Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
7 Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Penting pada Anak

Nutrisi

7 Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Penting pada Anak

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 15 Januari 2020

Ketika baru memiliki anak ada beberapa hal yang harus Mama perhatikan, mulai dari kesehatan, tumbuh kembang, hingga pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak. Nutrisi memiliki peranan yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. 

Jika kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik, hal ini akan dapat membuat pertumbuhan dan perkembangannya terganggu dan dampaknya mungkin akan terlihat hingga ia dewasa. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui cara memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak.

Namun sebelum itu, ketahui dulu rekomendasi macam-macam nutrisi yang perlu diberikan kepada si Kecil. Yuk, cari tahu informasi pentingnya dalam artikel berikut ini!

Apa Saja Kebutuhan Nutrisi pada Anak?

Usia balita adalah masa periode emas yang sangat penting dan tidak boleh sampai terlewatkan. Sebab pada rentang usia ini, tumbuh kembang anak balita tentu sudah semakin pesat dari segala sisi.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya, Mama dan Papa perlu memberikan nutrisi makanan yang tepat. Nutrisi adalah pondasi paling mendasar yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Itu kenapa sangat penting bagi orang tua untuk memahami pentingnya peran nutrisi di 5 tahun pertama usia anak-anak. Nutrisi akan menjadi pondasi untuk pengembangan keterampilan kognitif, motorik, dan sosio-emosional sepanjang masa kanak-kanak dan dewasa nanti.

Sebaliknya, kekurangan nutrisi pada anak balita diketahui bisa memengaruhi kesiapannya bersekolah nanti. Sebab, penelitian dari jurnal Nutrition Reviews bahkan melaporkan, kekurangan gizi pada anak usia dini cenderung berisiko mempengaruhi proses berpikir, perilaku, dan produktivitas anak di usia sekolah.

Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan asupan dan kebutuhan gizi balita agar bisa terpenuhi dengan baik. 

Untuk rekomendasi nutrisi makanan untuk balita, Mama perlu memastikan agar makanan yang dikonsumsi si Kecil mengandung nutrisi sebagai berikut. 

1. Protein

Untuk memenuhi kebutuhan protein balita, Mama bisa memenuhinya dari berbagai jenis makanan, seperti produk hewani dan nabati. 

Beberapa jenis makanan mengandung protein yang baik dikonsumsi balita, antara lain telur, daging ikan, daging ayam, daging merah, makanan laut, kacang-kacangan, sayuran, biji-bijian, tahu, dan tempe. 

2. Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein khusus yang membawa oksigen dalam sel darah merah ke seluruh bagian tubuh. Adanya kandungan zat besi dalam makanan bisa membantu mencegah anemia pada anak yang dapat meningkatkan risiko stunting. 

Selain itu, pemenuhan zat besi penting dalam periode keemasan si Kecil, terutama 2 tahun pertama anak, untuk perkembangan perilaku dan fungsi kognitifnya. 

Zat besi juga memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh yang merupakan garis pertahanan pertama anak melawan penyakit dan infeksi.

Di umur 1 tahun, anak membutuhkan sekitar 7 mg zat besi setiap hari. Kemenkes RI merekomendasikan agar 75% asupan zat besi anak diutamakan berasal dari sumber zat besi heme, yaitu yang berasal dari protein hewani (daging sapi dan unggas, hati sapi dan hati ayam, ikan dan makanan laut), dan dilengkapi sumber zat besi non-heme yang terdapat dalam buah dan  sayuran, seperti bayam, kale, dan brokoli.

Agar penyerapan zat besi berjalan maksimal, menu makanan bayi 1 tahun perlu juga dilengkapi dengan makanan kaya vitamin C. Misalnya, buah tomat, jeruk, berry, kiwi, paprika, dan kentang. 

3. Kalsium

Kalsium merupakan salah satu nutrisi yang berperan besar dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang si Kecil. Nah, agar penyerapan kalsium di dalam tubuh anak berjalan secara optimal, si Kecil membutuhkan bantuan dari vitamin D.  

