Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan dan Cara Optimalkannya

Tumbuh Kembang

Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan dan Cara Optimalkannya

Article Oleh : Febriyani Suryaningrum 15 Januari 2020

Tahukah Mama bahwa di usia 10 bulan ini, bayi sudah makin terampil menggunakan jari-jarinya? Si Kecil dapat mengambil dan menggenggam bola untuk coba melemparkannya meski tidak terlalu jauh. Sekarang ia juga sudah bisa menentukan sendiri, ke mana ia ingin pergi, baik dengan merangkak, merayap (scooting), merambat, atau minta dipegangi Mama untuk berjalan.

Lalu, seperti apakah perkembangan bayi usia 10 bulan yang sesuai dengan milestone-nya? Yuk, ketahui selengkapnya di sini!

Berapa Berat Badan Normal Bayi Usia 10 Bulan?

Menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI berat badan normal bayi 10 bulan berada pada kisaran: 

  • Bayi laki-laki : 8,2 hingga 10,2 kg. 

  • Bayi perempuan : 7,5 hingga 9,6 kg. 

Meski begitu, wajar juga apabila beberapa bayi di bulan ini berat badannya sedikit turun. Salah satu alasannya adalah sekarang bayi sudah semakin aktif bergerak dan bermain sehingga makin banyak juga energi yang terbakar. 

Oleh karena itu, untuk mempertahankan berat badan si Kecil agar tetap sesuai dengan kurva pertumbuhan, Mama perlu memberikan asupan MPASI kaya nutrisi tanpa menghentikan pemberian ASI. 

Mama dapat terus memberikan ASI sesuai permintaan si Kecil karena pada usia ini ASI masih menjadi sumber energi utama bagi bayi usia 10 bulan. 

Sedangkan energi yang dibutuhkan dari MPASI adalah sebesar 300 kilo kalori setiap harinya. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Mama perlu memberikan makanan utama sebanyak 3 kali dan diselingi dengan camilan 1-2 kali dalam satu hari. 

Akan tetapi, apabila berat badannya justru makin turun meski pola makannya sudah Mama sesuaikan, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran yang tepat, ya, Ma.

Berapa Tinggi Normal Bayi 10 Bulan?

Menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI panjang atau tinggi normal bayi 10 bulan adalah antara:  

  • Bayi laki-laki : 71 hingga 75,6 cm.

  • Bayi perempuan : 69 hingga 73,9 cm.

Dalam pembahasan kali ini, “panjang badan” merupakan penyebutan yang lebih tepat daripada “tinggi badan” karena bayi usia 10 bulan diukur dalam posisi tidur terlentang, bukan berdiri. 

Umumnya, si Kecil baru akan diukur dalam posisi berdiri ketika usianya sudah 2 tahun atau lebih. 

Bayi Usia 10 Bulan Sudah Bisa Apa?

Bayi usia 10 bulan sudah bisa mengucapkan celotehan dengan makna yang lebih jelas, dapat mengambil potongan makanan kecil yang tersisa di feeding tray, mulai belajar berdiri, dan masih banyak lagi!

Mama Papa akan menjumpai macam-macam pencapaian atau milestone baru yang membuat gemas, bangga, hingga terharu. 

Apa saja perkembangan bayi 10 bulan? Temukan jawaban selengkapnya pada ulasan berikut ini: 

1. Belajar Mengucapkan Kata Pertama

Perkembangan kemampuan berbahasa bayi mungkin menjadi salah satu milestone yang paling Mama dan Papa tunggu di bulan ke-10 ini!

Secara umum, ocehan bayi usia 10 bulan sudah semakin terdengar jelas. Celotehan si Kecil sekarang sudah memiliki arti dan ia sudah bisa mengaitkan apa yang diucapkan dengan apa yang dimaksud.

Sebagai contoh, mengucap “Ma-ma” ketika ingin digendong atau melihat Mama, “no-no” untuk bilang tidak, atau “cu-cu” jika ingin minum susu. Bayi Mama juga sudah bisa memahami kata “da-da” untuk mengucapkan selamat tinggal.

Ia juga sudah mulai bisa memahami kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya, dan kemudian akan berusaha merespon dengan kata-katanya juga. 

Untuk melatih kemampuan bicaranya, Mama bisa merespon ucapan bayi dengan mengatakan “Iya, nak. Mama di sini, sayang,” atau “Adik mau minum pakai botol?”

