Loading...
Banner Artikel Jenis-Jenis Imunitas Tubuh Anak, Perbedaan, dan Cara Kerjanya
Imunitas

Jenis-Jenis Imunitas Tubuh Anak, Perbedaan, dan Cara Kerjanya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 15 Januari 2020

Diperbarui: 27 Januari 2026


  • Apa Itu Imunitas Tubuh?
  • Jenis-Jenis Imunitas Tubuh
  • Macam-Macam Imunitas Berdasarkan Cara Diperolehnya
  • Perbedaan Kekebalan Aktif dan Pasif
  • Bagaimana Cara Kerja Sistem Imun?
  • Jika Sistem Imun Tidak Bekerja dengan Baik, Apa Dampaknya?
  • Bagaimana Cara Memperkuat Sistem Imun Anak?

Kekebalan tubuh dibedakan menjadi beberapa jenis. Mengetahui jenis kekebalan tubuh dan bagaimana cara kerjanya akan membantu Mama memberikan perlindungan terbaik untuk si Kecil.

Apa Itu Imunitas Tubuh?

Imunitas adalah mekanisme alami tubuh untuk melindungi diri dari berbagai ancaman penyakit, seperti bakteri, virus, jamur, parasit, hingga sel kanker.

Sistem pertahanan tubuh memiliki beberapa fungsi, yaitu: 

  • Menghalau kuman penyakit
  • Menghancurkan kuman penyebab penyakit
  • Membatasi kerusakan akibat kuman penyebab penyakit
  • Memulihkan tubuh setelah infeksi
  • Mencegah penyakit di kemudian hari

Perlindungan ini bekerja dengan cara mengenali, menghadapi, dan mengingat patogen berbahaya melalui sistem imun yang berfungsi sebagai pertahanan bertahap, mulai dari kekebalan bawaan hingga respons adaptif yang lebih spesifik.

Jenis-Jenis Imunitas Tubuh

Secara umum, ada dua jenis kekebalan tubuh yang akan dimiliki anak hingga ia dewasa nanti, yaitu:

EP 18 - Jenis Kekebalan Tubuh Anak - Desktop.jpg

1. Kekebalan Bawaan (Innate Immunity)

Kekebalan bawaan adalah jenis kekebalan tubuh yang sudah ada sejak lahir sebagai perlindungan pertama dalam melawan penyakit. 

Ini meliputi kulit, air mata, lapisan mukosa atau selaput lendir (dapat ditemukan di mulut, hidung, paru-paru, dan lain-lain), serta sel darah putih (neutrofil). 

Kekebalan bawaan ini membantu mencegah kuman penyebab penyakit masuk ke tubuh. Biasanya, innate immunity bekerja secara cepat dan berusaha menghalangi segala jenis kuman penyebab penyakit (tidak spesifik). 

Baca Juga: Ciri-Ciri Anak Sehat dan Imunitasnya Kuat 

2. Kekebalan Adaptif (Adaptive Immunity)

Berbeda dengan kekebalan bawaan, jenis kekebalan adaptif baru didapatkan atau terbentuk ketika tubuh terpapar patogen (kuman penyebab penyakit). Ini disebut juga dengan antibodi.

Kekebalan adaptif membuat tubuh “mengingat” penyebab penyakit dan mencegah infeksi berulang di kemudian hari. Dibanding kekebalan bawaan, kekebalan adaptif lebih lambat mulai bekerjanya, tapi efeknya lebih kuat.

Selain dengan terpapar kuman penyebab penyakit secara langsung, seperti cacar air, vaksinasi juga bisa membentuk kekebalan adaptif anak.

Macam-Macam Imunitas Berdasarkan Cara Diperolehnya

Selain jenis-jenis imunitas di atas, kekebalan tubuh juga dibedakan lagi berdasarkan cara imunitas itu didapatkan, yaitu kekebalan aktif dan pasif.

1. Kekebalan Aktif

Kekebalan aktif adalah jenis kekebalan tubuh yang muncul karena tubuh memproduksi antibodi sendiri saat terpapar kuman penyebab penyakit. Menurut CDC (2024), kekebalan aktif terdiri atas 2 jenis, yaitu:

  • Kekebalan aktif alami: didapat dari paparan kuman penyakit.
  • Kekebalan aktif buatan: terbentuk dari imunisasi, yaitu proses memasukkan bagian dari kuman penyakit yang telah dilemahkan.

Contoh kekebalan aktif adalah anak akan kebal dari cacar air atau campak setelah sembuh dari infeksinya. Contoh lain, anak kebal polio setelah mendapatkan vaksin polio. Kekebalan aktif bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup si Kecil.

2. Kekebalan Pasif

Kekebalan pasif adalah jenis imunitas yang muncul karena si Kecil atau seseorang “diberikan” antibodi dari luar, bukan diproduksi sendiri oleh tubuh.

Contoh imunitas pasif adalah ketika si Kecil mendapatkan antibodi Mama dari ASI ataupun plasenta saat bayi baru lahir. Transfusi darah, khususnya imunoglobulin juga merupakan salah satu contoh imunitas pasif.

Imunitas pasif umumnya bersifat jangka pendek, alias hanya sementara, hitungan minggu atau bulan. Namun, ini sangat berguna dalam situasi darurat karena terlalu lama jika harus menunggu kekebalan aktif terbentuk.

Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi 0-12 Bulan Terbaru dari IDAI

 

Perbedaan Kekebalan Aktif dan Pasif

Untuk merangkum, berikut ini tabel perbedaan kekebalan aktif dan pasif yang perlu Mama tahu:

Jenis-Jenis Imunitas

Cara Terbentuk

Contoh

Kekebalan aktif

Tubuh membentuk antibodi sendiri

  • Imunisasi
  • Terpapar dan sembuh dari infeksi tertentu

Kekebalan pasif

Antibodi berasal dari luar (tidak produksi sendiri)

  • Antibodi dari plasenta saat bayi baru lahir
  • ASI
  • Suntikan imunoglobulin

Bagaimana Cara Kerja Sistem Imun?

Selain memahami jenis-jenis imunitas, penting juga buat Mama memahami cara kerja sistem imun. Jadi, saat anak sakit ataupun vaksin, Mama bisa terhindar dari salah kaprah yang umum muncul.

Cara kerja sistem imun, yaitu:

  • Tubuh terpapar patogen dari luar → dikenali sebagai antigen
  • Kekebalan bawaan akan bereaksi lebih dulu, berusaha mengeluarkannya
  • Jika patogen lolos dan berhasil masuk ke tubuh, sistem imun adaptif merespons 
  • Limfosit B (bagian dari sistem imun) akan “berkenalan” dengan penyakit dan membentuk antibodi
  • Limfosit T menghancurkan kuman penyebab penyakit
  • Antibodi yang terbentuk akan bertahan di tubuh dan “mengingat” patogen yang tadi masuk

Saat anak mengalami demam atau peradangan, biasanya ini adalah saat ketika sistem imunnya tengah berusaha menghancurkan kuman penyebab penyakit.

Jika Sistem Imun Tidak Bekerja dengan Baik, Apa Dampaknya?

Sistem imun yang baik akan membantu anak jadi lebih jarang sakit, atau gejalanya cenderung ringan dan cepat pulih ketika sakit. Jika sistem imun anak tidak bekerja semestinnya, dampaknya adalah:

1. Risiko Autoimun

Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem imun anak yang seharusnya menyerang kuman penyebab penyakit malah menyerang sel-sel sehat dan menyebabkan penyakit.

Beberapa jenis penyakit autoimun pada anak yang dapat terjadi, yaitu:

  • Diabetes tipe 1
  • Lupus
  • Rheumatoid arthritis

2. Alergi

Alergi adalah kondisi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap paparan dari luar yang sebetulnya tidak berbahaya (alergen). Debu, makanan, serbuk bunga, dan bulu hewan peliharaan adalah contoh alergi yang umum.

Beberapa contoh penyakit alergi yang dapat muncul, yaitu:

  • Asma
  • Eksim
  • Alergi makanan, seperti alergi susu sapi, alergi cokelat, alergi kacang

3. Penyakit Defisiensi Imun

Penyakit defisiensi imun adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan sistem imun si Kecil tidak dapat berfungsi dengan normal.

Salah satu contohnya adalah Severe Combined Immunodeficiency (SCID). Anak yang lahir dengan SCID bisa tampak sehat, tapi sebenarnya hanya memiliki sedikit atau tidak ada sistem imun.

Anak dengan SCID berisiko tinggi mengalami infeksi berat yang fatal, bahkan untuk infeksi yang harusnya bersifat ringan, terutama dalam 1-2 tahun pertama kehidupannya.

4. Infeksi Berulang

Anak yang memiliki sistem imun lemah cenderung akan lebih mudah mengalami infeksi berulang atau tertular penyakit. Beberapa gejala yang sering muncul, di antaranya:

  • Anak sering demam
  • Batuk dan pilek terus-menerus
  • Ruam 
  • Mual dan muntah

Bagaimana Cara Memperkuat Sistem Imun Anak?

Dibanding orang dewasa, anak-anak memang lebih rentan sakit karena sistem imunnya masih terus berkembang, Ma. Kabar baiknya, ada beberapa cara untuk meningkatkan sistem imun anak, seperti:

  • Memberikan vaksinasi dasar lengkap
  • Tidur cukup
  • Menjaga kebersihan dalam keluarga lewat cuci tangan dengan benar
  • Berikan ASI eksklusif minimal 6 bulan
  • Berikan MPASI bayi dengan nutrisi lengkap untuk imun, seperti protein, zinc, omega-3, vitamin A dan D
  • Jaga si Kecil tetap aktif

Baca Juga: 17 Makanan Penambah Imun Tubuh Anak agar Jarang Sakit 

Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. 

Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Cleveland Clinic Editorial Staff. (2019, November 13). Immune System Function, Conditions & Disorders. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/body/21196-immune-system
  2. Cleveland Clinic Editorial Staff. (2024, July 11). Severe Combined Immunodeficiency (SCID): Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/severe-combined-immunodeficiency-scid
  3. CDC. (2024, August 10). Immunity Types. Vaccines & Immunizations. https://www.cdc.gov/vaccines/basics/immunity-types.html
  4. McCarthy, C. (2021, October 12). Boosting your child’s immune system - Harvard Health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/boosting-your-childs-immune-system-202110122614
  5. KidsHealth Editorial Staff. (2019). All About the Immune System. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/immune.html
  6. NIAID Editorial Staff. (2019, April 4). Severe Combined Immunodeficiency (SCID). Nih.gov. https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/severe-combined-immunodeficiency-scid
  7. NCI Dictionary of Cancer Terms. (2025). Cancer.gov. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/immunity
  8. Greenan-Barrett, J., & Ciurtin, C. (2022). COVID-19 in Immunocompromised Children and Adolescents. Pediatric Infectious Disease Journal, 41(10), e424–e427. https://doi.org/10.1097/inf.0000000000003605
  9. In brief: The innate and adaptive immune systems. (2023, August 14). Nih.gov; Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279396/
  10. Justiz, A. A., Sabir, S., & Jan, A. (2024, July 27). Physiology, Immune Response. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539801/
Artikel Terkait