Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
cara-meredakan-demam-pada-anak
Kesehatan

8 Cara Menurunkan Panas pada Anak 2 Tahun dengan Cepat dan Efektif

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 20 Agustus 2021

Mama dan Papa mungkin sering kali merasa panik saat anak demam sehingga yang terpikir hanya cepat-cepat memberikan obat untuk menurunkan panas yang si Kecil alami. Akan tetapi, ada banyak cara menurunkan panas pada anak secara alami yang bisa Mama dan Papa lakukan. Sebab, demam tidak selalu menunjukkan kondisi serius atau penyakit yang mengkhawatirkan.

Namun sebelum itu, yuk pahami dahulu kenapa anak demam bisa terjadi!

Kenapa Anak Demam?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh mengalami kenaikan dibandingkan suhu tubuh normal pada umumnya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh normal berada di kisaran 36,5 - 37° Celcius. 

Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai di atas 38 derajat Celsius, bila diukur dengan alat termometer yang diletakkan di ketiak, mulut, ataupun dubur.

Demam sebetulnya adalah kondisi yang wajar dialami oleh anak kecil. Sebab, demam merupakan respon tubuh normal saat sistem imun anak melawan infeksi di dalam tubuhnya. Tidak semua demam juga menandakan gejala penyakit yang serius. 

Ketika mikroorganisme seperti bakteri maupun virus masuk ke dalam tubuh, tubuh akan mengeluarkan zat kimia yang disebut sitokin dan sel kekebalan alami lainya. Untuk membantu melawan infeksi, maka bagian otak yang bernama hipotalamus akan menaikkan suhu tubuh.

Selain itu, kenaikan suhu tubuh yang dialami anak Mama juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lain yang mendasarinya seperti tumbuh gigi atau infeksi lain. Agar lebih yakin apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya, bawalah si Kecil ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Bagaimana Cara Menurunkan Panas pada Anak Secara Alami?

Ketika si Kecil demam, ada beberapa cara menurunkan panas pada anak secara alami tanpa harus menggunakan obat. Di antaranya adalah:

1. Pastikan Anak Banyak Minum Cairan

Pertolongan pertama cara menurunkan panas pada anak secara alami yang paling mudah adalah pastikan si Kecil banyak minum cairan. Anak yang demam sangat berisiko dehidrasi karena tubuhnya kehilangan banyak cairan. Bila dibiarkan, dehidrasi pada anak sangat berbahaya.

Selain air putih biasa, Mama juga dapat memberikan kuah sayur sup hangat atau susu hangat seperti susu Nutrilon Royal 3 untuk memenuhi kebutuhan cairannya.

Selain bermanfaat untuk mencukupi cairan tubuh anak, susu Nutrilon Royal 3 juga diformulasikan dengan kandungan ACTIDUOBIO+, yaitu kombinasi prebiotik FOS:GOS 1:9 dan Omega 3 & 6 lebih tinggi yang sudah teruji klinis serta 12 vitamin dan 9 mineral penting untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh si Kecil di atas 1 tahun. 

Hindari memberikan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, minuman bersoda, atau cokelat. Karena jenis minuman ini justru bisa membuat anak buang air kecil terus-menerus sehingga anak lebih cepat kehilangan cairan tubuh.

2. Kompres Hangat

Cara menurunkan panas pada anak secara alami berikutnya, yakni menempelkan kompres hangat di leher dan ketiak. 

Mama cukup siapkan wadah atau baskom berisi air hangat suam-suam kuku dan kain waslap bersih. Basahi kain waslap dengan air hangat, peras, kemudian tempelkan di leher dan ketiak anak agar suhu tubuhnya cepat turun. 

Jangan gunakan air dingin untuk mengompres anak yang demam, ya, Ma. Kompres dingin justru akan membuat anak Mama menggigil sehingga suhu tubuhnya makin naik. Selain itu, hindari pula memberikan kompres menggunakan cairan alkohol karena berisiko terhirup, atau bahkan mengiritasi kulit anak.

3. Balurkan Bawang Merah

Ya, bawang merah dapat Mama manfaatkan untuk menurunkan panas pada anak secara alami dan pernah diteliti juga keefektivitasannya.

Bawang merah bersifat sebagai vasodilator yang mampu melebarkan pembuluh darah sehingga suhu panas yang ada di dalam tubuh dapat dengan mudah keluar.

Selain itu, bawang merah juga memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, dan Alliin yang dapat menghambat pelepasan hormon prostaglandin untuk menurunkan suhu badan anak saat demam.

Sebuah penelitian dalam jurnal Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumatera Utara, menyebutkan bahwa membalurkan bawang merah yang telah dicampur dengan minyak kelapa murni bahkan lebih efektif untuk menurunkan demam anak daripada pakai kompres air hangat.

4. Mandi Air Hangat

Selain memberikan kompres hangat, cara cepat menurunkan panas pada anak tanpa obat berikutnya bisa dengan memandikannya dengan air hangat suam-suam kuku.

Hindari memandikan anak dengan air dingin karena bisa membuatnya menggigil, sehingga berakibat pada meningkatnya suhu tubuh si Kecil.

Jika anak Mama tidak mau mandi, jangan khawatir. Coba bersihkan tubuhnya menggunakan handuk hangat.

Cukup basahi kain atau handuk kecil, lalu gosokkan pelan pada tubuh anak. Hal ini bisa membuat tubuhnya jadi lebih nyaman, rileks, dan membantu meredakan demam.

