Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

cara-mengajarkan-anak-membaca
Perkembangan Otak

15 Cara Mengajarkan Anak Membaca yang Mudah dan Efektif

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 23 Agustus 2021

Membaca merupakan salah satu bekal skill paling penting yang membantu si Kecil tumbuh menjadi pemenang di masa depan. Namun, Mama mungkin bingung mengenai bagaimana cara mengajarkan anak membaca di usia prasekolah ini. Jangan khawatir, yuk, simak tipsnya di artikel berikut ini!

Kapan Anak Mulai Bisa Membaca?

Kunci keberhasilan anak di sekolah adalah mengajarkan keterampilan akademik segera setelah si Kecil siap untuk belajar. Tapi, bagaimana caranya Mama dan Papa tahu kapan si Kecil mulai siap membaca?

Ada beberapa anak yang mulai bisa diajarkan membaca ketika mereka berusia 3-5 tahun. Namun ada pula anak-anak mulai bisa belajar baca dengan maksimal pada usia 4-6 tahun. Sebab, ini merupakan masa emas bagi perkembangan kognitif otak anak. Mereka bisa menyerap pelajaran dan meniru dengan cepat. 

Anak mulai peka menerima apa saja dan memiliki minat belajar yang sangat tinggi, baik secara fisik, neurologis, dan kognitif) dan sudah sepenuhnya memperoleh keterampilan pemahaman, mengingat perkembangan saraf otaknya sudah matang. Kemampuan anak untuk mengenali huruf pun akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia mereka.

Meskipun tidak ada dua anak yang berkembang pada waktu dan cara yang sama, ada periode sensitif di mana milestone utama idealnya harus tercapai. Periode ini disebut sebagai the golden age, yaitu di lima tahun pertama usia anak. 

Jadi, secara umum rentang usia prasekolah yakni 3-5 tahun memang menjadi kesempatan paling baik untuk mulai mengenalkan keterampilan membaca kepada anak-anak. 

Meski begitu, tahukah Mama bahwa anak-anak sebenarnya sudah mulai bisa mengenali huruf-huruf yang umum (seperti a, i, u, e, dan o) di usia 2-3 tahun? Ini artinya, Mama dan Papa bisa mulai mengajari si Kecil membaca alfabet bahkan sejak dini. 

Cara Mengajarkan Anak Membaca Sejak Dini

Semakin dini dan semakin banyak si Kecil terpapar buku dan kegiatan pra-membaca, semakin baik persiapan mereka saat mereka belajar membaca.

Lalu, bagaimana cara mudah mengajari anak membaca? Berikut adalah adalah beberapa cara mengajarkan anak membaca sejak dini yang bisa dicoba:

1. Biasakan Baca Buku Bersama-Sama

Salah satu cara mengajari anak membaca yang paling efektif sekaligus menanamkan kecintaan pada buku adalah dengan membacakan buku cerita dengan suara lantang serta ekspresif. 

Mama sudah mulai bisa membacakan buku cerita sejak si Kecil sejak berusia 1 tahun. Ia mungkin memang belum terlalu mengerti apa arti dari setiap kata yang Mama ucapkan, terlebih lagi memahami apa isi dan alur ceritanya. Akan tetapi, cara ini dapat membuat si Kecil lebih tertarik mendengarkan. Faktanya, anak-anak memperoleh keterampilan bahasa mereka terutama melalui mendengarkan.

Buku cerita yang ditulis dengan baik memaparkan anak-anak pada bahasa yang canggih, yang dapat memperkuat kemampuan kognitif mereka. Ketika si Kecil terus-terusan terpapar bahasa sastra yang berkualitas, mereka akan belajar bagaimana menerapkan kemampuan kognitif mereka untuk memahami teks tersebut

Mama bisa memulai membacakan buku cerita atau dongeng. Lalu, cobalah juga buat si Kecil tertarik dengan buku nonfiksi. Di perpustakaan atau toko buku, temukan buku tentang topik favorit si Kecil, misalnya mobil, dinosaurus, planet, dan topik lainnya yang dirancang khusus untuk anak-anak seusia ini dan memiliki banyak gambar.

2. Bacakan Buku dengan Suara Lantang

Membaca dengan keras memungkinkan si Kecil mendengar kata-kata baru dalam konteks baru  secara teratur, yang akan membangun kosa katanya dan membantu si Kecil mengembangkan kesadaran berkomunikasi yang lebih kuat menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Australasian Journal of Early Childhood, mendengarkan dongeng mampu meningkatkan kosa kata dan daya ingat anak, dan pada akhirnya menanamkan keinginan untuk membaca. 

