Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

7 Penyebab Anak Gampang Sakit yang Harus Diwaspadai

Kesehatan

7 Penyebab Anak Gampang Sakit yang Harus Diwaspadai


Belum lama sembuh, Si Kecil sudah sakit lagi. Mama pernah mengalami hal tersebut? Anak gampang sakit merupakan salah satu keluhan yang paling sering dilontarkan orang tua. Anak-anak, terutama usia balita memang lebih rentan terkena penyakit, seperti batuk pilek, penyakit infeksi lainnya, ataupun penyakit akibat alergi.

Mengapa Anak Gampang Sakit?

Anak usia di bawah lima tahun terutama rentan terhadap penyakit infeksi seperti malaria, pneumonia, diare, dan tuberkulosis. 1, 2 Berikut ini beberapa penyebab anak gampang sakit yang harus Mama ketahui:

7 Penyebab Anak Gampang Sakit

1. Sistem kekebalan tubuh belum sempurna

Pada tiga bulan terakhir masa kehamilan, bayi mendapat antibodi ibu melalui plasenta. Antibodi tersebut berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Bayi yang lahir prematur akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah karena antibodi yang diberikan ibu tidak sebanyak kepada bayi yang lahir cukup bulan. Namun, imunitas tersebut hanya sementara dan menurun dalam beberapa minggu atau bulan.

Pada usia 6 bulan, imunitas dari ibu sudah hilang dan Si Kecil harus membangun sistem imunnya sendiri. Pada usia ini, Si Kecil jadi gampang sakit karena sistem imunnya masih berkembang dan belum sempurna. Penyakit yang paling sering adalah infeksi saluran pernapasan atas, seperti batuk pilek. Umumnya, bayi dan balita sakit batuk pilek tujuh sampai delapan kali per tahun.4

2. Tidak mendapat cukup ASI

Selain sebagai sumber nutrisi Si Kecil, ASI mempunyai daya proteksi dan mengandung antibodi. Selain itu, ASI juga mengandung vitamin A, C, dan E, serta enzim dan hormon yang tidak didapatkan dalam susu formula.

Berbagai penelitian menunjukkan pemberian ASI pada bayi mengurangi terjadinya diare dan infeksi saluran pernapasan yang merupakan penyakit paling sering pada anak. Selain melindungi dari penyakit infeksi, ASI juga menurunkan risiko alergi. Beberapa penelitian memperlihatkan pemberian ASI eksklusif selama 4-6 bulan menurunkan kejadian penyakit alergi.5,6

3. Alergi

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menyerang kuman dan virus agar tubuh tidak menjadi sakit. Namun, pada penderita alergi, sistem kekebalan tubuh terlalu sensitif dan bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Sistem imun yang belum sempurna pada anak ternyata bukan hanya menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit infeksi, namun juga penyakit alergi.7 Beberapa faktor yang memengaruhi kejadian alergi pada anak adalah genetik, tidak mendapat ASI, dan tidak mengenalkan berbagai jenis makanan sesuai usianya. Berbagai gejala yang dapat muncul pada penyakit alergi adalah:

  • bersin, pilek, dan hidung tersumbat
  • gatal, muncul ruam pada kulit, mata merah, kulit kering
  • gejala asma, seperti sesak nafas, batuk, dan bunyi mengi saat bernapas.

4. Paparan asap rokok

Faktor yang tidak kalah penting terhadap kesehatan anak adalah lingkungan. Polusi lingkungan, seperti polusi udara dan paparan asap rokok akan menurunkan sistem imun dan merusak saluran pernapasan Si Kecil. Hindari mengasuh anak sambil merokok dan merokok di dalam rumah. Setelah merokok, pastikan mencuci tangan, mandi, dan ganti baju baru mengasuh anak. Beberapa efek dari pajanan rokok pada anak adalah:8,9

  • gangguan kecerdasan (kognitif)
  • meningkatkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah
  • keganasan atau kanker
  • gangguan perilaku
  • asma
  • infeksi telinga tengah
  • memperlambat proses penyembuhan luka.

