Loading...
burger menu

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

10 Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Kinestetik Anak

Stimulasi

10 Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Kinestetik Anak


Tahukah Mama bahwa si Kecil sudah mulai belajar sejak pertama lahir? Bahkan dari sebuah teori perkembang menyatakan bahwa anak usia dini 0 – 6 tahun memiliki potensi yang luar biasa menakjubkan karena pada usia ini perkembangan otak mencapai 80% sedankang pada usia 7 – 18 tahun perkembangan otak hanya mencapai 20%.1 Si Kecil memiliki kemampuan belajar yang luar biasa dari awal masa hidupnya, mereka pandai untuk belajar dengan cara dan gaya mereka masing-masing. Setiap anak Mama tentunya tidak ada yang sama dan memiliki ciri khas yang unik. Hal ini dapat berupa dalam penampilan, kesukaan, bahkan gaya belajarnya si Kecil. Mereka dapat belajar dengan cara melihat, mendengar, meraba, ataupun bergerak dan melakukan suatu hal. Terdapat bemacam-macam tipe cara gaya belajar untuk setiap individu si Kecil, salah satunya adalah kecerdasan kinestesik yang akan kita bahas berikut di dalam artikel ini.

Bermacam-macam Gaya Belajar Anak

Gaya belajar merupakan istilah yang berupa cara-cara yang berbeda untuk kita belajar, memproses, dan menyimpan informasi.2 Masing-masing dari si Kecil unik, mereka memiliki gaya belajarnya mereka tersendiri yang berbeda. Saat ini telah diketahui 4 tipe utama gaya belajar pada si Kecil. Tipe-tipe gaya belajar itu adalah visual (belajar melalui melihat), auditorik (belajar melalui mendengar), taktil (belajar melalui meraba), dan kecerdasan kinestetik (belajar melalui bergerak dan melakukan).2 Gaya kinestetik atau kecerdasan kinestetik ini adalah kemampuan untuk menggabungkan antara fisik dan pikiran, sehingga menghasilkan gerakan yang sempurna.1 Si Kecil dengan kecerdasan kinestetik belajar melalui sensasi fisik dan mungkin memiliki kesulitan untuk duduk diam dalam jangka waktu yang lama.2 Kecerdasan kinestetik ini sangat penting untuk si Kecil. Mengapa? Karena dapat meningkatkan kemampuan psikomotor, keterampilan, percaya diri, kreatifitas, dan kesehatan pada si Kecil.1 Bahkan pada sekitar 5% orang dewasa masih belajar melalui gaya kinestetik ini.3

Ciri-ciri Anak dengan Kecerdasan Kinestetik

Dilansir dari beberapa jurnal penelitian, ada ciri-ciri anak dengan kecerdasan kinestetik. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Mempunyai kemampuan motorik kasar yang baik
  2. Cenderung suka berinteraksi di depan komputer dibandingkan membaca
  3. Suka melakukan eksperimen
  4. Mempunyai koordinasi yang baik
  5. Anak dengan kecerdasan kinestetik banyak menggunakan indera peraba

Cara Mengetahui Gaya Belajar dengan Kecerdasan Kinestetik Anak

Lalu bagaimana cara Mama mengetahui preferensi kecerdasan kinestetik si Kecil? Cara termudah untuk mengetahui gaya belajar si Kecil adalah dengan mengobservasi apa yang ia suka lakukan. Aksi, minat, dan preferensi si Kecil dapaat memberikan petunjuk mengenai bagaimana si Kecil memproses suatu informasi.2 Sebuah petunjuk dari si Kecil dapat berupa banyak bergerak. Mama mungkin merasa si Kecil dengan kecerdasan kinestetik tidak mendengarkan kata-kata Mama sama sekali karena ia suka menggoyangkan kakinya, berdiri dan duduk dari kursinya, atau bahkan hingga jatuh ke lantai. Secara general, si Kecil dengan kecerdasan kinestetik tidak dapat berkonsentrasi untuk lebih dari 10 menit tanpa berdiri dan bergerak. Si Kecil mungkin dapat belajar untuk mengeja kata-kata sambil mereka bermain bola atau berjalan-jalan, atau bahkan naik turun tangga. Tetapi justru gerakan-gerakan ini membantu pikiran si Kecil untuk fokus.3