Biasakan berbicara kepada si Kecil dengan pelafalan yang benar daripada menggunakan baby talk. Meskipun terdengar lucu dan menggemaskan, penggunaan baby talk akan membuat perkembangan bahasa si Kecil terhambat. 

Baca Juga: Pantau 5 Tahap Penting Milestone Bahasa si Kecil!

2. Meraih Benda dengan Jari Tangan

Perkembangan bayi 10 bulan dari sisi kemampuan motoriknya juga mengalami kemajuan, Ma. Di usia ini umumnya bayi semakin terampil menggunakan jari-jari tangan mungilnya, termasuk untuk mengambil benda-benda kecil. Kemampuan ini dinamakan dengan pincer grasp. 

Misalnya, mengambil potongan biskuit yang jatuh ke lantai menggunakan jari telunjuk dan jempolnya. Ia juga bisa menggenggam dan meletakkan benda, serta memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain.

Si Kecil juga semakin senang memungut benda kecil dan memasukkannya ke dalam mulut. Selama benda itu aman untuk dimakan dan tidak membuat si Kecil tersedak, maka tidak masalah.

Tetapi, Mama harus berhati-hati dengan benda kecil yang bukan makanan, seperti manik-manik, baterai kecil, potongan plastik, tisu, dan lain sebagainya karena bayi di usia ini bisa meraih dan memasukkannya ke dalam mulut. 

Apabila tertelan, benda-benda ini dapat membuat bayi tersedak hingga membahayakan kesehatan pencernaannya.

3. Bisa Berdiri Sendiri dan Melangkahkan Kaki

Ketika memasuki usia 10 bulan bayi sudah bisa mengangkat tubuhnya sambil berpegangan dan bangkit untuk berdiri. Menakjubkan sekali ya, Ma!

Ia mulai berani naik tangga dalam postur merangkak atau merambat berdiri sambil berpegangan pada kursi, meja, sofa, atau tempat tidur. 

Jika Mama memberi tumpuan saat bayi berada pada posisi berdiri, ia mungkin akan mulai melangkahkan kakinya. Kadang-kadang ia bisa berdiri tanpa dipegang sambil terhuyung-huyung, lalu tak lama jatuh dalam posisi duduk kembali. 

 

Meski sebagian besar bayi mulai melangkah di sekitar usia 9 sampai 12 bulan, mereka biasanya baru bisa lancar berjalan di usia 1 sampai 1,5 tahun nanti.

Did You Know?

”Setiap anak bertumbuh kembang dengan caranya masing-masing. Tapi Mama perlu konsultasi ke dokter apabila si Kecil tidak bisa berdiri tanpa bantuan atau tidak bisa mengucapkan kata-kata apa pun di usia 7-12 bulan. Ketahui selengkapnya di sini.“

4. Meniru Ucapan dan Tindakan Orang Tua

Bayi mungkin tampak belum mengerti apapun, namun ternyata kepala mungilnya sedang bekerja dengan sangat baik. Ia mampu menyerap berbagai ucapan dan tindakan orang tua. 

Terlebih lagi di usia 10 bulan ini, si Kecil sudah semakin pintar meniru apa yang dilihat dan didengarkan sehari-hari.

Oleh karena itu, Mama dan Papa sebaiknya mulai memperhatikan apa saja yang diucapkan dan dilakukan di depan bayi. 

Apabila si Kecil terbiasa melihat Mama berbicara menggunakan telepon genggam, ia mungkin akan mengambil telepon mainan dan meletakkannya di telinga. Kemudian ia akan berbicara dengan ocehan lucu menggunakan nada dan gaya yang biasa Mama gunakan.

Tak hanya itu, ia mungkin juga meniru cara Mama dan Papanya berkomunikasi. Misalnya, mengucapkan seruan seperti "Uh-oh!" atau menggelengkan kepalanya sambil berkata, “No-no-no,” sama seperti ketika Mama melarang si Kecil melakukan sesuatu.

Mama dan Papa pasti kagum dan gemas, ya, melihat bagaimana bayi sudah bisa mengamati dan mempelajari sebagian besar kebiasaan orang tua.