Ketika anak-anak mendengar kata-kata yang dibacakan, mereka juga mulai melihat seperti apa pola antara bentuk kata-kata yang tercetak dengan cara pelafalan atau pengucapannya. Ini membantu mereka mengenali perbedaan antara susunan bahasa lisan dan teks cetak.

Selain itu, membacakan buku dengan suara keras dapat mengoptimalkan perkembangan otak anak selama tahun-tahun awal yang kritis ini. Karena untuk bisa mendapatkan konteks peristiwa secara keseluruhan, anak harus memahami teks secara lebih teliti. Hal ini mendorong anak-anak untuk mendengarkan, memperhatikan, dan berkonsentrasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan rentang perhatian (keterampilan fokus dan atensi) anak secara keseluruhan.

3. Coba Ajukan Pertanyaan

Agar si Kecil tidak hanya bisa membaca huruf tapi juga memahami konteks tulisan atau ceritanya secara lebih mendalam, coba sesekali ajukan pertanyaan padanya. Hal ini untuk “menguji” seberapa jauh ia mendengar dan memahami apa yang Mama ucapkan. 

Jadi ​​sebelum membalik halaman, tanyakan kepada si Kecil apa yang menurutnya akan terjadi selanjutnya. Mama juga dapat bertanya kepada si Kecil bagaimana akhir dari cerita itu menurut dirinya sendiri.

Misalnya ketika membacakan buku The Little Red Riding Hood, apa yang akan terjadi jika gadis kecil itu tidak pergi ke dalam hutan dan memilih jalur lain untuk mencapai rumah neneknya?

4. Kenalkan dengan Huruf Alfabet 

Salah satu tips mengajarkan anak membaca adalah dengan mengenalkan si Kecil pada huruf-huruf alfabet. 

Caranya, mulailah dengan mengajak si Kecil menyanyikan lagu alfabet. Dengan bernyanyi, anak-anak akan menghafalkan huruf-huruf alfabet lewat cara yang menyenangkan.

Selain bernyanyi, Mama bisa membuat kartu berisi huruf alfabet untuk anak. Kartu alfabet dapat membantu anak belajar mengisolasi huruf individu dari teks cetak, juga belajar mengenali huruf dan suara, literasi visual, kesadaran fonemik, dan keterampilan mengurutkan.

Dengan belajar baca menggunakan kartu alfabet, si Kecil dapat mulai menyocokkan bentuk atau urutan huruf dengan kata-kata yang ia sering ia dengar dan gambar atau benda yang ia sering lihat. Misalnya “B-O-L-A” yang diucapkan “bola” yang kemudian ia asosiasikan dengan bola bundar favoritnya di rumah.

Ini merupakan langkah penting dalam belajar membaca dan menunjukkan bahwa ia memahami bahwa kata-kata tertulis mewakili benda dan gagasan.

Jika si Kecil sedang membaca buku cerita atau melihat kata-kata di sekitarnya, dan mengenali bahwa kata-kata yang tercetak termasuk huruf yang ia tahu, si Kecil sedang memulai prosesnya sendiri untuk belajar membaca.

Menariknya, anak-anak yang mulai mengenal alfabet sejak usia dini lebih mungkin untuk mempelajari kosa kata dan belajar mengeja lebih cepat.

5. Gunakan Kartu Bergambar

Cara mengajarkan anak untuk membaca bisa dengan langkah berikut. Pertama, Mama dapat menggunting kartu bergambar sederhana dan tuliskan sebuah kata atau huruf. Lalu, minta si Kecil untuk mengucapkan kata dan mengeja. Jika anak baru mempelajari alfabet, fokuslah pada suara yang dihasilkan setiap huruf.

6. Mainkan Kartu Kosakata

Cara seru mengajari anak membaca adalah dengan memperkenalkan kepada Si Kecil permainan kata yang mendorongnya untuk mendengarkan, mengingat dan mengulang kembali huruf yang dilafalkan Mama.

Mama dan Papa bisa membuat kartu bertuliskan kata-kata sederhana sebagai cara mudah mengajarkan anak membaca. Ajak anak untuk membaca kartu-kartu tersebut.

