Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Stimulasi

8 Aktivitas Stimulasi untuk Perkembangan Bayi 3 Bulan

Article Oleh : Ajeng Quamila 30 Januari 2023

Memasuki usia ke-3 bulan, Mama dan Papa akan melihat perbedaan besar dalam perilaku dan keterampilan bayi dibandingkan sewaktu baru lahir. Pada usia ini, si Kecil bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain dan belajar tentang lingkungannya. Ia akan lebih aktif menggunakan tangan, mulut, mata, dan telinga mungilnya untuk menyerap apa yang mereka bisa dari dunia di sekitarnya. Lalu, aktivitas stimulasi apa saja yang bagus untuk bayi 3 bulan?

Sebelum cari tahu rekomendasi aktivitasnya, ada satu hal yang perlu Mama pahami lebih dulu. Idealnya, memberikan stimulasi haruslah mengikuti milestone yang sudah dicapai bayi di setiap bulan. Hal ini penting untuk dipertimbangkan karena memberikan stimulasi yang tidak sesuai dengan kemampuan bayi bisa membuat si Kecil mengalami overstimulation.

Stimulasi berlebihan menyebabkan bayi merasa capek atau kewalahan setelah didera oleh banyak aktivitas dan sensasi di luar batas toleransinya, sehingga ia jadi lebih mudah menangis, rewel, dan bahkan mungkin menolak untuk bermain lagi.

Oleh karena itu, Mama perlu tahu dulu seperti perkembangan bayi pada bulan ke-3 ini supaya tidak keliru memberikan stimulasi sesuai usianya.

Keterampilan Apa yang Mulai Dikembangkan Bayi pada Usia 3 Bulan?

Secara umum, bayi usia 3 bulan sudah mulai bisa belajar untuk:

  • Otot leher dan punggung bayi mulai menguat, sehingga sudah mulai bisa mengangkat tubuh bagian atasnya ketika sedang ditengkurapkan saat tummy time.

  • Mulai berceloteh dan babbling, juga tertawa dan tersenyum untuk merespon gerak-gerik Mama dan Papa.

  • Koordinasi gerak matanya sudah lebih baik sehingga si Kecil bisa mengikuti arah benda dan orang yang bergerak. 

  • Bisa menggerakkan tangan, termasuk membuka dan menutup kepalan tangan. 

  • Bisa memasukkan tangan ke dalam mulut.

  • Bisa menoleh, menengok, dan tersenyum saat melihat atau mendengar suara orang tua dan orang yang dikenalnya.

  • Suka mengamati wajah orang di dekatnya. 

  • Senang bermain dengan orang lain dan mungkin menangis saat berhenti bermain.

  • Suka meniru suara dan ekspresi orang tua atau orang lain yang sedang mengajaknya bermain.

Baca Juga: 7 Aktivitas Stimulasi untuk Bayi 2 Bulan

Aktivitas Stimulasi untuk Bayi Usia 3 Bulan

Bayi Mama sekarang sudah dapat mulai melakukan gerakan secara sadar serta lebih terarah dan terkoordinasi. Si Kecil juga sudah mulai menunjukkan lebih banyak emosi, seperti tertawa terbahak-bahak dan tersenyum ketika ia melihat dan mendengar hal-hal yang mereka sukai. 

Selain itu, bayi di usia 3 bulan juga mulai suka bermain menggunakan tangannya.  benda-benda dengan jarak yang lebih dekat.

Jadi, aktivitas stimulasi apa yang tepat untuk bayi di bulan ke-3 ini?

1. Goyang-Goyangkan Mainan

Bayi Mama sedang sangat suka-sukanya bermain dengan mainan yang ada di dekatnya. Sebab, ia sudah mulai bisa meraih, memegang, menggenggam, dan menggoyangkan benda menggunakan tangannya. Si Kecil sekarang juga suka mengamati benda-benda dengan jarak yang lebih dekat, juga bermain dengan tangannya sendiri juga.

Maka untuk melatih keterampilan motorik kasar sekaligus juga koordinasi tangan dan matanya, cobalah pelan-pelan goyangkan mainan ke kanan dan kiri agar si Kecil bisa terbiasa mengikuti arah benda yang bergerak di hadapannya.

