Loading...
    Banner Artikel Cara Mengenalkan MPASI Pertama: Panduan Lengkap agar Si Kecil Mau Makan
    Nutrisi

    Cara Mengenalkan MPASI Pertama: Panduan Lengkap agar Si Kecil Mau Makan

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 15 Januari 2020

    Diperbarui: 29 Juni 2026


    • Apa Itu MPASI dan Kenapa Penting untuk Bayi?
    • Kapan Bayi Siap MPASI Pertama?
    • Cara Mengenalkan MPASI Pertama Kali pada Bayi
    • MPASI Pertama yang Baik untuk Bayi
    • MPASI Pertama Apakah Harus Menu Lengkap?
    • Jadwal dan Porsi MPASI Pertama
    • Kesalahan Umum Saat Mengenalkan MPASI Pertama
    • Tanda Bayi Cocok dengan MPASI
    • Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

    Cara mengenalkan MPASI pertama kali dapat dimulai saat bayi berusia 6 bulan, ketika kebutuhan nutrisinya sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja. Awali dengan porsi kecil sekitar 1-2 sendok makan dan pilih tekstur yang lembut agar bayi lebih mudah beradaptasi. Pada awal pemberian MPASI, kenalkan satu jenis makanan terlebih dahulu untuk melihat respons, lalu tingkatkan porsi, frekuensi makan, dan tekstur MPASI secara bertahap sesuai usianya.

    Apa Itu MPASI dan Kenapa Penting untuk Bayi?

    MPASI atau Makanan Pendamping ASI adalah makanan yang mulai diberikan kepada bayi saat berusia 6 bulan. 

    Pada usia ini, memberikan makanan pada bayi menjadi penting karena kebutuhan nutrisinya semakin meningkat dan ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi bayi.

    Pemberian MPASI akan membantu bayi mendapatkan nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, zat besi, zinc, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Nutrisi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh bayi.

    Kapan Bayi Siap MPASI Pertama?

    IDAI menganjurkan MPASI pertama diberikan saat bayi berusia 6 bulan, karena pada usia ini kebutuhan nutrisi seperti zat besi dan energi sudah tidak bisa dipenuhi ASI eksklusif saja.

    Namun, kesiapan tiap bayi berbeda, sehingga selain usia, penting juga melihat tanda-tanda bayi siap MPASI. 

    Tanda bayi siap MPASI yakni refleks menjulurkan lidah berkurang, bisa menahan kepala tegak, dapat duduk sendiri atau dengan sedikit bantuan, dan bisa jaga keseimbangan tubuh saat meraih benda.

    MPASI yang diberikan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada bayi. Sebaliknya, MPASI yang terlambat dapat membuat kebutuhan energi dan nutrisi bayi tidak terpenuhi secara optimal sehingga memengaruhi tumbuh kembangnya. 

    Baca Juga: 30 Menu MPASI 6 Bulan Selama Sebulan yang Bergizi

    Cara Mengenalkan MPASI Pertama Kali pada Bayi

    MPASI pertama bukan hanya tentang memberi makan, tapi juga mengenalkan proses makan yang melibatkan belajar rasa, tekstur, dan melatih kemampuan motorik si Kecil.

    Oleh karena itu, pengenalan MPASI pertama perlu dilakukan dengan sabar dan bertahap agar si Kecil merasa nyaman dan senang menjalaninya.

    1. Mulai dari Porsi Kecil

    Pada awal pemberian MPASI, sebaiknya mulai dengan porsi kecil, misalnya 1–2 sendok teh makanan halus atau sereal bayi. 

    Porsi yang sedikit ini membantu bayi beradaptasi dengan rasa dan tekstur baru tanpa merasa terbebani. 

    Seiring waktu, jumlahnya bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan respons dan kebutuhan si Kecil.