Vitamin D sendiri berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon kalsitriol (disebut juga sebagai vitamin D aktif). Hormon ini akan membantu penyerapan kalsium dari makanan yang dikonsumsi si Kecil. 

Ketika hormon kalsitriol absen, kalsium yang terkandung dalam bahan makanan tidak akan terserap secara optimal. Alhasil tubuh mengambil cadangan kalsium yang berada di dalam tulang si Kecil untuk menjalankan fungsi jantung, otot, dan saraf. 

Pengambilan cadangan kalsium yang berlebihan dari tulang si Kecil tentu akan membuat kekuatan tulang berkurang dan permbentukan sel tulang baru terhambat. 

Oleh karena itu, Mama perlu memastikan si Kecil mendapatkan asupan yang seimbang antara vitamin D dan kalsium. 

Nah, untuk anak usia 1 tahun, asupan kalsium harian yang dibutuhkan oleh si Kecil adalah 650 mg dan bisa didapatkan dari: 

  • Susu sapi.

  • Susu kedelai.

  • Keju.

  • Greek yogurt.

  • Kedelai.

  • Tahu.

  • Salmon.

  • Brokoli.

4. Omega-3 dan Omega-6

Di umur 1 tahun ini, anak umumnya membutuhkan sekitar 45 gram asupan lemak total per hari yang didapat dari jenis lemak sehat. Nah, lemak yang paling sehat adalah asam lemak omega-3 dan omega-6. 

Asam lemak omega-3 (DHA, ALA, dan EPA) sangat penting bagi perkembangan otak si Kecil. Namun, diantara ketiga senyawa asam lemak baik tersebut, DHA memegang peranan paling penting, sebab 40% asam lemak baik di dalam otak terbentuk dari DHA. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang seimbang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, khususnya dalam hal kemampuan belajar, penyimpanan memori, dan kemampuan atensi (memusatkan perhatian). 

Hal ini terkait dengan peran besar kedua asam lemak baik tersebut pada proses pembentukan selubung mielin yang berfungsi untuk menyampaikan informasi dari satu saraf otak ke saraf lainnya. 

Jadi, ketika selubung mielin terbentuk dengan optimal, si Kecil akan memiliki respon yang baik terhadap berbagai macam stimulus dari lingkungan sekitarnya. 

Lebih lanjut, omega-3 dan omega-6 juga berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh si Kecil.

Ma, saat si Kecil diserang mikroba jahat dan mengalami infeksi, tubuhnya akan mengalami peradangan sebagai respon dari sistem imunnya. Nah, ketika omega-3 dan omega-6 dikonsumsi dengan seimbang, dua asam esensial ini akan bekerja sama untuk mengontrol peradangan yang terjadi sehingga si Kecil lebih cepat pulih. 

Beberapa pilihan makanan yang tinggi lemak sehat untuk anak adalah:

  • Daging ayam.

  • Daging sapi.

  • Hati sapi dan hati ayam.

  • Ikan berlemak yang hidup di air dingin..

  • Telur.

  • Udang.

  • Alpukat.

Baca Juga: Beragam Manfaat Minyak Ikan untuk Tumbuh Kembang Anak

5. Prebiotik FOS:GOS

Prebiotik FOS:GOS adalah jenis serat pangan khusus dari sumber-sumber nabati yang tidak bisa dicerna sepenuhnya oleh lambung sehingga dapat terbawa hingga usus si Kecil. 

FOS sendiri merupakan singkatan dari fructo- oligosaccharides dan GOS merupakan kependekan dari galacto-oligosaccharides. 

Di dalam usus, prebiotik FOS:GOS akan di fermentasi dan menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) bernama Lactobacillus dan Bifidobacterium. Inilah yang membuat probiotik menyandang predikat sebagai “pendorong pertumbuhan probiotik dalam usus”. 