Mama bisa melatihnya dengan meletakkan si Kecil tengkurap di lantai beralas matras empuk, dan gulirkan bola untuk melihat apakah dia mengikuti jejaknya dengan matanya. Di lain waktu, cobalah goyang-goyangkan mainan kerincingan (rattle) untuk memancingnya menoleh mengikuti arah suara.

2. Sensory Play

Permainan sensorik bisa membantu perkembangan otak bayi dengan menjembatani koneksi antar saraf. Mendapatkan stimulasi dari berbagai macam kegiatan sensorik akan menciptakan koneksi yang meningkatkan kemampuan daya tangkap si Kecil anak untuk belajar dan memahami informasi baru. 

Permainan sensori juga membantu bayi belajar lebih banyak tentang dunia di sekitar mereka dan mendukung perkembangan bahasanya saat si Kecil belajar merespons rangsangan yang berbeda.

Jadi, cobalah biarkan si Kecil belajar permainan sensorik sederhana, seperti menyentuh benda dan permukaan yang berbeda tekstur. Misalnya, Mama bisa tengkurapkan si Kecil di atas karpet, di atas selimut beludru, atau berikan mainan bulu.

Mama juga bisa berikan bayi mainan atau benda-benda dengan tekstur berbeda yang dapat ia rasakan dan masukkan ke dalam mulutnya, seperti teether. Cara stimulasi ini dapat bantu meningkatkan kekuatan cengkeramannya dan juga meningkatkan keterampilan motorik halus si Kecil. 

Asal, pastikan dulu benda tersebut sudah benar-benar bersih dan aman untuk bayi untuk mencegahnya tersedak.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Motorik Bayi 0-12 Bulan

3. Berikan Mainan yang Mengeluarkan Bunyi

Sering-sering juga perdengarkan berbagai macam suara yang berbeda dari mainan yang mengeluarkan bunyi atau alat musik mainan.

Lewat stimulasi ini, Mama bisa melihat apakah si Kecil bereaksi terhadap bunyi-bunyian, misalnya menoleh ke sumber suara atau tersenyum dan tertawa ketika mendengar suara tertentu.

Selain bagus sebagai permainan sensorik untuk melatih indera pendengarannya, aktivitas stimulasi ini juga akan membantunya memahami konsep sebab dan akibat dari memukul suara-suara tertentu.

Tunjukkan pada si Kecil bahwa benda yang berbeda menghasilkan suara yang berbeda saat ia menyentuh atau memukulnya. Mama dapat menggunakan mainan atau benda yang memiliki suara kontras, seperti mainan bel dan drum. Si Kecil pun akan mulai pelan-pelan belajar bahwa setiap benda dapat memiliki suara yang berbeda.

Si Kecil juga pasti menyukai suara-suara menyenangkan yang keluar dari mainan saat dia memainkannya.

4. Bacakan Buku

Di usia 3 bulan ini, bayi sudah mulai pelan-pelan mengembangkan kemampuan bahasanya. Oleh karena itu, bacakan buku sebanyak mungkin untuk si Kecil. Ia mungkin belum benar-benar paham apa yang Mama bicarakan, tapi si Kecil pasti akan sangat senang mendengar suara Mama.

Cobalah mulai dengan membacakan buku bergambar warna-warni, dan tunjuk setiap gambar atau tokoh yang sedang Mama ceritakan sehingga dia bisa melihat apa yang ingin Mama sampaikan kepadanya. Selalu tunjuk gambar ketika Mama bercerita sehingga ia bisa mencocokkan bunyi suara itu dengan apa yang mereka lihat.

Bacakan buku dengan nada yang eantusias dan pelafalan kalimat yang jelas sehingga dia mendengar serangkaian kata utuh. Ubah nada bicara Mama sesering mungkin, sehingga si Kecil dapat mulai belajar mengenali macam-macam emosi yang dikomunikasikan lewat suara.

5. Ajak Bayi Ngobrol

Aktivitas stimulasi sederhana seperti mengajak ngobrol, menyanyikan lagu, dan membaca baik untuk mendukung proses pembelajaran dan perkembangan otak bayi. Jadi, teruslah bicara dengan si Kecil tentang apa saja yang ada di pikiran Mama.

