Skin to skin bayi adalah kontak kulit langsung antara orang tua dan bayi. Tujuannya mempererat bonding, mengatur suhu tubuh dan detak jantung bayi, meningkatkan imun, dan melancarkan proses menyusui. Skin to skin juga dikenal dengan istilah perawatan metode kangguru (PMK).
Apa Itu Skin to Skin pada Bayi?
Skin to skin contact adalah kontak kulit langsung antara orang tua dan bayi dengan meletakkan bayi langsung di atas dada Mama atau Papa. Biasanya, bayi tanpa pakaian atau popok dibaringkan di atas dada telanjang Mama atau Papa.
WHO dan IDAI sangat menyarankan proses ini untuk dilakukan segera setelah bayi lahir, baik dari persalinan pervaginam maupun caesar.
Namun, para ahli juga tetap mengimbau orang tua untuk melanjutkan skin to skin hingga beberapa bulan ke depan setelah bayi sudah di rumah bersama Mama dan Papa.
Skin to skin penting bagi bayi, terutama yang baru lahir, untuk kelancaran inisiasi menyusui dini (IMD) dan membantu jaga kadar gula darah, suhu tubuh, pernapasan, serta detak jantung bayi tetap normal.
Manfaat Skin to Skin untuk Bayi
Skin to skin bayi atau PMK memberikan berbagai manfaat penting berikut ini:
1. Membantu Menjaga Suhu Tubuh Bayi
Sebagian besar panas tubuh bayi hilang melalui kepalanya. Maka, penting untuk menjaga tubuhnya agar tetap hangat lewat skin to skin dengan Mama atau Papa.
Suhu tubuh orang tua adalah sumber kehangatan yang tepat bagi si Kecil. Saat bersentuhan langsung, tubuh Mama melepaskan hormon oksitosin yang bisa menaikkan suhu tubuh, jadi bayi tetap hangat dalam dekapan Mama.
2. Membantu Keberhasilan Menyusui
Dari banyak riset di seluruh dunia, para ahli dan tenaga medis sepakat bahwa skin to skin bayi bisa bantu memperlancar proses si Kecil menyusui karena bisa:
- Memicu hormon dan naluri bayi sehingga proses menyusu lebih mudah.
- Membuat bayi lebih mudah menunjukkan tanda bahwa ia ingin menyusu.
- Meningkatkan peluang bayi melekat dengan baik pada payudara dan menyusu dengan lancar.
3. Menstabilkan Detak Jantung dan Napas
Saat bayi menempel ke dada telanjang Papa atau Mama, ia akan mendengar dan merasakan ritme jantung Papa dan Mama dengan jelas.
Secara alami, sistem saraf pusat bayi akan jadi lebih rileks sehingga detak jantungnya pun ikut stabil dan napasnya teratur.
Manfaat ini akan jauh lebih terasa oleh bayi dengan berat lahir rendah dan prematur yang napasnya belum teratur atau bahkan sesekali berhenti bernapas.
4. Membuat Bayi Lebih Tenang
Karena bayi sudah merasa cukup hangat serta detak jantung dan napasnya teratur saat bersentuhan langsung dengan Mama, ia akan merasa lebih aman dan nyaman.
Maka, si Kecil pun jadi lebih tenang dan rileks, bahkan ketika ia sedang kelaparan atau rewel.
5. Membantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Skin to skin bayi dan orang tuanya dapat membantu pola tidur bayi. Tidak hanya tidur lebih nyenyak, sejumlah penelitian juga membuktikan bahwa bayi tidurnya jadi lebih lama.
Ini karena bayi sudah tenang, nyaman, dan semua fungsi tubuhnya bekerja dengan stabil.
Pola tidur yang baik tentunya akan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam jangka panjang.
Baca Juga: Tips Membantu Bayi Tidur Nyenyak di Malam Hari
6. Mendukung Perkembangan Otak dan Bonding
Skin to skin bayi membantu perkembangan otak yang lebih optimal karena mendukung bagian otak yang berperan dalam mengelola emosi, menyimpan informasi, dan belajar.
Menurut studi terbaru, semakin sering skin to skin dilakukan (terutama pada bayi prematur), semakin baik perkembangan area-area otak tersebut.