5. Obesitas

Ketika Si Kecil susah makan dan kurus, Mama jadi sering membandingkan dengan teman-temannya yang lebih gemuk. Namun, anggapan bahwa gemuk itu sehat dan lucu itu sebetulnya hanya mitos. Ternyata, anak gemuk justru mudah sakit. Memiliki berat badan yang ideal dan sesuai dengan grafik pertumbuhan yang harus diperhatikan Mama. Anak gemuk seringkali sudah mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti ngorok, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, perlemakan hati, asma, gangguan tidur, kaki bengkok membentuk huruf O, bahkan kencing manis. Agar anak tidak obesitas, Mama sebaiknya menerapkan jadwal makan yang teratur sehingga Si Kecil belajar rasa lapar dan kenyang. Selain itu, pastikan Si Kecil aktif melakukan aktivitas fisik sesuai usianya.10

6. Tidak menjaga kebersihan

Menjaga kebersihan merupakan salah satu faktor utama untuk mencegah anak gampang sakit. Sebelum menyiapkan makanan Si Kecil, pastikan Mama sudah mencuci tangan dan bahan makanan dalam keadaan bersih. Ajarkan juga pada Si Kecil untuk selalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah menyentuh benda-benda. Mama juga perlu menjaga kondisi rumah bebas dari debu dan kotoran.11

7. Tidak imunisasi

Imunisasi penting untuk mencegah bergabai macam penyakit. Dalam waktu 4-6 minggu setelah imunisasi akan timbul antibodi spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit, sehingga Si Kecil tidak tertular infeksi. Imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah dan bisa didapat secara gratis di Puskesmas atau Posyandu adalah BCG, hepatitis B, polio, DPT, dan campak.12

Itu tadi beberapa penyebab anak gampang sakit. Semoga informasi ini membantu, ya Ma!

Yuk, jaga imunitas anak dengan cek tools yang disediakan oleh Nutriclub di bawah ini.

  1. Should I be worried if my child gets sick too often? [Internet]. Salt Lake City: University of Utah Health; 2018 [cited 2021 August 13]. Available from: https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_5nzgsffm 
  2. United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF). Childhood disease [Internet]. New York: UNICEF; [cited 2021 August 13]. Available from: https://www.unicef.org/health/childhood-diseases
  3. American Phychological Association. Parents of ill children [Internet]. Washington: APA; 2011 [cited 2021 August 13]. Available from: https://www.apa.org/pi/about/publications/caregivers/practice-settings/intervention/child-illness 
  4. National Health Service (NHS). How long do babies carry their mother’s immunity? [Internet]. London: NHS; 2021 [updated 2021 June 9; cited 2021 August 13]. Available from: https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/how-long-do-babies-carry-their-mothers-immunity/
  5. Munasir Z, Kurniati N. Air susu ibu dan kekebalan tubuh [Internet]. Jakarta: IDAI; 2013 [updated 2013 August 23; cited 2021 August 13]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh
  6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Faktor protekrif di dalam air susu ibu [Internet]. Jakarta: IDAI; 2013 [updated 2013 August 26; cited 2021 August 13]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/faktor-protektif-di-dalam-air-susu-ibu
  7. Chad Z. Allergies in children. Paediatr Child Health. 2001 Oct;6(8):555-66. 
  8. Allergies in children [Internet]. Los Angeles; Cedars-Sinai: [cited 2021 August 13]. Available from: https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/a/allergies-in-children.html
  9. P2PTM Kemenkes RI. Apa saja efek pajanan rokok pada anak? [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2018 [updated 2018 September 6; cited 2021 August 13]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/page/2/apa-saja-efek-pajanan-rokok-pada-anak
  10. Hafifah CN. Anak gemuk lebih berisiko terkena berbagai penyakit [Internet]. Jakarta: IDAI; 2017 [updated 2017 April 6; cited 2021 August 13]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/anak-gemuk-lebih-berisiko-terkena-berbagai-penyakit
  11. P2PTM Kemenkes RI. Tips agar anak terlindungi dari berbagai gangguan kesehatan – menjaga kebersihan [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2019 [updated 2019 July 23; cited 2021 August 13]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/15/tips-agar-anak-terlindungi-dari-berbagai-gangguan-kesehatan-menjaga-kebersihan
  12. Kementrian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pentingnya imunisasi [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2016 [updated 2016 August 29; cited 2021 August 13]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/?p=5422

 

comment-iconcomment-icon