Loading...
    Banner Artikel Mengenal Prebiotik dan Manfaatnya untuk Anak
    Nutrisi

    Mengenal Prebiotik dan Manfaatnya untuk Anak

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 01 November 2021

    Diperbarui: 20 Oktober 2026


    • Apa Itu Prebiotik?
    • Bagaimana Cara Kerja Prebiotik di Dalam Usus?
    • Apa Bedanya Prebiotik dan Probiotik?
    • Apa Saja Manfaat Prebiotik untuk Anak?
    • Contoh Makanan yang Mengandung Prebiotik
    • Apakah Prebiotik Aman untuk Anak?
    • Bagaimana Cara Memberikan Prebiotik untuk Anak?
    • Apa Hubungan antara Prebiotik dan Sinbiotik?

    Prebiotik adalah jenis serat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, tapi bisa jadi sumber makanan bagi mikroorganisme baik di usus. Di dalam pencernaan, prebiotik difermentasi oleh mikroorganisme dan menghasilkan berbagai senyawa. Senyawa ini dapat menjadi sumber energi bagi sel usus serta mendukung fungsi sistem imun dan kesehatan tubuh.

    Apa Itu Prebiotik?

    Prebiotik adalah zat gizi yang tidak bisa dicerna, tetapi berperan sebagai makanan bagi bakteri baik di saluran cerna. Dengan begitu, jumlah bakteri baik di saluran cerna akan seimbang.

    Di usus, prebiotik difermentasi atau diuraikan oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan senyawa, termasuk short-chain fatty acids (SCFA) atau asam lemak rantai pendek. 

    Beberapa contoh prebiotik di antaranya inulin, fruktooligosakarida (FOS), dan galaktooligosakarida (GOS).

    Bagaimana Cara Kerja Prebiotik di Dalam Usus?

    Setelah dikonsumsi, prebiotik melewati lambung dan usus halus tanpa tercerna hingga masuk mencapai usus besar. Di dalam usus, prebiotik kemudian dimanfaatkan oleh mikroorganisme sebagai sumber makanan.

    Prebiotik selanjutnya difermentasi oleh mikroorganisme tersebut dan menghasilkan berbagai senyawa, termasuk short-chain fatty acids (SCFA) atau asam lemak rantai pendek. 

    Asam lemak rantai pendek ini memiliki beberapa fungsi, seperti menyediakan energi bagi sel-sel usus, membantu produksi lendir, serta mendukung proses peradangan dan sistem kekebalan tubuh. 

    Baca Juga: Omega 3, 6, 9 untuk Anak: Manfaat, Bedanya, Sumber

    Apa Bedanya Prebiotik dan Probiotik?

    Prebiotik kerap disama artikan dengan probiotik. Padahal keduanya berbeda. Berikut perbedaan prebiotik dan probiotik:

    Aspek

    Prebiotik

    Probiotik

    Pengertian

    Komponen yang dimanfaatkan mikroorganisme tertentu

    Mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan

    Cara kerja

    Menjadi substrat yang dimanfaatkan mikrobiota usus

    Memberikan mikroorganisme hidup tertentu

    Sumber

    Berbagai makanan dan bahan pangan

    Makanan/minuman tertentu atau suplemen

    Contoh

    Inulin, FOS, GOS

    Lactobacillus, Bifidobacterium

    Apa Saja Manfaat Prebiotik untuk Anak?

    Bermacam-macam sumber prebiotik bisa meningkatkan kesehatan si Kecil secara menyeluruh. Manfaat prebiotik adalah sebagai berikut:

    1. Mendukung Kesehatan Saluran Cerna

    Prebiotik menyeimbangkan jumlah bakteri baik dalam usus sehingga anak terhindar dari masalah pencernaan, seperti sembelit pada anak.

    Prebiotik juga mempercepat proses fermentasi sisa makanan dan lalu menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA). 

    Efeknya, massa feses bertambah dan feses cepat keluar dari usus sehingga sembelit berkurang.

    Bakteri baik yang hidup dari prebiotik akan menyusun dan memperkuat lapisan di dinding dan sel-sel untuk menghalau kuman penyebab penyakit pencernaan.

