Loader
tumbuh kembang bayi seputar bayi

Tumbuh Kembang Bayi

Dapatkan beragam informasi penting seputar perkembangan si Kecil dengan pilih kalender pertubuhan bayi berdasarkan :

PERKEMBANGAN BULAN KE
1

Kenali Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa

Informasi Lengkap Seputar Mastitis

Pahami Gejala Growth Spurt pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

Keywords : Kesehatan

Si Kecil sering menangis dan menyusu lebih banyak dari biasanya? Bisa jadi si Kecil mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Pahami gejala growth spurt pada bayi dan cara mengatasinya dari Tim Ahli Nutriclub

Percepatan Pertumbuhan Pada Bayi

Growth spurt atau disebut juga dengan percepatan pertumbuhan adalah kondisi dimana tubuh bayi membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak dari kebutuhan nutrisi pada umumnya. Gejala Growth spurt  pada bayi biasanya ditandai dengan si Kecil yang rewel karena dipicu rasa haus, lebih sering menyusu sepanjang hari, dan bayi yang sering bangun di malam hari untuk menyusu. Penanganan paling tepat yang dapat Ibu lakukan adalah dengan lebih teliti memperhatikan perubahan kondisi si Kecil. Jika ia masih merasa lapar setelah menyusu, apakah si Kecil terlihat rewel karena haus dan menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk menyusui si Kecil. 

Seiring dengan pertumbuhan anak, rutinitas pemberian ASI akan mengalami penyesuaian. Growth spurt  kerap terjadi pada periode usia bayi 3-6 minggu dan 3-6 bulan. Produksi ASI Ibu juga akan perlahan menyesuaikan kebutuhan konsumsi si Kecil yang semakin meningkat kuantitasnya. Pastikan Ibu meminum air putih yang cukup agar produksi ASI tetap stabil dan terhindar dari dehidrasi.

Sebaiknya, Ibu menyusui si Kecil secara berkala sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Biasanya pada saat kondisi growth spurt, si Kecil bisa menyusu sebanyak 12 kali dalam sehari, termasuk 2-3 kali menyusu saat malam. Pada malam hari, hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI berada pada kondisi optimal. Saat memberi ASI kepada si Kecil, Ibu dapat menyusuinya dengan kedua payudara secara bergantian. Semakin banyak ASI yang diminum si Kecil, semakin mudah si Kecil untuk merasa tenang dan kembali tidur. Tidak disarankan pada periode ini bagi Ibu untuk memberikan makanan pendamping ASI bagi si Kecil, karena akan berpengaruh pada intensitas kegitan menyusui sehingga produksi ASI dapat menurun.

Di sela kegiatan menyusui, Ibu dapat menstimulasi payudara dengan menggunakan alat pemerah ASI untuk meningkatkan tingkat laktasi. Fokus pada teknik pemberian ASI yang efektif akan menjaga kondisi nyaman bagi bayi sehingga menjauhkannya dari risiko stress. Produksi ASI akan meningkat dalam waktu 2-3 hari setelah stimulasi diberikan. Peran suami dan angota keluarga yang lain juga sangat dibutuhkan untuk membantu menangani perkejaan rumah sehingga Ibu memiliki waktu lebih banyak untuk berkosentrasi pada pemberian ASI. 

Did you know?

”Durasi dan jam pemberian ASI sebaiknya tidak dibatasi sebagai patokan utama. Di malam hari pun Ibu perlu menyusui untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil dan menjaga kesinambungan produksi ASI. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Tips Pemberian ASI pada Bayi yang Mengalami Growth Spurt

 1. Perkenalkan MPASI pada si Kecil pada saat yang tepat

Meskipun peningkatan nafsu makan adalah salah satu tanda-tanda bayi siap menerima makanan padat, Ibu disarankan untuk tidak terlalu terburu-buru atau terlalu lama menunda mengenalkan makanan padat pendamping ASI (MPASI) pada si Kecil. Waktu yang tepat untuk memulai pengenalan makanan padat adalah saat si Kecil berusia 24 minggu atau 6 bulan. Terlambat mengenalkan MPASI pada si Kecil akan berakibat pada kekurangan nutrisi dan berujung pada kondisi growth spurt. Dimana tubuh bayiakan "meminta" asupan nutrisi lebih besar daripada biasanya melalui perantara ASI.Konsultasikan pada dokter atau tenaga kesehatan terkait untuk pengenalan MPASIyang tepat. 

2. Atur posisi yang tepat saat menyusui si Kecil

Pada beberapa kasus, bayi hanya dapat menghisap puting payudara Ibu karena diasuka dengan teksturnya, bukan karena lapar ingin menyusu. Sebaiknya, Ibu dapatmembedakan cara pemberian ASI pada si Kecil. Dekatkan posisi kepala bayi saat Ibumerasa bahwa si Kecil sedang dalam posisi menghisap ASI dan Ibu mendengar suarasi Kecil menelan ASI. Saat tidak dalam kondisi menyusu, kembalikan posisi kepala siKecil pada posisi gendongan yang nyaman agar ia terbiasa membedakan posisi antarabenar-benar menghisap ASI karena lapar atau hanya ingin bermain-main denganputing payudara Ibu. Dengan membedakan posisi tersebut, Ibu akan mengetahuikapan si Kecil benar-benar merasa lapar atau sekadar ingin bermain-main saja. 

Dengan memahami setiap perubahan yang muncul dari perilaku dan kebiasaan si Kecil, Ibu akan lebih cepat tahu dan paham cara mengatasi si Kecil saat berada dalam periode growth spurt. Selalu konsultasikan setiap perkembangan dan perubahan pola perilaku si Kecil dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional terkait, agar Ibu selangkah lebih maju dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil dan meraih sukses masa depannya sejak dini. 

Sumber:

  • Nutricia Global, Nutriklub,Growth spurt: Is your child still hungry? (Blue), https://www.nutriklub.cz/clanek/rustovy-spurt-je-vase-dite-porad-hladove

Dengan Layanan Expert SMS, Nikmati Ragam Informasi Langsung ke Ponsel Ibu

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP

RELATED TOOLS


LIHAT SEMUA TOOLS