7. Bermain Magnet Huruf

Sebagai salah satu cara membuat anak bisa membaca, Mama bisa menggunakan stiker atau magnet berbentuk huruf. Cobalah mengajak si Kecil menuliskan nama mereka atau benda-benda favoritnya menggunakan magnet huruf yang ditempelkan di kulkas. 

8. Gunakan Lagu 

Cara mengajarkan anak membaca adalah dengan menggunakan lagu. Membaca sambil bernyanyi dapat membantu si Kecil mendengar bunyi dan suku kata yang dapat membantu mereka belajar membaca. Dengan demikian, anak akan senang membaca tanpa ia sadari bahwa dirinya sedang belajar. 

Misalnya, ajak anak untuk mendengar dan menyanyikan berbagai lagu anak yang memiliki lirik sederhana. Mulailah dengan mendengarkan dan menyanyikan lagu paling dasar dalam mengenal huruf, seperti ABC. 

Selanjutnya, coba dengarkan dan nyanyikan lagu anak-anak lainnya, seperti 'Balonku', 'Pelangi', atau 'Tik Tik Bunyi Hujan'. Bunda bisa sering memutar ulang lagu-lagu tersebut, agar anak mengingat setiap kata atau lirik dalam lagu.

Setelah itu, Ibu bisa mengajak anak untuk menyanyikan lagu sambil mengeja. Misalnya kata balon, dieja H-U-J-A-N. Ini adalah salah satu strategi belajar membaca lewat lagu, yaitu dengan memadukan teknik eja dan bernyanyi dengan musik (nada atau lagu).

9. Membaca Per Suku Kata

Setelah berhasil mengajak anak belajar mengeja per huruf, Mama bisa mulai mengajarinya membaca per suku kata untuk membuat anak lancar membaca.

Jika anak sudah menguasai dan mengenal huruf, ajaklah ia menghafal suku kata. Biarkan anak menghafal suku kata dari konsonan B hingga Z, yang diikuti huruf vokal a,i,u,e,o. 

Lalu, buat suku kata dari semua huruf konsonan yang diikuti dengan lima huruf vokal, misalnya ba, bi, bu, be, bo, ca, ce, ci, co, cu, dan seterusnya. Mama bisa menggunakan alat bantu seperti kartu bergambar khusus suku kata.

Setelah lancar dengan satu suku kata, tingkatkan kemampuan membacanya dengan dua suku kata, misalnya ba-ca, ca-be, bo-la, dan seterusnya hingga meningkat menjadi tiga suku kata. Lalu, minta anak untuk mengeja dengan pelafalan yang tepat. 

Di langkah ini, Mama dan Papa angan dulu mengenalkan anak dengan suku kata yang berakhiran huruf mati. Tujuannya adalah agar anak menguasai tahap ini terlebih dahulu.

10. Minta Anak Mengeja Kata yang Dilihat

Tak hanya di rumah, saat bepergian Mama juga bisa menunjukkan huruf yang ada pada papan reklame, baliho, atau rambu lalu lintas pada si Kecil. Ini akan membuat anak semakin terbiasa melihat huruf dan bunyi dari kata-kata yang dilihatnya.

Misalnya, saat Bunda dan anak sedang jalan-jalan di luar rumah, minta ia mengeja sebuah kata yang terdapat dalam billboard atau spanduk. 

Sebagai contoh, kata tersebut berbunyi, HALO, lalu Bunda bisa meminta si Kecil mengejanya, “Nak, coba deh lihat kata di depan itu ada huruf apa aja?” Kemudian Bunda bisa membantunya membaca kata tersebut “H-A-L-O dibacanya jadi HALO, ya, Nak”.

Cara mudah untuk mengajarkan anak membaca ini bisa membuat mereka memahami huruf apa yang harus digunakan untuk mengucapkan kata-kata tersebut.

11. Buat Permainan Dalam Membaca

Umumnya, anak-anak hanya bisa fokus dalam waktu singkat. Untuk menyiasatinya, orang tua bisa belajar menjadi permainan yang menyenangkan. Misalnya, saat anak mengambil camilan tertentu, orang tua mewajibkan anak untuk belajar membaca label kemasannya.

12. Membaca Bersama

Membaca adalah proses belajar yang hasilnya tidak bisa dirasakan secara instan. Ini artinya, perlu pembiasaan. Jika sejak kecil anak-anak terbiasa membaca, maka kebiasaan ini bisa terus dibawanya hingga dewasa, Ma.

