Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Jadwal Imunisasi Lengkap untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Kesehatan

Jadwal Imunisasi Lengkap untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Article By : Ashya Ravika

Bayi dilahirkan dengan sistem kekebalan yang dapat melawan sebagian besar kuman, tetapi ada beberapa penyakit serius dan bahkan mematikan yang tidak dapat mereka tangani sendiri pada saat ini. Itu sebabnya bayi yang baru lahir akan membutuhkan vaksinasi secara rutin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Ada banyak jenis vaksin yang perlu didapat dan dilengkapi bayi dalam rentang usia 0-12 bulan. Semua jenis vaksin ini tentu tidak diberikan secara bersamaan. Jadi, yuk, cari tahu jadwal imunisasi untuk bayi baru lahir sampai usia 12 bulan berdasarkan rekomendasi IDAI dan WHO di sini.

Memahami Cara Kerja Imunisasi

Imunisasi menjadi sangat penting pada awal kehidupan si Kecil karena anak-anak terpapar ribuan kuman penyebab penyakit setiap hari. Ini bisa terjadi melalui makanan yang mereka makan, udara yang mereka hirup, dan benda-benda yang mereka masukkan ke dalam mulut mereka.

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit menular yang terjadi setelah pemberian vaksin.

Vaksin itu sendiri biasanya memuat mikroorganisme (bakteri atau virus tertentu) yang sudah dilemahkan. Ketika dimasukkan ke dalam tubuh lewat suntikan atau secara oral, mikroorganisme yang inaktif ini tidak menyebabkan penyakit.

Yang terjadi adalah sistem kekebalan tubuh anak akan mengenalinya sebagai benda asing. Sistem imun kemudian merespon “kedatangan” benda asing ini dengan menciptakan sel-sel antibodi yang spesifik bekerja untuk melindungi tubuh dari potensi penyakit yang bisa disebabkan oleh kuman hidup tersebut.

Dengan demikian, tubuh si Kecil akan bisa cepat melawan virus dan mengurangi risiko tertular penyakit apabila di kemudian hari kuman hidup itu masuk ke dalam tubuh anak.

Jadwal Imunisasi Wajib untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Untuk mencapai efek perlindungan yang maksimal, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan berdasarkan rekomendasi IDAI dan WHO. Ada yang cukup satu kali imunisasi, ada yang memerlukan beberapa kali imunisasi dan bahkan pada umur tertentu diperlukan imunisasi ulang.

Oleh karena itu, penting untuk melengkapi imunisasi bayi sejak baru lahir sampai ia besar nanti. Jika ada vaksin yang belum didapat sesuai jadwal yang seharusnya, terlambat, atau tertunda, imunisasi harus secepatnya dikejar.

Nah, ini dia jadwal imunisasi bayi yang harus bayi dapatkan di umur 0-12 bulan:

1. Hepatitis B: 4 Kali Vaksin

Hepatitis B adalah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Hepatitis B paling sering ditularkan dari ibu yang terinfeksi hepatitis B saat hamil. Biasanya, virus ini berpindah ke bayi ketika ia terkena paparan darah dan cairan vagina ibu selama proses persalinan normal maupun caesar.

Merujuk pada panduan imunisasi terbaru dari IDAI, vaksin hepatitis B diberikan pada bayi sebanyak 4 kali. Vaksin hepatitis pertama atau yang disebut vaksin hepatitis B (HB) monovalen diberikan segera kurang dari 12 jam setelah bayi lahir.

Jadwal imunisasi HB yang kedua akan diberikan dalam 4 minggu setelah imunisasi pertama, yaitu kira-kira setelah bayi berusia 1 bulan.

Jarak imunisasi HB yang ke-3 idealnya minimal 2 bulan setelah imunisasi ke-2, dan yang terbaik setelah bayi berusia 5 bulan.

2. Polio: 4 Kali Vaksin

Polio adalah penyakit menular yang terkadang tidak memperlihatkan gejala-gejala ketika virusnya sudah menyerang tubuh. Hingga saat ini juga belum ada obat yang bisa menyembuhkan infeksi polio pada manusia. Jadi, amat sangat penting bagi Mama segera mendapatkan vaksin polio untuk si Kecil.

Vaksin polio untuk bayi ada dua jenis, yaitu vaksin oral (OPV) yang diberikan dari tetesan obat lewat mulut dan vaksin suntik (IPV). Tergantung dari jenisnya, jadwal pemberian imunisasi polio untuk bayi juga berbeda.

Vaksin oral (OPV) diberikan 4 kali. Jadwal pertama yaitu segera saat bayi lahir, dan masih bisa didapatkan sampai usia 1 bulan. Jadwal selanjutnya adalah di usia 2, 4, 6, 18 bulan (atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah).

Sementara untuk pemberian vaksin polio suntik (IPV) dijadwalkan pada usia 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun.

Menurut IDAI, apabila imunisasi polio terlambat diberikan, jangan mengulang pemberiannya dari awal, tetapi lanjutkan dan segera lengkapi dosisnya tanpa memedulikan berapa lama jarak keterlambatannya dari pemberian sebelumnya.

3. BCG: 1 Kali Vaksin 

Vaksin BCG merupakan imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) atau yang sekarang dikenal dengan sebutan TB. TB disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.

Imunisasi BCG hanya perlu didapatkan satu kali saja. Jadwal imunisasi BCG yang terbaik adalah pada usia 2-3 bulan, karena pada usia kurang dari 2 bulan sistem imun bayi belum matang.

Bagaimana jika imunisasi ini terlewatkan? Bayi tetap boleh mendapatkan vaksin BCG di atas usia 3 bulan, tapi dokter biasanya akan melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Jika hasilnya negatif, anak boleh diberikan vaksin ini. 

