Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Kesehatan

9 Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya

15 Januari 2020

Anak susah BAB alias buang air besar, Ma? Kondisi ini pasti membuatnya tidak nyaman. Anak yang sedang susah BAB biasanya akan mengalami sakit perut mengganggu, disertai BAB keras yang susah dikeluarkan.

Jangan khawatir jika anak susah BAB (buang air besar) atau sembelit, Ma. Sebab, ini merupakan hal yang normal terjadi. Sebelum memeriksakannya ke dokter, Mama bisa melakukan beberapa cara mengatasi susah BAB pada anak sebagai langkah awal di rumah. Yuk, simak selengkapnya, Bu!

Gejala Anak Sembelit

Konstipasi atau sembelit pada anak adalah gangguan pencernaan pada anak yang terjadi ketika feses lambat bergerak di dalam saluran pencernaan. Anak yang mengeluarkan feses dengan ciri-ciri kering, keras dan besar, disertai dengan rasa sakit ketika buang air besar atau terdapat darah pada kotorannya bisa dibilang mengalami sembelit.

Selain itu, ada beberapa ciri anak sembelit lainnya, yaitu:

  • Frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu.

  • Ukuran feses atau kotoran yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan biasanya.

  • Sakit perut atau mengejan berlebihan.

  • Muncul darah di feses. 

Saat mengalami sembelit, biasanya si Kecil juga mengalami gejala masalah pencernaan lainnya. Misalnya: 

  • Sakit perut.

  • Perut kembung.

  • Rasa tidak nyaman di perut.

  • Kehilangan selera makan.

  • Rewel.

  • Menangis atau berteriak ketika sedang buang air besar.

  • Menghindari toilet.

  • Mengeluarkan sedikit cairan feses pada popok atau celana dalamnya.

Baca Juga: 5 Gangguan Pencernaan Yang Umum Dialami Balita

Penyebab Anak Susah BAB

Ada banyak hal yang menjadi penyebab anak susah BAB, di antaranya:

1. Konsumsi Makanan Rendah Serat

Tahukah Mama? Dari seluruh kasus konstipasi pada anak, sebagian besar ternyata disebabkan oleh faktor pola hidup. Misalnya, anak terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan, makanan manis, keju, yogurt, atau selai kacang, sementara ia kurang asupan makanan tinggi serat (buah dan sayuran). Inilah yang memicu anak jadi susah BAB. 

2. Anak Takut Pergi ke Toilet

Salah satu penyebab anak susah buang air besar adalah adanya rasa takut untuk pergi toilet. Jika si Kecil merasa tertekan saat training toilet, ia bisa menahan rasa ingin buang air besarnya. Kebiasaan menahan buang air besar akan mengganggu metabolisme tubuhnya.

Bahkan, bila si Kecil sudah melalui tahapan training toilet, ia mungkin tidak sabar atau buang air kecil terlalu cepat, sehingga membuat proses pembuangannya tidak tuntas. Dampaknya, feses akan menumpuk dan menyebabkan terjadinya kram perut. Kolon yang membesar akibat penumpukan feses juga bisa menyebabkan sembelit pada anak.

3. Dehidrasi 

Anak yang kekurangan cairan tubuh atau bahkan dehidrasi bisa membuat BAB-nya menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Jika si Kecil dehidrasi, sistemnya akan merespon dengan mencerna lebih banyak cairan dari apa pun yang ia makan dan minum, juga dari pembuangannya. Ini membuat feses si Kecil keras dan susah untuk dikeluarkan, Ma.

4. Anak Kurang Bergerak Aktif

Selanjutnya, anak yang cenderung kurang bergerak aktif, seperti lebih suka main gadget di tempat tidur selama berjam-jam. Kebiasaan ini membuat makanan yang dimakan si Kecil menjadi susah bergerak di dalam pencernaan. Inilah yang menyebabkan anak susah buang air besar.

5. Sering Menunda Buang Air Besar

Aktivitas dan kegiatan anak yang padat membuatnya sering menunda buang air besar. Kebiasaan tersebut bisa berakibat buruk bagi pencernaan anak sehingga dapat menyebabkan susah BAB. 

Anak-anak mungkin juga masih merasa takut untuk pergi ke toilet sendiri, atau bisa pula karena mereka lebih memilih asyik bermain. 

6. Alami Masalah Kesehatan Tertentu

Sembelit pada anak kadang muncul sebagai gejala dari kondisi kesehatan lainnya, termasuk intoleransi laktosa dan diabetes. Selain itu, penyebab anak susah buang air besar bisa juga karena kesalahan obat atau alergi makanan tertentu.