Nah, cara membangun kebiasaan membaca antara lain Mama dan Papa bisa rutin meluangkan waktu tiap hari untuk membacakannya sebuah buku. Membacakan buku untuk anak tidak perlu waktu lama, kok. 

Mama dan Papa juga bisa memilih waktu sebelum tidur di malam hari saat anak sudah bisa bersantai. Rutinitas membaca ini akan menempatkan anak dalam suasana hati yang lembut dan membantunya untuk lebih bersantai. Inilah yang bisa menjadi cara mengajarkan anak membaca sejak dini.

Meski begitu, orang tua bisa memilih waktu kapan saja membacakan buku untuk anak bila suasana hatinya (mood) sedang baik.  

Coba alokasikan waktu sebanyak 15 menit tiap harinya. Waktu ini bisa dibagi dalam tiga sesi, sehingga masing-masing sesi membaca hanya berlangsung selama lima menit. 

13. Jadikan Kebiasaan Rutin

Setiap anak memiliki kecepatannya masing-masing, jadi Mama perlu tetap sabar menempuh berbagai cara ampuh mengajarkan anak membaca. Yang tidak kalah penting, dampingi si Kecil dan buat kegiatan belajar menjadi menyenangkan. Biarkan ia memilih bukunya sendiri dan jadikan membaca sebagai suatu kegiatan rutin yang menyenangkan.

14. Beri Label pada Barang-Barang di Rumah

Memberikan label pada barang-barang di rumah ternyata juga bisa menjadi cara mengajari anak membaca, lho, Ma! Karena hal ini memungkinkan mereka untuk mengenal huruf-huruf dan mengejanya. Bagaimana caranya?

Mama bisa menempelkan label pada sejumlah benda yang ada di rumah. Misalnya, di kulkas, kursi, meja, lemari, jendela, atau pintu. Jadi, anak dapat belajar cara pengucapan sekaligus cara membaca nama dari masing-masing benda tersebut. 

Ketika anak mulai memahami konsep ini, Mama bisa melepas label dan meminta mereka memasangnya kembali sesuai dengan nama yang tertulis pada label. 

15. Tetap Sabar dan Konsisten

Cara mengajari anak supaya cepat bisa membaca tentu membutuhkan kesabaran dan kekonsistenan, Ma. 

Beberapa anak mungkin sering sibuk sendiri saat Mama membacakan cerita, atau bahkan membolak-balikkan halaman buku saat cerita di halaman sebelumnya belum selesai diceritakan. Mama bisa memberikannya pengertian dan tetap teruskan membaca. 

Jika anak tampak bosan dan ogah-ogahan mendengar cerita yang Mama bacakan, cobalah untuk mencari buku lain yang lebih menarik, atau buku favoritnya dan bacakan kembali. Bila ini tidak berhasil, jangan memaksanya ya, Ma. Mungkin sekarang si Kecil sedang tidak ingin belajar membaca. 

Terkadang anak tidak memperhatikan buku yang Mama bacakan dan malah asyik sendiri. Namun, ini bukan berarti ia tidak tertarik atau mendengarkan, Ma. 

Maka dari itu, Mama dan Papa perlu sabar dan konsisten dalam menghadapi anak yang sedang berusaha belajar membaca. Inilah kunci yang tepat untuk memberikan kesempatan pada anak.

Baca Juga: 10 Cara Mengajarkan Anak Berhitung yang Mudah dan Tepat

Manfaat Mengajari Anak Membaca 

Dengan membaca, si Kecil akan terpapar dengan berbagai kata-kata baru dan cara menggunakan bahasa yang akan membangun keterampilan literasi mereka. Membaca juga membantu mereka mempelajari banyak hal baru tentang dunia, yang membuat mereka lebih siap belajar di sekolah nanti. 

Anak-anak yang sudah mulai membaca atau dibacakan buku sejak dini, memiliki kosakata yang lebih banyak, serta kemampuan pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan anak lain seusianya.

Nah Mama, berikut adalah berbagai macam manfaat membaca yang dapat diperoleh Si Kecil:

1. Meningkatkan Kemampuan Kognitif 

Dengan membacakan buku, Mama memberikan pemahaman yang mendalam tentang dunia dan mengisi pikiran si Kecil dengan pengetahuan sehingga meningkatkan kemampuan kognitifnya.

2. Membangun Empati

Ketika Mama membacakan buku, anak akan menempatkan dirinya dalam cerita yang dibacakan. Hal ini memungkinkan si Kecil dalam mengembangkan empati dalam kehidupan nyata. Selain itu, ia mulai dapat memahami emosi mereka sendiri dan orang lain.

