Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

apa-yang-menyebabkan-anak-susah-makan_large
Tumbuh Kembang

Kenali Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Tepat Mengatasinya

Article Oleh : Annisa Amalia Ikhsania 15 Januari 2020

Ketika anak menginjak usia satu tahun, normal apabila selera makannya berubah-ubah terus. Kadang ia mau makan dengan lahap, esoknya susah sekali dibujuk mencoba makanan baru. Melihat si Kecil seperti ini, wajar jika Mama khawatir ia bisa tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya. Padahal, di masa pertumbuhan seperti ini asupan gizi harus dipenuhi dengan baik guna mendukung perkembangannya.

Ketahui lebih jauh tentang penyebab anak susah makan dan cara tepat menghadapinya dalam artikel berikut ini!

Apa Penyebab Anak Susah Makan?

Sebelum akhirnya stres dan marah-marah sendiri, orang tua perlu menyadari bahwa saat anak susah makan, penyebabnya bisa banyak. Seperti selera pribadi anak, kurang lapar, keengganan untuk mencoba makanan baru, dan penyakit yang kerap dialami anak-anak seperti sakit tenggorokan ataupun sakit perut. 

Berikut penjelasan selengkapnya yang perlu Mama ketahui. 

1. Selera Makannya Sulit Diprediksi

Pada fase usia ini, sangat wajar jika si Kecil suka gonta-ganti selera makannya. Sebagai contoh, Mama mungkin pernah mengalami masa di mana anak ingin makan satu menu makanan yang sama dalam satu minggu. Kemudian, di minggu berikutnya anak tidak ingin menyentuh makanan itu sama sekali. 

Meski sering mengganggu dan membuat cemas, kebiasaan makan ini tidak perlu Mama khawatirkan karena tergolong normal dan kerap dialami oleh setiap anak. Ini artinya anak sedang mengeksplorasi selera makannya sendiri dan mencoba makanan dengan caranya sendiri.

Mulai usia 1 tahun, mengonsumsi makanan padat merupakan kemampuan yang baru bisa ia lakukan. Maka dari itu, ia bisa jadi merasa “asing” dengan makanan yang mungkin masih terasa baru baginya, baik dari segi aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan. 

Oleh karena itu, ia perlu waktu sendiri untuk terbiasa dengan ragam warna, rasa, dan tekstur makanan.

Selama waktu ini, penting untuk Mama terus memantau kebiasaan makannya dan jangan menyerah mengenalkan makanan baru pada si Kecil. Bila kebiasaan “pilih-pilih” makanan ini berlangsung terlalu lama, segera konsultasikan ke dokter, ya, agar asupan nutrisi si Kecil tidak terganggu.

2. Terlalu Sering Ngemil

Kebiasaan makan tidak sehat lainnya yang juga bisa memicu anak susah makan adalah ngemil di jeda waktu makan.

Kebiasaan tersebut yang akhirnya membuat anak menolak untuk makan di saat waktu yang sudah dijadwalkan. Selain itu, ada beberapa kebiasaan lain yang menyebabkan anak balita susah makan:

  • Anak terlalu banyak minum jus dan minuman manis lainnya.

  • Balita kurang gerak sehingga membuat energinya tidak terbakar yang membuatnya kurang merasa lapar.

3. Bosan dengan Makanan yang Itu-Itu Saja

Pada anak yang usianya sudah lebih besar, atau memasuki usia toddler, penyebab anak susah makan bisa jadi karena mereka merasa bosan dengan makanan yang itu-itu saja. 

4. Merasa Lelah 

Layaknya orang dewasa, Ma, anak susah makan juga bisa disebabkan karena merasa kelelahan setelah beraktivitas dan sekolah. 

Bisa juga karena si Kecil kurang tidur atau tidak cukup tidur pada malam sebelumnya, serta sedang asyik bermain dan tidak ingin berhenti, sehingga membuatnya tidak mau makan.

5. Anak Sedang Sakit

Orang dewasa sering mengeluhkan tidak nafsu makan ketika tubuhnya sedang tidak sehat, begitu juga anak-anak. Beberapa kondisi yang menyebabkan anak susah makan adalah masalah kesehatan, seperti:

Sebetulnya, selama pertumbuhan berat badan si Kecil berada dalam batas normal dan sesuai dengan usianya, Mama tidak perlu khawatir. 

Meski begitu, kebiasaan memilih-milih makanan bisa membuat anak kekurangan mikronutrien yang penting, seperti zinc dan zat besi. Jadi, jika Mama khawatir tentang masalah makan si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak guna mendapatkan diagnosa yang lebih khusus dan spesifik. Karena, setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda, Ma.

Baca Juga: Menu Makan Anak Usia 1 Tahun dan Nutrisi yang Harus Dipenuhinya

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Mama mungkin bertanya-tanya, berapa lama anak akan susah makan? Jawabannya, ketika Mama sudah bisa membiarkan si Kecil menentukan seberapa banyak makanan yang ia ingin makan, maka masalah ini biasanya akan berkurang pada 2-4 pekan. Setelah itu, nafsu makan si Kecil akan meningkat, saat ia sudah semakin besar dan memiliki kebutuhan yang lebih besar.

Ingat, Ma, memaksa anak agar mau makan tentu bukan hal yang bijak. Memaksa anak agar mau makan justru bisa membuat mereka merasa waktu makan adalah hal yang menakutkan.

Jika anak Mama sudah lebih besar, coba ajak si Kecil bicara kemudian tanyakan apa masalah dan keluhan yang sedang ia rasakan. Di samping itu, perhatikan juga apa jenis makanan favoritnya dan makanan yang kurang disukai anak. 

