Loading...
Banner Artikel 15+ Penyebab Bayi Menangis Saat Tidur dan Cara Menenangkannya
Tumbuh Kembang

15+ Penyebab Bayi Menangis Saat Tidur dan Cara Menenangkannya

Foto Reviewer

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 21 Maret 2024

Diperbarui: 19 Januari 2026


  • Apakah Normal Jika Bayi Menangis Saat Tidur?
  • Penyebab Bayi Menangis saat Tidur
  • Cara Mengatasi Bayi Menangis saat Tidur
  • Kapan Bayi Menangis Harus Dibawa ke Dokter?

Mendengar bayi menangis saat tidur pasti membuat Mama ikut terbangun karena khawatir. Bayi bisa menangis saat tidur karena lapar, popok basah, suhu tidak nyaman, kolik, tumbuh gigi, refleks kaget, atau gangguan siklus tidur seperti night terror dan overstimulasi.

Apakah Normal Jika Bayi Menangis Saat Tidur?

Menangis saat tidur umumnya masih normal selama bayi tetap tampak sehat. Fenomena ini berkaitan erat dengan perkembangan otak dan kematangan pola tidur yang masih berkembang.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pola tidur bayi masih belum stabil karena siklus tidur mereka lebih pendek dan lebih mudah terganggu dibanding orang dewasa.

Selain itu, bayi lebih sering berada pada fase tidur aktif (REM), sehingga gerakan tiba-tiba (twitching), meringis, atau menangis ringan bisa terjadi saat si Kecil masih terlelap.

IDAI juga menegaskan bahwa bayi belum mampu mengontrol emosinya secara penuh. Karena regulasi emosi belum matang, tangisan bisa muncul secara spontan meski tidak ada pemicu yang jelas. 

Penyebab Bayi Menangis saat Tidur

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Maka itu, ia bisa menangis kapan saja saat ia merasa sakit atau tidak nyaman, termasuk saat tidur. Berikut adalah beberapa penyebabnya:

1. Merasa Lapar

Penyebab bayi menangis biasanya karena si Kecil merasa lapar. Bayi biasanya perlu disusui 8–12 kali dalam 24 jam. Biarkan bayi menyusu sampai ia terlihat puas, biasanya sekitar 10–15 menit. 

Sebelum bayi menangis keras karena lapar, biasanya bayi menunjukkan tanda-tanda ini jika ingin menyusu:

  • Menoleh ke kanan-kiri (seperti gerakan mencari puting)
  • Membuka mulut
  • Mengecap bibir
  • Memasukkan tangan ke mulut
  • gelisah, rewel, dan akhirnya menangis;

Mengenali tanda-tanda ini membantu Mama menyusui lebih cepat sebelum si Kecil benar-benar menangis karena lapar.

2. Sistem Saraf Belum Berkembang

Penelitian dari Journal of Sleep Research menunjukkan bahwa otak bayi berkembang pesat saat tidur, sehingga aktivitas otak dapat memicu suara atau ekspresi emosional tanpa ia benar-benar terbangun.

Penyebab lainnya adalah refleks Moro. Refleks Moro (startle reflex) adalah respons normal pada bayi baru lahir yang bisa menimbulkan gerakan tiba-tiba (lengan melebar lalu menutup) dan kadang disertai tangisan.

Jadi, jika bayi terbangun dan menangis tiba-tiba saat tidur, salah satu penyebabnya bisa refleks Moro, terutama pada bulan-bulan pertamanya. Ini merupakan bagian dari proses pematangan sistem saraf yang masih berkembang.

3. Tidur Siang Terlalu Lama

Tidur siang yang terlalu lama bisa menjadi penyebab bayi sulit tidur nyenyak di malam hari, Ma.

Akibatnya, bayi mungkin akan gelisah, menendang, sering mengubah posisi, bahkan menangis saat tidur di malam hari.

Meskipun Mama mungkin menikmati waktu santai saat bayi tidur di siang hari, namun perlu diingat bahwa hal ini bisa berdampak pada pola tidur bayi di malam hari.

Baca Juga: Wonder Week, Penyebab Bayi Sering Menangis Tanpa Alasan Jelas

4. Suhu Kamar Tidak Nyaman (Terlalu Panas/Dingin)

Bayi menangis saat tidur juga dapat dipicu oleh suhu ruangan yang tidak nyaman, baik terlalu dingin maupun terlalu panas.

Karena bayi memiliki tubuh yang lebih sensitif daripada orang dewasa, perubahan suhu yang ekstrem dapat memengaruhi kenyamanan si Kecil, Ma.

Maka dari itu, selalu periksa suhu ruangan agar bayi merasa nyaman. Cara mudahnya, ketika Mama merasa terlalu panas atau terlalu dingin, kemungkinan besar bayi juga merasakannya. 