4. DPT/DTP: 3 Kali Vaksin

Vaksin DPT atau vaksin DTP adalah pembentukan imunisasi terhadap tiga penyakit menular, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

Imunisasi DPT diberikan 3 kali sebagai imunisasi wajib, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Namun, si Kecil tetap harus mendapatkan 1 kali vaksin DTP lanjutan (vaksin booster) setelah vaksin DPT ketiganya. Pada usia 5 tahun, akan diberikan ulangan lagi sebelum masuk sekolah.

Apabila si Kecil terlambat mendapatkan vaksin DPT, berapa pun jarak keterlambatannya jangan mengulang dari awal. Tetap lanjutkan imunisasi sesuai jadwal.

5. Campak: 2 Kali Vaksin

Imunisasi campak biasanya diberikan satu kali pada usia 9 bulan. Namun, si Kecil kemudian harus mendapat dosis vaksin campak ulangan pertama pada usia 6-59 bulan yang bertujuan sebagai penguatan (strengthening).

Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen individu yang diperkirakan tidak memberikan respon imunitas yang baik saat diimunisasi dahulu.

Bagi anak berusia 9-12 bulan yang terlambat ataupun belum mendapat imunisasi campak, berikan segera dan kapan pun saat mengunjungi dokter. Bila anak sudah berusia >1 tahun, berikan MMR. Apabila MMR sudah diberikan, anak tidak perlu lagi mendapatkan imunisasi campak MR pada usia 18 bulan.

6. MMR: 2 Kali Vaksin

Vaksin MMR adalah kombinasi vaksin untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman (rubella).

Vaksin MMR diberikan pada usia 15-18 bulan dengan minimal interval 6 bulan antara imunisasi campak dengan MMR. MMR juga idealnya diberikan minimal 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lain. 

Apabila bayi sudah mendapat imunisasi MMR pada usia 12-18 bulan dan diulang pada usia 6 tahun nanti, ia tidak perlu lagi mendapatkan imunisasi campak (monovalen) tambahan pada usia 6 tahun. Bila imunisasi ulangan (booster) belum diberikan setelah berusia 6 tahun, berikan vaksin campak/MMR kapan saja saat bertemu.

Pada prinsipnya, berikan imunisasi campak 2 kali atau MMR 2 kali.

7. Rotavirus: 2-3 Kali Vaksin

Vaksin rotavirus adalah jenis imunisasi untuk melindungi bayi dari penyakit diare. Menurut IDAI, angka kejadian kematian diare masih tinggi di Indonesia. 

Vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam dengan jadwal pemberian yang berbeda tergantung usia bayi. Jenis pertama adalah vaksin rotavirus monovalen yang diberikan 2 kali, saat bayi usia 6–14 minggu dan yang kedua diberikan berjeda minimal 4 minggu setelahnya. 

Jenis imunisasi rotavirus kedua adalah rotavirus pentavalen yang pemberiannya sebanyak 3 kali. Pertama saat bayi usia 6-14 minggu, sedangkan dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jeda 4-10 minggu.

Batas akhir pemberian imunisasi rotavirus adalah saat bayi usia 24 minggu atau 6 bulan. Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

8. PCV (Pneumokokus): 3 Kali Vaksin

PCV adalah vaksin untuk mencegah penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), radang telinga, dan infeksi darah (bakteremia) yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus.

Vaksin PCV untuk bayi yang baru lahir diberikan 3 kali dengan jadwal pertama di usia 2 bulan,  kedua di bulan 4, dan ketiga saat usianya 6 bulan (dengan interval 4-8 minggu antar dosis).

9. HiB: 3 Kali Vaksin

Vaksin HiB adalah jenis imunisasi untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Haemophilus influenza tipe B yang bisa menyebabkan kematian.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin Hib dapat diberikan pertama kali ketika bayi berusia 2 bulan. Ketika usianya menginjak 4 dan 6 bulan, anak lalu harus mendapat vaksin HiB lagi masing-masing 1 kali.

Sebagai tambahan alias booster, anak dapat kembali menerima vaksin HiB di usia 15-18 bulan nanti.

Idealnya pemberian imunisasi pada si Kecil adalah ketika kondisi bayi dalam keadaan sehat dan tidak sedang sakit ringan (batuk, pilek, atau demam).

Bayi Demam Setelah Imunisasi, Haruskan Khawatir?

Umumnya, demam setelah imunisasi tidak berbahaya dan hanya berlangsung selama 24 jam setelah pemberian imunisasi.

Demam pasca imunisasi adalah reaksi umum yang dipicu oleh kerja sistem imun tubuh untuk mengenali dan merespon mikroorganisme dalam vaksin yang disuntikkan ke tubuh.  

Hal yang harus Mama lakukan untuk menurunkan demam pada bayi setelah mendapatkan imunisasi adalah menjaganya agar tetap terhidrasi, mengompres area lipatan seperti leher dan ketiak dengan waslap hangat, dan pakaikan si Kecil baju yang tipis. Biarkan bayi tidur untuk membuatnya beristirahat.

Bila demam bayi tidak kunjung turun lebih dari 24 jam dan dikhawatirkan ada hal lain yang memicu terjadinya demam, segera konsultasikan ke dokter.

Mama juga bisa mencari tahu apakah penyebab bayi demam karena imunisasi atau bukan sekaligus cara meredakan panas tubuhnya menggunakan Health Immune Checker.

Semoga semua informasi ini membantu, ya Ma!

  1. IDAI. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020 Diakses pada 29 September 2022
  2. IDAI https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii Diakses pada 29 September 2022
  3. Kementerian Kesehatan. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/ Diakses pada 29 September 2022
comment-icon comment-icon