Loading...
Banner Artikel 6 Manfaat Vitamin A untuk Bayi, Sumber, dan Suplementasinya Banner Artikel 6 Manfaat Vitamin A untuk Bayi, Sumber, dan Suplementasinya
Nutrisi

6 Manfaat Vitamin A untuk Bayi, Sumber, dan Suplementasinya

Foto Reviewer Foto Reviewer

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 04 November 2021

Diperbarui: 24 Juli 2025


  • Manfaat Vitamin A untuk Bayi
  • Kebutuhan Vitamin A untuk Bayi
  • Tanda Kekurangan Vitamin A pada Bayi
  • 25 Makanan Sumber Vitamin A Tinggi untuk MPASI Bayi
  • Program Suplementasi Vitamin A di Indonesia
  • Cara Memasak Makanan agar Vitamin A-nya Tidak Hilang

Vitamin A untuk bayi memiliki manfaat yang sangat penting dalam tumbuh kembangnya. Berikut informasi lengkap seputar manfaat vitamin A, sumbernya, sampai cara tepat mengolahnya!

Manfaat Vitamin A untuk Bayi

Kekurangan vitamin A berat pada bayi dan anak dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga meningkatkan risiko kematian. Ini dia beberapa manfaat vitamin A:

1. Menjaga Kesehatan Mata 

Fungsi utama vitamin A untuk bayi adalah untuk menjaga agar mata tetap lembap dan sehat. 

Kornea mata yang terlalu kering berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan, bahkan paling parah dapat berujung pada kebutaan. 

Vitamin A membantu produksi jenis pigmen tertentu untuk retina agar mata mampu melihat keseluruhan jenis warna. Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko rabun senja sejak dini. 

2. Menjaga Sistem Imun Tubuh

Vitamin A jadi salah satu nutrisi untuk sistem imun si Kecil. Kekurangan vitamin A menyebabkan si Kecil rentan terhadap infeksi, terutama diare dan gangguan pada sistem pernapasan.

Ketika bayi mendapatkan vitamin A dalam jumlah yang cukup, ini juga membantunya mengurangi keparahan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus ataupun bakteri. 

3. Menjaga Kulit dan Rambut Tetap Sehat

Vitamin adalah mikronutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan kulit dan rambut yang sehat. 

Dosis vitamin A yang tepat akan membantu produksi asam retinoat yang mengatur sel induk folikel rambut, siklus rambut, kecepatan kesembuhan luka pada kulit, serta sel induk pigmentasi pada kulit. 

4. Mencegah Risiko Kematian Akibat Campak dan Diare

Campak adalah salah satu penyakit menular yang berisiko tinggi menyebabkan komplikasi, terutama pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun. 

Komplikasinya mulai dari masalah sistem pernapasan, diare, sampai ke otak. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan dari 1.000 anak yang mengalami campak, 1-2 di antaranya meninggal dunia.

Memberikan si Kecil makanan tinggi vitamin A, juga tambahan suplemen oral bisa membantu menurunkan risiko kematian akibat diare yang jadi komplikasi campak hingga 12%.

5. Menunjang Pertumbuhan Tulang dan Regenerasi Sel

Jaringan tulang yang terbentuk saat bayi dan anak-anak berperan besar untuk memaksimalkan kepadatan tulang di masa dewasa dan mencegah osteoporosis.

Selain vitamin D, vitamin A untuk bayi juga dapat meningkatkan pembentukan osteoblas, yakni cikal bakal tulang dan membantu penyerapan mineral supaya tulang jadi lebih kuat.

Vitamin A juga termasuk vitamin untuk tumbuh kembang anak karena bersifat antioksidan, sehingga bisa menangkal radikal bebas yang dapat menghambat pertumbuhan tulang baru.

6. Meningkatkan Respons Imun terhadap Vaksin

Berhubung vitamin A punya manfaat dalam meningkatkan sistem imun bayi, makanya tak jarang pemberiannya juga dibarengi dengan pemberian vaksin.

Manfaat utama vaksin adalah untuk menurunkan risiko penyakit tertentu dan mengurangi keparahannya. 

Di sisi lain, vitamin A untuk bayi bisa membantu meningkatkan manfaat vaksin karena sistem imun yang juga meningkat.

