Saat flu, pastikan anak istirahat cukup dan banyak minum air putih. Selain itu, cara mengatasi flu pada anak bisa dengan memberi makanan bergizi dan bantu anak buang lendir ingus. Dengan langkah ini, flu yang dialami si Kecil dapat membaik dalam 5-7 hari.
Apa itu Flu pada Anak?
Influenza atau flu adalah infeksi pernapasan akut akibat virus influenza dan bersifat sangat menular. Penyakit ini paling sering dialami anak pada musim hujan dan sangat mudah menular.
Virus influenza menular melalui droplet (cipratan air liur) dari saluran pernapasan orang dewasa atau anak lain yang sedang sakit flu.
Penularan flu terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, kemudian masuk ke tubuh saat si Kecil menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Apa Penyebab Flu pada Anak?
Menurut Johns Hopkins Medicine, flu umumnya disebabkan virus influenza tipe A dan B yang mudah menyebar di lingkungan sekitar, seperti di rumah, sekolah, atau tempat bermain. Penularanya dapat meningkat saat musim hujan.
Virus menyebar melalui droplet yang dapat terhirup langsung oleh anak sehingga virus masuk ke saluran pernapasan. Anak juga dapat tertular ketika ia menyentuh benda yang terkontaminasi, lalu memegang area wajah tanpa mencuci tangan.
Anak juga lebih mudah sakit flu karena sistem imunnya masih berkembang. Risiko infeksi semakin tinggi bila anak sering berkontak dengan orang yang sedang sakit.
Baca Juga: ISPA pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Apa Gejala Flu pada Anak?
Gejala flu biasanya lebih berat dan serius daripada pilek biasa. Anak dapat menunjukkan gejala nyeri pada tubuhnya ketika terkena flu. Berikut adalah beberapa gejala flu pada anak:
- Demam, bisa mencapai suhu 39,4°C sampai 40,5°C.
- Pilek atau hidung tersumbat
- Batuk
- Nyeri otot atau pegal di seluruh tubuh
- Menggigil
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Tubuh lemas
- Nafsu makan menurun
- Mual atau muntah pada sebagian anak
Flu pada Anak vs Pilek Biasa, Apa Bedanya?
Flu dan pilek sama-sama menyerang saluran napas, tetapi penyebab, gejala, dan tingkat keparahannya berbeda. Berikut tabel perbedaan yang perlu Mama Papa ketahui menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC):
|
Flu |
Pilek biasa |
|
Demam tinggi |
Jarang demam |
|
Nyeri badan terasa jelas |
Nyeri badan ringan atau tidak ada |
|
Gejala muncul mendadak |
Gejala muncul bertahap |
|
Tubuh sangat lemas |
Lemas ringan |
|
Menggigil sering terjadi |
Jarang menggigil |
|
Risiko komplikasi lebih tinggi |
Umumnya ringan dan sembuh sendiri |
Bagaimana Cara Mengatasi Flu pada Anak di Rumah?
Umumnya, flu dapat sembuh dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Saat imun tubuh anak bekerja untuk melawan virus flu, ada berbagai cara mengatasi flu pada anak di rumah yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Pastikan Anak Cukup Minum
Flu bisa membuat hidung tersumbat dan lendir menjadi lebih kental. Terlebih kalau disertai demam, si Kecil sangat berisiko dehidrasi karena tubuhnya kehilangan banyak cairan.
Bila dibiarkan, dehidrasi bisa sangat membahayakan. Jadi, pastikan anak memperoleh asupan cairan yang cukup. Minum air putih juga dapat membantu mengencerkan lendir dalam hidung dan saluran pernapasan anak.
Mama juga bisa menyajikan minuman dan makanan hangat, seperti teh, sup ayam hangat, atau segelas air yang dicampurkan 1 sendok teh madu.
2. Berikan Waktu Istirahat yang Cukup
Cara mengatasi flu pada anak adalah berikan waktu istirahat yang cukup. Saat flu, tubuh anak butuh energi untuk melawan infeksi. Tidur dan istirahat cukup bantu sistem kekebalan tubuhnya bekerja lebih optimal.
Tidak perlu memaksa anak tetap aktif bermain atau mengikuti seluruh aktivitas hariannya. Biarkan ia beristirahat hingga kondisi tubuh mulai membaik.
Buat suasana kamar yang nyaman dengan suhu ruangan sejuk, pakaian nyaman, dan pencahayaan yang tidak terlalu terang agar si Kecil lebih mudah tidur.
Baca Juga: Pentingnya Daya Tahan Tubuh Kuat bagi Anak
3. Bersihkan Hidung dengan Saline
Hidung tersumbat sering membuat si Kecil sulit bernapas maupun tidur. Larutan saline steril dapat bantu mengencerkan lendir agar lebih mudah dikeluarkan.
Teteskan atau semprotkan saline sesuai petunjuk penggunaan, lalu bersihkan lendir menggunakan aspirator hidung bila diperlukan
4. Ajarkan Anak Membuang Lendir
Cara mengatasi flu pada anak lainnya bisa dengan mengajari si Kecil mengeluarkan ingus secara berkala.
Berikan contoh dengan menempelkan tisu pada lubang hidung Mama, sehingga si Kecil bisa melihat gerakan tisu saat Mama mengeluarkan napas.
Selanjutnya, Mama bisa menempelkan tisu pada lubang hidung anak dan minta ia untuk mengeluarkan lendir ingusnya secara perlahan.