Selain itu, pada bayi cukup bulan maupun prematur, PMK membantu tubuh melepaskan hormon oksitosin yang mendukung ikatan emosional atau bonding antara orang tua dan bayi.
7. Membantu Bayi Prematur Lebih Stabil
PMK atau skin to skin membantu bayi prematur menjadi lebih cepat stabil, terutama pada suhu tubuh, pernapasan, dan detak jantungnya.
Bayi juga merasa lebih hangat dan nyaman saat menempel ke dada Mama dibanding hanya dirawat di inkubator. Karena itu, tanda-tanda vital bayi biasanya lebih cepat stabil dengan PMK.
Manfaat Skin to Skin untuk Mama dan Papa
Selain menawarkan segudang kebaikan bagi si Kecil, skin to skin bayi juga memberikan sejumlah manfaat berikut ini untuk orang tua:
1. Meningkatkan Bonding Orang Tua dan Bayi
Makin sering Mama dan Papa melakukan skin to skin dengan bayi, makin besar kemungkinan Mama dan Papa lebih sering berbicara, menyentuh, dan merawat si Kecil.
Ini juga membantu Mama dan Papa merasa lebih tenang dan percaya diri sebagai orang tua baru.
Bahkan, skin to skin bayi dapat mempererat hubungan dan komunikasi antara pasangan. Kebersamaan ini membuat keluarga lebih dekat dan saling membantu dalam merawat bayi.
2. Membantu Produksi ASI
PMK membantu tubuh Mama melepaskan hormon-hormon yang membuat Mama lebih rileks sekaligus memicu produksi ASI.
Jika Mama perlu memerah ASI, skin to skin bayi juga akan mendorong produksi hormon oksitosin yang membantu keluarnya ASI.
Baca Juga: Penyebab ASI Berkurang & Cara Mengatasinya
3. Mengurangi Stres Usai Melahirkan
Setelah proses persalinan, PMK dapat membantu menumbuhkan rasa sayang dan naluri melindungi si Kecil pada diri orang tua, terutama Mama.
Sentuhan langsung dengan bayi juga merangsang hormon oksitosin yang membuat Mama lebih rileks sekaligus mengurangi rasa cemas.
Sejumlah penelitian menunjukkan PMK dapat membantu mengurangi gejala stres setelah melahirkan, terutama jika persalinannya panjang, melelahkan, atau tidak sesuai harapan.
Cara Melakukan Skin to Skin pada Bayi Baru Lahir
Untuk mendapatkan manfaat baik PMK pada bayi yang baru lahir, ikuti panduan lengkapnya di bawah ini, yuk.
Persiapan Sebelum Skin to Skin
Sebelum proses bersalin dimulai, Mama dan Papa harus memastikan hal-hal ini:
- Bicarakan dengan dokter, bidan, dan perawat bersalin sebelum melahirkan tentang rencana untuk segera melakukan skin to skin bayi. Ini berlaku baik untuk persalinan normal ataupun caesar, ya, Ma.
- Kalau di dada Mama dan Papa ada ruam atau luka terbuka, hindari PMK sampai kulit sembuh.
- Area dada dan leher orang tua harus sudah bersih dari parfum atau asap rokok.
- Minta bayi tetap menempel di dada Mama sampai selesai IMD. Pemeriksaan dan penimbangan si Kecil biasanya bisa menunggu bila tidak ada komplikasi.
- Dalam kasus Mama tidak bisa langsung memberikan PMK pada bayi, usahakan agar Papa siap menggantikan Mama.
Posisi Ideal Bayi Baru Lahir
Untuk bayi baru lahir dari persalinan pervaginam (normal) posisi tepat untuk skin to skin yaitu:
- Bayi diletakkan tengkurap di dada Mama dengan posisi tegak (vertikal).
- Satu sisi kepalanya menghadap ke samping dan pastikan mulut dan hidung si Kecil tidak terhalangi apa pun.
- Tangan dan kaki bayi ditekuk, seperti posisi katak (lutut dan siku menekuk ke dalam).
- Satu tangan Mama menopang kepala si Kecil, satu tangan lagi menopang bokongnya.