7. Perubahan Rutinitas

Beberapa anak mungkin sering menahan BAB karena merasa tidak nyaman kalau harus menggunakan toilet umum saat berada di luar rumah. Ini yang bisa menjadi anak susah BAB karena ia harus mengubah kebiasaannya. 

8. Stres

Gangguan emosional yang terjadi pada anak bisa menyebabkan stres. Maka itu, stres bisa menjadi penyebab anak susah BAB berikutnya.

9. Kurang Cocok dengan Susu Formula yang Dikonsumsi

Penyebab anak susah BAB juga bisa karena asupan susu formula yang dikonsumsinya, Ma. Untuk itu, pastikan susu yang dikonsumsi anak mengandung prebiotik dan probiotik yang baik untuk pencernaan, ya.

Cara Mengatasi Susah BAB pada Anak

Setelah mengetahui penyebabnya, sekarang Mama bisa memberikan pertolongan pertama pada si Kecil yang perutnya sedang sakit akibat sembelit. Yuk, Ma, kita ulas satu persatu cara mengatasi susah BAB pada anak di bawah ini.

1. Pastikan si Kecil Minum Air yang Cukup

Ma, apakah selama ini si Kecil sudah cukup minum? Jika belum, mencukupi kebutuhan cairan si Kecil bisa menjadi cara mengatasi anak susah BAB, lho!

Anak yang kekurangan cairan tubuh atau bahkan dehidrasi bisa membuat BAB-nya menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan. Minum air putih atau air mineral secara rutin bisa membuat sistem pencernaan buah hati menjadi lancar sehingga kotoran dalam tubuh mudah dikeluarkan. 

Jadi, penting ya, Ma memberikan si Kecil asupan air yang cukup. Bila anak menolak atau bosan dengan air putih, Mama bisa mengakalinya dengan membuat infused water atau jus buah-buahan segar.

2. Sajikan Makanan Tinggi Serat

Kekurangan serat menjadi salah satu penyebab anak susah BAB yang paling umum. Ini karena serat memegang peranan penting bagi pencernaan si Kecil. 

Mama bisa memenuhi kebutuhannya dengan menyajikan makanan berserat, seperti buah dan sayuran, biji-bijian, serta kacang-kacangan.

Kubis, pir, pisang, papaya, kelapa, ubi, dan asparagus adalah contoh makanan berserat tinggi yang bisa Mama berikan untuk mengatasi susah BAB pada anak. Berikan si Kecil variasi dari makanan ini setiap hari secara seimbang ya, Ma, agar sistem pencernaannya selalu sehat.

3. Tingkatkan Konsumsi Probiotik

Jika sudah mengatur jadwal makan dan menu makanan anak jadi tinggi serat, tapi anak masih sulit BAB atau sembelit, Mama bisa coba memberikan susu dengan kandungan probiotik sebagai cara mengatasi anak susah buang air besar. 

Probiotik dan bakteri baik sangat penting untuk kesehatan sistem pencernaan. Dalam probiotik terkandung FOS:GOS yang baik untuk pencernaan.

Nah, Mama bisa memberikan susu Nutrilon Royal 3 tiga kali sehari. Susu Nutrilon Royal 3 adalah bekal untuk si Kecil Menang di setiap langkah karena diformulasikan dengan ACTIDUOBIO+, yaitu kombinasi prebiotik FOS:GOS 1:9 dan Omega 3 & 6 yang teruji klinis membantu perkuat daya tahan tubuh si Kecil di atas 1 tahun.

Susu Nutrilon juga dilengkapi dengan 12 vitamin dan 9 mineral penting yang mendukung tumbuh kembang anak untuk jadi pemenang di masa depan.

Baca Juga: Kenalan dengan Probiotik yang Bisa TIngkatkan Kesehatan Pencernaan Anak!

4. Hindari Makanan Mengandung Pengawet

Sebaiknya jangan berikan si Kecil makanan kemasan yang mengandung pengawet dan gula yang tinggi, Ma. Jenis makanan ini tidak memiliki kadar nutrisi, serta dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam sistem pencernaan, yang bisa menyebabkan konstipasi dan masalah pencernaan.

5. Ajak Anak Bergerak Aktif

Cara mengatasi anak susah buang air besar lainnya adalah dengan mengajak si Kecil untuk bergerak aktif. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu mendorong gerakan usus sehingga pencernaannya jadi lebih lancar, Ma.