    2. Mendukung Sistem Imun

    Studi terbitan Frontiers in Allergy (2024) menyatakan, 70-80% sel kekebalan tubuh ada di saluran pencernaan. Prebiotik memperkuat sel-sel imun di usus yang menekan peradangan tubuh.

    Studi Foods menambahkan, FOS dan kombinasi prebiotik oligofruktan serta inulin membantu sistem imun bekerja sama dengan vaksin imunisasi untuk melawan virus influenza dan campak. 

    Prebiotik FOS juga mengurangi demam saat anak diare, mengurangi penggunaan antibiotik, mempercepat pemulihan sakit, dan penurunan angka kejadian kejang demam pada anak.

    3. Membantu Pemanfaatan Mineral Tertentu

    Berbagai contoh prebiotik mempermudah penyerapan zat gizi, seperti zat besi dan kalsium. Ketika prebiotik dan bakteri baik di usus bereaksi, terbentuklah asam lemak rantai pendek.

    Asam lemak ini meningkatkan keasaman permukaan usus. Asam akan bereaksi dengan zat besi dan kalsium, lalu mengubah struktur kedua mineral tersebut sehingga mudah diserap.

    Prebiotik membantu bakteri baik di saluran cerna agar tetap hidup. Bakteri baik bisa membentuk vitamin B dan vitamin K di usus, di antaranya Bifidobacteria dan Lactobacillus.

    Baca Juga: Pola Makan Sehat Anak: Panduan Gizi Seimbang

    4. Potensi Manfaat Lainnya

    Di samping itu, masih ada beberapa manfaat lain dari prebiotik yang tidak kalah penting, seperti:

    • Metabolisme
      Fermentasi prebiotik menghasilkan asam lemak rantai pendek. Senyawa ini berperan dalam kesehatan usus dan metabolisme, termasuk yang berkaitan dengan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida. 
    • Gut-brain axis
      Usus dan otak dapat saling berkomunikasi melalui suatu hubungan yang disebut gut-brain axis. Prebiotik membantu menjadi sumber makanan bagi bakteri baik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium. Bakteri tersebut dapat menghasilkan senyawa yang berperan dalam komunikasi antara usus dan otak. 
    • Alergi
      Contoh prebiotik, seperti inulin, FOS, dan GOS, bisa menjaga keseimbangan bakteri baik. Bakteri baik ini menekan respons imun berlebihan yang menyebabkan alergi dan eksim.

    Namun, penelitian mengenai manfaat tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut.Jadi, manfaat prebiotik pada metabolisme, komunikasi usus-otak, atau alergi belum dapat dianggap sebagai manfaat yang pasti terjadi pada semua anak.

    Contoh Makanan yang Mengandung Prebiotik

    Berbagai minuman dan makanan yang mengandung prebiotik ternyata cukup mudah ditemukan. Bahkan, mungkin Papa Mama sudah sering menambahkannya dalam makanan harian.

    Lantas, apa saja sumber prebiotik yang bisa ditemukan?

    1. Sumber Nabati (Sayur dan Buah)

    Sumber nabati ditemukan pada sayur dan buah yang secara alami mengandung prebiotik. Lantas, contoh makanan prebiotik apa saja?

    • Pisang
    • Kubis
    • Bawang putih
    • Bawang bombay
    • Bengkuang
    • Terong
    • Daun bawang
    • Alpukat
    • Apel

    2. Sumber Serat Tinggi Lainnya

    Pada dasarnya, berbagai prebiotik berasal dari makanan tinggi serat. Nah, makanan yang mengandung prebiotik bisa ditemukan pada:

    • Almond
    • Gandum utuh
    • Kedelai
    • Jagung
    • Kacang polong
    • Rumput laut
    • Asparagus

    3. Sumber Olahan Fermentasi

    Beberapa sumber olahan fermentasi menggabungkan probiotik dan prebiotik sekaligus. Jadi, manfaatnya lebih maksimal untuk kesehatan si Kecil.

    Contoh olahan fermentasi kaya prebiotik di antaranya tempe dan kimchi.

    Apakah Prebiotik Aman untuk Anak?

    Ya, prebiotik aman untuk anak, terlebih yang bersumber dari makanan utuh (real food). Namun, kebutuhan dan toleransi setiap anak bisa berbeda.