Sedangkan bagi bayi dari persalinan caesar, prosedurnya bisa berbeda-beda. Ini tergantung dari kebijakan rumah sakit dan dokter yang menangani serta kondisi Mama dan si Kecil.
Namun, idealnya posisi skin to skin untuk bayi yang lahir caesar yaitu:
- Bayi diletakkan tengkurap di dada bagian atas Mama sehingga jauh dari area operasi caesar.
- Di dada Mama, bayi berbaring melintang (horizontal) seperti mau menyusui, dengan satu sisi kepalanya menghadap ke samping supaya tetap mudah bernapas.
C-Section bukan sekadar alternatif metode persalinan. Cari tahu dampaknya terhadap daya tahan tubuh anak di C-Section Ready.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Agar proses skin to skin berjalan dengan baik, hindari berbagai kesalahan berikut ini, ya:
- Tidak melepas bra atau pakaian dalam sehingga bayi tidak langsung menyentuh kulit orang tuanya.
- Cuma sebentar melakukan PMK. Idealnya, PMK dilakukan selama setidaknya satu jam setiap hari.
- PMK sambil main HP, menonton televisi, atau sibuk mengobrol dengan orang lain. PMK adalah momen berharga di mana orang tua disarankan fokus kepada si Kecil tanpa distraksi apa pun. Tatap matanya, elus punggungnya, ajak berbicara, atau senandungkan lagu.
Biar Mama makin yakin memulai PMK dengan bayi, kunjungi Exclusive Hub Nutriclub dan nikmati berbagai konten premium gratis, seperti e-book, podcast, dan video edukasi.
Mama bisa temukan segala informasi tepercaya seputar nutrisi tepat, perkembangan kognitif, serta tips menjaga daya tahan tubuh anak langsung dari ahlinya.
Apakah Skin to Skin Bisa Membantu Bayi Demam?
Belum ada penelitian yang secara spesifik menunjukkan bahwa skin to skin bisa menurunkan demam. Namun, metode ini bisa membuat bayi yang demam jadi lebih tenang dan nyaman.
Dengan begitu, Mama bisa cukup terbantu dengan keluhan umum saat bayi demam seperti rewel, susah tidur, dan susah menyusui.
Kapan Skin to Skin Aman Dilakukan saat Demam
Skin to skin bayi atau PMK aman dilakukan ketika ia demam, asalkan:
- Panasnya masih di bawah 38°C
- Bayi dan orang tua tetap hangat, kepalanya dipakaikan topi dan punggungnya ditutup selimut, handuk, atau kain yang hangat.
- Mama atau Papa tetap bisa melihat wajah bayi dengan jelas saat PMK, hidung dan mulutnya juga tidak terhalang dada orang tua, kain, selimut, tangannya sendiri, atau apa pun.
- Bayi tampak nyaman dan tidak rewel terus-terusan ketika Mama atau Papa mengajaknya skin to skin.
Kapan Bayi Demam Harus Dibawa ke Dokter?
Segera bawa bayi ke dokter apabila demamnya:
- Di atas 38°C
- Disertai kejang
- Bayi kesulitan atau tampak berhenti bernapas
- Bayi tidur terus atau susah dibangungkan
- Disertai ruam
- Disertai muntah dan diare
- Tidak membaik setelah lebih dari 3 hari
Baca Juga: Cara Mengurangi Nyeri Setelah Imunisasi Bayi
Cara Skin to Skin pada Bayi Demam yang Benar
Agar bisa memberikan penanganan yang tepat, perhatikan cara skin to skin pada bayi demam berikut ini, Ma.
1. Posisi Bayi yang Aman
Si Kecil sebaiknya menempel di dada Mama dengan posisi tegak (kepalanya di atas).
Mama atau Papa sendiri juga kalau bisa duduk agak tegak atau berbaring dengan sandaran punggung yang tinggi. Hindari PMK dengan posisi orang tua benar-benar berbaring datar.
2. Cara Memastikan Jalan Napas Tetap Terbuka
Pastikan bayi tetap bisa bernapas dengan baik. Karena itu, Mama harus selalu bisa dengan mudah mengawasi wajah bayi.
Jauhkan selimut, kain, handuk, atau pakaian dari area wajah si Kecil dan miringkan wajahnya ke satu sisi.