3. Meningkatkan Pemahaman Suatu Kondisi

Sebuah buku menceritakan berbagai hal, atau menggambarkan berbagai lokasi. Dengan membaca buku, si Kecil mulai mendapatkan pemahaman mengenai karakter, lokasi, bahkan budaya yang baru. 4,5

4. Meningkatkan Bonding

Jika Mama rutin menerapkan cara mengajarkan anak membaca buku, secara tidak langsung dapat mempererat hubungan Mama dan si Kecil. Selain itu, menghabiskan waktu bersama anak dapat membuatnya merasa dicintai.

5. Meningkatkan Kemampuan Literasi

Jika si Kecil belum begitu memahami apa yang Mama katakan, sebaiknya Mama tetap membacakan buku cerita dan pilih buku yang bergambar menarik. Membaca dapat merangsang saraf otak Si Kecil dalam memproses bahasa.

6. Meningkatkan Kosakata 

Mendengarkan kata yang diucapkan Mama dapat meningkatkan pengetahuan kosakata dan frasa baru si Kecil. Hal ini tentu melatih kemampuan berbahasa anak.

7. Melatih Daya Ingat 

Belajar baca buku secara teratur dan konsisten dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat serta konsentrasi anak. Selain itu, kegiatan membaca buku dapat membantunya duduk tenang dan melatih si Kecil siap saat memasuki dunia pendidikan sekolah4,5

Baca Juga: Kenapa Anak Balita Perlu Masuk Prasekolah?

Nah selain memahami tips-tips efektifnya, Mama juga perlu paham bahwa ada hal lain yang dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak, yakni pemenuhan asupan gizi dari sumber makanan sehat dan bergizi seimbang, termasuk asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Jangan lupa berikan juga susu pertumbuhan terfortifikasi seperti susu Nutrilon Royal 4 ACTIDuobio+ sebagai Bekal si Kecil untuk Menang karena dilengkapi dengan formula ACTIDUOBIO+, yaitu perpaduan FOS:GOS rasio 1:9 paling tinggi dan teruji klinis serta kandungan omega 3 & 6 serta zat besi dan DHA yang lebih tinggi untuk mendukung daya tangkap si Kecil.

Susu Nutrilon Royal 3 juga dilengkapi dengan beragam vitamin dan mineral penting lainnya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil agar terus menang di setiap langkah. Nutrilon Royal 3 tersedia dalam dua pilihan rasa lezat yang pasti disukai si Kecil, yaitu vanila dan madu.

Agar si Kecil semakin lancar membaca, Mama bisa membekali tiap langkahnya untuk menjadi pemenang di masa depan dengan memberikan stimulasi dari 8 Winning Skills Stimulation Kit yang telah diverifikasi oleh ahli! Tunggu apalagi? Yuk, download sekarang!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Kemendikbud Tegaskan Penguasaan Baca, Tulis, dan Hitung Tidak Wajib bagi Anak PAUD. (2019, April). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/04/kemendikbud-tegaskan-penguasaan-baca-tulis-dan-hitung-tidak-wajib-bagi-anak-paud
  2. all4kids. (2023, April 25). Child Abuse Prevention, Treatment & Welfare Services | Children’s Bureau. Child Abuse Prevention, Treatment & Welfare Services | Children’s Bureau. https://www.all4kids.org/news/blog/why-the-first-5-years-of-child-development-are-so-important/
  3. When and how can I teach my toddler to read? (2021). BabyCenter. https://www.babycenter.com/toddler/development/when-and-how-can-i-teach-my-toddler-to-read_6900
  4. Raise a Reader: A Parent Guide to Reading for Ages 3-5. (2021). Scholastic.com. https://www.scholastic.com/parents/books-and-reading/books-and-reading-guides/raise-reader-parent-guide-to-reading-ages-3-5.html
  5. Toddler Reading Time (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/reading-toddler.html
  6. Louise Gwenneth Phillips. (2000, September). Storytelling-The Seeds of Children’s Creativity. ResearchGate; Early Childhood Australia. https://www.researchgate.net/publication/323410010_Storytelling-The_Seeds_of_Children%27s_Creativity#x27%3Bs_Creativity
  7. What’s the best way to teach my child the alphabet? (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/toddler/development/whats-the-best-way-to-teach-my-child-the-alphabet_6897
Artikel Terkait
floating-icon