Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

makanan-mengandung-probiotik
Imunitas

14 Makanan yang Mengandung Probiotik Terbaik untuk Anak

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 04 November 2021

Memberikan makanan mengandung probiotik penting untuk menjaga koloni bakteri baik dalam pencernaan yang bekerja mengoptimalkan sistem imun anak. Lalu, apa saja makanan yang mengandung probiotik dan manfaatnya?

Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Anak

Selama ini mungkin Mama menganggap bahwa segala jenis bakteri berbahaya bagi tubuh. Padahal, ada bakteri baik yang disebut probiotik hidup secara alami di dalam tubuh manusia, lho!

Probiotik adalah bakteri baik dalam tubuh yang bermanfaat untuk menjaga keseimbanganalami bakteri di usus. Probiotik memang ada secara alami di dalam usus kita. Akan tetapi, Mama juga bisa mendapatkan probiotik dari makanan, minuman, dan suplemen.

Sejumlah penelitian klinis menunjukkan bahwa probiotik memberikan berbagai manfaat esensial bagi tubuh anak, antara lain:   

  • Meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Mengatasi gangguan pencernaan.

  • Mengurangi gejala peradangan usus halus.

  • Menjaga kesehatan mulut.

  • Menjaga kesehatan saluran cerna.

  • Mengurangi risiko kanker.

  • Menjaga kesehatan saluran kemih dan area kewanitaan.

  • Membantu mengatasi penyakit kulit atau eksim.

  • Mencegah alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas.

  • Mencegah diare akibat efek samping penggunaan antibiotik.

Baca Juga: 13 Manfaat Probiotik untuk Anak dan Imunitasnya

Midbanner 14 Makanan yang Mengandung Probiotik Terbaik untuk Anak

Apa Saja Jenis-Jenis Probiotik?

Ada tiga jenis probiotik yang umum ditemukan dalam sumber makanan, yaitu Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces Boulardii. Tiap-tiap jenis bakterinya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda bagi tubuh manusia. Berikut penjelasan lengkapnya ya, Ma:

1. Lactobacillus

Lactobacillus adalah jenis bakteri probiotik yang paling mudah ditemukan di berbagai produk makanan hasil fermentasi seperti yogurt dan sauerkraut. 

Bakteri baik satu ini dapat membantu penyembuhan diare dan membantu orang yang memiliki gangguan penyerapan laktosa, yakni zat gula dalam susu sapi.

2. Bifidobacterium

Bifidobacterium ditemukan pada produk susu olahan. Bakteri ini dapat membantu meringankan gejala dari penyakit sindrom iritasi usus alias irritable bowel syndrome (IBS) dan gangguan saluran pencernaan lain. 

3. Saccharomyces Boulardii

Berbeda dengan Lactobacillus dan Bifidobacterium yang termasuk dalam bakteri probiotik, Saccharomyces Boulardii merupakan jamur ragi (yeast) yang ada di dalam probiotik. Jamur ragi ini dapat membantu penyembuhan diare dan gangguan pencernaan lain. 

Pilihan Makanan yang Mengandung Probiotik

Sebetulnya, Mama dapat memberikan asupan probiotik kepada si Kecil melalui suplemen. Namun, sebenarnya banyak makanan sehari-hari yang kaya akan bakteri baik ini. Berikut adalah 13 daftar makanan yang mengandung probiotik untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil:

1. Tempe

Ma, ternyata makanan hasil fermentasi kacang kedelai yang sangat sering kita konsumsi ini mampu meningkatkan jumlah probiotik di dalam saluran pencernaan si Kecil, lho. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tempe selama 28 hari meningkatkan jumlah bakteri probiotik bernama Bifidobacterium.  

Selain meningkatkan jumlah bakteri baik, kacang kedelai sendiri dapat meningkatkan penyerapan dari zat besi dan zinc yang merupakan mineral baik bagi saluran cerna. 

Proses fermentasi kacang kedelai dengan ragi juga membuat tempe menjadi makanan sumber vitamin B12.

2. Yoghurt

Yoghurt adalah salah satu makanan tinggi probiotik karena terbuat dari susu yang difermentasikan oleh bakteri baik Lactobacillus dan Bifidobacterium. 

Yoghurt dapat membantu menurunkan risiko diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan juga mengobati diare yang diakibatkan oleh penggunaan antibiotik. 

