Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Ilustrasi margarin untuk MPASI - Nutriclub.
Nutrisi

6 Manfaat Margarin untuk MPASI dan Cara Mengolahnya

Article Oleh : Febriyani Suryaningrum 21 Juni 2024

Margarin sering ditambahkan pada MPASI sebagai asupan lemak tambahan yang sehat. Selain itu, apa lagi manfaat margarin untuk MPASI dan bagaimana cara mengolahnya?

Manfaat Margarin untuk Bayi

Sebagai salah satu “bumbu” penyedap makanan sehari-hari, ada setidaknya 4 manfaat utama margarin untuk mendukung tumbuh kembang bayi agar optimal, yaitu:

1. Bernutrisi Tinggi 

Margarin dikatakan dapat bantu memperkaya MPASI karena mengandung banyak nutrisi penting bagi tumbuh kembang si Kecil supaya optimal.

Menurut U.S. Department of Agriculture, margarin tanpa garam kaya akan asam lemak esensial, protein, kalsium, kolin, magnesium, folat, vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. 

2. Sumber Lemak Tambahan

Margarin untuk MPASI yang difortifikasi omega-3 dapat menjadi sumber lemak esensial yang penting untuk pertumbuhan otak optimal.

Selain itu, lemak dalam porsi yang adekuat juga dibutuhkan oleh tubuh si Kecil untuk dapat  melakukan penyerapan vitamin A, D, E, dan K secara optimal.  

3. Dukung Fungsi Kognitif

Asam lemak esensial, vitamin E, dan vitamin D berperan besar dalam perkembangan area lobus frontal otak yang bertanggung jawab pada fungsi kognitif seperti fokus, memori, dan pengendalian emosi. 

Vitamin D berperan dalam proses pembentukan mielin, selubung saraf yang bertugas mengirim informasi antar sel otak. Dengan begitu, si Kecil lebih cepat tangkap.

Kemudian, sifat antioksidan yang dimiliki vitamin E dapat menjaga kesehatan sel-sel otak dan kemampuannya untuk berkembang sepanjang waktu.

4. Rendah Kolesterol

Menurut penelitian, margarin merupakan bahan makanan yang rendah kandungan lemak jenuh dan bebas kolesterol. 

Hal ini menjadikan margarin salah satu bahan makanan pemerkaya MPASI yang sehat dan aman untuk diberikan dalam jangka panjang. Asalkan porsinya tidak berlebihan. 

5. Sama Sehatnya dengan Butter 

Sering dicap sebagai versi yang lebih tidak sehat, margarin untuk MPASI ternyata sama baiknya dengan butter.

Baik butter atau margarin sama-sama bisa menjadi sumber lemak tambahan yang baik selama untuk bayi takarannya tidak berlebihan.

6. Alternatif untuk Bayi yang Tidak Cocok Butter 

Margarin bisa jadi alternatif butter untuk bayi yang memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa.

Sebab, margarin terbuat dari minyak nabati yang kaya nutrisi seperti kelapa sawit, biji bunga matahari, atau biji kanola) sedangkan butter dari susu hewani.

Baca Juga: Beragam Manfaat Unsalted Butter untuk MPASI

Berapa Takaran Margarin untuk MPASI? 

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Mama dapat menambahkan sekitar 1 sendok teh margarin ke dalam MPASI untuk memenuhi kebutuhan lemak si Kecil dalam satu hari.

Bayi di bawah usia 12 bulan belum membutuhkan garam tambahan sehingga sebaiknya membatasi asupan garam kurang dari 1 gram dalam 1 hari. 

Jadi, carilah jenis margarin yang tidak mengandung garam tambahan dan bahan tambahan berbahaya lainnya. Ingat untuk selalu cek label komposisi pada kemasan. 

Cara Mengolah MPASI dengan Margarin

Mama dapat menambahkan margarin leleh untuk mencairkan tekstur MPASI, menambah rasa gurih, atau sebagai pengganti minyak goreng untuk menumis. Berikut ide-idenya:

1. Mashed Potato with Salmon

Bahan yang dibutuhkan: 

  • 1 buah kentang kukus ukuran sedang. 
  • 1 kuntum brokoli kukus.
  • 1 sdm daging ikan salmon kukus. 
  • ¼  sdt margarin tanpa garam. 
  • ASI perah secukupnya. 

