Berat badan bayi bisa berbeda-beda menurut usianya. Saat lahir, rentang normal umumnya berada di kisaran 2,4–3,8 kg. Pada bulan-bulan pertama, berat badan biasanya naik sekitar 800–900 gram setiap bulan. Perkembangan ini dapat dipantau lewat grafik pertumbuhan WHO untuk memastikan bayi tumbuh optimal, di mana bayi laki-laki umumnya memiliki bobot sedikit lebih tinggi dibanding bayi perempuan.
Apa yang Dimaksud Berat Badan Ideal pada Bayi?
Berat badan ideal bukan berarti semua bayi harus punya angka yang sama persis di timbangan. Ideal artinya BB bayi berada dalam rentang normal sesuai usia, jenis kelamin, dan kurva pertumbuhan.
WHO memakai kurva pertumbuhan khusus untuk menilai apakah BB bayi normal, kurang, atau lebih. Dari sini, dokter dapat mengecek tumbuh kembang dan status gizinya.
Selama BB bayi berada dalam rentang normal di grafik pertumbuhan dan bayi tumbuh aktif, Mama tidak perlu khawatir. Fokuslah pada pemantauan rutin ke dokter dan nutrisi seimbang untuk si Kecil.
Tabel Berat Badan Bayi 0-12 Bulan Menurut WHO
Mama bisa melihat tabel berat badan bayi 0-12 bulan menurut standar WHO sebagai acuan untuk mengukur berat badan si Kecil, seperti berikut:
Berat Badan Bayi Laki-Laki 0-12 Bulan
|
Usia |
Berat badan (kg) |
|
0 bulan |
2,5-3,9 |
|
1 bulan |
3,4-5,1 |
|
2 bulan |
4,3-6,3 |
|
3 bulan |
5,0-7,2 |
|
4 bulan |
5,6-7,8 |
|
5 bulan |
6,0-8,4 |
|
6 bulan |
6,4-8,8 |
|
7 bulan |
6,7-9,2 |
|
8 bulan |
6,9-9,6 |
|
9 bulan |
7,1-9,9 |
|
10 bulan |
7,4-10,2 |
|
11 bulan |
7,6-10,5 |
|
12 bulan |
7,7-10,8 |
Berat badan bayi laki-laki bisa dikatakan normal jika angkanya kurang lebih berada dalam rentang di tabel untuk usianya.
Jika BB bayi jauh di bawah rentang tersebut, bisa jadi ia kurang gizi. Bila jauh di atas rentang, BB bayi termasuk berlebih. Dokter biasanya akan mengecek pola makan dan tumbuh kembang si Kecil.
Berat Badan Bayi Perempuan 0-12 Bulan
|
Usia |
Berat badan (kg) |
|
0 bulan |
2,4-3,7 |
|
1 bulan |
3,2-4,8 |
|
2 bulan |
3,9-5,8 |
|
3 bulan |
4,5-6,6 |
|
4 bulan |
5,0-7,3 |
|
5 bulan |
5,4-7,8 |
|
6 bulan |
5,7-8,2 |
|
7 bulan |
6,0-8,6 |
|
8 bulan |
6,3-9,0 |
|
9 bulan |
6,5-9,3 |
|
10 bulan |
6,7-9,6 |
|
11 bulan |
6,9-9,9 |
|
12 bulan |
7,0-10,0 |
Berat badan bayi perempuan normal bila berada dalam kisaran angka di tabel. Jika BB bayi jauh di bawah rentang, ini indikasi awal berat badan kurang dan perlu pemantauan nutrisi.
Sebaliknya, bila jauh melebihi rentang, bayi bisa tergolong memiliki berat badan berlebih. Biasanya, dokter akan mengevaluasi kembali pola makan dan tumbuh kembang si Kecil.
Baca Juga: Berat Normal Bayi Baru Lahir dan Faktor yang Memengaruhinya
Cara Cek Berat Badan Ideal Bayi di Rumah
Mama bisa memantau apakah BB bayi mendekati ideal dengan menimbangnya secara rutin di rumah. Hasil timbangan ini dapat dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO.
1. Timbang Berat Badan dengan Benar
Cara menghitung BB bayi dengan akurat adalah menggunakan timbangan digital dan menimbang di waktu yang sama. Pakaikan bayi baju seringan mungkin, idealnya tanpa popok.