Selain itu, yoghurt dapat membantu memperbaiki gejala peradangan usus atau yang disebut irritable bowel syndrome (IBS).

3. Kimchi

Kimchi adalah makanan tradisional khas Korea terbuat dari berbagai jenis sayur yang difermentasi.

Proses fermentasi dalam pembuatan kimchi sebenarnya melibatkan banyak jenis bakteri. Namun, yang paling dominan adalah probiotik bernama Lactic Acid Bacteria (LAB).  

Oleh karena itu, kebaikan probiotik dalam kimchi dikatakan dapat memberikan manfaat kesehatan sama dengan yogurt. 

Kimchi umumnya berwarna merah dan memiliki rasa asam pedas. Jika Mama akan memberikan kimchi pada si Kecil, berikan kimchi yang tidak pedas ya, Ma. Untuk menikmati kimchi, Mama dapat menyajikannya dengan nasi putih hangat dan makanan pendamping lainnya. 

4. Susu Pertumbuhan Terfortifikasi

Mama juga bisa bantu menjaga jumlah probiotik di dalam sistem pencernaan si Kecil melalui pemberian susu pertumbuhan yang telah difortifikasi seperti Nutrilon Royal 4.

Susu Nutrilon Royal 4 adalah Bekal si Kecil untuk Menang karena dilengkapi dengan formula ACTIDUOBIO+ yang merupakan perpaduan FOS:GOS rasio 1:9 paling tinggi dan teruji klinis serta omega 3 & 6, zat besi, dan DHA untuk mendukung imun anak serta daya tangkapnya.

Nutrilon Royal 4 juga diformulasikan lengkap dengan 12 vitamin dan 9 mineral penting yang mendukung tumbuh kembang tumbuh kembang anak yang optimal jika diimbangi dengan stimulasi yang tepat.

Baca Juga: Manfaat FOS dan GOS untuk Pencernaan Si Kecil

5. Beberapa Tipe Keju

Hampir semua jenis keju melalui proses fermentasi dalam pembuatannya. Namun, tidak semua keju mengandung probiotik, Ma.

Untuk mendapatkan keju tinggi kandungan probiotik, Mama dapat memberikan keju yang telah berumur, baik yang bertekstur lunak maupun keras. Kemudian, saat akan mengonsumsinya, keju tidak dipanaskan terlebih dahulu.

Keju yang mengandung probiotik antara lain adalah keju swiss, provolone, gouda, cheddar, edam, gruyère, dan cottage. 

Nah, selain menjadi sumber makanan yang mengandung probiotik, keju juga mengandung vitamin dan mineral esensial seperti kalsium, vitamin B12, fosfor, dan selenium. 

6. Roti Sourdough

Sourdough adalah olahan roti menggunakan ragi yang difermentasi dengan bantuan bakteri lactic-acid (LAB). Proses fermentasi ini memberikan banyak manfaat bagi tubuh, antara lain membuat sistem pencernaan lebih baik dan meningkatkan penyerapan mineral dan vitamin. 

7. Kefir

Kefir merupakan minuman yang terbuat dari susu sapi, kambing atau domba yang difermentasi dengan biji kefir. Salah satu jenis probiotik unik yang hanya dapat ditemukan di dalam susu kefir adalah Lactobacillus kefiri.

Minuman ini memiliki rasa yang hampir mirip dengan Greek yogurt, namun dalam tekstur yang lebih encer. Karena proses fermentasinya, kefir menjadi minuman sehat sumber dari lebih dari 30 jenis probiotik yang sangat baik untuk kesehatan si Kecil. 

8. Acar Mentimun

Mama pasti pernah melihat potongan acar mentimun tipis di dalam burger. Meski mungkin si Kecil tidak terlalu suka dengan rasanya, baiknya cobalah untuk pelan-pelan mengenalkan acar timun dalam makanan anak.

Acar timun (pickled gherkin) dibuat melalui proses fermentasi menggunakan air garam dan bakteri lactic-acid (BAL). Selain sumber dari probiotik, acar timun satu ini juga rendah kalori dan merupakan sumber makanan mengandung vitamin K dan sodium. 

Namun, perlu diingat ya Ma, kalau acar mentimun yang dibuat menggunakan cuka tidak akan mengandung probiotik hidup.

