Loading...
Banner Artikel 17 Cara Efektif Melatih Fokus Anak Usia 3-5 Tahun
Perkembangan Otak

17 Cara Efektif Melatih Fokus Anak Usia 3-5 Tahun

Foto Reviewer

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Citra Raditha, Sp.A (K)

Diterbitkan: 23 Agustus 2021

Diperbarui: 13 Januari 2026


  • Berapa Lama Rentang Fokus Normal Anak Usia 3-5 Tahun?
  • Apakah Normal Jika Anak Berusia 2 Tahun Tidak Fokus?
  • Penyebab Anak Usia 3-5 Tahun Sulit Fokus
  • Cara Melatih Fokus Anak Usia 3-5 Tahun
  • Cara Mengajari Anak yang Tidak Fokus
  • Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Anak mulai bisa fokus ketika memasuki usia 2 tahun, tapi rentang fokusnya masih pendek sekitar 4-6 menit. Untuk melatih fokus anak, ciptakan lingkungan belajar yang bebas gangguan, terapkan rutinitas teratur, batasi screen time, serta pastikan tidur dan nutrisi mencukupi. Aktivitas seperti puzzle, permainan pola, dan latihan observasi juga dapat melatih fokus serta kemampuan berpikirnya.

Berapa Lama Rentang Fokus Normal Anak Usia 3-5 Tahun?

Kemampuan fokus anak di usia dini umumnya memang belum setajam orang dewasa. Rentang fokus anak di setiap tahapan umurnya pun bisa berbeda-beda, seperti:

  • Anak usia 3 tahun: 6-8 menit.
  • Anak usia 4 tahun: 8-12 menit.
  • Anak usia 5 tahun: 12-18 menit.

Apakah Normal Jika Anak Berusia 2 Tahun Tidak Fokus?

Anak yang baru berusia 2 tahun dan sering gonta-ganti mainan atau beralih dari satu aktivitas ke permainan lain belum tentu mengalami gangguan atensi.

Perilaku ini wajar karena rentang fokusnya memang masih pendek dan termasuk dalam batas normal.

Faktor lain yang dapat memengaruhi durasi fokus anak meliputi kualitas tidur, lapar, emosi, aktivitas fisik, hingga kebiasaan screen time.

Penyebab Anak Usia 3-5 Tahun Sulit Fokus

Ketika melihat anak kesulitan menyelesaikan suatu pekerjaan, Mama pasti bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuat anak susah fokus? Anak umumnya kesulitan fokus karena: 

  • Kurang tidur.
  • Merasa lapar. 
  • Sedang ada permasalah, misalnya bertengkar dengan teman. 
  • Terlalu semangat untuk melakukan hal lain, misalnya bermain sepulang sekolah. 
  • Pola hidup tiba-tiba berubah, misalnya punya adik baru. 
  • Pola hidup yang tidak sehat. 
  • Screen time berlebihan, terutama sebelum tidur.
  • Mengalami penyakit yang berdampak pada kemampuan fokus, seperti anemia defisiensi zat besi.
  • Mengalami masalah penglihatan.
  • Memiliki masalah pendengaran.
  • Memiliki gangguan belajar, misalnya dyslexia
  • Merasa gelisah. 
  • Memiliki pikiran obsesif terhadap hal-hal tertentu.
  • Merasa tertekan, misalnya pindah ke rumah baru. 
  • Mengalami kejadian traumatis. 
  • Mengalami ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder).

Cara Melatih Fokus Anak Usia 3-5 Tahun

Anak perlu memiliki kemampuan fokus agar dapat belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Pahami gaya belajar anak, batasi screen time, hingga main permainan asah otak bisa membantunya lebih fokus.

1. Kenali Gaya Belajar Anak (Visual, Auditori, Kinestetik)

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, mulai dari auditori, visual, dan kinestetik. Cara agar bisa fokus belajar, sebaiknya Mama kemas aktivitas anak sesuai dengan gaya belajarnya.

Misalnya, anak dengan gaya belajar kinestetik butuh aktivitas bergerak seperti bermain peran atau eksperimen sederhana, sedangkan anak visual bisa diajak belajar dengan gambar, flash card, atau video. 

Sementara anak auditori lebih cocok dengan cerita, lagu, atau instruksi yang dibacakan agar bisa fokus dan menyerap pembelajaran dari aktivitas yang sedang dilakukan.