5. Redakan Demam Sesuai Anjuran Dokter
Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi virus. Namun, jika demam anak terjadi lebih dari 3 hari atau lebih dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 38°C, segera bawa ia ke dokter, Ma.
Dokter mungkin akan meresepkan obat penurun demam sesuai dengan kondisi, usia, dan berat badan anak seperti paracetamol.
Ingat, Mama tidak disarankan membeli obat flu dan demam anak sembarangan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.
Baca Juga: Demam karena Kelelahan pada Anak: Ciri & Solusi
6. Gunakan Humidifier
Udara yang lembap membantu menjaga saluran napas tetap nyaman, serta mengurangi gatal pada tenggorokannya.
Mama bisa menjaga kelembapan udara di kamar menggunakan humidifier, khususnya saat waktu tidur sebagai cara mengatasi flu pada anak.
Humidifier model uap dingin dianggap lebih aman ketimbang yang menghasilkan uap hangat. Jangan lupa rutin membersihkan humidifier dengan cara mengganti air dan membersihkan alatnya untuk mencegah tumbuhnya lumut.
7. Berikan Makanan Bergizi
Anak mungkin makan lebih sedikit saat flu. Namun, Mama perlu tetap usahakan kebutuhan gizinya terpenuhi. Berikan sayur dan buah berwarna-warni, seperti wortel, brokoli, jeruk, stroberi, atau kacang hijau.
Makanan ini mengandung fitonutrien untuk meningkatkan produksi sel darah putih sehingga imun anak lebih mampu melawan infeksi.
Berikan juga makanan tinggi protein yang penting perannya untuk bantu si Kecil melawan infeksi dalam tubuh yang menyebabkan demam saat flu.
Baca Juga: Anak Demam Naik Turun: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah Flu pada Anak Bisa Sembuh Sendiri?
Ya. Sebagian besar flu pada anak dapat sembuh sendiri karena sistem kekebalan tubuh akan melawan virus influenza.
Gejala biasanya mulai membaik dalam waktu 7 hari. Namun, batuk dan rasa lelah dapat bertahan lebih lama meskipun infeksi utamanya sudah membaik.
Jika gejala justru semakin berat atau muncul tanda bahaya, segera konsultasikan ke dokter.
Berapa Lama Flu pada Anak Biasanya Sembuh?
Lama penyembuhan flu dapat berbeda pada setiap anak tergantung usia, kondisi kesehatan, dan daya tahan tubuhnya. Umumnya, berikut lama penyembuhan flu pada anak sesuai dengan gejalanya:
|
Gejala |
Lama berlangsung |
|
Demam |
3-4 hari |
|
Pilek dan hidung tersumbat |
5-7 hari |
|
Flu secara keseluruhan |
5-7 hari |
|
Batuk |
10-14 hari |
Segera lakukan evaluasi bila demam berlangsung lebih dari 3 hari, batuk semakin berat, atau anak tampak semakin lemas.
Kalau Mama masih punya pertanyaan lebih lanjut soal flu anak, jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor, tim ahli terpercaya kami di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Kapan Flu pada Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Segera bawa si Kecil ke dokter apabila cara mengatasi flu pada anak telah dilakukan, tetapi gejala tak kunjung membaik dan disertai tanda-tanda berikut:
- Demam lebih dari 3 hari atau semakin tinggi.
- Sesak napas atau napas cepat.
- Bibir atau kuku tampak kebiruan.
- Tidak mau minum sama sekali.
- Muntah terus-menerus.
- Tanda dehidrasi, seperti bibir kering, jarang buang air kecil, atau tampak sangat lemas.
- Kejang.
- Bayi di bawah 3 bulan mengalami demam.
Baca Juga: Cara Menurunkan Anak yang Demam dan Pusing
Bagaimana Cara Mencegah Flu pada Anak?
Setelah melakukan berbagai cara mengatasi flu pada anak di rumah, Mama perlu tahu langkah pencegahannya agar si Kecil tidak mengalaminya lagi di kemudian hari. Berikut cara mencegah anak tidak tertular flu:
- Vaksin influenza setiap tahun. CDC merekomendasikan vaksinasi influenza setiap tahun untuk anak usia di atas 6 bulan. Vaksin dapat mengurangi risiko flu berat, rawat inap, dan komplikasi.
- Biasakan cuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah menggunakan kamar mandi, batuk atau bersin, dan sebelum makan atau mengambil makanan. Bila tidak ada sabun, gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
- Terapkan etika batuk. Minta anak menutup mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk maupun bersin, kemudian segera mencuci tangan.
- Penuhi kebutuhan nutrisi. Berikan makanan bergizi seimbang mengandung protein, buah, sayur, serta cairan yang cukup untuk bantu menjaga sistem imun tetap optimal.
- Pastikan anak tidur cukup. Tidur cukup bantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi.
- Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Bila ada anggota keluarga yang sedang flu, usahakan pakai masker, tidak berbagi alat makan, dan jaga kebersihan permukaan benda yang sering disentuh.
Itu dia informasi mengenai cara mengatasi flu pada anak di rumah yang perlu Mama Papa ketahui.
Penting diingat bahwa kesehatan si Kecil adalah prioritas utama ya, Ma. Dengan jadi member Nutriclub, Mama bisa mendapatkan panduan kesehatan terpercaya, artikel expert-verified, serta tips praktis untuk menghadapi berbagai kondisi anak dengan lebih tenang. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
