Loading...
    Banner Artikel Gejala Tipes pada Anak, Ciri Step-Ladder Fever, dan Pengobatannya
    Kesehatan

    Gejala Tipes pada Anak, Ciri Step-Ladder Fever, dan Pengobatannya

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 09 Oktober 2023

    Diperbarui: 16 April 2026


    • Apa Itu Tipes pada Anak?
    • Gejala Tipes pada Anak (Lengkap & Mudah Dikenali)
    • Kemunculan Gejala Tipes Minggu ke Minggu
    • Perbedaan Tipes vs DBD vs Flu Biasa
    • Cara Mengatasi Tipes pada Anak
    • Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
    • Cara Mencegah Tipes pada Anak

    Gejala tipes pada anak cenderung serupa dengan gejala penyakit yang lain dan membuat Mama bingung. Yuk, Ma, pahami apa itu tipes, gejala, cara mengobati, dan pencegahannya!

    Apa Itu Tipes pada Anak?

    Tipes, atau demam tifoid, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Biasanya, si Kecil tertular bakteri S. typhi dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.

    Bakteri ini menyerang pencernaan dan dapat menyebabkan demam. 

    Studi dalam International Journal of Molecular Sciences menyebutkan, biasanya si Kecil akan mulai merasakan gejala tipes pada anak pada 5-14 hari setelah terpapar bakteri.

    Gejala Tipes pada Anak (Lengkap & Mudah Dikenali)

    Gejala tipes disebabkan oleh bakteri S. typhi yang memicu berbagai tanda. Supaya Mama Papa tidak bingung, ini beberapa ciri tipes pada anak yang perlu diwaspadai, antara lain:

    1. Demam Step-Ladder

    Menurut IDAI, salah satu ciri khas gejala tipes pada anak adalah demam step ladder. Demam step ladder adalah demam yang naik secara bertahap setiap harinya. 

    Misalnya, pada hari pertama anak demam, suhunya 38oC. Keesokan harinya, demam akan sedikit naik jadi 38,5oC, kemudian jadi 39oC pada hari selanjutnya, dan seterusnya. Umumnya, sampai 40oC.

    Demam pada anak akibat tipes juga biasanya bertambah buruk di sore atau malam hari dan sulit turun sekalipun telah diberikan obat untuk menurunkan panas anak.

    Baca Juga: 5 Penyebab Anak Demam Naik Turun dan Cara Mengatasinya 

    2. Gangguan Pencernaan

    S. typhi adalah bakteri yang menyerang saluran cerna. Itu sebabnya, gejala tipes pada anak bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare pada anak ataupun sembelit.

    Selain itu, ciri tipes pada anak lainnya yang menyerang pencernaan, seperti sakit perut ataupun perut kembung.

    3. Mual-Muntah

    Gejala tipes pada anak selanjutnya adalah mual dan muntah. Ini karena bakteri S. typhi menyerang area Peyer’s patches di usus kecil dan menyebabkan peradangan. Peyer’s patches adalah bagian dari sistem imun.

    4. Nafsu Makan Menurun

    Salah satu ciri tipes pada anak yang juga cukup khas adalah nafsu makan menurun, walaupun orang dewasa juga bisa mengalaminya.

    Ini terjadi karena masalah pencernaan pada anak akibat tipes bisa menyebabkan nafsu makan si Kecil menurun. 

    Kondisi ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada anak.

    5. Rose Spots

    Pada minggu kedua setelah anak demam, mungkin Mama juga akan menjumpai kemunculan rose spots di area dada atau perut si Kecil. 

    Rose spots ini adalah bintik-bintik berwarna kemerahan atau merah muda samar, yang tidak gatal, dan bukan disebabkan oleh perdarahan, seperti pada DBD

    Kemunculan Gejala Tipes Minggu ke Minggu

    Gejala tipes pada anak umumnya muncul secara bertahap dan umumnya benar-benar pulih dalam 4 minggu. 

    Berikut ini adalah ciri tipes pada anak sesuai dengan waktu kemunculannya:

    Waktu

    Gejala Utama

    Keterangan

    Minggu ke-1

    Demam step-ladder, sakit kepala, batuk kering

    Gejala awal tipes paling khas

    Minggu ke-2

    Diare atau sembelit, mual dan muntah, muncul ruam (rose spots)

    Bakteri mulai menyerang saluran cerna

    Minggu ke-3

    Lemas ekstrem, muncul risiko komplikasi

    Risiko komplikasi meningkat jika pengobatan tidak tepat, perlu konsultasi dokter

    Minggu ke-4

    Demam menurun, gejala membaik

    Masa pemulihan

     

    Perbedaan Tipes vs DBD vs Flu Biasa

    Gejala tipes pada anak bisa mirip dengan gejala penyakit lain, seperti flu. Apalagi, tipes juga bisa juga terjadi bersamaan dengan demam berdarah pada anak.

