Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

communication
Perkembangan Otak

Tahap Perkembangan Kognitif Anak dan Cara Stimulasinya

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 15 Januari 2020

Perkembangan kognitif anak usia dini sangat penting untuk terus dipantau dan distimulasi. Pada masa-masa ini, kemampuan kognitif anak masih bertumbuh dan berkembang dengan pesat. 

Bahkan, sekitar 80% keterampilan kognitif anak terjadi optimal pada 3 tahun pertama kehidupannya, dan sampai 90% kemampuannya masih akan terus berkembang hingga mencapai usia 5 tahun.

Simak selengkapnya mengenai tahapan keterampilan kognitif anak usia 1-5 tahun di sini!

Apa Itu Perkembangan Kognitif?

Kemampuan kognitif adalah kemampuan anak belajar, berpikir, mengingat dan memproses informasi, menganalisis, memecahkan masalah, hingga membandingkan dan memahami konsep sebab akibat.

Apa Saja Aspek Kognitif Anak Usia Dini?

Ada 8 aspek kecerdasan yang menjadi tolak ukur perkembangan kognitif anak, yaitu:

  • Perhatian - kemampuan mengenali dan memilih rangsangan sensorik apa yang akan ia proses untuk membantunya mencapai tujuan dan mengabaikan aspek lain yang tidak relevan. 

  • Fokus - kemampuan memusatkan perhatian pada suatu aktivitas. Umumnya kemampuan fokus anak masih sangat pendek dan perlu dilatih supaya menjadi lebih baik. 

  • Daya Ingat - kemampuan menyerap, memilah, menyimpan dan mengingat suatu informasi atau pengetahuan. 

  • Kemampuan Berbahasa - kemampuan memahami, mengingat, dan menggunakan berbagai macam kosakata untuk berkomunikasi hingga mengekspresikan diri secara verbal atau non-verbal.

  • Kemampuan Psikomotor - kemampuan mengendalikan gerakan tubuh dan memanipulasi objek dengan lebih presisi. 

  • Logika - kemampuan berpikir secara logis untuk menganalisis fakta-fakta yang ada dan membuat suatu keputusan.

  • Penalaran - kemampuan mengumpulkan premis-premis melalui observasi untuk mencapai sebuah kesimpulan.  

  • Membuat Keputusan - kemampuan menentukan tujuan, menyusun langkah-langkah yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan menemukan cara yang tepat untuk menghadapi segala rintangan sampai mencapai tujuan. 

Agar kemampuan kognitif seorang anak dapat berkembang dengan baik, seluruh aspek kognitif tersebut perlu diberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan perkembangan usianya.  

Baca Juga: 13 Ciri-Ciri Anak Ber-IQ Tinggi

Tahapan Perkembangan Kognitif Menurut Jean Piaget

Teori perkembangan Jean Piaget mengemukakan bahwa keterampilan kognitif terjadi secara bertahap melalui interaksi dan peristiwa di lingkungan sekitar.

Dalam penelitiannya mengenai perkembangan atau kemampuan kognitif, Piaget sendiri membagi tahapan fungsi kognitif menjadi 4 bagian, yakni: 

  • Tahap sensori motorik (usia 0-2 tahun).

  • Tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun).

  • Tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun).

  • Tahap operasional formal (usia 11-15 tahun).

Dari teori ini juga dijelaskan bahwa semua anak mengalami perkembangan kognitif dalam urutan yang sama, tapi tidak semua anak memiliki kecepatan yang sama.

Baca Juga: 6 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak

Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-5 Tahun

Berikut adalah kegiatan yang mampu mengembangkan aspek kognitif pada anak sesuai dengan kelompok usianya: 

1. Usia 1 Tahun

Perkembangan kognitif anak 1 tahun meliputi banyak milestone baru. Si Kecil jadi lebih penasaran terhadap banyak hal dan banyak belajar dari hal-hal yang dilihatnya sehari-hari.

Pada usia ini, si Kecil juga tidak lagi memegang benda yang ada di sekelilingnya dalam konteks yang tepat.

Misalnya, menggunakan sisir untuk rambutnya, mengoceh lewat telepon, dan memutar kemudi mobil mainan. 

Adapun kegiatan yang dapat bantu stimulasi kognitif anak usia 1 tahun adalah sebagai berikut. 

  • Melatih anak dengan tepuk ketukan pada drum mainan atau permukaan benda sambil menghitung setiap ketukan. Si Kecil seharusnya mulai bisa meniru ritme seiring dengan bertambahnya waktu.

  • Ajak anak bicara mengenai segala sesuatu yang ada di sekitarnya, sambil menunjuk dan memberi nama benda atau bagian tubuh yang berbeda. Contoh, pegang jari anak dan bantu ia menunjuk anggota tubuhnya sambil berkata, “Ini hidung. Ini kepala”, atau menunjuk benda “Ini meja. Ini kulkas.”