Peningkatan populasi mikroba baik di dalam usus dapat membantu meningkatkan fungsi sistem imun si Kecil sehingga mencegahnya dari risiko terserang penyakit seperti diare dan peradangan akut. 

Menurut penelitian, rasio terbaik asupan FOS:GOS untuk bayi adalah 1:9. Formula asupan ini mampu menyeimbangkan populasi mikroba baik sehingga meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh bayi terhadap berbagai jenis peradangan dan infeksi seperti eczema, konstipasi dan diare.

Beberapa contoh makanan prebiotik untuk anak 1 tahun adalah:

  • Apel.

  • Asparagus.

  • Pisang.

  • Jenis buah-buahan berry.

  • Bawang putih.

  • Sayuran hijau.

  • Daun bawang.

  • Kacang polong.

  • Tomat.

  • Bawang bombay.

6.  Karbohidrat

Menu makanan si Kecil harus mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai energi, nutrisi, dan serat yang baik untuk balita. 

Ada dua jenis karbohidrat yang terkandung di dalam makanan, Ma, yakni karbohidrat kompleks dan sederhana. 

Karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang cenderung lebih sulit dicerna dan membuat si Kecil lebih lama kenyang. Beberapa contoh makanan berkarbohidrat kompleks, yaitu roti, pasta, kentang, ubi, jagung, dan singkong. 

Sementara itu, karbohidrat sederhana atau yang biasa kita kenal dengan gula, bisa ditemukan pada gula putih, susu, buah-buahan, hingga permen. 

7. Serat

Serat adalah salah satu asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh anak sehari-hari. Tak seperti nutrisi lain, serat merupakan jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, Ma. 

Mengonsumsi makanan kaya serat dapat membantu proses pencernaan dan melancarkan pengeluaran tinja si Kecil. Selain itu, masalah sembelit atau konstipasi pada anak juga dapat dihindari. 

Umumnya, pilihan makanan berserat bisa Mama dapatkan secara alami melalui sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. 

8. Lemak

Untuk memenuhi kebutuhan gizi pada balita, mama jangan lupa menambahkan asupan lemak dalam menu makanan anak sehari-hari, ya. Namun, perlu diperhatikan juga apakah itu lemak sehat atau tidak. 

Lemak berfungsi sebagai energi, membuat tubuh tetap hangat, melindungi organ vital dalam tubuh, serta membantu menyerap sejumlah asupan vitamin. 

Menurut American Heart Association, anak balita usia 2-3 tahun sebaiknya mengonsumsi lemak total sekitar 30 sampai 35 persen dari kalorinya.

Asupan lemak bisa Mama temukan dalam sejumlah produk hewani (daging dan susu) dan kacang-kacangan. 

9. Susu

Selain nutrisi dari makanan, Mama perlu mencukupi kebutuhan cairan tubuh balita. 

Sebab, anak balita usia 1-5 tahun sedang aktif-aktifnya sehingga membutuhkan banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Terlebih, balita cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi karena sering mengabaikan rasa haus ketika asyik bermain.

Adapun jumlah kebutuhan cairan balita tergantung pada usia, ukuran tubuh anak, kesehatan, tingkat aktivitas, sampai cuaca (suhu udara dan tingkat kelembapan).

Tak hanya dari air putih atau air mineral, kebutuhan cairan anak balita bisa Mama penuhi melalui pemberian susu formula. 

Susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang utama bagi balita. Keduanya berfungsi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi.

Selain nutrisi dari makanan, Mama bisa melengkapi pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak dengan memberikan susu pertumbuhan seperti susu Nutrilon Royal 3

Susu Nutrilon Royal 3 diformulasikan dengan kandungan ACTIDUOBIO+, yaitu kombinasi prebiotik FOS:GOS 1:9 dan Omega 3 & 6 lebih tinggi yang sudah teruji klinis serta zat besi untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh si Kecil yang optimal serta mendukung daya tangkap yang cepat. Susu Nutrilon Royal juga dilengkapi dengan 12 vitamin dan 9 mineral penting untuk mendukung kecukupan gizi si Kecil.