5. Tidur Terlalu Sebentar

Durasi tidur bayi yang terlalu sebentar memiliki dampak yang sama buruknya dengan tidur berlebihan.

Saat kurang tidur, bayi cenderung lebih mudah rewel dan menangis karena masih merasa kelelahan dan mengantuk.

6. Popok Basah

Salah satu penyebab umum bayi menangis saat tidur adalah popok yang sudah kotor atau basah. 

Ketika popok bayi sudah basah, bayi akan merasa tidak nyaman dan sulit untuk tidur.

Oleh karena itu, saat si Kecil menangis saat tidur, Mama perlu memeriksa popoknya terlebih dahulu karena kemungkinan itu bisa jadi penyebabnya.

7. Sakit

Karena sistem imunnya belum berkembang seperti orang dewasa, bayi cenderung sangat sensitif terhadap perubahan di lingkungannya, termasuk suara, sentuhan, dan bahkan aroma.

Maka ketika bayi merasa sakit, kemungkinan besar Mama akan melihat bayi menangis lebih sering dari biasanya.

Jika bayi terlihat semakin lemas dan tangisannya semakin terdengar lirih, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

8. Kolik

Penyebab bayi menangis saat tidur umumnya adalah kolik. Ini kondisi di mana bayi menangis lebih dari tiga jam sehari, selama lebih dari satu minggu berturut-turut. 

Bayi yang mengalami kolik cenderung menangis terus-menerus tanpa alasan yang jelas, sulit untuk ditenangkan, dan sering mengalami gangguan tidur.

Hal ini bisa menjadi tantangan untuk Mama dan Papa, namun kolik umumnya akan membaik dan biasanya akan hilang pada usia 3-4 bulan.

9. Perut Kembung

Jika bayi menangis tengah malam sambil menggeliat atau melengkungkan perutnya, ini pertanda perut kembung.

Perut kembung umum dialami bayi karena sistem pencernaanya belum optimal dan bayi sering menelan udara saat menyusu.

10. Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi dapat menjadi salah satu penyebab bayi menangis saat tidur. Biasanya, proses pertumbuhan gigi pada bayi dimulai sekitar usia 4 bulan. 

Ketika gigi mulai muncul di gusi, rasa sakit tersebut dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan akan sering menangis, termasuk saat tidur.

Tanda-tanda tumbuh gigi lainnya yang perlu Mama tahu yaitu bayi akan mengeluarkan air liur berlebihan dan menggigit benda apa saja yang ada di sekitarnya.

11. Overstimulasi

Bayi menangis waktu tidur juga bisa disebabkan oleh kelelahan akibat overstimulasi. Kondisi ini terjadi ketika bayi terpapar oleh terlalu banyak aktivitas sehingga bayi mungkin menjadi gelisah dan bayi lebih rewel.

Beberapa tanda-tanda lain overstimulasi pada bayi yaitu:

  • Menjadi mudah lelah
  • Tampak kesal atau memalingkan wajah
  • Menggenggam atau menendang-nendang tangan
  • Sering menangis, terutama jika overstimulasi sudah berlangsung dalam waktu yang lama.

12. Efek Imunisasi

Kadang, efek imunisasi bisa membuat bayi tidak enak badan dan sedikit demam yang menyebabkan si Kecil jadi mudah rewel dan sulit tidur nyenyak.

Tidak perlu khawatir karena sebenarnya ini adalah pertanda bahwa sistem imun bayi sedang bekerja dengan baik untuk meningkatkan kekebalannya.

13. Masuk Fase Growth Spurt atau Wonder Weeks

Selama growth spurt atau wonder weeks, bayi mengalami lonjakan perkembangan yang membuatnya lebih rewel, termasuk saat tidur. 

Pada fase ini, otak bayi sedang mempelajari kemampuan baru, sehingga pola tidurnya bisa berubah.

Contoh perubahan perilaku yang sering muncul antara lain lebih sering minta menyusu, gelisah saat ditidurkan, menempel pada Mama, atau tiba-tiba terbangun dengan tangisan.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), pergantian fase perkembangan dapat memengaruhi kualitas tidur bayi karena sistem sarafnya masih berkembang.

14. Mimpi Buruk

Bayi bisa menangis saat tidur karena sedang memproses memori yang ia alami sepanjang hari. Penelitian menjelaskan bahwa tidur, khususnya fase REM, berperan penting dalam konsolidasi memori pada bayi.

Karena bayi belum mampu membedakan mimpi dan realitas, pengalaman di dalam mimpi dapat memicu gerakan atau tangisan tanpa ia benar-benar terbangun. 

KidsHealth juga menjelaskan bahwa bayi sering tampak menggeliat, tersenyum, atau menangis saat tidur sebagai bagian dari perkembangan otaknya.