2. Buat Jadwal Harian yang Konsisten

Membuat jadwal harian merupakan cara melatih fokus anak yang efektif. Si Kecil jadi akan belajar tentang aturan dan lebih disiplin dalam menjalani kegiatan sehari-harinya. 

Rutinitas yang teratur juga mendukung jam tidur yang baik untuk menjaga fungsi kognitif dan daya tangkapnya. Sebagai gambaran, berikut contoh jadwal harian anak usia 3-5 tahun, Ma:

  • 06.30–07.30: Bangun, mandi, sarapan.
  • 08.00–09.00: Aktivitas belajar ringan (mewarnai, membaca buku).
  • 09.00–10.00: Waktu bermain aktif dan bisa membebaskan anak memilih permainannya.
  • 10.00–11.00: Makan camilan dan aktivitas tenang.
  • 12.00–14.00: Makan siang dan tidur siang.
  • 14.00–16.00: Bermain bebas atau aktivitas outdoor.
  • 17.00–19.00: Mandi, makan malam, waktu bersama keluarga.
  • 20.00: Rutinitas sebelum tidur dan mulai tidur malam.

Mama juga bisa menyesuaikan jadwal harian khususnya bila si Kecil sudah mulai sekolah.

3. Batasi Screen Time Sehat 

Mama harus tegas dalam memberikan screen time pada anak. Pasalnya, screen time berpotensi mengganggu kemampuan otak untuk fokus dengan hal lain di sekitarnya.

Menurut American Academy of Pediatrics, anak usia 2-5 tahun hanya boleh mendapatkan screen time berkualitas 1 jam sehari. 

Berikut checklist screen time yang berkualitas supaya tidak mengganggu jadwal dan kebiasaan harian anak:

  • Menonton konten edukatif sesuai usia. 
  • Mama dan Papa harus mendampingi anak selama screen time.
  • Durasi screen time jelas dan konsisten. 
  • Pastikan screen time tidak mengganggu tidur, aktivitas fisik, dan aktivitas belajarnya.
  • Tetap luangkan waktu lebih banyak bersama keluarga, seperti ada aktivitas lanjutan termasuk diskusi atau bermain bersama setelah screen time
  • Gunakan layar berukuran aman dan jarak menonton yang tepat.

4. Berikan Tugas Harian yang Sederhana

Cara melatih fokus anak berikutnya adalah dengan memberikan tugas harian di rumah. Tidak perlu yang rumit, Ma.

Mama bisa mulai dengan mengajak anak membereskan tempat tidur setelah bangun, memasukkan mainan ke dalam kotak, atau merapikan buku di rak setiap kali selesai membaca.

Tugas-tugas sederhana ini akan membantu si Kecil terbiasa fokus menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu sebelum berpindah ke tugas lainnya. 

5. Buat To-do List

Penelitian menunjukkan, multitasking justru dapat menurunkan konsentrasi dan kualitas hasil pekerjaan, termasuk pada anak-anak. 

Jadi, jangan “membanjiri” anak dengan terlalu banyak instruksi dalam sekali waktu agar ia tidak kewalahan dan sulit menentukan prioritas. Biasakan memberikan tugas satu per satu.

Supaya lebih mudah, buatlah to-do list di papan tulis menggunakan spidol warna-warni. Coret setiap pekerjaan yang sudah terselesaikan agar si Kecil merasa puas akan keberhasilannya. 

6. Ajarkan Konsep Deadline secara Menyenangkan

Ketika kesulitan untuk fokus, biasanya si Kecil akan menunda-nunda untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada. 

Mama bisa membantu si Kecil untuk lebih fokus menyelesaikan apa yang sedang dikerjakan dengan memberikan batas waktu alias deadline sebelum ia bisa istirahat atau bermain. 

Untuk membantu si Kecil memahami konsep deadline, Mama bisa menyalakan alarm, menggunakan jam pasir lucu, atau menggunakan posisi jarum jam. Jelaskan aturan deadline dengan bahasa sederhana. 

7. Gunakan Pola “Belajar 8 Menit - Istirahat 3 Menit”

Kemampuan fokus anak-anak belum selama orang dewasa. Jadi, jangan paksa anak meneruskan belajarnya jika ia memang sudah ingin berganti aktivitas.

Berikan jeda untuk menyelingi setiap kegiatan harian anak supaya ia tidak cepat merasa kelelahan. Gunakan pola belajar 8 menit, lalu istirahat 3 menit sebagai cara meningkatkan fokus dan konsentrasi anak usia prasekolah.