Baca Juga: 5 Penyebab Anak Kurang Gizi yang Perlu Mama Ketahui

Bagaimana Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi pada Anak?

Beberapa cara pemenuhan kebutuhan nutrisi si Kecil yakni antara lain sebagai berikut:

1. Biasakan Anak Sarapan Sejak Dini

Cara pemenuhan kebutuhan si Kecil yang pertama adalah dengan cara membiasakan si Kecil untuk melakukan sarapan. Mama mungkin berpikir sarapan hanya penting bagi orang dewasa atau bagi anak sekolah karena sarapan dapat memelihara ketahanan fisik, dan meningkatkan fokus. Hal ini memang benar adanya, tapi sarapan juga memiliki manfaat bagi si Kecil.

Manfaat sarapan bagi si Kecil adalah untuk membentuk pola makan sehat sejak dini. Selain itu, sarapan juga bisa menjadi cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

2. Ajarkan Anak untuk Makan Sehat

Menu makanan sehat sama pentingnya dengan pola makan sehat. Mama bisa melakukan pemenuhan kebutuhan nutrisi si Kecil dengan mengajarkan si Kecil pola makan sehat. Sebagian besar anak memiliki ketakutan untuk makan sayuran, Mama bisa mengajarkan si Kecil memakan sayuran sejak dini agar menjadi kebiasaan yang baik bagi si Kecil.

Jika selama ini anak Mama sulit makan sayuran, coba berikan cara lain untuk menyajikannya. Misalnya, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan menarik dengan membentuk bulatan nasi menjadi bentuk wajah. Kemudian, gunakan sayuran dan lauk pauk menjadi rambut atau potongan tubuh.

Mama bisa membentuk selada hijau sebagai sebuah mahkota atau rambut, irisan rumput laut untuk membentuk anggota tubuh di wajah, serta wortel atau mentimun sebagai badan atau tangan.

Lebih lanjut, Mama bisa mengenalkan si Kecil dengan sayuran, buah, sereal, daging sapi, ikan, ayam, susu dan yogurt secara bergantian.

3. Berikan Makan Anak dalam Porsi Kecil

Ternyata memberikan makanan dalam porsi kecil merupakan cara pemenuhan kebutuhan nutrisi anak yang efektif lho, Ma. 

Pada usia 1-3 tahun nafsu makan si Kecil menurun karena pertumbuhannya tidak secepat di tahun pertamanya. Mama bisa memberikan si Kecil makanan dalam porsi kecil agar anak Mama tertarik untuk makan.

Jika Mama memberikan si Kecil makanan dengan porsi besar, si Kecil cenderung tidak menghabiskan makanannya. Oleh karena itu, sebaiknya Mama memberikan porsi kecil agar si Kecil dapat menghabiskan makanannya.

Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar Mama bisa memberi jarak minimal tiga jam sebelum masuk ke waktu makan selanjutnya. 

Dengan begitu, anak akan lebih merasakan kapan lapar dan kapan kenyang. Hal ini membuat porsi makannya lebih pas saat waktu makan tiba.

Baca Juga: 10 Cara Ampuh Mengatasi Anak yang Susah Makan

4. Berikan Anak Camilan Sehat

Cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak berikutnya adalah dengan memberikannya camilan sehat. Ada beberapa jenis camilan sehat yang Mama bisa berikan kepada si Kecil seperti potongan buah apel, yogurt, dan roti isi tuna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak. 

Tapi, hindari memasukkan permen dan cokelat ke dalam menu camilan harian si Kecil ya, Ma. Karena akan mengandung banyak gula dan bisa merusak gigi si Kecil.

5. Biarkan Anak Memilih Makanannya Sendiri

Tahukah Mama? Salah satu alasan mengapa si Kecil susah makan adalah karena si Kecil tidak suka dengan menu makanannya. Mama bisa berkomunikasi dengan si Kecil tentang makanan apa yang ingin makan. 