    2. Pilih Tekstur yang Sesuai

    Saat pengenalan MPASI pertama, Mama bisa mulai dengan tekstur halus atau bubur encer. Seiring waktu, teksturnya bisa dikentalkan agar kebutuhan gizi bayi lebih tercukupi. 

    Setelah bubur saring, lanjutkan ke cincang halus, finger food, camilan, makanan lunak dengan lauk cincang, hingga akhirnya bayi bisa makan makanan keluarga. 

    Sebagai gambaran, berikut tekstur MPASI bayi:

    Usia

    Tekstur

    6-8 bulan

    Puree/lumat, bubur kental

    9-11 bulan

    Cincang halus dan finger food

    12 bulan

    Makanan keluarga

    3. Kenalkan Satu Jenis Makanan Dulu

    Salah satu cara mengenalkan MPASI pertama kali pada bayi adalah memberikan satu jenis makanan terlebih dahulu. Cara ini membantu Bunda mengenali apakah ada reaksi alergi atau keluhan tertentu setelah bayi mencoba makanan baru.

    Selain itu, mengenalkan makanan satu per satu juga membantu bayi beradaptasi dengan rasa, aroma, dan tekstur yang berbeda. 

    Setelah bayi terbiasa dan tidak menunjukkan reaksi tertentu, Bunda dapat mulai memperkenalkan variasi makanan lainnya secara bertahap.

    4. Berikan Saat Bayi Tenang

    Agar pengalaman makan pertama lebih nyaman, berikan MPASI saat bayi dalam kondisi tenang dan tidak terlalu lapar atau terlalu kenyang. Misalnya, sekitar 1 jam setelah menyusui.

    Saat bayi merasa nyaman, ia biasanya lebih mudah menerima makanan baru dan lebih tertarik mencoba rasa serta tekstur yang berbeda. Hal ini dapat membantu proses pengenalan MPASI berjalan lebih lancar. 

    5. Jangan Memaksa Bayi Makan

    Saat mulai MPASI, Mama sebaiknya menerapkan responsive feeding, yaitu memperhatikan dan merespons tanda lapar maupun kenyang yang ditunjukkan bayi. Cara ini membantu bayi belajar mengenali kebutuhan makannya sendiri sejak dini. 

    Perhatikan juga kesiapan makan bayi, seperti mulai membuka mulut saat ingin makan, condong ke arah makanan ketika lapar, atau menoleh dan menutup mulut saat sudah kenyang.

    Jika bayi menolak makanan, hindari memaksa atau membujuk secara berlebihan. Sebagai bagian dari cara mengenalkan MPASI pada bayi, berikan kesempatan bagi si Kecil untuk mengenal makanan baru dengan nyaman dan sesuai ritme perkembangannya.

    6. Biarkan Bayi Bereksplorasi

    Cara mengenalkan MPASI pertama kali selanjutnya yakni dengan membiarkan si Kecil menyentuh, memegang, dan mencoba makanannya sendiri karena ini merupakan bagian dari proses belajar makan. 

    Melalui cara ini, bayi dapat mengenal rasa, tekstur, warna, aroma, dan bentuk makanan. Saat proses ini berlangsung, makanan mungkin akan berceceran atau membuat area makan menjadi berantakan (messy eating). 

    Tenang, Ma, hal ini normal. Melalui eksplorasi ini, bayi juga menjalani sensory learning, yaitu proses belajar mengenal rasa, tekstur, warna, aroma, dan bentuk makanan.

    Baca Juga: 15 Makanan Bayi 6 Bulan untuk Kecerdasan Otak dan Resepnya

    MPASI Pertama yang Baik untuk Bayi

    MPASI pertama sebaiknya mudah ditelan, sesuai usia bayi, dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

    Mama tidak perlu bingung memilih menu yang terlalu rumit. Kuncinya, pastikan bayi mendapatkan makanan bergizi dan belajar makan secara bertahap. 

    Di awal masa perkenalan MPASI, berikan makanan bertekstur lembut yang mudah ditelan dan tidak membuat bayi tersedak. Misalnya, bubur fortifikasi, puree sayur, serta puree buah.