Misalnya, Mama bisa biarkan anak 3 tahun untuk menggambar selama 6-8 menit. Kemudian hidangkan camilan favoritnya sebagai “waktu break”. 

Baca Juga: 10 Cara Mendidik agar Anak Jadi Pintar di Sekolah

8. Mainkan Permainan Asah Otak

Cara melatih fokus anak selanjutnya adalah mengajak si Kecil memainkan berbagai permainan asah otak.

Bukan hanya kemampuan fokus, permainan asah otak ini juga bisa meningkatkan kemampuan menalar, pemecahan masalah, dan berpikir kreatif anak.

Contoh permainan yang dapat mengasah otak anak adalah puzzle, lego, crosswords, scrambles, memory games, catur, mewarnai, menghubungkan garis, mencari benda, dan masih banyak lagi.

9. Latihan Mindfulness / Napas Pelan Untuk Anak

Penelitian menunjukkan bahwa meditasi dengan latihan mengatur napas dapat melatih fokus, meningkatkan kemampuan mengingat, hingga meredakan cemas da insomnia. 

Cara melatih fokus anak dengan meditasi adalah: 

  1. Ajak si Kecil untuk duduk bersila di tempat yang tenang dan nyaman. Contohnya di pinggir kolam atau ruangan dengan alunan musik relaksasi dan udara yang sejuk.
  2. Ajak anak menarik napas panjang dengan perlahan melalui hidung.
  3. Keluarkan napas panjang secara perlahan melalui mulut. 
  4. Minta anak untuk merasakan setiap tarikan dan embusan napasnya. 
  5. Lakukan selama 3 menit atau sesuaikan dengan rentang fokus masing-masing kelompok usia anak. 

10. Ciptakan Ruang Belajar Bebas Gangguan

Ruang belajar sesuai preferensi anak akan membantunya lebih semangat dan mudah fokus belajar atau mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Sebagian anak menyukai ruangan yang sunyi, namun anak lainnya lebih nyaman mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik. Mama dapat mengatur ruang belajar si Kecil, misalnya pastikan memiliki pencahayaan yang cukup dan tidak terlalu bising. 

Lengkapi dengan meja dan kursi yang nyaman, serta jauhkan juga mainan atau benda yang dapat mengalih perhatian agar anak.

11. Sering Bacakan Cerita & Tanyakan Pertanyaan

Cara melatih fokus anak berikutnya adalah membacakan buku cerita dengan ekspresi wajah dan suara yang dinamis. Jangan lupa juga untuk melontarkan pertanyaan menarik yang dapat memicu fokus anak, seperti: 

  • “Siapa ya nama beruang baik hati dalam cerita yang Mama bacakan tadi?”
  • “Rumah yang ditemukan Hansel dan Gretel di dalam hutan tadi terbuat dari apa sih, Nak?”
  • “Rumah anak babi yang pertama terbuat dari jerami atau batu, ya?”

Dengan begitu, si Kecil lebih termotivasi untuk fokus mendengarkan setiap cerita yang dibaca bersama Mama.

12. Ajak Anak Aktif Bergerak 60 Menit/Hari

Otak akan bekerja dengan lebih baik apabila menerima asupan oksigen yang cukup. Kegiatan olahraga adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperlancar asupan oksigen ke dalam otak.

Oleh karena itu, ajak anak berolahraga atau bergerak aktif selama minimal 60 menit per hari ya, Ma. Upaya ini membantu otak anak lebih mudah fokus, lebih jernih, dan cepat menangkap informasi baru.

Aktivitas motorik ringan seperti lompat tali, berjalan di garis lurus, atau bermain bola bisa membantu anak jadi opsi permainan seru untuk meningkatkan fokusnya.

13. Berikan Jeda di Setiap Aktivitas 

Kemampuan fokus anak-anak belum selama orang dewasa. Jadi, jangan paksa anak meneruskan belajarnya jika ia memang sudah ingin berganti aktivitas.

Berikan jeda untuk menyelingi setiap kegiatan harian anak supaya ia tidak cepat merasa kelelahan. Misalnya, Mama bisa biarkan anak 3 tahun untuk menggambar selama 6-8 menit.

Kemudian hidangkan camilan favoritnya sebagai “waktu break”. Setelah itu, Mama dapat mengajak si Kecil berganti ke aktivitas lain, misalnya melipat origami atau menggunting pola.

