Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Kesehatan

6 Tanda Gangguan Kesehatan pada Anak yang Harus Diwaspadai

Article Oleh : Mauliyana Puspa Adityasari 09 Agustus 2023

Menjaga kesehatan anak sudah menjadi tanggung jawab Mama dan Papa sebagai orang tua. Maka dari itu, penting bagi Mama dan Papa mengenali setiap tanda-tanda gangguan kesehatan pada anak dan serta cara menjaga kesehatan tubuh si Kecil. Simak selengkapnya pada artikel berikut ini.

Tanda-Ttanda Gangguan Kesehatan pada Anak

Setiap gangguan kesehatan pada umumnya ditandai dengan tanda dan gejala masing-masing. Kondisi ini berarti menandakan adanya sesuatu masalah yang akan muncul.

Namun, hal tersebut bisa datang dan muncul tanpa disadari Mama dan bahkan oleh anak sendiri. Apalagi, anak cenderung sulit untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya karena belum sepenuhnya mengerti.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan setiap perubahan yang terjadi dan melihat tanda-tanda yang mungkin menunjukkan adanya gangguan kesehatan pada anak. Berikut ini beberapa hal yang dapat Mama perhatikan.

1. Demam

Demam merupakan respons fisiologis tubuh terhadap infeksi atau penyakit. Demam menciptakan kondisi yang merugikan bagi bakteri atau virus di dalam tubuh, karena suhu tubuh yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi mereka.

Untuk mengecek suhu tubuh, pakailah termometer untuk hasil yang akurat. Umumnya suhu normal tubuh anak sekitar 36,5 - 37 derajat Celcius. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, itu menjadi tanda badan anak dalam kondisi demam. Saat demam si Kecil akan terasa lebih panas dari biasanya, berkeringat, dan terlihat lemas. 

2. Hidung Tersumbat atau Berair

Tanda-tanda gangguan kesehatan pada anak lainnya yaitu hidung akan tersumbat atau berair. Gejala ini terjadi ketika jaringan yang melapisi hidung menjadi bengkak. Pembengkakan terjadi karena adanya pembuluh darah yang meradang.

Selain itu, gejala mungkin termasuk keluarnya cairan hidung atau pilek. Saat mengeluarkan lendir berlebihan dan mengalir, si Kecil akan terserang batuk atau sakit tenggorokan. Selain itu, hidung tersumbat akan membuat kepala menjadi pusing dan sesak dalam bernapas.

3. Ruam yang Muncul di Kulit

Ruam pada kulit mungkin dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada si Kecil. Pada umumnya ruam tidaklah berbahaya dan kerap muncul di lengan, kaki, dan lipatan kulit. Namun, jika ruam hampir menutupi seluruh tubuh, sebaiknya antar si Kecil untuk periksa ke dokter.

Jika ruam muncul dengan warna pucat berbintik merah atau ungu kecil disertai demam, ini menjadi pertanda keadaan darurat medis seperti meningitis atau sepsis. Selain itu, ruam dapat menjadi tanda si Kecil mengalami penyakit flu Singapura, cacar, atau campak.

Baca Juga: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasi Flu Singapura pada Anak

4. Muntah atau Diare

Muntah dan diare umumnya terjadi karena adanya gangguan pada pencernaan. Kedua tanda-tanda gangguan kesehatan ini dapat membuat anak menjadi dehidrasi.

Kondisi ini akan membuat si Kecil kesulitan dalam buang air, menjadi lebih haus, berat badan menurun, tidak nafsu makan, hingga terlihat lebih lemas.

Sebenarnya muntah dan diare bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti virus, bakteri, parasit, atau kondisi medis tertentu. Tanda-tanda ini juga bisa disebabkan oleh si Kecil mengonsumsi makanan yang kurang matang atau mengandung zat berbahaya.

5. Nafsu Makan Berkurang

Gangguan pada kesehatan juga akan memengaruhi nafsu makan. Berbagai macam kondisi dapat menyebabkan nafsu makan menjadi menurun, seperti sakit pada tenggorokan. Kehilangan nafsu makan bisa menyebabkan penurunan berat badan atau masalah gizi pada anak. Selain itu, faktor psikologis dan kondisi medis lainnya dapat memengaruhi penurunan nafsu makan.

Jika turunnya nafsu makan sudah memengaruhi penurunan berat badan yang drastis, segeralah bawa si Kecil ke dokter.

6. Lemas dan Lesu

Badan lemas dan lesu sudah menjadi tanda-tanda umum adanya gangguan kesehatan pada tubuh anak. Bahkan kita sebagai orang dewasa pun kerap merasakan hal tersebut apalagi saat sedang sakit seperti flu, demam, atau adanya infeksi virus lain.

Dalam beberapa kasus, menjadi lebih lesu bisa diakibatkan si Kecil terserang reaksi alergi, anemia, penyakit hati (liver), atau infeksi bakteri. 

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Anak Sehat dan Punya Imunitas yang Baik

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Anak

Setiap gangguan kesehatan mempunyai tanda-tanda tersendiri. Mungkin beberapa tanda dapat muncul secara bersamaan atau bahkan bergantian.

Sebagai orangtua, Mama pastinya ingin agar anak tetap dalam kondisi sehat dan tumbuh secara optimal. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memulai cara menjaga kesehatan anak sejak dini sebagai berikut.

1. Biasakan Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan merupakan sebuah kebiasaan yang harus Mama terapkan pada si Kecil sejak dini. Jika hal ini rutin dilakukan, maka akan terbawa hingga anak beranjak dewasa nanti.

