Vitamin Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Nutrisi

Mengenal Vitamin Daya Tahan Tubuh Anak

       Anak dalam masa pertumbuhan tentunya sangat senang bermain dan beraktivitas seharian. Hal ini pasti sudah tidak asing lagi untuk ibu. Bagi para orangtua, sebuah kebahagiaan melihat si kecil selalu aktif dan ceria. Namun tidak jarang aktivitas anak membuat para orang tua khawatir dengan kesehatan anaknya. Pada masa ini, anak seringkali jatuh sakit karena menurunnya daya tahan tubuh, sehingga tubuh anak tidak kuat untuk melawan kuman-kuman jahat yang dapat menyebabkan penyakit.

       Daya tahan tubuh sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti asupan makanan, aktivitas, serta kebersihan. Nutrisi untuk anak-anak merupakan pilar-pilar yang menyokong pertumbuhan serta perkembangan tubuh anak. Asupan makanan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan diet seimbang, yaitu yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, buah, lemak, vitamin dan mineral. Berbagai vitamin dan mineral, terlebih khusus, diketahui dapat meningkatkan kekebalan tubuh, nafsu makan serta mempercepat penyembuhan anak yang sedang sakit.1

      Mungkin saat ini para ibu bertanya-tanya, vitamin daya tahan tubuh apa saja yang baik dikonsumsi anak untuk meningkatkan daya tahan tubuh? Saat ini, para tenaga kesehatan di Indonesia mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) dan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai suplementasi vitamin dan mineral. Berikut ini adalah beberapa vitamin daya tahan tubuh yang diketahui baik untuk meningkatkan imun tubuh anak

 

Did you know?

“Pemberian vitamin merupakan suplementasi, sehingga pemberiannya hanya kepada bayi dan anak yang kebutuhan mikronutriennya tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari”

dr. Putri Amelia, MKed (Ped), SpA

 

Vitamin A

       Metabolit vitamin A merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan proliferasi sel-sel imun, serta sitotoksisitas untuk melawan kuman-kuman dalam tubuh.2 Proses ini terutama ditemukan pada lapisan dalam usus, sehingga sangat baik untuk meningkatkan kekebalan sistem pencernaan. Makanan yang mengandung vitamin A sangat mudah untuk didapatkan sehari-hari. Bahan makanan tersebut antara lain: wortel, ubi, tomat, daging sapi, sayur-sayuran hijau, pepaya, dan mangga. Ibu dapat mengolah berbagai bahan makanan yang kaya vitamin A tersebut dalam menu yang disukai anak. Selain dari konsumsi makanan, WHO merekomendasikan pemberian suplementasi vitamin A sebesar 100.000 U pada bayi usia 6-11 bulan, dan vitamin A 200.000 U tiap 4-6 bulan pada anak usia 12-59 bulan.3 Namun, ibu tidak perlu khawatir karena di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia memiliki program bulan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya.4

Vitamin D

       Ibu mungkin tidak asing lagi dengan peranan vitamin D untuk pertumbuhan tulang si kecil. Namun selain itu, vitamin D juga diketahui memiliki efek imunomodulasi, yaitu menguatkan sel-sel imun tubuh.2 Vitamin D ini mudah ditemukan pada produk-produk susu, seperti susu, keju, dan yogurt. Makanan lain yang kaya akan vitamin D antara lain: ikan, kacang kedelai, kuning telur dan bayam. Paparan sinar matahari juga penting untuk sintesis vitamin D dalam kulit. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian suplementasi vitamin D sebesar 400 IU pada bayi ASI eksklusif, bayi yang minum susu formula kurang dari 1 liter sehari, dan anak-anak serta remaja.5 Namun hingga saat ini belum ada rekomendasi suplementasi vitamin D rutin untuk anak Indonesia.

Zat Besi

       Zat besi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, meningkatkan daya tahan tubuh serta konsentrasi dan prestasi belajar. Daging merah, hati, ikan, tahu, telur, sayur-sayuran hijau, dan kacang-kacangan merupakan makanan yang tinggi akan zat besi. WHO merekomendasikan suplementasi zat besi rutin setiap hari selama 3 bulan setiap tahunnya pada bayi usia 6 – 23 bulan.6 Di Indonesia sendiri, IDAI merekomendasikan pemberian suplementasi besi kepada semua anak, dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama usia 0-2 tahun. Suplementasi yang disarankan sebesar 3 mg/kgBB/hari untuk BBLR < 2500 gram, 2 mg/kg/hari untuk bayi cukup bulan, 1 mg/kgBB/hari untuk balita dan anak usia sekolah, dan 60 mg/hari untuk remaja. Pemberian yang dianjurkan adalah dua kali seminggu selama 3 bulan berturut-turut setiap tahunnya.7