15. Night Terror

Night terror lebih umum terjadi pada anak usia lebih besar. Namun, bayi juga bisa mengalaminya, meski jarang. Kondisi ini berbeda dari mimpi buruk biasa (nightmare).

Ciri night terror biasanya meliputi:

  • bayi menangis sangat keras, dan sulit ditenangkan.
  • tampak ketakutan, mata terbuka tetapi tidak mengenali Mama.

Menurut American Academy of Sleep Medicine, night terror terjadi saat perpindahan tidur non-REM dan biasanya anak tidak sadar selama episode berlangsung.

16. GERD Ringan atau Refluks

Refluks atau GERD ringan adalah kondisi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Bayi sangat umum mengalami refluks karena katup kerongkongan bagian bawah belum matang.

Saat tidur, gravitasi tidak membantu menjaga isi lambung tetap di bawah, sehingga bayi bisa merasa tidak nyaman lalu menangis atau terbangun. 

Ciri khasnya bisa berupa sering gumoh, tampak gelisah setelah menyusu, atau menangis mendadak ketika tubuhnya dalam posisi berbaring.

Baca Juga: 10 Penyebab Bayi Menangis Terus dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Bayi Menangis saat Tidur

Mama bisa temukan cara mengatasi tangisan bayi berdasarkan penyebabnya di Health Immune Checker secara gratis. Nah, berikut beberapa cara mengatasi bayi yang menangis saat tidur:

1. Buat Rutinitas Sebelum Tidur

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), rutinitas tidur teratur terbukti membantu bayi lebih mudah transisi ke fase tidur nyenyak.

Kebiasaan yang sama setiap hari juga membuat bayi merasa aman, mengajarkan bayi untuk mengenali perbedaan antara siang dan malam, serta membantu bayi membentuk pola tidur yang baik. 

Beberapa kegiatan yang bisa dimasukkan dalam rutinitas sebelum tidur termasuk menyusui bayi, mandi dengan air hangat, dan membacakan buku cerita.

2. Setel Lagu Pengantar Tidur

Salah satu cara mengatasi bayi menangis saat tidur adalah dengan menyetel lagu pengantar tidur atau musik yang menenangkan. Mama juga bisa bernyanyi dengan lembut untuk si Kecil. 

Musik yang lembut akan menciptakan lingkungan yang menenangkan bagi bayi, sehingga si Kecil bisa kembali tidur dengan nyenyak.

3. Pasang White Noise

White noise dapat menenangkan bayi karena suaranya menyerupai kondisi dalam rahim.

Penelitian di Archives of Disease in Childhood menunjukkan white noise membantu bayi tidur lebih cepat. Ritme stabil membantu menurunkan stimulasi sehingga bayi lebih mudah kembali tidur.

Pastikan volume berada pada kisaran 40–50 dB sesuai rekomendasi beberapa lembaga pediatri untuk menjaga keamanan pendengaran bayi. Suara yang terlalu keras bisa mengganggu tidur atau merusak pendengaran.

4. Ciptakan Kamar Tidur Gelap dan Tenang

Saat bayi menangis di malam hari, upayakan agar tidak menyalakan lampu di kamar bayi. Tujuannya agar bayi memahami bahwa saat ini masih malam dan waktu untuk tidur.

Ini juga bisa menjadi salah satu cara efektif untuk membentuk pola tidur yang teratur bagi bayi.

Sebaliknya, saat siang hari, biarkan bayi terkena cahaya alami sebanyak mungkin, misalnya dengan membuka tirai jendela di dalam kamar.

5. Timang Bayi dengan Lembut

Cobalah untuk menggendong dan mengayun bayi dengan lembut ketika bayi menangis di waktu tidurnya.

Gerakan ini dapat membantu menenangkan bayi dan mengurangi tangisannya.

Sejak dalam kandungan, bayi telah terbiasa dengan gerakan ayunan yang lembut, sehingga akan membuatnya merasa nyaman. 

Baca Juga: Bayi Sering Kaget Saat Tidur? Ini Penyebabnya

6. Perhatikan Kenyamanan Bayi

Agar bayi bisa tidur nyenyak dan tidak terbangun karena menangis tengah malam, pastikan beberapa faktor dasar sudah terpenuhi, seperti:

  • popok bersih kering
  • pakaian katun tanpa aksesori
  • suhu ideal kamar 23–25 °C
  • tidak terlalu banyak selimut

Isu-isu kecil seperti popok basah bisa menyebabkan bayi menangis saat tidur. Kondisi popok yang lembap juga dapat meningkatkan risiko ruam popok.

Suhu kamar yang sesuai membantu bayi tidur tanpa gangguan. Lingkungan yang terlalu panas atau dingin membuat bayi mudah rewel.

7. Bantu Keluarkan Gas

Gas yang terperangkap dapat membuat bayi terbangun sambil menangis. Hal ini umum terjadi terutama pada bayi yang masih sering menyusu.