Mama bisa mulai dengan memberi tahu si Kecil tentang apa saja yang Mama lakukan seharian tadi, masak apa hari ini, atau apa yang akan Mama lakukan bersama si Kecil siang ini.

Ketika memandikan si Kecil, cobalah ajak ngobrol si Kecil dengan menceritakan apa yang akan Mama lakukan, misalnya “Nak, hari ini kita keramas, yuk! Mama suka deh keramasin Adik pakai shampoo warna biru ini, soalnya harum banget. Rambut adik juga jadi lembut banget.”

Pastikan untuk sering-sering mengubah nada suara Mama, dan pertahankan kontak mata dengan si Kecil saat Mama berbicara dengannya.

Kemudian, cobalah untuk membuat si Kecil meniru suara yang Mama buat. Mama bisa mulai dengan meniru ocehan atau babbling si Kecil, dan tersenyum ketika ia menatap Mama dengan penuh rasa ingin tahu. Cara ini akan membantu si Kecil memahami bahwa dia dapat berkomunikasi dengan ibunya menggunakan suaranya.

Baca Juga: 10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Wajib Mama Tahu

6. Ajak Si Kecil Bercermin

Tempelkan cermin antipecah di boks bayi atau di samping meja ganti agar si Kecil bisa melihat wajah dan gerakannya sendiri. Ketika bermain, coba juga tempatkan cermin besar di hadapannya agar si Kecil bisa melihat dirinya sendiri saat bermain di lantai.

Ia mungkin masih belum mengerti bahwa yang ia lihat itu adalah pantulan dirinya sendiri. Akan tetapi, ia pasti akan akan senang melihat sosok menggerakkan tangannya dan tersenyum padanya.

Mama juga bisa mendudukkan si Kecil di pangkuan sambil berhadapan dengan cermin dan sesekali ketuk cermin sambil ucapkan nama si Kecil. Lama kelamaan ia akan mulai mengerti siapa sosok di cermin itu.

7. Panggil Nama Si Kecil

Namanya sendiri akan menjadi salah satu kata pertama yang bayi mengerti di awal-awal kehidupannya. Jadi untuk membantu si Kecil mengenali namanya, panggil ia sesering mungkin ketika Mama sedang bermain dan beraktivitas bersamanya.

Pancing si Kecil menoleh untuk melihat sekelilingnya dengan memanggil namanya dari berbagai posisi di sekitar ruangan. Ingatlah untuk memuji atau memeluknya jika ia berhasil melihat Mama setelah Mama memanggil namanya.

Mama juga dapat menyanyikan lagu dengan namanya sehingga dia mengerti bahwa suara itu memiliki arti tertentu baginya. Si Kecil mungkin akan menanggapi Mama dengan senyuman atau gelak tawa, dan bahkan mungkin membalas ucapan Mama dengan ocehan mereka sendiri.

Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Duduk? Ketahui Cara Melatihnya di Sini

8. Tummy Time

Bayi biasanya akan mulai belajar tengkurap mulai di usia 3 bulan. Jadi, Mama bisa membantunya belajar tengkurap dengan sering-sering melakukan tummy time.

Cobalah tengkurapkan bayi di atas lantai bermatras dan gantung mainan favorit si Kecil sedikit di atas kepalanya. Stimulasi ini akan melatihnya untuk mengangkat kepalanya sendiri. Mama juga bisa berbaring tengkurap berhadap-hadapan dengan si Kecil untuk memancingnya mengangkat wajah dan menatap Mama.

Ubah posisinya sesering mungkin. Misalnya, sesekali menengkurapkan bayi kemudian buat ia berbaring telentang, atau duduk di pangkuan Mama dengan punggung dan leher yang ditopang dengan baik selama beberapa menit.

Tummy time akan membangkitkan rasa ingin tahunya karena dia selalu memiliki pandangan berbeda tentang dunia di sekitarnya.

Teruslah berikan bekal terbaik berupa nutrisi dan stimulasi yang tepat agar si Kecil bisa tumbuh optimal dan cerdas di usia 3 bulan ini. Nah, untuk bantu mengoptimalkannya, Mama dan Papa bisa download e-book eksklusif 8 Winning Skills Stimulation Kit yang berisi kumpulan aktivitas stimulasi menarik bagi si Kecil.

Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan yang Perlu Diwaspadai

Selama memantau tumbuh kembang bayi dari bulan ke bulan, sangat wajar jika Mama dan Papa bertanya-tanya, dan mungkin sedikit khawatir, tentang apakah si Kecil sudah mencapai milestone sesuai target.

Sebagian besar bayi dapat meraih keterampilan baru pada usia yang sama, tetapi perkembangan bayi bukanlah ilmu pasti. Setiap bayi bisa berkembang dan belajar dengan cara serta kecepatannya sendiri. Jadi, sangat lumrah untuk memperhatikan ada beberapa bayi yang bisa cepat belajar, sementara yang lainnya mungkin butuh sedikit waktu sampai bisa percaya diri.

Yang justru paling penting adalah mewaspadai tanda-tanda bahaya alias red flags yang mungkin menunjukkan keterlambatan perkembangan (general developmental delay).

Jadi jika Mama dan Papa menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya segeralah memeriksakan si Kecil ke dokter:

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.

  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi baru lahir) di usia 6 bulan ke atas.

  • Hiper/hipotonia atau gangguan tonus otot.

  • Hiper/hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh.

  • Adanya gerakan anggota tubuh yang tidak terkontrol.

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan.

  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun.

  • Masih sangat suka memasukkan mainan ke dalam mulut setelah usia 14 bulan.

  • Fokus penglihatan yang inkonsisten.

  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan.

  • Ketidakmampuan membuat frase kalimat yang bermakna setelah 24 bulan.

  • Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan.

  • Atensi atau respon. yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu memberi respon.

  • Kurang mampu membagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan.

  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan.

  • Jarang senyum atau membuat ekspresi kesenangan lain pada usia 6 bulan.

  • Kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah pada usia 9 bulan.

  • Tidak merespon panggilan namanya pada usia 12 bulan.

  • Belum mengucapkan satu kata pun di usia 15 bulan.

  • Tidak bisa bermain pura-pura (pretend play atau bermain peran) pada usia 18 bulan.

  • Belum ada gabungan 2 kata yang berarti pada usia 24 bulan.

  • Tidak adanya babbling, bicara, dan kemampuan bersosialisasi/interaksi.

  • Kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda pada usia 4 bulan.

  • Belum merespon atau mencari sumber suara di usia 6 bulan.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan umum, antara lain gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down, hingga gangguan atau infeksi susunan saraf seperti cerebral palsy, spina bifida, dan sindrom Rubella. Riwayat bayi lahir prematur atau kurang bulan dan memiliki berat lahir rendah sehingga memerlukan perawatan intensif juga dapat memengaruhi risiko keterlambatan perkembangan.

Jadi, penting untuk memeriksakan si Kecil ke dokter untuk benar-benar memastikan ia mengalami keterlambatan perkembangan atau tidak. Dengan mengetahui secara dini, maka dokter dapat mencari penyebabnya untuk segera melakukan intervensi yang tepat.

Semoga artikel ini membantu, Ma. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apa lagi perkembangan baru yang ditunjukkan bayi pada usia 4 bulan nanti dan tips stimulasinya, lanjutkan membaca artikelnya di sini, ya!

Baca Juga: 10 Tips Stimulasi untuk Dukung Perkembangan Bayi 4 Bulan

  1. Khan, A. (2018, May 31). 3 Months Old Baby Activities. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/3-months-old-baby-activities-to-help-your-child-reach-the-upcoming-milestones/
     
  2. ‌3-4 months: baby development. (2022, December 13). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/development/development-tracker-3-12-months/3-4-months
     
  3. Brain Boosting Activities; 3-6 Months. Parents. https://www.parents.com/baby/development/intellectual/enhance-cognitive-development-3-6-months/
     
  4. ‌Developmental Milestones: 3 Months. (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Developmental-Milestones-3-Months.aspx
     
  5. ‌Sensory Activities for 0-18 Month Olds | Sensory Development. (2022, January 21). Pathways.org. https://pathways.org/sensory-activities-0-18-months/
     
  6. ‌IDAI | Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
     
comment-icon comment-icon