Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

12 Penyebab Bruntusan pada Bayi dan Cara Mengatasinya - Nutriclub
Imunitas

12 Penyebab Bruntusan pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Article Oleh : Febriyani Suryaningrum 02 Mei 2023

Bruntusan pada bayi adalah masalah kulit yang umum dengan banyak penyebab berbeda. Ketahui apa saja penyebab bruntusan dan cara tepat untuk mengatasinya pada bayi.

Apa Ciri-Ciri Bruntusan?

Bruntusan adalah kondisi kulit yang memiliki sekelompok kecil bintik-bintik kemerahan atau putih kecil menonjol.

Ketika disentuh, kulit yang bruntusan terasa kasar dan tidak rata. Bruntusan juga umumnya disertai rasa gatal yang amat hebat.

Bruntusan biasanya muncul pada area wajah seperti pipi dan dahi atau daerah lipatan kulit seperti siku dalam, leher, kaki, tangan, selangkangan, dan daerah kulit lainnya. 

Penyebab Bruntusan pada Bayi

Wujud dan lokasi kemunculan bruntusan bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Lalu, apa saja penyebab bruntusan?

1. Jerawat 

Jerawat pada bayi biasanya muncul dalam 2-4 minggu setelah kelahiran.

Bruntusan khas jerawat bayi tampak seperti benjolan kecil berwarna merah atau putih yang timbul di pipi, hidung, dan dahi.

Jerawat pada bayi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, karena akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-4 bulan.

2. Eksim

Bruntusan pada bayi juga bisa disebabkan oleh eksim.

Eksim sering terjadi pada bayi di bawah 6 bulan. Bayi yang kondisi kulitnya kering, sensitif, atau memiliki alergi lebih rentan mengalami eksim.

Eksim adalah peradangan kulit dengan gejala bercak bruntusan merah yang gatal, kering, dan kadang terasa nyeri atau panas.

Eksim biasanya terlihat di dada, lengan, kaki, wajah, lipatan siku, dan lipatan lutut.

3. Biang Keringat

Biang keringat adalah salah satu penyebab bruntusan pada bayi. Biang keringat terjadi karena  keringat yang terperangkap di bawah kulit karena pori-pori tersumbat. 

Biang keringat terlihat seperti benjolan kecil berwarna merah yang biasanya muncul di leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku dan lipatan paha. 

4. Milia 

Hampir 50% dari bayi yang baru lahir mengalami milia, yaitu bruntusan berwarna putih bening berukuran 1-2 mm. Bruntusan ini umumnya muncul pada wajah bayi, terutama area sekitar hidung dan pipi.  

Mama tidak perlu khawatir ketika si Kecil mengalami gangguan kulit ini, sebab sebenarnya milia tidak berbahaya dan tidak membuat bayi merasa gatal maupun kesakitan. 

MIlia muncul karena pori-pori bayi tersumbat oleh kulit mati dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-4 minggu. 

Baca Juga: Penyebab dan Cara Menghilangkan Alergi pada Bayi

5. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD)

Penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) dikenal juga dengan flu Singapura. Penyakit ini disebabkan oleh virus Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71). 

HMDF sendiri rentan menyerang anak usia 0-5 tahun dan sifatnya sangat menular. Ketika virus sudah menginfeksi, bruntusan akan timbul di area jari, telapak tangan, atau telapak kaki.

Selain itu, Mama mungkin akan melihat bintik-bintik di mulut anak atau lepuh kecil di bagian belakang tenggorokan si Kecil.

HFMD biasanya akan sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Namun, jika timbul gejala yang lebih parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

6. Ruam Popok

Gejala ruam popok juga bisa berwujud bruntusan pada bayi.

Ketika mengalami ruam popok (diaper rash), kulit di sekitar selangkangan dan pantat bayi akan berwarna kemerahan dan terlihat bersisik. Ruam akan terasa perih dan akan terasa nyeri ketika ditekan. 

Ruam popok disebabkan oleh pemakaian popok yang terlalu lama, terlalu ketat, atau terlalu lembap karena jarang diganti.

Pada area kulit yang tertutup popok, akan timbul iritasi atau infeksi jamur dan bakteri karena lembap.

Maka, pastikan selalu rutin mengganti popok agar area bokong bayi selalu bersih dan kering. 

7. Cacar Air

Cacar air termasuk penyakit infeksi menular yang gejala khasnya adalah bruntusan.

Bruntusan akibat cacar air biasanya pertama kali muncul di kulit kepala, dada, punggung, wajah, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala cacar air bisa terasa sangat gatal dan berlangsung sekitar 2 minggu. Gejala lain juga biasanya akan muncul, seperti demam, mata merah dan sakit tenggorokan.

Penyakit cacar air dapat dicegah dengan imunisasi cacar atau vaksin varicella.

Baca Juga: Jadwal Imunisasi Lengkap untuk Bayi Usia 0-12 Bulan 

8. Campak

Penyakit campak terjadi karena oleh infeksi Morbili Virus yang sangat menular. Campak dapat menyebabkan bruntusan yang dimulai dari wajah, lalu terlihat di belakang telinga atau sekitar mulut.

Penyakit ini juga biasanya diawali dengan hidung tersumbat, mata merah, bengkak, dan berair, batuk, lesu, dan demam tinggi.

Campak bisa dicegah dengan vaksin campak atau vaksin MMR. Vaksin ini mulai diberikan pada bayi berusia 9 bulan. 

9. Roseola

Roseola kerap menyerang bayi usia 6-24 bulan. Gangguan kulit ini menyebabkan si Kecil mengalami demam tinggi dan bisa bertahan hingga 7 hari.