3. Durasi Skin to Skin saat Bayi Demam
Makin lama durasi PMK, makin besar manfaatnya. Namun, saat ia demam, sebaiknya Mama ikuti ritme kenyamanan si Kecil. Tak perlu dipaksakan sampai harus satu jam.
Selama ia tidak rewel dan tampak nyaman beristirahat sambil skin to skin, Mama dan Papa bisa lanjutkan saja.
4. Skin to Skin dengan Mama vs. Papa
Belum ada penelitian yang menunjukkan mana yang lebih efektif: skin to skin dengan Mama atau Papa.
Justru berbagai riset membuktikan bahwa baik dengan Mama atau Papa, si Kecil tetap mendapatkan manfaat baik skin to skin, terutama saat badannya demam dan tidak nyaman.
Mengapa Bayi Lebih Tenang Saat Skin to Skin?
Sentuhan kulit Mama atau Papa dengan si Kecil bisa memicu pelepasan hormon yang membuat bayi jadi lebih tenang dan aman.
Selain itu, ketika menempel langsung dengan Mama, naluri bayi untuk mencari puting Mama dan menyusui jadi lebih kuat meski badannya sedang kurang nyaman karena demam.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Skin to Skin
Agar skin to skin bisa optimal dan nyaman untuk si Kecil, perhatikan hal-hal ini ya, Ma:
1. Jangan Sambil Main HP
Jika orang tua melakukan PMK sambil main HP, dikhawatirkan perhatiannya jadi terpecah sehingga tidak sadar apakah jalan napas bayi terhalang atau ia minta menyusu.
Risiko lainnya adalah tiba-tiba HP berbunyi kencang di dekat bayi atau HP terjatuh kena si Kecil.
2. Pastikan Orang Tua dalam Kondisi Sehat
Pastikan Mama juga sedang dalam keadaan fit. Pasalnya, si Kecil belum memiliki sistem imun yang kuat. Selain itu, saat sakit daya tahan tubuhnya sedang dalam kondisi menurun.
Biarkan Papa yang skin to skin dengan si Kecil atau tunda dulu hingga Mama merasa lebih baik untuk menghindari risiko bayi tertular.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya.
Yuk, download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
3. Hindari Parfum dan Asap Rokok
Bayi mengenali dan menyukai aroma alami tubuh orang tuanya. Jadi, saat skin to skin, hindari parfum, krim pencukur, atau sabun mandi dengan aroma yang terlalu kuat.
Jangan sampai juga masih ada sisa asap rokok yang menempel pada Mama atau Papa. Pastikan Mama dan Papa sudah bersih juga dari kuman dengan mandi sebelum skin to skin.
4. Jangan Tertidur Saat Skin to Skin
Jangan tertidur saat melakukan skin to skin dengan bayi di rumah. Pastikan Mama tetap bangun dan duduk dengan nyaman dalam posisi sedikit bersandar.
Tertidur sambil skin to skin di sofa atau kursi recliner juga tetap berbahaya dan tidak boleh dilakukan, ya. Kalau Mama atau Papa mengantuk, sudahi sesi PMK.
Kapan Skin to Skin Tidak Dianjurkan?
Meski manfaatnya besar bagi bayi dan orang tua, ada saat di mana bayi sebaiknya tidak diajak skin to skin dulu karena risikonya besar.
1. Saat Bayi Sesak Napas
Kalau ia sulit bernapas, sebaiknya tunda dulu skin to skin bayi dan segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih jauh.
2. Saat Orang Tua Sedang Sakit Menular
Karena sistem imun bayi baru lahir masih berkembang, jangan sampai Mama atau Papa menularkan penyakit ke si Kecil, ya.
3. Saat Bayi Membutuhkan Penanganan Medis Segera
Bila si Kecil menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti demam tinggi, kulitnya dingin atau pucat/membiru, muntah dan diare parah, serta tidak merespons, segera cari pertolongan medis.
Perawatan bayi newborn membutuhkan informasi yang akurat dan sesuai tahapan usia. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang untuk mendapatkan akses panduan perawatan newborn yang telah expert-verified, serta dukungan terpercaya agar Mama lebih tenang dan percaya diri sejak hari pertama bersama si Kecil. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