Nah, salah satu cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang bisa dilakukan adalah dengan membiarkan si Kecil memilih makanannya sendiri. Jika si Kecil makan dengan rajin, asupan pemenuhan kebutuhan nutrisi si Kecil pun akan terpenuhi.

6. Pastikan Anak Menghabiskan Makanan

Sebagai cara pemenuhan kebutuhan nutrisi si kecil, Mama juga perlu memastikan anak menghabiskan makanan. Sesuaikan hidangan dengan porsinya.

Jika Mama memberikan si Kecil makanan dengan porsi besar, si Kecil cenderung tidak menghabiskan makanannya. Oleh karena itu, sebaiknya Mama memberikan porsi kecil agar si Kecil dapat menghabiskan makanannya.

7. Jadilah Contoh untuk Anak

Memberi contoh yang baik pada anak ternyata juga bisa menjadi alternatif cara memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak, Ma, Ini karena anak merupakan peniru ulung karena melihat tindakan orang-orang di sekelilingnya.

Jadi, sebelum meminta anak untuk mencoba makanan baru atau menghabiskan makanan yang Mama sajikan, berikan contoh dulu.

Mama bisa mengajak si Kecil duduk bersama di meja makan, kemudian berikan anak makanan yang sama dengan yang dimakan oleh anggota keluarga lainnya.

Jika di awal anak tampak ragu untuk mencicipi makanan tersebut, beri contoh dan katakan bahwa makanan tersebut tidak kalah lezat dengan makanan favoritnya.

Kemudian, apabila orang tua ingin anaknya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan sehat, sebaiknya Mama dan Papa mencontohkan dengan rutin memakannya. Dengan demikian, anak akan mengikutinya.

Ada kalanya Mama dan Papa mungkin sama-sama punya kebiasaan suka memilah-milah makanan atau tidak menyukai jenis makanan tertentu.

Dalam kondisi ini, tak heran jika nantinya anak juga akan meniru kebiasaan orang tua yang satu ini. Agar anak tidak susah makan makanan tertentu, sebaiknya hindari menunjukkan sikap tersebut di depan anak, ya.

Baca Juga: Nutrisi Seimbang untuk Perlindungan Penyakit Bagi Si Kecil

Nah, itu dia berbagai cara pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak yang bisa Mama praktikkan. Jika Mama sudah mencoba berbagai upaya di atas, tapi si Kecil tetap susah makan dan berat badannya turun terus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak guna mengetahui penyebab dan penanganannya dengan tepat.

Agar bisa lebih maksimal memantau tumbuh kembang si Kecil, Mama bisa menanyakan segala hal terkait pola makan dan nutrisi anak ke tim Nutriclub Expert Advisor untuk dapatkan jawaban lengkapnya dari para ahli.

  1. IDAI | Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil
  2. Prado, E. L., & Dewey, K. G. (2014). Nutrition and brain development in early life. Nutrition Reviews, 72(4), 267–284. https://doi.org/10.1111/nure.12102
  3. Kids Need Fiber: Here’s Why and How. (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Kids-Need-Fiber-Heres-Why-and-How.aspx
  4. MyPlate Food Guide (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/myplate.html
  5. Fat - Healthy Kids. (2020). Healthy-Kids.com.au. https://healthy-kids.com.au/food-nutrition/nutrients-in-food/fats/
  6. Why Drinking Water Is the Way to Go (for Kids) - Nemours KidsHealth. (2022). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/kids/water.html
  7. How to cope with feeding a fussy toddler. (2022). BabyCentre UK. https://www.babycentre.co.uk/a1008600/how-to-cope-with-feeding-a-fussy-toddler
  8. Verywell. (2021). How Much Fiber Do Kids Need Each Day? Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/fiber-fiber-recommendations-for-kids-2633944
  9. Learning About Carbohydrates (for Kids) - Nemours KidsHealth. (2017). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/kids/carb.html
comment-icon comment-icon