Baca juga: 10 Makanan Anak yang Sehat dan Bernutrisi

Kebutuhan Vitamin A untuk Bayi

Kebutuhan bayi akan vitamin A berbeda-beda, tergantung dari usia si Kecil. Berikut angka kebutuhan vitamin A untuk bayi menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia:

Kelompok Usia

Kebutuhan Vitamin A

0-5 bulan

375 mcg

6-12 bulan

400 mcg atau 100.000 IU (vitamin A biru)

IU adalah satuan yang dulu lebih sering digunakan dan sekarang mulai beralih ke mcg RAE. Jangan berikan vitamin tanpa konsultasi mengenai dosis dan aturan pakainya pada dokter. 

Untuk anak di bawah 6 bulan, WHO belum menyarankan vitamin A tambahan karena masih bisa dipenuhi dari ASI eksklusif. Konsumsilah makanan tinggi vitamin A selama Mama menyusui.

Setelah usianya 6 bulan, berikan MPASI tinggi vitamin A dan berikan tambahan suplemen vitamin A sesuai tabel di atas dan arahan dokter anak. 

Baca Juga: 10 Jenis Vitamin untuk Anak yang Sering Sakit

Tanda Kekurangan Vitamin A pada Bayi

Beberapa tanda kekurangan vitamin A yang perlu Mama waspadai, antara lain:

  • Mata kering
  • Rabun senja 
  • Kulit kering dan bersisik
  • Mudah sakit atau terinfeksi
  • Berat badan sulit naik
  • Keterlambatan tumbuh kembang

Selain kulit kering, Mama mungkin sulit mengenali tanda-tanda kurang vitamin A pada bayi, terlebih karena usianya yang terlalu kecil dan gejalanya tak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Untuk itu, pastikan Mama memenuhi kebutuhan vitamin A si Kecil dari ASI dan MPASI yang bergizi. Jangan lupa untuk kontrol rutin ke dokter untuk memantau tumbuh kembangnya, ya.

Baca Juga: 8 Pilihan Makanan yang Membuat Otak Anak Cerdas dan Pintar

25 Makanan Sumber Vitamin A Tinggi untuk MPASI Bayi

Vitamin A terdiri dari retinol (dari hewani) dan karotenoid (dari nabati), yang keduanya penting sebagai sumber vitamin A untuk bayi. Berikut adalah makanan sumber vitamin A untuk MPASI:

Sumber Vitamin A1 (Retinol) dari Produk Hewani

  • Hati Sapi - Setiap 70 gram hati sapi mengandung 6000 mcg atau setara dengan 7 kali lipat kebutuhan vitamin A sehari-hari. 
  • Hati Domba - Hati domba juga memiliki kandungan vitamin A1 yang tinggi. Dalam 1 ons hati domba terdapat 2122 mcg vitamin A.
  • Sosis Hati - 1 potong sosis hati mengandung 1350 mcg atau dalam 100 gram mengandung 7491 mcg vitamin A.
  • Minyak Ikan Cod - 1 sendok teh minyak ikan cod mengandung 1350 mcg vitamin A.
  • Ikan Makarel - 100 gram ikan makarel mengandung 252 mcg vitamin A. 
  • Ikan Salmon - 100 gram ikan salmon, mengandung 149 mcg vitamin A.
  • Ikan Tuna - 100 gram ikan tuna mengandung 757 mcg vitamin A.
  • Keju dari Susu Kambing - 100 gram keju yang berasal dari susu kambing, mengandung 340 mcg vitamin A.
  • Keju Cheddar - 100 gram keju cheddar, mengandung sebanyak 330 mcg vitamin A.
  • Krim Keju - 100 gram krim keju mengandung 308 mcg vitamin A.
  • Blue Cheese - 100 gram krim keju mengandung 198 mcg vitamin A.
  • Keju Camembert - 100 gram krim keju mengandung 241 mcg vitamin A.
  • Butter - 100 gram butter mengandung 684 mcg vitamin A.
  • Caviar - 100 gram telur ikan mengandung 271 vitamin A. 
  • Telur Rebus - 100 gram telur rebus mengandung 149 mcg vitamin A.