  • Mainan edukatif seperti teka-teki, mencocokkan gambar, mengurutkan, dan menyusun balok dapat melibatkan anak balita dan anak-anak prasekolah dalam aktivitas yang mengharuskan mereka memikirkan suatu masalah dan menemukan solusinya.

  • Ajarkan anak tepuk tangan sambil mengikuti ritme sebuah lagu saat diminta untuk melakukannya. 

2. Usia 2 Tahun

Contoh perkembangan kognitif anak usia 2 tahun adalah mampu menyebut namanya sendiri atau panggilan akrab lain untuk dirinya.  

Si Kecil juga sudah mampu menyortir objek dan membedakannya menjadi beberapa kelompok, misalnya mobil dan hewan.

Anak 2 tahun juga bisa mendeskripsikan apa yang sedang dilakukan menggunakan kosakata sederhana; dan suka meniru tindakan Mama-Papanya. 

Berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat menstimulasi keterampilan kognitif anak 2 tahun:

  • Ajak si Kecil menyanyikan lagu yang membuatnya menyebutkan nama hewan, benda, angka, huruf, anggota tubuh, dan lain sebagainya. Contohnya lagu ABC atau Kepala-Pundak-Lutut-Kaki. 

  • Lakukan permainan "Apa yang Ada dalam Kotak?" Dengan menunjukkan benda-benda yang berbeda, seperti remote tv, sisir, mainan balok, dan lain sebagainya, sebelum menempatkannya dalam kotak. Kemudian, mintalah ia untuk mengingat dan memberi tahu barang apa saja yang ada di dalamnya.

  • Beri pertanyaan pada si Kecil yang akan melatihnya mencari jawaban dan solusi sendiri.

  • Ajak anak menemukan pasangan tutup toples berbagai ukuran. 

3. Usia 3 Tahun

Memasuki usia 3 tahun, anak mulai memahami konsep waktu dan mampu membedakan antara "sekarang", "segera", dan "nanti". Ia mulai mengurutkan objek berdasarkan ciri seperti bentuk, ukuran, atau warna. 

Perlahan anak Mama akan mulai memahami konsep ukuran, misalnya objek mana yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

Sekarang, ia juga sudah memiliki konsentrasi yang lebih baik, walaupun terkadang masih dapat mudah terganggu.

Pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" akan menjadi bagian dari diskusi harian Mama dan si Kecil. Hal ini wajar terjadi kok, Ma, karena ia semakin ingin tahu dengan dunia di sekitarnya.

Beberapa kegiatan yang dapat membantu keterampilan kognitif anak usia 3 tahun di antaranya, yakni:

  • Bantu si Kecil memahami kata-kata dan benda. Sebagai contoh, tunjukkan kepadanya kata "kucing" dan kemudian bantu ia mengenali objek kucing sebenarnya dalam kehidupan nyata.

  • Perkenalkan nama-nama hari dengan bernyanyi. Manfaatkan kemampuan mengingat anak yang semakin baik dengan mengajak ia belajar sambil bermain.

  • Ajak si Kecil menyortir benda sesuai dengan warna, bentuk, dan ukuran. Misalnya mengumpulkan semua mainan berwarna merah ke dalam keranjang atau mengelompokkan benda-benda di ruang keluarga yang berbentuk bulat. 

  • Lakukan permainan memori bersama si Kecil, misalnya mencocokkan kata-kata dengan gambar yang tepat

  • Berikan si Kecil puzzle, mulai dari menyortir bentuk, atau yang akan melatihnya belajar tentang berbagai bentuk dan ruang.

  • Pilih kategori warna atau bentuk. Kemudian, secara bergiliran temukan contoh dari lingkungan sekitar Mama dan si Kecil. Misalnya, minta anak mencari benda atau barang yang berwarna biru dan bulat.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Kecerdasan Intelektual atau IQ Anak

4. Usia 4 Tahun

Pada usia ini, keterampilan memecahkan masalah menjadi lebih efektif. Misalnya anak mulai dapat melakukan hipotesis, menguji, menganalisis, dan mengevaluasi setiap tugas yang ada. 

Ia juga akan mulai melakukan sesuatu berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan rencana yang telah dibuat. 

Selain itu, sekarang si Kecil juga  dapat mengingat lebih banyak kata sehingga membuatnya dapat mengomunikasikan perasaan dan emosi dengan lebih baik.

Bahkan, si Kecil sekarang sudah bisa bermain dengan aturan. Misalnya, permainan kartu dan permainan sederhana lain yang memerlukan giliran, kesabaran, dan kerja sama.

Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif anak yang berusia 4 tahun, yaitu:

  • Main petak umpet dengan si Kecil. Kegiatan ini dapat memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi sambil mencari lokasi yang mungkin merupakan tempat Mama bersembunyi di dalam rumah.