    Menambahkan asupan prebiotik secara drastis berisiko menimbulkan perut kembung, bergas, atau kram ringan pada beberapa anak. Sebaiknya berikan secara bertahap agar tubuh si Kecil dapat beradaptasi.

    Dibanding terlalu fokus pada prebiotik, utamakan pola makan yang beragam dan seimbang agar kebutuhan zat gizi harian anak terpenuhi dengan baik. 

    Sementara jika ingin memberikan suplemen prebiotik atau probiotik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika si Kecil memiliki kondisi medis tertentu. 

    Bagaimana Cara Memberikan Prebiotik untuk Anak?

    Ada banyak sumber prebiotik yang bisa Mama kenalkan melalui berbagai makanan sehari-hari yang sesuai dengan usia dan kemampuan makan si Kecil. Agar lebih optimal, cara memberikan prebiotik adalah sebagai berikut:

    1. Berikan dari Beragam Makanan

    Ingat, Ma, jangan berfokus pada satu jenis makanan saja. Berikan beragam sumber prebiotik agar pola makan si Kecil lebih bervariasi dan kebutuhan zat gizinya juga lebih beragam.

    Beberapa makanan yang mengandung prebiotik antara lain bawang putih, bawang bombai, pisang, asparagus, serta beberapa jenis kacang dan biji-bijian. 

    Mama bisa pilih makanan yang mudah diterima atau disukai oleh si Kecil.

    2. Tambahkan Secara Bertahap

    Jika asupan serat si Kecil sebelumnya tidak terlalu banyak, sebaiknya jangan langsung menambah banyak makanan tinggi serat dalam waktu singkat. 

    Perubahan mendadak dapat membuat sebagian anak mengalami lebih banyak gas atau perut kembung.

    Solusinya, berikan sumber prebiotik sedikit demi sedikit sambil melihat respons tubuh si Kecil. Jika sudah terbiasa, variasikan sumber serat dan prebiotik dari berbagai makanan harian.

    Baca Juga: Nutrisi Penting untuk Daya Tahan Tubuh Anak

    3. Pastikan Anak Cukup Minum

    Saat asupan serat meningkat, pastikan si Kecil juga mendapatkan cukup cairan sesuai kebutuhan usianya. Cairan membantu mendukung proses pencernaan dan membuat pola makan tinggi serat lebih nyaman bagi tubuh.

    Berikan air putih sesuai usia dan kebutuhan si Kecil, terutama pada anak yang sudah mendapatkan makanan padat. Untuk bayi, kebutuhan cairan utama tetap berasal dari ASI atau susu sesuai tahap usianya.

    Untuk anak 3 tahun ke atas, Mama bisa memberikan Nutrilon Royal 4 sebagai satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.

    4. Sesuaikan dengan Usia dan Kemampuan Makan

    Pilih bentuk dan tekstur makanan yang sesuai dengan usia serta kemampuan mengunyah dan menelan anak.

    Misalnya, makanan dapat dipotong kecil, dilumatkan, atau dimasak hingga lebih lunak sesuai tahap perkembangannya.

    Hindari memaksakan jenis makanan tertentu jika anak belum ingin mencoba atau belum menyukainya. Kenalkan secara perlahan dan tetap utamakan pola makan yang beragam dan seimbang.

    Apa Hubungan antara Prebiotik dan Sinbiotik?

    Sebelumnya, perlu Mama ketahui dulu bahwa prebiotik berbeda dengan probiotik. 

    Prebiotik adalah jenis serat makanan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus, sedangkan probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

    Nah, sinbiotik sendiri adalah kombinasi dari probiotik dan prebiotik yang dirancang agar keduanya dapat bekerja bersama. 

    Jadi, tidak semua produk yang mengandung prebiotik otomatis disebut sinbiotik karena istilah ini mengacu pada kombinasi komponen probiotik dan prebiotik.

    Sistem imun yang kuat membantu si Kecil tetap aktif belajar, bermain, dan bereksplorasi setiap hari. Jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai informasi expert-verified seputar daya tahan tubuh anak dan cara mendukung kesehatannya secara optimal. Nikmati juga berbagai keuntungan member eksklusif, mulai dari akses ke konten expert-verified, penawaran spesial, hingga kesempatan mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai exclusive rewards dari Nutriclub. 