Cara membuat: 

  1. Masukkan kentang, brokoli, dan daging ayam ke dalam blender. Haluskan. 
  2. Tambahkan ASI perah untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan. 
  3. Pindahkan mashed potato ke dalam panci lalu hangatkan dengan api kecil. 
  4. Masukkan margarin dan aduk merata. 
  5. Mashed potato with chicken siap disajikan selagi hangat. 

2. Banana Cheese Steam 

Bahan yang dibutuhkan: 

  • 1 buah pisang yang matang sempurna. 
  • 1 butir telur. 
  • 1 sdm bubur oatmeal.
  • 1 sdm margarin (lelehkan). 
  • Keju parut secukupnya. 

Cara membuat: 

  1. Haluskan pisang dengan garpu atau blender di dalam mangkuk. 
  2. Tambahkan pisang, telur, bubur oatmeal, keju parut, dan lelehan margarin. Aduk hingga tercampur rata. 
  3. Pindah adonan ke dalam wadah anti panas lalu kukus selama 20-30 menit. 
  4. Lumatkan banana steam sesuai dengan tahapan tekstur MPASI si Kecil. 
  5. Resep ini untuk 3-4 porsi makan. 

Baca Juga: Pilihan Camilan Bayi 6 Bulan yang Lezat dan Bergizi

3. Puree Red Bean 

Bahan yang dibutuhkan: 

  • 30 gram beras merah. 
  • 20 gram daging ayam giling. 
  • 1 butir telur (kocok). 
  • 10 gram wortel parut. 
  • 350 ml air kaldu. 
  • 20 gram margarin. 
  • 1 buah daun bawang (bumbu halus). 
  • 1 siung bawang putih (bumbu halus).
  • ½ batang daun sereh. 
  • 1 lembar daun salam. 

Cara membuatnya: 

  • Lelehkan margarin dalam wajan panas, lalu tumis bumbu halus hingga harum. 
  • Masukkan daging ayam giling lalu masak hingga warnanya berubah. 
  • Masukkan air lalu beras merah dan wortel.
  • Masak sambil diaduk hingga beras berubah menjadi bubur. 
  • Setelah berbentuk bubur, masukkan telur. Aduk rata hingga telur matang.
  • Angkat bubur yang telah matang lalu saring sesuai tekstur si Kecil. 

Selain resep-resep menggunakan margarin untuk MPASI, temukan resep MPASI bergizi lainnya dengan mengunduh e-book "Kreasi Nutrisi untuk Imunitas si Kecil", ya!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. FOOD FOR 6 TO 24 MONTHS OLD CHILDREN. UNICEF.  ‌https://www.unicef.org/uganda/media/3416/file/UGDA%20children%20feeding%20flyer.pdf

  2. Fats (for Parents). (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/fat.html#:~:text=Getting%20enough%20healthy%20fats%20is,fat%20in%20a%20person's%20diet

  3. IDAI | Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19. (2020). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19

  4. FoodData Central. (2024). Usda.gov. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172349/nutrients

  5. Morris, D. H., & M. Vaisey-Genser. (2003). MARGARINE | Dietary Importance. Elsevier EBooks, 3719–3725. https://doi.org/10.1016/b0-12-227055-x/00741-0

  6. NHS Choices. (2024). Salt in your diet. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/food-types/salt-in-your-diet/

  7. Hardy, S. C., & Kleinman, R. E. (1994). Fat and cholesterol in the diet of infants and young children: Implications for growth, development, and long-term health. the Journal of Pediatrics/the Journal of Pediatrics, 125(5), S69–S77. https://doi.org/10.1016/s0022-3476(06)80739-0

  8. IDAI | Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19. (2020). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19

  9. Connye Kuratko, Barrett, E., Nelson, E., & Salem, N. (2013). The Relationship of Docosahexaenoic Acid (DHA) with Learning and Behavior in Healthy Children: A Review. Nutrients, 5(7), 2777–2810. https://doi.org/10.3390/nu5072777

  10. Office of Dietary Supplements - Vitamin D. (2022). Nih.gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-Consumer/

  11. What the Brain Craves – Omega-3s, Vitamin E and Vitamin D. (2017, August 15). @Nutri-Facts. https://www.nutri-facts.org/en_US/news/articles/what-the-brain-craves.html#:~:text=In%20particular%2C%20by%20reducing%20the,in%20older%20people%20(17)

Artikel Terkait