Letakkan timbangan di permukaan datar dan stabil, lalu pastikan angkanya kembali ke nol sebelum digunakan.
Jika bayi sudah bisa berdiri tegak, Mama boleh menimbangnya sambil berdiri dengan pengawasan. Bila bayi sulit diam, gunakan metode “timbang Mama + bayi”.
Mama naik timbangan dan catat angka, lalu naik lagi sambil menggendong bayi, kemudian kurangi angka kedua dengan angka pertama.
2. Bandingkan Hasil Timbangan dengan Tabel WHO
Setelah menimbang, Mama bisa mencocokkan hasilnya dengan tabel BB bayi yang sudah dibahas sebelumnya. Kalau masih dalam rentang WHO berarti berat bayi tergolong normal.
Sementara, jika jauh di bawah tandanya kemungkinan berat kurang/risiko gizi kurang. Jika jauh di atas, berarti kemungkinan overweight atau kelebihan berat badan.
Bila hanya sedikit di luar rentang, Mama tidak perlu langsung panik. Sebaiknya, lihat dulu perkembangan berat badan bayi setiap bulan dan konsultasikan ke dokter bila perlu.
3. Cek Pola Kenaikan Tiap Bulan
Selain melihat berat total, penting juga untuk memantau pola perkembangan berat badan bayi tiap bulan.
WHO memberikan panduan rata-rata kenaikan berat badan per bulan yang bisa Mama jadikan acuan apakah pertumbuhan si Kecil masih sesuai.
|
Usia bayi |
Kenaikan BB rata-rata per bulan |
Catatan penting |
|
0-1 bulan |
600-900 g |
Growth spurt pertama, bayi menyusu sangat sering. |
|
1-2 bulan |
600-900 g |
ASI eksklusif, kenaikan biasanya stabil dan cepat. |
|
2-3 bulan |
600-800 g |
Bayi mulai lebih kuat menyusu, tidur panjang. |
|
3-4 bulan |
500-700 g |
Growth spurt usia 4 bulan. |
|
4-5 bulan |
400-600 g |
Bayi mulai mudah terdistraksi saat menyusu. |
|
5-6 bulan |
400-600 g |
Di akhir bulan ke-6 biasanya BB bayi mencapai 2x berat lahir. |
|
6-7 bulan |
400-500 g |
Mulai MPASI, kebutuhan kalori meningkat. |
|
7-8 bulan |
300-500 g |
Bayi mulai merangkak, pembakaran energi meningkat. |
|
8-9 bulan |
300-400 g |
MPASI harus padat energi (bukan hanya bubur encer). |
|
9-10 bulan |
300-400 g |
Mulai belajar berdiri dan cruising, makin aktif. |
|
10-11 bulan |
200-300 g |
Kenaikan lambat normal karena aktivitas tinggi. |
|
11-12 bulan |
200-300 g |
Mendekati 1 tahun, BB biasanya 3x berat lahir. |
Perlu diingat, angka di tabel adalah rata-rata, jadi wajar jika kenaikan bayi sedikit di atas atau di bawahnya selama trennya terus naik.
Waspadai bila BB bayi tidak naik sama sekali atau justru turun. Jika kenaikan berat badan stagnan selama 2-3 minggu berturut-turut, sebaiknya Mama konsultasi dengan dokter.
Baca Juga: Mengenal Weight Faltering, Faktor Risiko Stunting pada si Kecil
4. Cocokkan dengan Panjang Badan untuk Hasil Lebih Akurat
Selain menimbang, Mama juga perlu mengukur panjang badan bayi dengan meteran kain agar penilaian gizinya lebih tepat.
Caranya, baringkan bayi di alas datar, luruskan kakinya perlahan, lalu ukur dari ujung kepala hingga telapak kaki.
Lalu, plot hasil berat dan panjang badan ke grafik BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan). Dari grafik ini, dokter akan menilai status gizi bayi (gizi baik, kurang gizi, gizi lebih, atau obesitas).
5. Lakukan Pemantauan Rutin Minimal Sekali Sebulan
Ma, biasakan mencatat BB, PB, frekuensi makan/minum, dan pola tidur bayi setiap bulan. Jadi, Mama bisa melihat apakah grafik pertumbuhannya naik stabil atau justru melambat.