Gerakan “bicycle legs” dapat membantu mengeluarkan gas dari perut. Menurut KidsHealth, gerakan ini membantu meredakan ketidaknyamanan pencernaan bayi.

Caranya adalah dengan menggerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda, dan dorong kedua kakinya sampai menyentuh dada untuk mengeluarkan gas yang terperangkap.

Lakukan setelah menyusu. Pastikan bayi sudah disendawakan untuk mencegah penumpukan gas.

8. Berikan Teether Jika Bayi Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu tidur. Gejalanya antara lain bayi lebih rewel dan sering menggigit.

Teether membantu memberikan tekanan lembut pada gusi sehingga rasa nyeri berkurang. Pilih teether berbahan aman dan mudah dibersihkan.

AAP menyarankan teether yang tidak berisi gel dan tidak dibekukan terlalu keras. Tekstur yang sesuai membantu menenangkan gusi bayi dengan aman.

9. Hindari Overstimulasi Sebelum Tidur

Terlalu banyak aktivitas menjelang tidur bisa membuat bayi sulit tenang.

Overstimulasi juga dapat menyebabkan bayi menangis saat tidur karena sistem sarafnya masih terlalu aktif. Berikan waktu transisi dengan aktivitas yang lembut.

Maka itu, mulai kurangi stimulasi 30–60 menit sebelum tidur. Rutinitas yang tenang membantu bayi masuk ke fase tidur lebih stabil.

10. Jangan Langsung Nyalakan Lampu Saat Bayi Menangis

Cahaya terang dapat membangunkan bayi sepenuhnya dan membuatnya sulit kembali tidur. AAP menyarankan menggunakan cahaya minimal saat melakukan pengecekan malam hari.

Tunggu beberapa detik untuk melihat apakah bayi bisa tenang sendiri. Beberapa bayi mungkin sedikit menangis saat mulai masuk fase tidur nyenyak, dan ini tidak selalu membutuhkan intervensi.

Jika perlu menenangkan, gunakan lampu temaram agar ritme tidur bayi tetap terjaga. Hal ini membantu bayi kembali tertidur lebih cepat.

Kapan Bayi Menangis Harus Dibawa ke Dokter?

Bayi bisa menangis saat tidur karena banyak hal, namun ada tanda tertentu yang mengarah pada kondisi medis dan perlu pemeriksaan dokter, seperti:

  • Menangis terus hingga > 20 menit
  • Menangis kencang sambil melengkungkan punggung
  • Disertai demam tinggi ≥38°C 
  • Napas cepat, tersengal, atau cuping hidung kembang-kempis (tanda distress pernapasan)
  • Ruam muncul tiba-tiba
  • Muntah berulang
  • Tidak mau menyusu
  • Lemas, sulit dibangunkan, atau minim respon.

Jika ada satu atau lebih tanda-tanda di atas, segera bawa si Kecil ke dokter. Mama juga bisa diskusi lebih lanjut dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya kami di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak yang hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. CDC. (2021, July 22). Signs Your Child is Hungry or Full . Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/mealtime/signs-your-child-is-hungry-or-full.html
  2. IDAI | Nilai Menyusui. (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui
  3. ‌Colleen. (2019, May 17). Have a Gassy Baby? What to Know About Infant Gas Symptoms, Remedies and Causes. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/care/gassy-baby/
  4. Overstimulation: babies and children. (2023, October 19). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/newborns/behaviour/common-concerns/overstimulation
  5. ‌Chóliz, M., Fernández-Abascal, E. G., & Martínez-Sánchez, F. (2012). Infant Crying: Pattern of Weeping, Recognition of Emotion and Affective Reactions in Observers. The Spanish Journal of Psychology, 15(3), 978–988. https://doi.org/10.5209/rev_sjop.2012.v15.n3.39389
  6. Mengapa Bayi Sering Menangis Malam-Malam? (2022). Kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/mengapa-bayi-sering-menangis-malam-malam
  7. ‌Trust), C. (2023, November 22). Why does my baby cry in their sleep? | Baby & toddler articles & support | NCT. NCT (National Childbirth Trust). https://www.nct.org.uk/baby-toddler/crying/why-does-my-baby-cry-their-sleep
  8. ‌Kelly, J. (2020, June 9). What to Do if Your Baby Is Crying in Her Sleep. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/sleep/baby-crying-in-sleep/
  9. ‌Perry, C. (2023, September 15). 11 Reasons Why Babies Cry—And How to Soothe Their Tears. Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/a/why-do-babies-cry
  10. ‌Alexander, L. (2019, January 31). Baby Cries in Sleep: Is This Normal? Mom Loves Best; Mom Loves Best. https://momlovesbest.com/baby-crying-in-sleep
Artikel Terkait