Sumber Vitamin A dari Produk Nabati

Karotenoid termasuk beta dan alpha karoten yang dikenal dengan sebutan pro-vitamin A didapatkan dari sumber makanan nabati, seperti:

  • Ubi Jalar (matang) - 100 gram ubi jalar mengandung 1043 mcg vitamin A.
  • Labu (matang) - 100 mcg labu mengandung 558 mcg vitamin A.
  • Kale (matang) - 100 gram kale mengandung 681 mcg vitamin A.
  • Sawi Hijau (matang) - 100 gram sawi hijau mengandung 380 mcg vitamin A.
  • Wortel (matang) - 100 gram wortel mengandung 852 mcg vitamin A.
  • Lobak Hijau (matang) - 100 gram lobak hijau mengandung 381 mcg vitamin A.
  • Paprika Merah (mentah) - 100 gram paprika merah mengandung 157 mcg vitamin A.
  • Bayam (mentah) - 100 gram bayam mengandung 469 mcg vitamin A.
  • Salada (mentah) - 100 gram salada mengandung 436 mcg vitamin A.
  • Swiss Chard (mentah) - 100 gram swiss chard mengandung 306 mcg vitamin A.

Dapatkan inspirasi menu MPASI tinggi vitamin A dan kaya nutrisi untuk bantu meningkatkan imunitas si Kecil di E-book Kreasi MPASI untuk Imunitas si Kecil! Koleksi inspirasi menunya variatif, jadi si Kecil tidak cepat bosan.

Program Suplementasi Vitamin A di Indonesia

Di Indonesia, suplementasi vitamin A untuk bayi dan anak diberikan 2 kali setahun secara gratis, setiap Februari dan Agustus, melalui puskesmas atau posyandu.

Pemberian vitamin A untuk anak ini dimulai dari usia 6 bulan dengan dosis sebagai berikut:

  • Bayi 6-11 bulan: 100.000 IU (kapsul biru)
  • Anak usia 12 bulan ke atas: 200.000 IU (kapsul merah)

Pemberian suplementasi ini jadi penting karena menginjak usia 6 bulan, kebutuhan vitamin A dari ASI mungkin hanya dapat memenuhi 70% kebutuhan si Kecil. 

Sisanya, Mama perlu memberikan MPASI yang bergizi ditambah dengan suplementasi.

Cara Memasak Makanan agar Vitamin A-nya Tidak Hilang

Supaya gizinya optimal, berikut ini cara memasak makanan yang benar agar kandungan vitamin di dalam bahan makanan tidak hilang:

1. Dikukus

Mengukus dianggap sebagai metode paling sehat untuk mengolah bahan pangan.

Saat mengukus, bahan makanan matang karena terkena uap panas dari air mendidih, bukan di dalam air. Jadi, kadar vitaminnya tidak larut dalam air.

2. Ditumis

Dibanding menggoreng, menumis dianggap lebih sehat karena menggunakan lebih sedikit minyak. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa beta karoten (provitamin A yang kemudian akan diubah menjadi vitamin A oleh tubuh) pada wortel yang ditumis lebih mudah diserap 6,5 kali lipat dibandingkan wortel mentah. 

Baca Juga: 8 Manfaat Yogurt untuk Kesehatan Anak

3. Menghangatkan di Microwave

Saat memasak menggunakan microwave, Mama tidak perlu lagi menambahkan air yang berpotensi membuat kandungan vitamin di dalam makanan hilang. 

Dalam proses memasak, molekul air yang memang terkandung di dalam bahan makanan akan digetarkan hingga memproduksi panas yang akan membuat bahan makanan matang.

Bahan makanan seperti sayur segar yang memiliki banyak kandungan air di dalamnya juga dapat matang lebih cepat di dalam microwave. 

4. Direbus

Merebus bahan makanan terlalu lama bisa menyebabkan vitamin larut ke dalam air karena sensitif terhadap panas. 

Sebaiknya, rebus sebentar saja dan konsumsi juga air rebusannya jika memungkinkan. Jika tidak bisa dikonsumsi, gunakan air seminimal mungkin agar nutrisinya tetap terjaga.

5. Digoreng

Walaupun hanya dalam waktu singkat, menggoreng dengan api besar dapat menghilangkan berbagai jenis vitamin A untuk bayi di dalam makanan. 