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. Clinic, C. (2022, March 14). What Are Prebiotics and What Do They Do? Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/what-are-prebiotics
    2. ‌WebMD Editorial Team. (2020, November 11). Foods High in Prebiotics. WebMD. https://www.webmd.com/diet/foods-high-in-prebiotic
    3. ‌Catanese, L. (2024, May 15). Prebiotics: Understanding their role in gut health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/diet-and-nutrition/prebiotics-understanding-their-role-in-gut-health
    4. ‌Rios, R. (2026, August 6). A parent’s guide to prebiotics and probiotics. CHOC - Children’s Health Hub. https://health.choc.org/a-parents-guide-to-prebiotics-and-probiotics/
    5. ‌The Children’s Hospital of Philadelphia. (2026). Food as Medicine: Prebiotic Foods. Children’s Hospital of Philadelphia; The Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/health-resources/food-medicine-prebiotic-foods
    6. ‌Kubala, J. (2026). What Are Prebiotics? Prebiotics Benefits, Foods, and Downsides. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/prebiotics-benefits
    7. ‌Ask the Doctors. (2022, February 25). Increasing fiber in your diet may increase gas. UCLAHealth; UCLA Health. https://www.uclahealth.org/news/article/increasing-fiber-in-your-diet-may-increase-gas
    8. ‌Benisek, A. (2021, April 21). Synbiotics: What to Know. WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/synbiotics-what-to-know
    9. ‌Donald, K., & Finlay, B. B. (2024). Mechanisms of microbe-mediated immune development in the context of antibiotics and asthma. Frontiers in Allergy, 5, 1469426. https://doi.org/10.3389/falgy.2024.1469426
    10. Cheyne, K. (2024, November 27). Probiotic & Prebiotic Foods for Constipation: Do They Work? Canadian Digestive Health Foundation. https://cdhf.ca/en/probiotic-prebiotic-foods-for-constipation-do-they-work/
    11. Bedani, R., Cucick, A. C. C., Albuquerque, M. A. C. D., LeBlanc, J. G., & Saad, S. M. I. (2024). B-Group Vitamins as Potential Prebiotic Candidates: Their Effects on the Human Gut Microbiome. The Journal of Nutrition, 154(2), 341-353. https://doi.org/10.1016/j.tjnut.2023.12.038
    12. D Husmann, F. M., Zimmermann, M. B., & Herter-Aeberli, I. (2022). The Effect of Prebiotics on Human Iron Absorption: A Review. Advances in Nutrition, 13(6), 2296. https://doi.org/10.1093/advances/nmac079
    13. Whisner, C. M., & Castillo, L. F. (2017). Prebiotics, Bone and Mineral Metabolism. Calcified Tissue International, 102(4), 443. https://doi.org/10.1007/s00223-017-0339-3
    14. Cerdó, T., García-Santos, J. A., Bermúdez, M. G., & Campoy, C. (2019). The Role of Probiotics and Prebiotics in the Prevention and Treatment of Obesity. Nutrients, 11(3), 635. https://doi.org/10.3390/nu11030635
    15. Editorial Staff. (2022, March 24). Serotonin: What Is It, Function & Levels. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/22572-serotonin
    16. Uriel, G., Jesús, L., Soto, M. E., Medina, A. Y., Luis, J., & Francisco, J. (2025). Gut–Brain Axis in Mood Disorders: A Narrative Review of Neurobiological Insights and Probiotic Interventions. Biomedicines, 13(8), 1831. https://doi.org/10.3390/biomedicines13081831
    17. Lee, Y. H., Verma, N. K., & Thanabalu, T. (2021). Prebiotics in atopic dermatitis prevention and management. Journal of Functional Foods, 78, 104352. https://doi.org/10.1016/j.jff.2021.104352
    18. Editorial Staff. (2025). Food as Medicine: Prebiotic Foods. Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/health-resources/food-medicine-prebiotic-foods
    19. Editorial Staff. (2025). Dietary fiber: Essential for a healthy diet. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983
    20. Shrestha, A. (2022b, December 4). Prebiotics: Mechanisms, sources, and examples. Microbe Online. https://microbeonline.com/prebiotics-mechanisms-sources-and-examples/
    Artikel Terkait