    Hal ini tentu bisa membuat Mama dan Papa bingung. Namun sebenarnya, ketiganya punya perbedaan. Di bawah ini adalah tabel perbedaan tipes, DBD, dan flu pada anak:

    Perbedaan

    Tipes

    DBD

    Flu 

    Penyebab 

    Bakteri Salmonella typhi

    Virus dengue

    Virus influenza

    Demam yang Dialami

    Naik bertahap (step-ladder) hingga 40oC

    Demam tinggi tiba-tiba dan menurun pada fase kritis (biasanya antara hari ke-3 sampai 7)

    Demam tinggi kemudian turun dengan cepat (biasanya pada hari ketiga)

    Ciri Khas

    Gangguan pencernaan (sembelit atau diare), rose spots

    Trombosit turun, bintik merah, nyeri hebat (kepala dan badan)

    Batuk, pilek, hidung tersumbat atau berair

    Komplikasi

    Dehidrasi dan komplikasi usus

    Syok dengue dan perdarahan internal

    Pneumonia (dalam kasus yang sangat jarang)

    Kapan Wajib ke Dokter

    Demam lebih dari 3 hari, muntah hebat

    Demam tinggi lebih dari 3 hari, mimisan, bintik merah akibat perdarahan (petekie)

    Sesak napas, demam lebih dari 3 hari

     

    Cara Mengatasi Tipes pada Anak

    Tak seperti infeksi virus yang tidak membutuhkan pengobatan khusus, tipes pada anak butuh pengobatan khusus untuk melawan bakterinya.

    Berikut ini adalah cara mengatasi tipes pada anak:

    1. Minum Antibiotik sesuai Resep Dokter

    Cara mengatasi tipes pada anak yang paling utama adalah minum antibiotik. Sebab, bakteri penyebab tipes hanya bisa dilawan dengan antibiotik.

    Mama harus berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis dan dosis antibiotik yang tepat untuk si Kecil.

    Jangan menghentikan pemberian antibiotik sekalipun gejala tipes pada anak sudah membaik. Pastikan Mama memberikan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.

    2. Berikan Obat Penurun Panas

    Tipes dapat menyebabkan demam pada anak. Jika anak tampak tidak nyaman dan rewel, Mama boleh memberikan paracetamol sebagai cara menurunkan demam pada anak.

    Jangan lupa konsultasi ke dokter anak mengenai dosis yang tepat.

    3. Cukupi Kebutuhan Cairan

    Mual dan muntah adalah gejala tipes pada anak yang bisa menyebabkan si Kecil kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Untuk itu, Mama perlu memastikannya mendapatkan cairan yang cukup.

    Selain air putih, Mama bisa memberikan asupan cairan lewat sup, buah tinggi air, susu hangat, dan jus encer.

    4. Istirahat Total (Bed Rest)

    Untuk mempercepat pemulihan, salah satu cara mengatasi tipes pada anak adalah dengan membiarkan si Kecil beristirahat total. Hindari aktivitas berat sehingga tubuh bisa optimal dalam proses penyembuhan.

    5. Pola Makan untuk Anak Tipes

    Sebenarnya, tidak ada pantangan makanan khusus untuk tipes. Akan tetapi, berhubung tipes menyerang sistem pencernaan, Mama sebaiknya memilih makanan yang lembut.

    Hindari makanan yang susah dicerna, seperti berlemak, terlalu tinggi serat, ataupun terlalu pedas karena akan membuat kerja usus semakin berat.

    Jika si Kecil tidak nafsu makan, Mama bisa memberikannya dalam porsi kecil tapi lebih sering.

    6. Kompres Hangat

    Selain dengan minum obat penurun panas, Mama juga bisa memberikan kompres hangat sebagai obat alami untuk demam anak.

    Suhu hangat akan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menurunkan suhunya sehingga demam mereda.

    Baca Juga: Amankah Minum Obat Setelah Minum Susu? Ketahui Aturannya! 

    Kapan Harus ke Dokter atau IGD?