5. Kenakan Pakaian yang Nyaman

Setelah mandi, Mama bisa segera mengeringkan tubuh si Kecil menggunakan handuk lembut dan kenakan pakaian yang nyaman. Ini juga dapat membantu panas anak agar cepat turun.

Pilihlah pakaian yang berbahan tipis dan adem, supaya panas dari tubuh anak bisa cepat keluar. 

Hindari memakaikan pakaian tebal dan berlapis-lapis saat anak sedang demam. Mengapa demikian? Ini karena pakaian yang terlalu tebal dapat berisiko meningkatkan suhu tubuh anak dan memerangkap panas dalam tubuhnya.

Kalau si Kecil merasa kedinginan, Mama bisa memberikan selimut sampai dia merasa hangat lagi.

6. Atur Suhu Ruangan agar Sejuk

Cara menurunkan panas pada anak secara alami berikutnya adalah membuat kamar tidurnya tetap sejuk agar si Kecil tetap merasa nyaman.

Mama dapat menyetel kipas angin untuk memastikan sirkulasi udara kamar si Kecil tetap lancar dan supaya ia juga tidak merasa kepanasan ataupun kedinginan.

7. Biarkan Anak Tidur

Penting untuk membiarkan anak banyak tidur dan istirahat agar panas tubuhnya cepat turun. Sebab selama ia tidur, sistem kekebalan tubuh anak akan bekerja paling optimal untuk melawan infeksi yang menyebabkan demam.

Jadi, cobalah mengurangi aktivitas dan waktu bermainnya sementara waktu sampai anak kembali pulih seperti sedia kala.

8. Perbanyak Makan Protein

Untuk mempercepat proses pemulihan, coba berikan makanan bergizi seimbang, seperti protein dari sumber hewani dan serat serta vitamin dari sayur dan buah-buahan.

Mama bisa memberikan sayur dan buah berwarna-warni, seperti wortel, jeruk, stroberi, atau kacang hijau. Berbagai makanan tersebut mengandung fitonutrien untuk meningkatkan produksi sel darah putih sehingga imun anak lebih mampu melawan infeksi.

Sama halnya dengan protein. Makanan yang mengandung protein sangat penting perannya untuk membantu si Kecil melawan infeksi dalam tubuh yang menyebabkan demam.

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kondisi Tubuh Anak

Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Anak Sedang Demam

Ketika anak mengalami demam, Mama dan Papa harus memperhatikan aktivitas anak secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, serta perhatikan pula buang air kecilnya setiap 3-4 jam.

Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, sebaiknya Mama perlu waspada dan segera membawanya ke dokter. 

Tak hanya itu, Mama dan Papa juga perlu memeriksakan si Kecil ke dokter apabila demam pada anak tidak berangsur mereda walaupun sudah melakukan berbagai cara meredakan panas pada anak di atas. 

Periksakan pula anak Mama ke dokter apabila demam yang dialaminya disertai gejala lain sebagai berikut.

  • Kulit dan bibir tampak pucat.

  • Demam menetap lebih dari 24 jam, pada anak berusia kurang dari 2 tahun.

  • Demam menetap lebih dari 72 jam, pada anak usia lebih dari 2 tahun.

  • Demam tak kunjung mereda walaupun telah diberi obat dan kompres air hangat.

  • Nafsu makan menurun.

  • Rewel, lemas, dan mengantuk.

  • Gangguan pencernaan, seperti muntah, diare, dan konstipasi.

  • Ruam kemerahan pada kulit.

  • Nyeri pada telinga.

  • Kejang.

  • Gejala dehidrasi yang meliputi pucat, tidak keluar air mata saat menangis, lemas dan kurang aktif.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Anak Demam Tinggi dengan Alami di Rumah

Itulah informasi seputar cara menurunkan panas pada anak secara alami dan gejala demam yang perlu diwaspadai. Semoga informasi ini berguna, ya Ma!

Mama juga bisa cari tahu lebih banyak lagi cara mengatasi demam pada anak melalui Health Immune Checker. Dapatkan juga Ebook panduan eksklusif untuk mendukung daya tahan tubuh anak di 1000 hari pertamanya sekarang!

  1. Boezem J. Fevers (for Parents) [Internet]. USA : Nemours Kids Health. 2018 [updated 2018 Sep; cited 2021 July 15]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  2. Mayo Clinic. Thermometer basics: Taking your child's temperature [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated 2020 Nov 20; cited 2021 July 2021]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/thermometer/art-20047410
  3. Stanford Children's Health. Fever in Children [Internet]. USA : Stanford Children’s.. 2021 [cited 15 July 2021]. Available from: https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=fever-in-children-90-P02512
  4. Jarvis S. Fever in Children (High Temperature) [Internet]. UK : Patient info. 2020 [updated 2020 Feb 18; cited 2021 July 15]. Available from: https://patient.info/childrens-health/fever-in-children-high-temperature 
  5. Gordon S. 7 Ways to Boost Your Child's Immunity [Internet]. Parents. 2021 [cited 16 July 2021]. Available from: https://www.parents.com/health/cold-flu/cold/boost-childs-immunity/ 
  6. Mayo Clinic. Sick baby? When to seek medical attention [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Aug 13; cited 15 July 2021]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20047793 
  7. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak. Diakses pada 13 November 2022.
  8. Baby Center. https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/fever-and-your-baby-or-child_84#what-to-do-if-your-baby-or-child-has-a-fever. Diakses pada 13 November 2022.
  9. Demam pada anak. Sari Pediatri. 2000;2(2):103-108.
comment-icon comment-icon