Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

4 Cara Mengajarkan Anak Menulis dengan Mudah

Stimulasi

4 Cara Mengajarkan Anak Menulis dengan Mudah


Membaca dan menulis adalah sinyal penanda kuat awal penentu kesuksesan seorang anak dalam kehidupannya. Keterampilan membaca dan menulis yang pada umumnya diajarkan oleh bapak/ibu guru di Sekolah, di era pandemi saat ini bergeser menjadi kemampuan dasar yang perlu diajarkan sejak dini oleh Mama (dan Papa juga perlu membantu ya!). Kegiatan belajar-mengajar menulis dapat bermanfaat tidak hanya untuk Anak, tapi juga untuk Mama yang mengajarkan. Mama akan dapat belajar bagaimana membangun sistem pengajaran menulis yang efektif dan memberikan manfaat kepada anak dengan metode serupa home-schooling atau pengajaran di rumah.

Sebelumnya, tahukah Mama kalau belajar menulis itu memiliki segudang manfaat untuk Si Kecil? Belajar menulis adalah salah satu langkah yang paling efektif untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan motorik halus. Motorik halus merupakan perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan, contohnya seperti menggambar dan menulis. Tulisan yang baik dapat membantu komunikasi seorang anak agar menghindari kesalah pahaman dalam proses komunikasi, misalnya komunikasi dengan orang tua/guru dalam memberikan jawaban pekerjaan rumah/tugas sekolah. Selain itu, menulis juga membantu seseorang untuk mengekspresikan alur pikir dan perasaaannya dalam bentuk tulisan, mengkomunikasikan intensi pikirnya, dan belajar memahami pesan melalui bahasa yang disampaikan oleh orang lain terhadap dirinya. Yuk, kita simak cara mengajarkan anak menulis berikut ini!

4 Cara Mengajarkan Anak Menulis

1. Mulai dengan sikap yang positif

Metode pemberian pendidikan yang terbaik bagi anak adalah mengkondisikan agar anak menikmati proses belajar. Proses belajar dikondisikan menjadi menyenangkan, menantang, dan tersedia proses refleksi pembelajaran di dalamnya. Bagi Mama yang sudah dewasa, Mama tentu lebih memahami tentang keunggulan dari berkemampuan untuk membuat tulisan tangan yang baik. Hanya saja, dalam hal ini seorang anak belum tentu sudah memiliki pengertian yang sama, bahkan anak-anak yang sudah lebih besar seperti di usia sekolah dasar atau pun remaja, banyak di antaranya yang merasa bahwa tulisan tangan mereka sudah terpatria demikian, dan tidak dapat diasah kembangkan lagi.

Padahal sesungguhnya, dengan berlatih secara disiplin dan dilakukan observasi terhadap latihan menulis, siapapun (termasuk orang dewasa juga) dapat mengasah kemampuan membuat tulisan tangan yang lebih baik. Oleh karena kondisi itu, daripada mengomeli atau mengeluhkan tulisan tangan anak Mama kurang baik, lebih baik Mama cukup mengingatkan saja kepada anak bahwa Anak dapat tetap membuat tulisan tangan mereka sesuai dengan gaya menulis mereka sendiri, hanya tetap perlu diperhatikan bahwa tulisan tangan tersebut juga harus dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain yang membacanya.1

2. Perhatikan cara anak menggenggam alat tulis

Cara praktis  untuk mengajarkan anak menggenggam dengan benar adalah dengan memberikan contoh menggenggam ujung pensil/pena pada tangan anak, menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, kemudian disandarkan pada tepi tangan. Bila Anak mengalami kesulitan dalam proses belajar menggenggam, Mama dapat bereksplorasi dengan memberikan aneka ragam jenis pensil atau pena dalam berbagai ukuran dan bentuk. Termasuk di antaranya yang menyediakan bantalan genggam pada area ujung alat tulis. Ada juga jenis pensil yang berbentuk segi tiga untuk memudahkan genggaman pada proses belajar tulis-menulis anak. Mama boleh bereksperimen dengan berbagai bentuk dan jenis pensil dan pena, dan perhatikan apakah jenis alat tulis tertentu mendukung kemajuan proses belajar menulis pada anak.1