Setelah demam reda, bruntusan akan muncul di dada atau perut si Kecil. Bruntusan ini juga bisa menyebar ke lengan dan leher. Namun, bruntusan akibat roseola akan memudar dalam 24 jam.

10. Dermatitis Seboroik

Masalah kulit dermatitis seboroik ini juga disebut dengan cradle cap.

Biasanya akan terlihat seperti bercak bersisik, berwarna kekuningan, dan berkerak di kepala bayi. Cradle cap seringnya muncul pada bayi berusia 2 atau 3 bulan.

Masalah kulit ini tidak berbahaya bagi bayi, dan tidak menyebabkan gatal-gatal. Cradle cap bisa hilang sendiri dalam beberapa minggu tanpa pengobatan.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam Alergi pada Kulit Anak

11. Biduran

Biduran atau urtikaria merupakan gangguan kulit dengan bentuk bentol-bentol merah seperti bekas digigit nyamuk. Rasanya gatal dengan sensasi panas sehingga terasa sangat tidak nyaman. 

Pada umumnya, bruntusan pada bayi karena biduran muncul tanpa sebab yang jelas dan akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan jam atau hari.  

Dalam beberapa kasus biduran juga bisa muncul karena si Kecil alergi dengan zat tertentu seperti debu, makanan, bulu binatang, karet yang ada di lengan bajunya, hingga pewangi sabun cuci baju. 

12. Ringworm (Kurap)

Ringworm atau kurap adalah infeksi jamur yang menyebabkan bruntusan pada bayi dengan bentuk merah melingkar. Mama perlu waspada karena kurap sifatnya sangat mudah menular. 

Bruntusan akibat ringworm umumnya berupa ruam merah bersisik dan bintik-bintik kecil di area kulit kepala atau wajah. Terkadang terlihat menyerupai kondisi kulit dengan eksim atau dermatitis atopik. 

Bedanya, lama-kelamaan ruam merah membentuk lingkaran dengan kulit berwarna putih di tengahnya. Rasanya gatal dan nyeri sehingga dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman.

Bagi sebagian besar bayi, kurap termasuk infeksi kulit ringan. Namun, tanpa pengobatan yang tepat infeksi ini bisa menyebar dan menyebabkan infeksi yang lebih serius.  

Bagaimana Cara Menghilangkan Bruntusan pada Bayi?

Pengobatan bruntusan umumnya tergantung dari penyebab utamanya. Sebagai contoh, jika bruntusan disebabkan cacar atau campak, obatnya adalah antivirus untuk membunuh virus penyebabnya. 

Meski demikian, ada berbagai cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi bruntusan secara cepat pada bayi sebagai berikut:

  • Gunakan sabun mandi khusus bayi untuk menghindari terjadinya eksim pada si Kecil.

  • Pakailah sabun deterjen tanpa pewangi yang dirancang untuk kulit sensitif.

  • Untuk menghindari biang keringat, gunakan pakaian longgar dari bahan katun untuk bayi.

  • Jaga kebersihan area popok dan pastikan selalu kering agar bayi terhindar dari ruam popok.

  • Oleskan krim yang mengandung zinc oxide pada area popok untuk melindungi kulit bayi dari iritasi. Setelah mengoleskan krim, tunggu sampai benar-benar kering.

  • Jaga suhu udara tetap sejuk dengan menyalakan AC atau kipas angin. Jangan arahkan anginnya langsung ke badan bayi, ya.

  • Jauhkan zat-zat yang menimbulkan alergi dari bayi.

  • Jika disebabkan oleh infeksi jamur, obatnya adalah krim antijamur yang diresepkan dokter.

Jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut ke dokter jika kondisi si Kecil tidak kunjung membaik setelah Mama mencoba berbagai cara mengatasi bruntusan pada bayi.

Mama juga bisa konsultasi langsung dengan tim Nutriclub Expert Advisor yang siap hadir 24 jam menjawab segala pertanyaan Mama terkait kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang si Kecil. Yuk, atur jadwal konsultasinya sekarang, Ma!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. IDAI | Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr
  2. What are those bumps on my child’s skin? (2013). Aad.org. https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/rash/rashes-cause-bumps
  3. ‌Goldman, R. (2022, September 29). Baby Acne or Rash? 6 Types and How to Treat Them. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/childrens-health/baby-acne-or-rash#baby-acne
  4. Common Skin Conditions & Rashes in Children: Causes & Treatment. (2022). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6951-skin-conditions-in-children
  5. ‌Dix, M. (2019, January 16). How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash#pictures
  6. ‌Jerome, S. (2006, March 15). Your Newborn’s Skin and Rashes. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-skin-rashes
  7. ‌WebMD. (2006, May 24). Bacterial and Viral Rashes. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/skin-rashes-in-children-treatment
  8. LEMBAR INFORMASI VAKSIN Vaksin Varicella (Cacar Air). https://www.immunize.org/vis/indonesian_varicella.pdf
  9. ‌CDC. (2023, May 11). Hand, Foot, and Mouth Disease. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/index.html
  10. IDAI | Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/hand-foot-mouth-and-disease-hfmd
  11. Diaper Rash (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2023). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/diaper-rash.html
  12. Clinic, C. (2022). Hives (Urticaria) in Children: Causes, Treatment & Pictures. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/22454-hives-in-children
  13. Nall, R. (2016, March 14). Ringworm in Babies: Diagnosis, Treatment, and Prevention. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/parenting/ringworm-in-babies#prevention
  14. Images of Childhood Skin Problems. WebMD. (2023) https://www.webmd.com/children/ss/slideshow-common-childhood-skin-problems
  15. Skin rashes in babies. (2017, November 27). Nidirect; nidirect. https://www.nidirect.gov.uk/conditions/skin-rashes-babies#toc-8
  16. Milia. (2021, September). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/milia
Artikel Terkait
floating-icon