untuk segera memeriksakan si Kecil ke dokter spesialis anak. 

  • Tidak ada tanda-tanda merangkak.

  • Tidak menunjukkan ketertarikan untuk meraih dan memegang benda.

  • Tidak mengetahui orang tuanya.

  • Tidak menoleh atau menengok saat namanya dipanggil.

  • Tidak berceloteh atau mengenali suara yang dilontarkan Mama, Papa, atau orang lain.

  • Tidak membuat kontak mata dengan Mama, Papa, atau orang lain.

Itu dia berbagai perkembangan bayi yang perlu Mama ketahui saat usianya masuk 8 bulan. Mama juga bisa mengasah kemampuannya dengan berbagai stimulasi yang sudah dijelaskan di atas. 

Baca Juga: Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak agar Tidak Mudah Sakit

Agar Mama bisa lebih maksimal menemani tumbuh kembang si Kecil, Mama bisa menanyakan segala hal terkait tumbuh kembang bayi 8 bulan langsung dengan tim Nutriclub Expert Advisor untuk temukan jawaban lengkapnya dari para ahli.

Melihat bayi 8 bulan yang sudah bisa melakukan banyak hal baru tentu membuat Mama dan Papa bangga. Nah, untuk mengetahui apa lagi yang akan bisa dilakukan si Kecil di bulan selanjutnya, Mama bisa membaca Perkembangan Bayi 9 Bulan dan Tips Stimulasinya yang Tepat.

Dapatkan juga konten-konten digital eksklusif mulai dari E-Book seputar 1000 Hari Pertama Anak, sampai podcast dan Kulwap yang dimoderatori oleh para ahli di bidangnya.

  • BabyCenter. 8 Months Old. http://www.babycenter.com/302_8-months-old_3658818.bc
  • Rahman, Taufiqur. Stimulasi pada Bayi Umur 6-9 Bulan; 2013. http://taura-taura.com/stimulasi-pada-bayi-umur-6-9-bulan/
  • Sambo, Catharine M. Menjelajah Sebelum Berjalan; 2015. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/menjelajah-sebelum-berjalan
comment-icon comment-icon