    Protein hewani termasuk salah satu sumber nutrisi penting yang tidak boleh terlewat karena dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sumbernya bisa dari daging sapi, daging ayam, ikan, dan telur.

    MPASI Pertama Apakah Harus Menu Lengkap?

    Ya, MPASI pertama sangat disarankan diberikan dalam menu lengkap, dan bukan menu tunggal seperti bubur nasi saja, buah saja, atau daging saja. 

    Sebab setelah usia 6 bulan, bayi membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitasnya. 

    Saat ini, WHO dan IDAI menganjurkan pemberian menu MPASI lengkap yang mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. 

    Dengan menu yang beragam, bayi dapat memperoleh lebih banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

    Jadwal dan Porsi MPASI Pertama

    Di awal MPASI, bayi usia 6 bulan umumnya mulai makan 2-3 kali sehari dengan porsi kecil sekitar 1-2 sendok makan setiap kali makan. 

    Tujuan utamanya adalah membantu bayi beradaptasi dengan makanan selain ASI, bukan langsung menggantikan ASI sebagai sumber nutrisi utama.

    Seiring bertambahnya usia, porsi dan frekuensi makan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan makan bayi. 

    ASI tetap bisa diberikan sesuai keinginan bayi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

    Kesalahan Umum Saat Mengenalkan MPASI Pertama

    Berikut ini beberapa kesalahan umum yang perlu Mama perhatikan saat pengenalan MPASI pertama:

    • Memperkenalkan makanan terlalu cepat secara tekstur, jumlah, dan variasi yang banyak sekaligus.
    • Menyajikan tekstur MPASI yang terlalu kasar atau belum sesuai usia bayi.
    • Memberikan MPASI tinggi garam dan gula.
    • Memberikan makanan yang membuat bayi tersedak.
    • Menyamakan porsi dan kebutuhan makan bayi dengan orang dewasa.
    • Memaksa anak untuk makan, sehingga kemampuan alami mereka untuk mengetahui tanda lapar dan kenyang menjadi terganggu. 
    • Mudah menyerah saat mengenalkan jenis makanan baru.
    • Berasumsi bahwa bayi tidak menyukai makanan tertentu, bahkan sebelum sempat mencobanya.
    • Memberikan makanan instan tanpa mencari tahu kandungan di dalamnya. Contohnya memberikan makanan tinggi lemak, pemanis, atau tambahan penyedap rasa.
    • Kurang berinteraksi dengan si Kecil saat memberikan MPASI. 
    • Membiarkan bayi menonton lewat gadget atau TV selama makan. 
    • Memberikan madu sebelum bayi berusia 1 tahun. Madu dapat menyebabkan botulisme yang mengancam nyawa bayi. 

    Perlu dipahami, bayi menolak MPASI itu normal dan sering terjadi pada awal masa pengenalan makanan. 

    Tetap sabar dan terus kenalkan makanan baru secara bertahap karena bayi biasanya membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum mau menerimanya. 

    Baca Juga: 6 Penyebab Bayi 6 Bulan Tidak Mau Menelan Makanan dan Cara Mengatasinya

    Tanda Bayi Cocok dengan MPASI

    Setiap bayi dapat menunjukkan respons yang berbeda saat mulai MPASI. Namun, ada beberapa tanda yang umumnya menunjukkan bahwa si Kecil dapat menerima MPASI dengan baik.

    • BAB tetap lancar dan tidak mengalami gangguan pencernaan yang berkepanjangan.
    • Bayi terlihat aktif dan tetap berenergi seperti biasanya.
    • Berat badan bertambah sesuai dengan pertumbuhan usianya.
    • Bayi mau membuka mulut saat ditawari makanan.
    • Bayi tertarik mencoba makanan dan tidak selalu menolak saat waktu makan.
    • Tidak muncul tanda alergi atau keluhan yang mengganggu setelah mengonsumsi makanan tertentu.
    • Bayi dapat menerima peningkatan tekstur makanan secara bertahap sesuai usianya.

    Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

    Proses pengenalan MPASI memang tidak selalu berjalan mulus dan ini termasuk normal. Namun, Mama bisa memeriksakan si Kecil ke dokter bila mengalami kondisi berikut sejak mulai makan MPASI:

    • Bayi muntah terus-menerus setelah makan atau minum.
    • Muncul tanda alergi seperti ruam, bengkak, muntah, diare, atau sesak napas setelah mengonsumsi makanan tertentu.
    • Berat badan bayi sulit naik atau tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan.
    • Bayi sering tersedak saat makan, terutama jika terjadi berulang kali.
    • Bayi mengalami gerakan tutup mulut (GTM) yang berlangsung lama hingga memengaruhi asupan nutrisinya.
    • Bayi mengalami diare, sembelit, atau gangguan pencernaan yang tidak kunjung membaik.
    • Bunda merasa khawatir karena bayi terus menolak makan atau mengalami kesulitan saat proses MPASI.

    Lakukan dengan sabar, bertahap, dan sesuai kebutuhan usianya agar bayi terbiasa menikmati pengalaman makan yang sehat dan menyenangkan.

    Pengenalan MPASI pertama bukan sekadar soal menu, tapi soal tepat tekstur, porsi, jadwal, dan respons bayi. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang dan dapatkan akses panduan MPASI berbasis ahli, inspirasi menu sesuai usia, serta dukungan nutrisi yang telah expert-verified untuk membantu Mama menjalani fase MPASI dengan lebih percaya diri. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Kemenkes RI Editorial Team. (2018, July 12). Apa itu MP ASI? Apa Pengaruhnya untuk Perkembangan Bayi?. Kemkes.Go.Id. https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-mp-asi-apa-pengaruhnya-untuk-perkembangan-bayi
    2. Buku Resep MPASI (Makanan Pendamping ASI). (2023, May 23). Kemkes.Go.Id. https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-resep-makanan-lokal
    3. NHS Editorial Team. (2023, June). 6 months - Feeding your baby - Best Start in Life - NHS. Nhs.Uk. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/weaning/what-to-feed-your-baby/from-around-6-months/
    4. Kemenkes RI Editorial Team. ‌(2024, April 6). Ingin Si Kecil Tumbuh Optimal? Resep MPASI Lengkap Jawabannya!. Kemkes.Go.Id. https://ayosehat.kemkes.go.id/resep-mpasi-lengkap
    5. ‌IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (n.d.). Www.idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
    6. Editorial. (n.d.). IDAI | Makanan Pendamping ASI (MPASI). Www.idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi
    7. IDAI | Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana? (n.d.). Www.idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana
    8. Editorial. (n.d.). Baby’s first foods: How to introduce solids to your baby. BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/solids-finger-foods/introducing-solids_113
    9. Editorial. (2016). THE IMPORTANCE AND STAGES OF GIVING MPASI TO BABIES. Rsmmbogor.com. https://rsmmbogor.com/the-importance-and-stages-of-giving-mpasi-to-babies
    Artikel Terkait

    Keuntungan Daftar Nutriclub

    Icon Info & Tips Eksklusif via WA

    Info & Tips Eksklusif via WA

    Panduan tumbuh kembang bulanan si Kecil langsung di genggaman Mama

    Icon 24/7 Nutriclub Expert Advisor

    24/7 Nutriclub Expert Advisor

    Hubungi ahli untuk pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan informasi terkait Nutriclub melalui Whatsapp/call center

    Gabung Nutriclub

    *yang sudah terhubung dengan WhatsApp
    Minimal 8 Karakter, Memiliki 1 angka (0-9) dan 1 karakter spesial (@#$%^&)
    *Usia si Kecil Maksimal 7 Tahun