Selain di dalam burger, Mama dapat menemukan acar ini dalam bentuk utuh di supermarket. Rasanya yang asam dan segar dapat digunakan sebagai pendamping berbagai macam makanan. 

Baca Juga: Kebutuhan Gizi Anak yang Perlu Dipenuhi di Usia Prasekolah

9. Minuman Mentimun

Ternyata Ma, kulit timun memiliki kandungan bakteri baik Lactobacillus. Untuk itu, buah ini dapat dijadikan salah satu minuman probiotik yang menyegarkan dan menyehatkan. 

Untuk membuatnya, Mama dapat merendam timun yang telah dicuci bersih di dalam air garam yang telah dicampur dengan biji gandum hitam digiling kasar, lalu difermentasi dalam suhu kurang-lebih 20 derajat Celcius. Simpan minuman timun pada suhu kurang lebih 20 derajat Celcius selama 7 hari untuk proses fermentasi.

Setelah 7 hari, Mama dapat menyaring air hasil fermentasi dan menyimpan minuman mentimun tersebut dalam suhu rendah. 

Agar rasa minuman tambah nikmat, Mama dapat mencampurnya dengan lemon, jahe, gula, atau daun mint. Minuman ini dapat disimpan selama 28 hari pada suhu rendah tanpa penurunan kualitas bakteri baik. 

10. Acar Zaitun

Fermented table olives terbuat dari buah zaitun yang masih hijau dan memiliki rasa pahit. Untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat, buah zaitun hijau akhirnya difermentasi menggunakan air garam. 

Dalam proses fermentasi, bakteri lactic-acid (BAL) Lactobacillus pentosus dan Lactobacillus plantarum berperan penting untuk proses pengubahan gula yang ada di dalam daging buah zaitun. 

11. Natto

Natto adalah makanan asal Jepang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Makanan ini mengandung bakteri baik bernama Bacillus subtilis. 

Natto memiliki karakteristik unik yang membuatnya kurang disukai oleh banyak orang. Bau dan rasanya cukup tajam sedangkan teksturnya berserat dan lengket. 

Mama mungkin membutuhkan beberapa kali percobaan guna mengenalkan makanan satu ini kepada si Kecil. Untuk menyajikannya, Mama cukup mencampurkan natto dengan nasi hangat. 

Baca Juga: Ragam Menu Makanan Bergizi untuk Anak Usia 3 Tahun

12. Miso

Miso adalah bumbu masak tradisional asal Jepang berbentuk pasta yang dibuat dari fermentasi kedelai menggunakan garam dan sejenis jamur bernama koji. 

Bumbu ini biasanya digunakan untuk membuat sup miso yang biasa disantap oleh masyarakat Jepang saat sarapan pagi. 

Karena proses fermentasi, sup miso menjadi sumber makanan yang mengandung probiotik tinggi. Probiotik yang terkandung di dalam miso adalah A. oryzae yang dapat mengurangi risiko peradangan pada usus dan gangguan pencernaan lainnya. 

13. Sauerkraut

Sauerkraut adalah makanan tradisional Jerman terbuat dari kubis (dikenal juga dengan nama kol) yang difermentasi. Dua gram sauerkraut mengandung serat (8%), lho Ma.

Kombinasi antara serat dan probiotik dalam sauerkraut sangat baik untuk kesehatan pencernaan si Kecil. Selain itu, sauerkraut juga kaya akan sodium, karbohidrat, protein, zat besi, serta vitamin C.

14. Kombucha

Kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh hitam, ragi, dan gula yang difermentasikan selama satu minggu atau lebih. 

Proses fermentasi dilakukan dengan menumbuhkan bakteri dan ragi secara bersamaan pada sebuah biang bernama SCOBY (Symbiotic Colony of Bacteria and Yeast). 

Fermentasi tersebut menghasilkan minuman dengan kandungan berbagai macam vitamin B dan bakteri lactic acid yang berfungsi sebagai probiotik yang baik untuk tubuh.

Baca Juga: Manfaat dan Contoh Makanan Mengandung Prebiotik untuk Anak

Itulah daftar makanan yang mengandung probiotik yang dapat Mama berikan untuk si Kecil. Mama dapat mengkreasikan berbagai bahan makanan tersebut menjadi hidangan yang sehat dan bergizi agar si Kecil tumbuh optimal dengan saluran pencernaan yang sehat. 