Zink

       Mineral lain yang penting bagi bayi dan anak-anak adalah zink (seng). Zink merupakan salah satu mineral yang penting untuk perkembangan dan fungsi sel-sel imun, proses fagositosis melawan kuman.8 Selain itu, zink juga diketahui memiliki peranan sebagai antioksidan, untuk mencegah kerusakan jaringan akibat radikal bebas. Bahan makanan yang kaya akan zink antara lain: bayam, bawang putih, daging sapi, udang, kacang-kacangan dan biji-bijian. Suplementasi zink juga diketahui dapat menurunkan insidens diare dan pneumonia.9,10 Suplementasi zink di Indonesia diberikan rutin selama minimal 2 bulan setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan.11

       Selain nutrisi-nutrisi yang telah disebutkan diatas, untuk dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh si Kecil, Mama dapat melengkapi nutrisi hariannya dengan Nutrilon Royal Actiduobio+ yang mengandung 12 Vitamin dan 9 Mineral untuk dukung tumbuh kembang si Kecil. Selain itu, formula Actiduobio+ juga mengandung LCPUFA (Omega 3 & 6) untuk mengoptimalkan sistem imun tubuh dan FOS:GOS 1:9 yang terbukti klinis mendukung sistem imun terhadap infeksi. Selain itu, Nutricia sebagai produsen dari Nutrilon Royal telah memiliki pengalaman selama lebih dari 100 tahun di bidang Nutrisi Awal Kehidpan dan didukung oleh ratusan ahli di Eropa.

Oleh karena itu, mari kita dukung terus sistem imun si Kecil karena sistem imun yang sehat mampu mengenali serta memberikan respon imun yang tepat, sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan mampu mengatasi serangan penyakit.

Untuk informasi lebih lanjut, klik disini

facebook-logo twitter-logo

DAFTAR PUSTAKA

  1.    Kliegman RM, Stanton BMD, Geme JS, Schor NF. Nelson Textbook of Pediatrics E-Book. Elsevier Health Sciences; 2015. 5109 p.
  2.    Mora JR, Iwata M, von Andrian UH. Vitamin effects on the immune system: vitamins A and D take centre stage. Nat Rev Immunol. 2008 Sep;8(9):685–98.
  3.    WHO | Vitamin A supplementation for infants and children 6-59 months of age [Internet]. WHO. [cited 2018 Mar 17]. Available from: http://www.who.int/nutrition/publications/micronutrients/guidelines/vas_6to59_months/en/
  4.    Departemen Kesehatan RI DBGM. Panduan Manajeman Suplementasi Vitamin A [Internet]. Departemen Kesehatan RI; 2009 [cited 2018 Mar 18]. Available from: http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/08/panduan-suplementasi-vitA.pdf
  5.    Wagner CL, Greer FR. Prevention of Rickets and Vitamin D Deficiency in Infants, Children, and Adolescents. Pediatrics. 2008 Nov 1;122(5):1142–52.
  6.    WHO | Daily iron supplementation in children 6-23 months of age [Internet]. WHO. [cited 2018 Mar 17]. Available from: http://www.who.int/elena/titles/guidance_summaries/iron_children/en/
  7.    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia: Suplementasi Besi Pada Anak [Internet]. 2011. Available from: http://www.idai.or.id/wp-content/uploads/2013/02/Rekomendasi-IDAI_Suplemen-Zat-Besi.pdf
  8.    Prasad AS. Zinc in Human Health: Effect of Zinc on Immune Cells. Mol Med. 2008;14(5-6):353–7.
  9.    Lassi ZS, Moin A, Bhutta ZA. Zinc supplementation for the prevention of pneumonia in children aged 2 months to 59 months. 2016 [cited 2018 Mar 18]; Available from: http://cochranelibrary-wiley.com/doi/10.1002/14651858.CD005978.pub3/epdf
  10.  Bajait C, Thawani V. Role of zinc in pediatric diarrhea. Indian J Pharmacol. 2011;43(3):232–5.
  11.  Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). PERLUKAH SUPLEMENTASI VITAMIN DAN MINERAL PADA BAYI DAN ANAK? [cited 2018 Feb 17]; Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplementasi-vitamin-dan-mineral-pada-bayi-dan-anak