Baca Juga: 15 Cara Mengajari Anak Berhitung yang Cepat dan Mudah

14. Belajar di Ruang Terbuka

Coba ajak si Kecil belajar di ruang terbuka seperti ke taman bunga, kebun binatang, atau hutan kota. Bermain di luar ruangan membantu si Kecil lebih fokus karena udara segar dan suasana alami membuat otaknya rileks dan siap belajar kembali. 

Aktivitas fisik seperti berlari atau memanjat juga merangsang koneksi otak yang penting untuk konsentrasi. Selain itu, eksplorasi alam membangun rasa ingin tahu dan kemampuan observasi, sambil mengurangi kejenuhan dari layar.

Anak pun tidur lebih nyenyak, sehingga kemampuan belajar dan fokusnya meningkat setiap hari.

15. Sediakan Gizi Pendukung Fokus

Zat besi, kolin, serta berbagai nutrisi lainya juga tidak kalah penting untuk dukung kecerdasan dan fungsi kognitif anak. 

Mama dapat memberikan makanan tinggi omega-3 (DHA & EPA), seperti telur, salmon, minyak ikan, yogurt, sayuran hijau seperti bayam dan kale, serta kacang-kacangan untuk meningkatkan daya tangkap dan fokus anak. 

Batasi juga asupan junk food dan gula berlebihan agar si Kecil lebih mudah fokus. Anak usia 2-18 tahun sebaiknya hanya mengonsumsi gula maksimal 25 gram (6 sendok teh) per hari. 

Lalu lengkapi kebutuhan nutrisi untuk otaknya dengan susu yang bagus untuk kecerdasan otak anak. Pilih yang diperkaya kandungan FOS:GOS dan DHA & EPA tinggi untuk maksimalkan intelegensi si Kecil.

16. Cukupi Kebutuhan Cairan Anak 

Tahukah Mama jika otak manusia terdiri dari 75% air? Oleh karena itu, kekurangan cairan dapat memengaruhi kinerja sel saraf dan performa kognitif si Kecil sehingga ia kesulitan untuk fokus. 

Kebutuhan cairan anak berbeda-beda berdasarkan kelompok usianya. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 1150 ml cairan setiap hari, sedangkan anak usia 4-6 tahun butuh 1,5 L cairan per hari.

Pastikan juga ia tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung kafein. Misalnya teh, kopi, dan cokelat. 

Pada anak-anak di bawah 12 tahun, asupan kafein berlebihan dapat menyebabkan gangguan tidur, diare, dehidrasi, dan sakit kepala, yang dapat menghambat kemampuan konsentrasinya.

17. Pastikan Tidurnya Cukup

Istirahat yang cukup dan berkualitas akan meningkatkan kemampuan fokus, daya tangkap, serta memori anak. Itulah mengapa, Mama perlu mencukupi waktu tidur anak sesuai usianya: 

  • Usia 1-2 tahun : 11-14 jam tidur tiap hari.
  • Usia 3-5 tahun : 10-13 jam tidur tiap hari.
  • Usia 6-12 tahun : 9-12 jam tidur tiap hari.
  • Usia 13-18 tahun : 8-10 jam tidur tiap hari.

Cara Mengajari Anak yang Tidak Fokus

Butuh trik khusus untuk mengajari anak yang tidak fokus. Coba cara berikut supaya fokus anak bisa terlatih sedikit demi sedikit:

  • Berikan satu instruksi dalam satu waktu agar anak tidak bingung.
  • Gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak, terlebih saat Mama memberikan instruksi.
  • Hindari multitasking agar anak tidak mudah terdistraksi dan bisa menyelesaikan satu tugas dengan lebih baik
  • Validasi emosi anak untuk membantu mereka merasa dipahami, lebih tenang, dan bisa kembali fokus.
  • Berikan jeda istirahat singkat supaya otak anak tidak cepat lelah dan tetap bisa fokus.
  • Berikan pujian saat anak berhasil fokus, sehingga ia termotivasi untuk mengulang perilaku positif tersebut.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Selama melatih konsentrasi anak, perhatikan apakah si Kecil menunjukkan satu atau lebih gejala berikut, Ma:

  • Mudah sekali terdistraksi atau teralihkan perhatiannya.
  • Tidak bisa fokus lebih dari 2-3 menit.
  • Tidak bisa menyelesaikan kegiatan sederhana
  • Susah duduk diam di usia yang seharusnya sudah bisa lebih fokus.
  • Mengalami kesulitan belajar
  • Menunjukkan kesulitan perilaku seperti agresi, perubahan suasana hati, atau mudah tersinggung.
  • Curiga ada masalah pendengaran/penglihatan.
  • Menunjukkan keterampilan motorik kasar yang buruk, seperti berlari atau melompat.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, Mama mungkin perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat. 