Dapatkan juga panduan eksklusif dan tips bulanan untuk mendukung tumbuh kembang dan imunitas si Kecil dengan mendaftar jadi member Nutriclub secara gratis!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Smith, Matt. “Kombucha.” WebMD. www.webmd.com/diet/the-truth-about-kombucha. 
  2. WebMD Editorial Contributors. “Health Benefits of Sauerkraut.” WebMD, www.webmd.com/diet/health-benefits-sauerkraut. 
  3. Stephanie Tjasa Subandi, et al. “Tempeh Consumption Enhanced Beneficial Bacteria in the Human Gut.” ResearchGate www.researchgate.net/publication/328100975_Tempeh_consumption_enhanced_beneficial_bacteria_in_the_human_gut. 
  4. ‌Park, Kun-Young, et al. “Health Benefits of Kimchi (Korean Fermented Vegetables) as a Probiotic Food.” Journal of Medicinal Food, vol. 17, no. 1, Jan. 2014, pp. 6–20, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24456350/
  5. Alan, Yusuf. “Culture Fermentation of Lactobacillus in Traditional Pickled Gherkins: Microbial Development, Chemical, Biogenic Amine and Metabolite Analysis.” Journal of Food Science and Technology, vol. 56, no. 8, 11 June 2019, pp. 3930–3939, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6675860/, 10.1007/s13197-019-03866-8. 
  6. Hrefna Palsdottir, MS. “11 Probiotic Foods That Are Super Healthy.” Healthline www.healthline.com/nutrition/11-super-healthy-probiotic-foods#TOC_TITLE_HDR_9. 
  7. Garg, Neelima, et al. “PROBIOTIC DRINK from CUCUMBER.” ResearchGate www.researchgate.net/publication/299437423_PROBIOTIC_DRINK_FROM_CUCUMBER. 
  8. “Is Cheese a Healthy Source of Probiotics? - Harvard Health.” Harvard Health, Harvard Health, Feb. 2021, www.health.harvard.edu/staying-healthy/is-cheese-a-healthy-source-of-probiotics#
  9. Slattery, Conor, et al. “Analysis of Health Benefits Conferred by Lactobacillus Species from Kefir.” Nutrients, vol. 11, no. 6, 1 June 2019, p. 1252, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6627492/, 10.3390/nu11061252
  10. WebMD Editorial Contributors. “Kefir: Is It Good for You?” WebMD www.webmd.com/diet/kefir-good-for-you. 
  11. Petre, Alina. “Why Natto Is Super Healthy and Nutritious.” Healthline www.healthline.com/nutrition/natto#TOC_TITLE_HDR_2. 
  12. WebMD Editorial Contributors. “Miso Soup: Is It Good for You?” WebMD www.webmd.com/diet/miso-soup-good-for-you#
  13. Benítez-Cabello, Antonio, et al. “Biodiversity and Multifunctional Features of Lactic Acid Bacteria Isolated from Table Olive Biofilms.” Frontiers in Microbiology, vol. 10, 17 Apr. 2019, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6479189/, 10.3389/fmicb.2019.00836. 
  14. Lau, Siew Wen, et al. “Sourdough Microbiome Comparison and Benefits.” Microorganisms, vol. 9, no. 7, 23 June 2021, p. 1355, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8306212/, 10.3390/microorganisms9071355. 
  15. Farag, Mohamed A., et al. “Rediscovering Acidophilus Milk, Its Quality Characteristics, Manufacturing Methods, Flavor Chemistry and Nutritional Value.” Critical Reviews in Food Science and Nutrition, vol. 60, no. 18, 16 Oct. 2019, pp. 3024–3041, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31617740/, 10.1080/10408398.2019.1675584. 
  16. Kim, Seon-Kyun, et al. “Role of Probiotics in Human Gut Microbiome-Associated Diseases.” Journal of Microbiology and Biotechnology, vol. 29, no. 9, 28 Sept. 2019, pp. 1335–1340, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31434172/, 10.4014/jmb.1906.06064. 
  17. Clinic, C. (2020). Probiotics: What is it, Benefits, Side Effects, Food & Types - Cleveland Clinic. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics
Artikel Terkait
floating-icon