Mama bisa mengajak anak bergerak aktif dengan berjoget bersama menggunakan lagu kesukaannya. Tentu saja ini dilakukan saat perut sedang tidak sakit, ya.

Tapi ingat, jangan terlalu memaksa ya, Ma. Jika ia tidak kuat bergerak banyak. Mama bisa mengajaknya berjalan kaki pelan-pelan di sekitar rumah, berlari, atau bermain bola sambil mengobrol agar ia tidak merasa terbebani.

6. Ingatkan Anak untuk Tidak Menahan BAB

Beberapa anak begitu asyik bermain sehingga mereka mengabaikan keinginan untuk buang air besar. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, ia bisa mengalami susah BAB dan keras, Ma.

Maka itu, Mama bisa sering-sering mengingatkan anak untuk tidak mengabaikan dan menahan keinginan BAB. Misalnya, dengan mengatakan “Dik, kalau mau pup bilang Mama, ya. Jangan ditahan, nanti perutnya sakit, lho. Adik nggak mau ‘kan kalau perutnya makin sakit?” 

Sebisa mungkin jangan memarahi anak bila feses yang ditahannya mengotori celana dalam si Kecil. Sebaliknya, Mama bisa bilang “Nah kan celana adik kotor karena nggak kasih tau Mama kalau mau pup, lain kali adik bilang Mama kalau mau pup, ya”.

Apabila anak berhasil tidak menahan BAB, Mama dan Papa bisa memberikan pujian. Misalnya, “Gitu dong, pintarnya anak Mama!”, atau “Good job, Nak!”

Bila perlu, Mama dan Papa bisa memberikan hadiah sederhana atas keberhasilannya tidak menahan BAB, agar anak senang dan jadi dorongan baginya untuk mau rutin BAB. Misalnya, dengan memberikan buku bacaan atau mainan yang diinginkannya.

7. Biasakan Anak Duduk di Toilet secara Mandiri

Anak-anak sering kali menahan buang air besar. Hal inilah yang menyebabkan anak susah BAB dan keras.

Cara mengatasinya, Mama bisa melatih anak agar rutin BAB setiap hari. Cobalah ajarkan buah hati ke kamar mandi saat pertama kali ia merasakan keinginan untuk buang air besar.

Orang tua juga dapat membuat jadwal BAB teratur dengan meminta si Kecil duduk di toilet setiap harinya di waktu yang sama, usahakan setelah makan. Lakukan sekitar 3-5 menit.

Jika perlu, sediakan bangku di bawah kloset agar anak bisa duduk dengan nyaman di toilet dan mengeluarkan fesesnya dengan mudah. 

8. Berikan Obat Pencahar

Cara mengatasi anak yang susah BAB selanjutnya adalah dengan memberikannya obat pencahar. Walaupun obat susah BAB ini mungkin bisa ditemukan secara bebas di apotek, pastikan Mama berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya, untuk mendapatkan rekomendasi obat yang tepat. 

Dokter mungkin akan memberikan pilihan obat susah BAB untuk anak sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Misalnya, laktulosa yang dapat membantu membuat feses menjadi lebih lunak, sehingga lebih mudah dikeluarkan. 

Selain obat pencahar, Mama juga bisa memberikan enema sebelum si Kecil tidur. Namun, Mama harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan si Kecil enema.

Cara mengatasi dengan makanan yang bernutrisi tinggi dan metode yang alamiah bisa menyembuhkan sistem pencernaan si Kecil, sekaligus akan membuat buang air besar si Kecil lebih rutin dan mudah. 

Sangat penting untuk tetap konsisten pada perubahan makanan yang dikonsumsi si Kecil agar tubuhnya bisa beradaptasi perubahan dengan baik.

Selanjutnya, cegah masalah pencernaan si Kecil dengan memberikan asupan nutrisi seimbang yang mampu mendukung pertumbuhannya. Mama juga bisa konsultasi langsung dengan Nutriclub Expert Advisors yang siap menjawab Mama pertanyaan seputar nutrisi, kesehatan, dan tumbuh kembang si Kecil.

  1. Constipation (for Kids) - Nemours KidsHealth. (2020). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/kids/constipation.html
  2. Constipation in children - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic. (2021). Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/diagnosis-treatment/drc-20354248
  3. Constipation in children - Symptoms and causes. (2021). Mayo Clinic; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242
  4. Lissienko, K. (2011, September 13). Laxatives. KidsHealth NZ. https://www.kidshealth.org.nz/laxatives
comment-icon comment-icon