Ingat, pemantauan rutin bulanan jauh lebih penting dibanding hanya mengandalkan satu kali hasil penimbangan.
Jika ada perubahan yang terasa janggal, catatan ini juga akan membantu dokter saat evaluasi tumbuh kembang si Kecil.
Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi
BB bayi tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tapi juga banyak faktor lain yang sangat individual. Mama tidak perlu langsung cemas saat angka timbangan berbeda dengan bayi lain seusianya.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi BB bayi:
- Jenis kelamin
- Nutrisi (ASI/MPASI)
- Kelahiran prematur
- Penyakit tertentu
- Genetik
Baca Juga: Ukuran Lingkar Kepala Bayi yang Normal Sesuai Usianya
Cara Menaikkan Berat Badan Bayi dengan Aman
Idealnya, bayi Mama akan mengalami pertambahan berat badan di setiap bulannya. Untuk mendukung peningkatan BB bayi normal, Mama bisa coba lakukan beberapa hal berikut ini:
1. Berikan ASI Sesuai Kebutuhan
Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hingga anak 2 tahun. Susui bayi setiap dua hingga tiga jam sekali, serta tiap si Kecil menunjukkan tanda lapar dan ingin menyusu.
Perhatikan apakah bayi mengalami tongue-tie, sehingga membuatnya sulit menyusu dari payudara. Amati pula posisi pelekatan mulut bayi dengan puting Mama selama menyusu.
Hindari memberikan makanan selain ASI di umur kurang dari 6 bulan ya, Ma. Terlalu cepat memberikan MPASI justru akan membuat si Kecil kesulitan mencerna makanan tersebut.
2. MPASI Padat Gizi Tinggi
Saat MPASI dimulai, berikan si Kecil makanan yang padat energi dan kaya zat gizi. Lalu, kombinasikan sumber karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, serta sayur dan buah.
Gunakan bahan lokal seperti telur, daging, ikan, tahu, tempe, dan minyak sehat dalam porsi cukup. MPASI yang tepat membantu kenaikan BB bayi.
3. Frekuensi Makan dan Lemak Sehat
Pastikan frekuensi makan dan camilan bayi sesuai usianya. Misalnya, 2-3 kali MPASI utama dan 1-2 kali camilan sebagai selingan. Semakin besar usia, porsi dan tekstur bisa ditingkatkan.
Jangan lupa menambahkan lemak sehat (minyak sayur, butter, santan, atau alpukat) ke dalam MPASI. Lemak sehat membantu menambah kalori dan mendukung tumbuh kembang otak si Kecil.
Baca Juga: Mengenal Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)
4. Perbaikan Kualitas Tidur
Tidur cukup berperan penting dalam menambah BB bayi lho, Ma. Menurut studi Journal of Medicinal Food, hormon pertumbuhan anak bekerja maksimal saat ia sedang tidur.
Bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan membutuhkan waktu tidur sebanyak 14-17 jam. Lalu, bayi berusia 3 bulan sampai 11 bulan disarankan untuk tidur sebanyak 12-17 jam.
Nah, ketika usianya sudah mencapai 12 bulan hingga 2 tahun, bayi bisa tidur selama 11-14 jam lamanya. Mama juga bisa membiasakan tidur siang agar perkembangan dan BB bayi berjalan optimal.
5. Periksakan Bila Perlu
Jika BB bayi jauh di bawah atau di atas rentang normal, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau tenaga medis. Jangan menunda jika Mama merasa ada yang tidak biasa!
Dokter akan menilai pola makan, riwayat kesehatan, dan faktor lain yang memengaruhi berat badan. Dari sana, Mama akan mendapat saran spesifik yang sesuai kebutuhan si Kecil.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Anak?
Berat badan penting sebagai indikator tumbuh kembang bayi, perubahan naik turun sedikit juga masih dianggap wajar.
Namun, orang tua juga perlu memperhatikan tinggi badan serta perkembangan motorik lainnya untuk mendapatkan gambaran pertumbuhan yang lebih lengkap.
Lalu jika Mama menemukan tanda-tanda berikut, segera konsultasi ke dokter anak.
- Jika berat tidak naik selama 2 bulan
- Bayi tampak lemas atau kurang responsif
- Tanda dehidrasi
- Riwayat penyakit tertentu
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