    Mama perlu membawa si Kecil segera ke dokter, terutama jika mengalami gejala berikut:

    • Demam lebih dari 3 hari dan tidak turun
    • Anak tampak sangat lemas dan tidak aktif
    • Muntah terus-menerus
    • Tidak mau minum
    • Kejang
    • BAB berdarah
    • Rewel, terutama karena sakit perut hebat

    Cara Mencegah Tipes pada Anak

    Tipes, baik pada anak dan orang dewasa bisa dicegah dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat. 

    Selain itu, beberapa cara berikut dapat mencegah tipes pada anak atau meringankan gejalanya jika terinfeksi, seperti:

    • Mendapatkan vaksin tifoid untuk anak
    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah buang sampah atau dari toilet
    • Hindari jajan sembarangan atau di tempat yang tidak bersih
    • Minum air matang

    Baca Juga: 12 Imunisasi Lanjutan yang Perlu Anak Dapatkan & Jadwalnya 

    Mama juga bisa memberikan makanan bergizi dan susu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab, jika sistem imunnya kuat, tubuh akan lebih mudah melawan bakteri penyebab tipes.

    Yuk, Ma, gabung jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai konten terverifikasi ahli tentang kesehatan si Kecil. Mama juga bisa mendapatkan akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak.

    Informasi yang Wajib Mama Ketahui

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
    1. IDAI | Mengenal Demam Tifoid. (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-demam-tifoid
    2. Cleveland Clinic. (2020). Typhoid Fever: Causes, Symptoms & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17730-typhoid-fever
    3. ‌NHS Choices. (2024). Treatment - Typhoid fever. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/treatment/
    4. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/656/kenali-tanda-dan-gejala-typus
    5. ‌Typhoid Fever (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/typhoid.html
    6. ‌NHS Choices. (2023). Overview - Typhoid fever. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/
    7. ‌Clinic, C. (2020). Typhoid Fever: Causes, Symptoms & Treatment - Cleveland Clinic. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17730-typhoid-fever
    8. ‌Typhoid fever in babies and toddlers. (2023). BabyCenter India. https://www.babycenter.in/a1050356/typhoid-fever-in-babies-and-toddlers
    9. ‌Mrunal. (2018, June 21). Typhoid in Children – Symptoms, Causes, and Treatment. FirstCry Parenting; FirstCry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/typhoid-in-children-symptoms-causes-and-treatment/
    10. ‌IDAI | Mengenal Demam Tifoid. (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-demam-tifoid
    11. Tipus (Penyakit Tipes). (2023). Kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/infeksi-enterik/tipus-penyakit-tipes
    12. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1884/perawatan-penyakit-thypoid
    13. IDAI | Flu, Istilah yang Rancu. (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/flu-istilah-yang-rancu#:~:text=Selesma%20merupakan%20penyakit%20infeksi%20virus,mengganggu%20kenyamanan%20dan%20mengurangi%20produktivitas.
    14. Khanam, F., Sayeed, M. A., Choudhury, F. K., Sheikh, A., Ahmed, D., Goswami, D., Hossain, M. L., Brooks, A., Calderwood, S. B., Charles, R. C., Cravioto, A., Ryan, E. T., & Qadri, F. (2015). Typhoid Fever in Young Children in Bangladesh: Clinical Findings, Antibiotic Susceptibility Pattern and Immune Responses. PLoS Neglected Tropical Diseases, 9(4), e0003619–e0003619. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0003619
    15. Bhandari, J., Thada, P. K., Hashmi, M. F., & DeVos, E. (2024, April 19). Typhoid Fever. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557513/
    16. Deepan Panneerselvam, & Sarosh Vaqar. (2023, January 2). Peyer Patches. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557457/
    17. Schaefer, T. J., Panda, P. K., & Wolford, R. W. (2024, March 6). Dengue Fever. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430732/
    18. Buzilă, E. R., Dorneanu, O. S., Trofin, F., Sima, C. M., & Iancu, L. S. (2025). Assessing Salmonella Typhi Pathogenicity and Prevention: The Crucial Role of Vaccination in Combating Typhoid Fever. International Journal of Molecular Sciences, 26(9), 3981–3981. https://doi.org/10.3390/ijms26093981
    19. Bush, L. M., & Vazquez-Pertejo, M. T. (2024, June 2). Typhoid Fever. MSD Manual Professional Edition; MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/gram-negative-bacilli/typhoid-fever
    20. Digitale, E. (2025, July 30). Rare, serious flu complication in kids needs rapid treatment, Stanford Medicine-led study finds. News Center. https://med.stanford.edu/news/all-news/2025/07/flu-complication.html
    21. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Kemkes.go.id. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3492/mengenal-demam-tifoid
    Artikel Terkait