  • Mintalah si Kecil untuk membantu Mama memilah-milah pakaian yang berbeda berdasarkan pemiliknya. Contohnya, jejerkan tas masing-masing anggota keluarga dan minta ia menebak siapa pemiliknya.

  • Buat permainan yang mengharuskan si Kecil mengikuti berbagai instruksi yang Mama berikan kepadanya. Misalnya, "Ayo duduk!", "Coba taro satu tangan di kepala!" atau "Coba berdiri dengan satu kaki!"

  • Melakukan permainan “benar atau salah”. Tanyakan hal-hal sederhana seperti, “Apakah langit warnanya hijau?” Minta ia untuk memberikan jawaban yang menurutnya benar. Kemudian tanyakan alasannya. 

  • Ajak anak untuk bermain sandiwara atau bermain peran. Misalnya, anak pura-pura menjadi dokter dan Mama menjadi pasien, anak pura-pura menjadi koki dan Papa menjadi penikmat makanannya.

5. Usia 5 Tahun

Masa prasekolah adalah fase di mana anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, terutama pada kemampuan berpikirnya. 

Berikut sejumlah kegiatan yang dapat membantu kemampuan kognitif anak usia 5 tahun:

  • Mulailah permainan "tebak-tebakan", misalnya memberikan huruf pertama dari sebuah benda di sekitar. Nantinya, si Kecil harus berpikir dan menebak berbagai pilihannya.

  • Minta si Kecil untuk memejamkan mata dan merasakan benda dengan berbagai bentuk dan tekstur untuk mengenali benda apa itu.

  • Mainkan permainan "Yang Mana yang Tidak Termasuk?". Mama bisa menamai barang-barang, seperti buku, majalah, komputer, kartu ulang tahun, dan lainnya. Kemudian, ajak ia untuk mengidentifikasi mana yang paling menarik perhatiannya disertai dengan alasannya.

  • Ajak si Kecil bermain puzzle yang menantang sehingga mengharuskannya untuk berpikir secara mandiri.

Mama bisa dapatkan lebih banyak ide stimulasi untuk mengasah kemampuan kognitif si Kecil dengan mengunduh 8 Winning Skills Stimulation Kit dari Nutriclub. Yuk, dapatkan secara gratis sekarang juga!

Baca Juga: 4 Ciri Kecerdasan Visual Spasial pada Anak dan Cara Mengoptimalkannya

Pentingnya Nutrisi yang Tepat untuk Tingkatkan Keterampilan Kognitif Anak

Selain lewat stimulasi, Mama juga bisa mendukung perkembangan kognitif dengan memberikan makanan untuk kecerdasan otak anak, seperti: 

  • Telur - mengandung kolin yang berperan besar dalam proses perkembangan otak. Selain itu juga mengandung protein, vitamin B12, dan selenium. 

  • Blueberry - mengandung flavonoid yang baik untuk meningkatkan daya ingat.

  • Seafood - kaya akan omega-3 yang sangat penting bagi keoptimalan fungsi otak. 

  • Sayuran berdaun hijau - memiliki kandungan yang dapat melindungi kesehatan otak seperti folat, flavonoid, vitamin E, dan K1. Selain itu, sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, dan kale juga kaya zat besi yang mempengaruhi kecukupan asupan oksigen untuk otak. Oksigen penting untuk menjaga otak dapat bekerja dengan baik. 

  • Kacang-kacangan - makanan ini kaya akan lemak sehat, protein, folat, zinc, dan zat besi sehingga sangat baik untuk bantu optimalkan fungsi kognitif si Kecil.

Penting juga bantu melengkapi kebutuhan gizi optimal si Kecil dengan dampingan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti susu Nutrilon Royal 3. 

Nutrilon Royal 3 hadir sebagai "The Formula For Winning Child" yang secara saintifik menggabungkan advanced ingredients Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA lebih tinggi serta teruji klinis untuk perkuat imunitas dan maksimalkan inteligensi anak, menjadikannya nutrisi optimal siapkan si Kecil jadi pemenang.

Yuk, daftar di Nutriclub untuk dapatkan promo serta penawaran menarik seputar susu Nutrilon!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. View of Exploring key cognitive indicators for practical use by parents in community setting. (2024). Worldnutrijournal.org. https://worldnutrijournal.org/OJS/index.php/WNJ/article/view/View%20PDF%20%7C%20WNJ.V06.S2.0005/312

  2. Nazan Sezen, & Bülbül, A. (2011). A scale on logical thinking abilities. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 15, 2476–2480. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.04.131

  3. Take a Deeper Look Into Human Memory. Verywell Mind. (2022) https://www.verywellmind.com/what-is-memory-2795006

  4. Kubala, J. (2021, April 12). 9 Brain Foods for Kids. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/brain-food-for-kids#1.-Eggs

Artikel Terkait
floating-icon