Kebiasaan mencuci tangan menjadi salah satu cara jitu untuk mencegah penyebaran penyakit yang sering menular melalui tangan dan mulut. Bahkan jika rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, Mama dan si Kecil dapat mencegah penularan penyakit hingga 85%, lho!

2. Pastikan Anak Tidur Cukup

Untuk menjaga kesehatan anak, Mama juga harus memberikan waktu istirahat yang cukup dengan tidur tepat waktu pada si Kecil.

Ketika tidur, tubuh akan memperbaiki dan memulihkan setiap sel dan jaringannya. Selain itu, Mama harus mengetahui jam tidur anak, sebab setiap rentang usia si Kecil mempunyai batasan minimal waktu tidur yang berbeda-beda.

Anak yang mendapatkan waktu tidur maksimal dan juga nyenyak akan menjadi lebih produktif, mempunyai ingatan yang lebih kuat, dan memiliki energi yang cukup untuk melakukan berbagai aktivitas.

3. Rutin Berolahraga

Berolahraga atau aktivitas fisik bukan hanya menyehatkan tetapi juga menyenangkan.

Mama sebaiknya membiasakan si Kecil untuk berolahraga minimal 60 menit sehari. Hal ini akan membantu si Kecil mendapatkan kualitas tidur yang nyenyak, menjaga tubuh dari berbagai penyakit, dan memperbaiki perilaku.

Mama perlu menemukan aktivitas fisik atau olahraga yang disukai si Kecil. Jika ia menyukainya, maka kegiatan ini akan menjadi rutinitas yang menyenangkan untuk dijalani. Selain itu, berolahraga dapat mengajarkan anak untuk bersosialisasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendorong tumbuh kembang yang sehat.

4. Sajikan Makanan Bergizi Seimbang

Sudah menjadi keharusan bagi Mama untuk memberikan makanan anak yang sehat dan bernutrisi.

Si Kecil juga membutuhkan pola makan yang teratur setiap harinya dengan asupan makanan bergizi seimbang, sehingga daya tahan tubuh akan menjadi lebih kuat untuk mencegah berbagai infeksi bakteri maupun virus.

Saat memberikan makanan bergizi, Mama harus memperhatikan kandungan nutrisi penting yang harus ada seperti zat besi, karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Seluruh nutrisi tersebut dapat Mama berikan melalui berbagai asupan makanan.

5. Lengkapi Vaksinasi Sesuai Jadwal

Vaksinasi penting untuk merangsang sistem kekebalan tubuh pada anak agar terbentuk antibodi yang dapat melindungi dari berbagai macam penyakit. Bahkan, pemberian vaksinasi yang sesuai dan tepat waktu dapat mencegah si Kecil terinfeksi penyakit berbahaya yang belum ada obatnya.

Maka dari itu, penting bagi Mama untuk mengetahui setiap jadwal vaksinasi yang harus diterima si Kecil dan jangan sampai terlewatkan. Dengan begitu, Mama dapat membantu menjaga kesehatan tubuh si Kecil secara menyeluruh.

Baca Juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Anak Imunisasi

Nah, itulah beberapa tanda-tanda gangguan kesehatan pada anak sekaligus cara menjaga kesehatan tubuhnya yang perlu Mama ketahui.

Mama pasti mempunyai insting tersendiri dalam memahami kondisi si Kecil. Jika Mama mencurigai adanya masalah kesehatan pada si Kecil, penting untuk segera membawanya ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Mama juga bisa kunjungi Health Immune Checker untuk mendapatkan solusi terbaik ketika si Kecil mengalami tanda-tanda gangguan kesehatan seperti demam dan menangis yang berkepanjangan. Yuk, kunjungi sekarang juga, Ma!

  1. Caring for a sick child. (2019, December 18). Nidirect; nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/articles/caring-sick-child
  2. ‌Looking after a sick child. (2023, June 4). Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/looking-after-a-sick-child
  3. ‌NHS Choices. (2023). High temperature (fever) in children. https://www.nhs.uk/conditions/fever-in-children/
  4. ‌Fields, L. (2011, March 17). 5 Serious Symptoms in Children to Never Ignore. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/children/features/serious-symptoms-in-children
  5. ‌familydoctor.org editorial staff. (2022, November 23). What To Do If You Have Diarrhea | familydoctor.org. Familydoctor.org. https://familydoctor.org/condition/vomiting-and-diarrhea/
  6. ‌Blake, K. (2012, September 10). What Causes Loss of Appetite? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/appetite-decreased
  7. ‌Fulghum, D. (2008, August 24). How Tired Is Too Tired? WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/balance/how-tired-is-too-tired
  8. ‌NHS Choices. (2023). Blue or grey skin or lips (cyanosis). https://www.nhs.uk/conditions/blue-skin-or-lips-cyanosis/
  9. ‌Handwashing: A Family Activity . (2023). https://www.cdc.gov/handwashing/handwashing-family.html
  10. ‌Rokom. (2022, October 17). Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Kematian Anak Akibat Infeksi. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20221017/0741275/cuci-tangan-pakai-sabun-cegah-kematian-anak-akibat-infeksi/
  11. ‌Verywell. (2022). 7 Ways to Keep Kids Healthy During the School Year. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/ways-to-keep-kids-healthy-during-school-year-620563
  12. ‌IDAI | Perkembangan Tidur Normal Pada Batita. (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/perkembangan-tidur-normal-pada-batita
  13. ‌IDAI | Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Pandemi Covid 19. (2020). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19
  14. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
  15. WebMD. (2021). What Protein Does for Your Body. WebMD. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-what-protein-does-for-your-body
  16. ‌Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1331/pentingnya-imunisasi-bagi-anak
comment-icon comment-icon