3. Gunakan buku menulis bergaris sebagai alat bantu

Gunakan buku menulis bergaris sebagai alat bantu, berikan contoh tulisan, agar anak dapat mengikuti contoh tulisan yang Mama berikan. Berikan apresiasi pujian untuk setiap tulisan yang sudah tepat, dan juga berikan masukan untuk koreksi terhadap tulisan anak yang masih perlu perbaikan. Sebagai contoh: menulis perlu mengikuti tatanan komposisi garis yang tersedia dalam buku bergaris, tidak melewati garis agar tulisan tersusun rapi, atau posisi titik pada huruf (i) harus tepat sesuai di atas garis tegak lurus huruf tersebut agar dapat dimengerti oleh pembacanya.1

4. Sediakan alat tulis dan berikan kesempatan anak untuk menuliskan karyanya

Pilihan aneka ragam alat tulis seperti pensil mekanik, gel ink pen, kertas tempel warna-warni, kertas HVS, dan berbagai kelengkapan lainnya membantu untuk menstimulasi jiwa kreasi anak ketika akan melakukan kegiatan menulis. Libatkan juga proses menulis anak dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari, misalnya membuat susunan belanja bulanan, membuat susunan list tugas rumah tangga yang perlu dikerjakan, dukung semangat Anak agar membuat jurnal atau catatan khusus tentang hal yang disenangi dan dapat membangun kemampuan dan jiwa kreatifnya, sekaligus memberikan manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari keluarga.

Cara Mengajarkan Menulis pada Anak Usia Sekolah Dasar

Menulis dapat diperkenalkan pada anak usia sekolah dasar dengan cara menulis atau membuat karya yang lebih kompleks, misalnya dengan membuat karangan cerita. Membuat karangan cerita perlu dilakukan latihan secara bertahap. Proses mengarang cerita dapat dimulai dengan anak diberikan kesempatan untuk membacakan dan menuliskan ulang karya puisi atau tulisan tangan dari sumber bacaan buku. Proses ini akan mengajarkan anak tentang kalimat dan struktur susunan paragraf dalam sebuah karya tulis.2

Selain dari metode tersebut, anak juga boleh diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman sehari-harinya. Boleh dimulai dengan anak menceritakan secara verbal/ucapan, diselingi dengan pemberian semangat dan apresiasi terhadap keberanian anak untuk mengutarakan ceritanya. Setelah proses bercerita verbal, baru kemudian anak dapat berlatih secara bertahap untuk menuangkan ceritanya dalam bentuk tulisan.2

Perlu diingat agar Mama tidak berkecil hati ketika melihat Anak belum memiliki kemampuan menulis yang baik karena pada dasarnya setiap anak belajar dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Tetap berikan apresiasi pada setiap kemajuan kecil yang dibuat oleh anak agar anak senantiasa bersemangat dan menikmati proses belajarnya. Menurut pakar home-schooling Julie Bogart,“Jauh lebih efektif untuk melihat perkembangan seorang penulis dengan gaya menulis naturalnya masing-masing daripada pertumbuhan yang sudah ditetapkan jenjangnya dengan penilaian atau sekuensi secara kaku.2

Melalui proses ini, anak Mama dengan sendirinya akan terbangun kemampuannya untuk menulis dengan baik yang semakin matang seiring berjalannya waktu, tentunya juga dengan tekun dan konsisten berlatih. Bangunlah kepercayaan diri pada anak atas kemampuan berbahasa mereka dalam berbagai hal yang mereka senangi dengan cara memberikan dorongan semangat agar anak terbiasa bercerita tentang hal apapun yang mereka minati dan dilanjutkan dengan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ingat ya Ma! Tidak perlu menjadi terlampau kritis/tegas dalam proses anak-anak berupaya menulis kreatif. Kondisikanlah agar proses menulis menjadi kebahagiaan dan nikmat tersendiri buat anak, dan mereka akan secara natural memelihara kecintaannya terhadap tulis-menulis sejak usia dini.2 Demikian informasi mengenai cara mengajarkan anak menulis. Semoga bermanfaat, ya Ma!

Yuk, perkaya informasi tentang anak melalui tools yang disediakan oleh Nutriclub. Mama bisa mencoba beberapa tools seperti:

  1. Olsen LL. How to help your child improve their hand writing [Internet]. New York: VeryWellFamily; 2020 [updated 2020; cited 2021 Jul 30]. Available from : https://www.verywellfamily.com/how-to-improve-kids-handwriting-4108552 
  2. Keith KL. How to help your child learn writing skills [Internet]. New York: VeryWellFamily; 2020 [updated 2020; cited 2021 Jul 30]. Available from: https://www.verywellfamily.com/help-your-child-learn-writing-skills-620623
comment-iconcomment-icon