Gejala tipes pada anak cenderung serupa dengan gejala penyakit yang lain dan membuat Mama bingung. Yuk, Ma, pahami apa itu tipes, gejala, cara mengobati, dan pencegahannya!
Apa Itu Tipes pada Anak?
Tipes, atau demam tifoid, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Biasanya, si Kecil tertular bakteri S. typhi dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Bakteri ini menyerang pencernaan dan dapat menyebabkan demam.
Studi dalam International Journal of Molecular Sciences menyebutkan, biasanya si Kecil akan mulai merasakan gejala tipes pada anak pada 5-14 hari setelah terpapar bakteri.
Gejala Tipes pada Anak (Lengkap & Mudah Dikenali)
Gejala tipes disebabkan oleh bakteri S. typhi yang memicu berbagai tanda. Supaya Mama Papa tidak bingung, ini beberapa ciri tipes pada anak yang perlu diwaspadai, antara lain:
1. Demam Step-Ladder
Menurut IDAI, salah satu ciri khas gejala tipes pada anak adalah demam step ladder. Demam step ladder adalah demam yang naik secara bertahap setiap harinya.
Misalnya, pada hari pertama anak demam, suhunya 38oC. Keesokan harinya, demam akan sedikit naik jadi 38,5oC, kemudian jadi 39oC pada hari selanjutnya, dan seterusnya. Umumnya, sampai 40oC.
Demam pada anak akibat tipes juga biasanya bertambah buruk di sore atau malam hari dan sulit turun sekalipun telah diberikan obat untuk menurunkan panas anak.
Baca Juga: 5 Penyebab Anak Demam Naik Turun dan Cara Mengatasinya
2. Gangguan Pencernaan
S. typhi adalah bakteri yang menyerang saluran cerna. Itu sebabnya, gejala tipes pada anak bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare pada anak ataupun sembelit.
Selain itu, ciri tipes pada anak lainnya yang menyerang pencernaan, seperti sakit perut ataupun perut kembung.
3. Mual-Muntah
Gejala tipes pada anak selanjutnya adalah mual dan muntah. Ini karena bakteri S. typhi menyerang area Peyer’s patches di usus kecil dan menyebabkan peradangan. Peyer’s patches adalah bagian dari sistem imun.
4. Nafsu Makan Menurun
Salah satu ciri tipes pada anak yang juga cukup khas adalah nafsu makan menurun, walaupun orang dewasa juga bisa mengalaminya.
Ini terjadi karena masalah pencernaan pada anak akibat tipes bisa menyebabkan nafsu makan si Kecil menurun.
Kondisi ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada anak.
5. Rose Spots
Pada minggu kedua setelah anak demam, mungkin Mama juga akan menjumpai kemunculan rose spots di area dada atau perut si Kecil.
Rose spots ini adalah bintik-bintik berwarna kemerahan atau merah muda samar, yang tidak gatal, dan bukan disebabkan oleh perdarahan, seperti pada DBD.
Kemunculan Gejala Tipes Minggu ke Minggu
Gejala tipes pada anak umumnya muncul secara bertahap dan umumnya benar-benar pulih dalam 4 minggu.
Berikut ini adalah ciri tipes pada anak sesuai dengan waktu kemunculannya:
|
Waktu |
Gejala Utama |
Keterangan |
|
Minggu ke-1 |
Demam step-ladder, sakit kepala, batuk kering |
Gejala awal tipes paling khas |
|
Minggu ke-2 |
Diare atau sembelit, mual dan muntah, muncul ruam (rose spots) |
Bakteri mulai menyerang saluran cerna |
|
Minggu ke-3 |
Lemas ekstrem, muncul risiko komplikasi |
Risiko komplikasi meningkat jika pengobatan tidak tepat, perlu konsultasi dokter |
|
Minggu ke-4 |
Demam menurun, gejala membaik |
Masa pemulihan |
Perbedaan Tipes vs DBD vs Flu Biasa
Gejala tipes pada anak bisa mirip dengan gejala penyakit lain, seperti flu. Apalagi, tipes juga bisa juga terjadi bersamaan dengan demam berdarah pada anak.