Selain dengan metode memasak yang tepat, beberapa cara berikut juga bisa membantu menjaga kandungan vitamin A di makanan: 

  • Jangan menyimpan bahan makanan terlalu lama di kulkas, karena bisa terjadi penurunan kadar nutrisi seiring berjalannya waktu. 
  • Potong makanan setelah dimasak bukan sebelum dimasak.
  • Jangan mengupas sayuran sampai selesai dimasak untuk memaksimalkan serat dan kepadatan nutrisinya.
  • Sayuran segar seperti selada dapat dimakan mentah dan dijadikan salad.

Sekarang Mama sudah mengetahui fungsi penting dari vitamin A untuk bayi dan cara mengolahnya dengan tepat.

Agar Mama dapat lebih maksimal memantau tumbuh kembang si Kecil, Mama bisa menanyakan segala hal terkait pola makan anak ke tim Nutriclub Expert Advisor. Di sana Mama dapat menemukan jawaban lengkap dan kredibel dari para ahli.

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Vitamin a Supplementation in Infants and Children 6-59 Months of Age. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44664/9789241501767_eng.pdf
  2. “Xerophthalmia: Symptoms, Causes & Treatment.” Cleveland Clinic, 2020, my.clevelandclinic.org/health/diseases/24430-xerophthalmia. Accessed 21 Dec. 2022.
  3. VanBuren, Christine A., and Helen B. Everts. “Vitamin a in Skin and Hair: An Update.” Nutrients, vol. 14, no. 14, 19 July 2022, p. 2952, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9324272/#:~:text=Vitamin%20A%20is%20a%20fat,active%20metabolites%20of%20vitamin%20A., 10.3390/nu14142952. Accessed 21 Dec. 2022.
  4. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  5. Huang, Z., Liu, Y., Qi, G., Brand, D., & Zheng, S. G. (2018). Role of Vitamin A in the Immune System. Journal of clinical medicine, 7(9), 258. https://doi.org/10.3390/jcm7090258
  6. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cooking-nutrient-content#tips. Diakses pada 22 Desember 2022.
  7. Kemenkes – Permenkes No 28 Tahun 2019 Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan - TP2S. (2019). Stunting.go.id. https://stunting.go.id/kemenkes-permenkes-no-28-tahun-2019-angka-kecukupan-gizi-yang-dianjurkan/
  8. Editorial Team. Vitamin A supplementation in infants and children 6-59 months of age. (n.d.). https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/44664/9789241501767_eng.pdf
  9. Editorial Team. (2023). Vitamin A supplementation in infants 1–5 months of age. Who.int. https://www.who.int/tools/elena/interventions/vitamina-infants
  10. Tim Penulis. (2019). Apakah Infeksi Campak?. Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apakah-infeksi-campak
  11. Editorial Team (2017). Vitamin A for diarrhea | Cochrane Equity. Cochrane.org. https://methods.cochrane.org/equity/vitamin-diarrhea
  12. Zhang, X., Huang, J., Zhou, Y., Hong, Z., Lin, X., Chen, S., Ye, Y., & Zhang, Z. (2022). Vitamin A Nutritional Status Is a Key Determinant of Bone Mass in Children. Nutrients, 14(21), 4694–4694. https://doi.org/10.3390/nu14214694
  13. Applewaithe, A. (2023, April 28). Better together: The power of vitamin A and vaccines for child survival - Nutrition International. Nutrition International - We Make a Difference Because Nutrition Is the Difference. https://www.nutritionintl.org/news/all-blog-posts/better-together-vitamin-a-vaccines-for-child-survival/
  14. Editorial Team. (2025). Vitamin A supplementation in infants and children 6–59 months of age. Who.int. https://www.who.int/tools/elena/interventions/vitamina-children
  15. S, A. (2023, October 9). Pemberian Vitamin A Rutin: Cegah Penyakit, Jaga Kesehatan Anak. Kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberian-vitamin-a-rutin-cegah-penyakit-jaga-kesehatan-anak
  16. Editorial Team. (2025). Office of Dietary Supplements - Vitamin A and Carotenoids. Nih.gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/
  17. Tim Penulis. (2024, March 28). Tidak Hanya untuk Mata. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20240328/0845196/tidak-hanya-untuk-mata/
Artikel Terkait