Namun, bagaimana bila si Kecil belum bisa bicara? Apa yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi masalah susah makan pada si Kecil agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi? Berikut beberapa cara mengatasi anak susah makan yang bisa Mama lakukan di rumah. 

  • Buat si Kecil mengetahui kebutuhan makan sesuai dengan porsinya. Ini karena nafsu makan si Kecil akan dikontrol oleh otaknya yang akan memastikan ia sudah mengonsumsi cukup kalori untuk pertumbuhan dan energinya. Maka, tugas Mama adalah menyediakan menu yang seimbang untuknya.

  • Membuat jadwal makan yang teratur dan konsisten, terdiri dari 3-4 kali makan makanan utama dan 1-2 kali makan camilan.

  • Menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan saat makan. 

  • Memberi makan anak dalam porsi kecil. Nafsu makan si Kecil bisa turun seketika ia melihat porsi makan yang besar. Jika Mama membiasakan porsi makan yang kecil tapi sering, ia biasanya mampu untuk menghabiskan ini. Beri tambahan ketika mereka menunjukkan tanda-tanda masih lapar.

  • Sajikan makanan yang bervariasi dan dengan tampilan yang menarik. Misalnya, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan menarik dengan membentuk bulatan nasi besar menjadi bentuk wajah. Kemudian, gunakan irisan sayuran dan lauk pauk menjadi potongan tubuh.

  • Beri variasi makanan dengan rasa yang beragam saat menyajikan makanan atau camilan sehat di siang dan sore hari. Coba berikan rasa makanan yang gurih, atau yogurt, dessert, dan buah-buahan yang manis.

  • Memberikan waktu makan maksimal 30 menit. Selebihnya, Ibu dapat mengangkat piring makan si Kecil. 

  • Jangan memaksa atau membujuk anak untuk makan, meskipun ia baru makan 2 atau 3 suap. 

  • Ketika setelah 10-15 menit, tawarkan kembali makanan dengan nada netral. Kalau si Kecil tetap menolak makan atau bermain-main dengan makanannya, stop dulu ya, Ma. Hentikan aktivitas makan. 

  • Motivasi anak untuk makan sendiri menggunakan tangan atau alat makan plastik yang ergonomis. 

  • Ajak anak makan bersama anggota keluarga lain. 

  • Mama jangan terlalu sering membersihkan mulut anak. Cukup bersihkan ketika makanan membahayakan si Kecil (mau masuk hidung atau mata) dan setelah proses makan selesai.

  • Biasakan anak untuk fokus saat makan. Jangan beri anak hp, mainan, atau menonton tv.

  • Jangan makan sambil beraktivitas seperti main sepeda atau jalan keliling komplek. Ajak anak makan sambil duduk di highchair atau meja makan. 

  • Batasi jumlah asupan susu sekitar 500-60 ml per hari. 

  • Minum (hanya boleh air putih saja) hanya diberikan setelah makan selesai atau saat si Kecil membutuhkan, misalnya tersedak. 

  • Jangan paksa anak untuk makan, ya, Ma. Nanti si Kecil trauma dan makin tidak mau makan. 

  • Jangan menyerah untuk mengenalkan makanan baru, ya. Sebab, anak butuh setidaknya 10-15 kali percobaan sebelum bisa menerima makanan baru dengan baik, Bu. 

  • Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah. 

Selain asupan nutrisinya dari makanan, susu juga merupakan salah satu sumber makanan yang punya gizi lengkap, mulai dari kalsium, protein, lemak sehat, karbohidrat, hingga deretan mineral dan vitamin seperti fosfor, vitamin D & E, hingga vitamin B12 yang penting untuk tumbuh kembang optimal si Kecil.

Jadi, alangkah baiknya jika Mama juga melengkapi kebutuhan gizi harian anak lewat pemberian susu pertumbuhan yang terfortifikasi, seperti susu Nutrilon Royal 3.

Nutrilon Royal 3 hadir dengan formula Actiduobio, yaitu kombinasi tepat antara prebiotik FOS:GOS dengan rasio 1:9 serta Omega 3 dan 6 yang teruji klinis mendukung daya tahan dan daya tangkap si Kecil.

Akan tetapi, cukup berikan susu 2 kali sehari saja, ya, Ma. Pagi hari saat sarapan dan malam hari sebelum tidur. Minum susu terlalu sering dalam satu hari pasti akan mengurangi nafsu makan anak karena mereka sudah akan merasa terlalu kenyang dari asupan protein dan karbohidratnya.

Jangan lupa, minta setiap orang yang ada di rumah atau yang mengasuh anak Mama mengikuti rutinitas yang telah Mama buat untuk diterapkan pada si Kecil di atas, ya.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Penuhi Gizi Seimbang Si Kecil

Nah itu dia berbagai cara mengatasi susah makan pada anak yang bisa Mama lakukan di rumah. Memang bukan perkara mudah, ya, Ma? 

Namun, jika Mama sudah mencoba berbagai upaya di atas, anak masih tetap susah makan dan bahkan berat badannya turun terus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak guna mengetahui penyebab dan penanganannya dengan tepat.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. IDAI | SULIT MAKAN PADA BAYI DAN ANAK. (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak
  2. IDAI | Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil
  3. Verywell. (2023). Why Won’t My Child Eat Anything? Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-to-do-when-your-child-is-not-eating-anything-1323965
  4. familydoctor.org editorial staff. (1994, June). How To Get Your Toddler To Eat - Eating Habits | familydoctor.org. Familydoctor.org. https://familydoctor.org/when-your-toddler-doesnt-want-to-eat/
Artikel Terkait
floating-icon