10 Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Kinestetik

Gaya belajar si Kecil dengan kecerdasan kinestetik memiliki cara tersendiri untuk mengoptimalkannya. Perlu diingat bahwa peran Mama sangat diperlukan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik si Kecil dalam setiap aktivitas fisiknya. Mama dapat mengajarkan si Kecil dengan cara membuat gerakan untuk menghafal informasi seperti menghitung dengan jari atau mengambar huruf dengan jari mereka. Ijinkanlah si Kecil untuk bermain dengan bola atau berjalan saat sedang belajar dan jangan lupa untuk istirahat sejenak.3 Selain itu, Mama juga dapat mengajak si Kecil belajar sambil melakukan permainan di dalam rumah seperti bermain pola dan bentuk, menari, bermain peran, maupun tebak-tebakan. Permainan yang dapat dilakukan di luar rumah dapat berupa bermain bola, berenang, bersepeda, dan lain-lain. Tetapi bagi si Kecil yang memiliki kecedasan kinestetik lebih mudah untuk terdistraksi dengan pergerakan orang lain atau hal-hal lain di lingkungannya.3  Hal yang penting diingat juga untuk Mama adalah untuk jangan melarang si Kecil tanpa penjelasan yang dimengerti oleh si Kecil karena dapat menghambat rasa ingin tahunya.1

10 Cara Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak

  1. Berikan ruangan belajar untuk anak
  2. Lakukan bermain peran dengan anak, misalnya melakukan jual beli atau menjadi seorang dokter
  3. Dukung hobi anak yang memiliki kecerdasan kinestetik
  4. Libatkan anak dalam ekstrakulikuler sekolah
  5. Latih keseimbangan anak dengan olahraga atau menari
  6. Libatkan anak dengan alam
  7. Ajak anak dalam aktivitas memperbaiki barang atau membuat sesuatu
  8. Kenalkan konsep bentuk dengan gerakan
  9. Ciptakan kelas drama bersama anak
  10. Berikan anak apresiasi jika mencapai hasil yang diinginkan

Pada akhirnya, masing-masing si Kecil dilahirkan unik oleh Mama. Masing-masing dari si Kecil memiliki gaya belajarnya tersendiri yang tidak dapat disamakan secara merata. Apabila Mama sudah mencoba untuk mengajari si Kecil dengan cara seperti contoh diatas untuk kecerdasan kinestetik namun masih gagal, mungkin si Kecil memiliki gaya belajar yang lain. Setiap dari si Kecil memiliki kecerdasannya masing-masing dan juga membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mengerti. Melatih mereka untuk belajar sesuatu yang baru tentu tidak mudah dan merupakan tantangan bagi Mama. Disinilah peran Mama penting agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan hebat. Apabila Mama merasa si Kecil memiliki keterlambatan untuk mengerti atau belajar sesuatu yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

  1. Kecerdasan Kinestetik pada Anak. Accessed October 13, 2021. https://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/berita-251-kecerdasan-kinestetik-pada-anak.html
  2. Children’s Learning Styles. AbilityPath. Accessed October 13, 2021. https://abilitypath.org/ap-resources/childrens-learning-styles/
  3. Working With Learning Styles. The Center for Parenting Education. Accessed October 13, 2021. https://centerforparentingeducation.org/library-of-articles/school-and-learning-issues/working-with-learning-styles/
  4. Lesson Plan for Teaching Toddlers to Count Objects. Accessed October 14, 2021. https://parenting.firstcry.com/articles/how-toddlers-count-objects-from-1-to-10/
comment-icon comment-icon