Itulah penjelasan mengenai penyebab fokus anak terganggu dan beberapa cara melatih fokus anak yang dapat Mama lakukan di rumah secara konsisten. Semoga artikel ini membantu, ya, Ma!

Pastikan Mama gabung jadi member Nutriclub untuk dapatkan ratusan expert-verified parenting content yang terkurasi sesuai usia si Kecil, akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, serta beragam exclusive rewards khusus untuk Mama dan si Kecil dari setiap pembelian produk Nutrilon. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Kidsmedic Editorial Team. (2025, January 27). Concentration in children - the key to effective learning. Kids Medic - Children’s Therapy Centre. https://kidsmedic.pl/en/articles/childrens-concentration-the-key-to-successful-learning/
  2. ‌Lissak, G. (2018). Adverse physiological and psychological effects of screen time on children and adolescents: Literature review and case study. Environmental Research, 164, 149–157. https://doi.org/10.1016/j.envres.2018.01.015
  3. ‌Clinic, C. (2022, March 25). Meditation for Kids: The Basics and the Benefits. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/meditation-for-kids
  4. ‌Clinic, C. (2023, October 23). Gross Motor Skills: What They Are, Development & Examples. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/gross-motor-skills
  5. Office of Dietary Supplements - Choline. (2025). Nih.gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Choline-Consumer/
  6. ‌Ward, R. J., Zucca, F. A., Duyn, J. H., Crichton, R. R., & Zecca, L. (2014). The role of iron in brain ageing and neurodegenerative disorders. The Lancet Neurology, 13(10), 1045–1060. https://doi.org/10.1016/s1474-4422(14)70117-6
  7. How to Help Kids Focus | Parenting Tips & Advice. (2016). PBS KIDS for Parents. https://www.pbs.org/parents/thrive/tips-for-helping-your-child-focus-and-concentrate
  8. ‌Team, T. U. (2019, August 5). 6 ways to help your child focus. Understood. https://www.understood.org/en/articles/how-to-improve-focus-in-kids
  9. ‌Rodgers, L. (2023, March 14). Why Is My Toddler So Distracted and Is It Normal? What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/toddler/behavior-and-discipline/distracted-toddler‌
  10. Margie, D. (2015, October 21). Why can’t my child concentrate at school? - Victorian Children’s Clinic. Victorian Children’s Clinic. https://victorianchildrensclinic.com.au/why-cant-my-child-concentrate-at-school/‌
  11. O’Hanlon, L. H. (2024). These 8 Methods Will Improve Your Child’s Attention Span. Parents. https://www.parents.com/kids/development/intellectual/how-to-improve-attention-spans/
  12. Unaiza Faizan, & Rouster, A. S. (2023, August 28). Nutrition and Hydration Requirements In Children and Adults. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562207/
  13. Editorial Team. How Much Sleep Is Enough? (2022, March 24). NHLBI, NIH. https://www.nhlbi.nih.gov/health/sleep/how-much-sleep
  14. CDC. (2024, October 7). Diagnosing ADHD. Attention-Deficit / Hyperactivity Disorder (ADHD). https://www.cdc.gov/adhd/diagnosis/index.html
  15. Howard, J. M., Ph.D. (2016). How to Help Kids Focus | Parenting Tips & Advice. PBS KIDS for Parents. https://www.pbs.org/parents/thrive/tips-for-helping-your-child-focus-and-concentrate
  16. Cleveland Clinic Editorial Team. (2024, July 5). Sugar: How Bad Are Sweets for Your Kids? Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/sugar-how-bad-are-sweets-for-your-kids
  17. Kemenkes. (2019). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  18. ‌Bubrick, J., PhD & Howard, J., PhD. (2023, October 30). Not All Attention Problems Are ADHD - Child Mind Institute. Child Mind Institute. https://childmind.org/article/not-all-attention-problems-are-adhd/
  19. Team, T. U. (2019, August 5). Understanding why kids have trouble with focus. Understood. https://www.understood.org/en/articles/child-trouble-focusing
Artikel Terkait