Hal ini tentu bisa membuat Mama dan Papa bingung. Namun sebenarnya, ketiganya punya perbedaan. Di bawah ini adalah tabel perbedaan tipes, DBD, dan flu pada anak:
|
Perbedaan |
Tipes |
DBD |
Flu |
|
Penyebab |
Bakteri Salmonella typhi |
Virus dengue |
Virus influenza |
|
Demam yang Dialami |
Naik bertahap (step-ladder) hingga 40oC |
Demam tinggi tiba-tiba dan menurun pada fase kritis (biasanya antara hari ke-3 sampai 7) |
Demam tinggi kemudian turun dengan cepat (biasanya pada hari ketiga) |
|
Ciri Khas |
Gangguan pencernaan (sembelit atau diare), rose spots |
Trombosit turun, bintik merah, nyeri hebat (kepala dan badan) |
Batuk, pilek, hidung tersumbat atau berair |
|
Komplikasi |
Dehidrasi dan komplikasi usus |
Syok dengue dan perdarahan internal |
Pneumonia (dalam kasus yang sangat jarang) |
|
Kapan Wajib ke Dokter |
Demam lebih dari 3 hari, muntah hebat |
Demam tinggi lebih dari 3 hari, mimisan, bintik merah akibat perdarahan (petekie) |
Sesak napas, demam lebih dari 3 hari |
Cara Mengatasi Tipes pada Anak
Tak seperti infeksi virus yang tidak membutuhkan pengobatan khusus, tipes pada anak butuh pengobatan khusus untuk melawan bakterinya.
Berikut ini adalah cara mengatasi tipes pada anak:
1. Minum Antibiotik sesuai Resep Dokter
Cara mengatasi tipes pada anak yang paling utama adalah minum antibiotik. Sebab, bakteri penyebab tipes hanya bisa dilawan dengan antibiotik.
Mama harus berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis dan dosis antibiotik yang tepat untuk si Kecil.
Jangan menghentikan pemberian antibiotik sekalipun gejala tipes pada anak sudah membaik. Pastikan Mama memberikan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.
2. Berikan Obat Penurun Panas
Tipes dapat menyebabkan demam pada anak. Jika anak tampak tidak nyaman dan rewel, Mama boleh memberikan paracetamol sebagai cara menurunkan demam pada anak.
Jangan lupa konsultasi ke dokter anak mengenai dosis yang tepat.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Mual dan muntah adalah gejala tipes pada anak yang bisa menyebabkan si Kecil kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Untuk itu, Mama perlu memastikannya mendapatkan cairan yang cukup.
Selain air putih, Mama bisa memberikan asupan cairan lewat sup, buah tinggi air, susu hangat, dan jus encer.
4. Istirahat Total (Bed Rest)
Untuk mempercepat pemulihan, salah satu cara mengatasi tipes pada anak adalah dengan membiarkan si Kecil beristirahat total. Hindari aktivitas berat sehingga tubuh bisa optimal dalam proses penyembuhan.
5. Pola Makan untuk Anak Tipes
Sebenarnya, tidak ada pantangan makanan khusus untuk tipes. Akan tetapi, berhubung tipes menyerang sistem pencernaan, Mama sebaiknya memilih makanan yang lembut.
Hindari makanan yang susah dicerna, seperti berlemak, terlalu tinggi serat, ataupun terlalu pedas karena akan membuat kerja usus semakin berat.
Jika si Kecil tidak nafsu makan, Mama bisa memberikannya dalam porsi kecil tapi lebih sering.
6. Kompres Hangat
Selain dengan minum obat penurun panas, Mama juga bisa memberikan kompres hangat sebagai obat alami untuk demam anak.
Suhu hangat akan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menurunkan suhunya sehingga demam mereda.
Baca Juga: Amankah Minum Obat Setelah Minum Susu? Ketahui Aturannya!
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Mama perlu membawa si Kecil segera ke dokter, terutama jika mengalami gejala berikut:
- Demam lebih dari 3 hari dan tidak turun
- Anak tampak sangat lemas dan tidak aktif
- Muntah terus-menerus
- Tidak mau minum
- Kejang
- BAB berdarah
- Rewel, terutama karena sakit perut hebat
Cara Mencegah Tipes pada Anak
Tipes, baik pada anak dan orang dewasa bisa dicegah dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat.
Selain itu, beberapa cara berikut dapat mencegah tipes pada anak atau meringankan gejalanya jika terinfeksi, seperti:
- Mendapatkan vaksin tifoid untuk anak
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah buang sampah atau dari toilet
- Hindari jajan sembarangan atau di tempat yang tidak bersih
- Minum air matang
Baca Juga: 12 Imunisasi Lanjutan yang Perlu Anak Dapatkan & Jadwalnya
Mama juga bisa memberikan makanan bergizi dan susu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab, jika sistem imunnya kuat, tubuh akan lebih mudah melawan bakteri penyebab tipes.
Yuk, Ma, gabung jadi member Nutriclub untuk mendapatkan berbagai konten terverifikasi ahli tentang kesehatan si Kecil. Mama juga bisa mendapatkan akses ke call center yang terhubung langsung dengan ahli seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak.