5. Bisa Menirukan Suara Hewan

Tahukan Mama bahwa mulai usia 10 bulan bayi sudah bisa menirukan suara hewan? Ketika Mama telah mengenalkan berbagai macam nama hewan dan suara yang diproduksi, si Kecil bisa meniru suara-suara tersebut. 

Mama bisa memotivasi si Kecil untuk menirukan suara hewan dengan mengajukan pertanyaan seperti, “Suara sapi seperti apa?” atau “Gimana suara anjing?”

Aduh menggemaskan sekali ya, Ma, suara dan ekspresi muka si Kecil saat menirukan suara hewan-hewan favoritnya!

6. Bayi Semakin Mandiri

Ma, saat ini, si Kecil bukan lagi bayi yang tidak bisa apa-apa, lho! 

Bayi 10 bulan sudah mulai membangun kemandirian. Misalnya, bayi akan mulai melangkahkan kaki ketika Mama memegang tubuhnya dalam posisi berdiri. 

Ia juga mulai bisa minum sendiri dari sippy cup atau cangkir biasa, memegang makanannya sendiri, hingga menyuapkan makanan sendiri ke dalam mulut. 

7. Masih Malu-Malu Saat Bertemu Orang Lain

Jika pada bulan-bulan sebelumnya si Kecil mengalami fase takut, cemas, dan khawatir saat bertemu orang-orang baru, tidak demikian saat usia bayi memasuki bulan ke-10. 

Pada usia 10 bulan, bayi mulai terlihat sangat supel, selalu tersenyum lebar kepada siapa saja yang ia jumpai, atau bisa juga menjadi sedikit lebih pemalu. 

Bayi juga mungkin tampak menyembunyikan wajahnya ketika ada orang asing yang bermaksud baik mencoba mendekatinya. Bayi Mama mungkin menolak dengan berani atau menilai situasi terlebih dahulu sebelum menerima orang lain.

8. Mulai Penasaran Akan Hal-Hal di Sekitar

Bayi 10 bulan juga mulai senang memperhatikan objek di sekitarnya karena ia mulai belajar tentang konsep sebab-akibat. Makanya, ia tampak senang bermain dengan sengaja menjatuhkan suatu benda atau makanan agar Mama memungutnya, dan melakukannya berulang kali.

Lucunya lagi, bayi 10 bulan sudah bisa memeriksa atau membuka furniture hampir semua yang ia lihat, seperti panci dan wajan di dalam lemari dapur atau botol-botol yang Mama simpan di bawah wastafel.

9. Menari Saat Mendengar Musik

Memasuki usia 10 bulan bayi semakin aktif bergerak. Pada usia ini si Kecil sudah bisa mengenali musik dan akan mulai menggoyangkan badannya ketika ada musik diputar. Gemas sekali melihat si Kecil menari!

10. Mengerti Kata-Kata Sederhana

Pada usia 10 bulan bayi sudah bisa memahami kata-kata sederhana yang Mama ucapkan seperti “No” dan saat Mama melambaikan tangan sambil berkata “Da-da”. 

Selain itu, bayi juga mungkin akan mulai merespon instruksi sederhana yang Mama berikan, apalagi jika instruksi tersebut disertai dengan bahasa tubuh yang jelas. Misalnya saat Mama berkata, “Sini!” sambil melambaikan tangan meminta si Kecil mendekat. 

Ketika Mama menanyakan sesuatu, misalkan, “Mana kucing?” sambil membaca buku cerita bergambar, si Kecil mungkin sudah bisa menunjuk gambar kucing atau gambar yang mirip dengan kucing. 

Stimulasi untuk Dukung Perkembangan Bayi 10 Bulan

Berikut ini adalah berbagai stimulasi yang dapat Mama berikan pada si Kecil yang berusia 10 bulan untuk mencapai perkembangan optimal.

1. Sediakan Ruang Eksplorasi untuk si Kecil

Mengingat bayi sudah mulai belajar untuk berdiri dan melangkahkan kaki, ada baiknya Mama menyiapkan atau menyediakan satu area di rumah sebagai ruangan eksplorasi si Kecil.

Ciptakan suasana bermain yang menyenangkan di rumah dengan menyediakan berbagai mainan, seperti mobil-mobilan, boneka, bola, mainan balok, dan barang-barang lain yang ramah anak. 

Jika si Kecil sudah mulai bisa berdiri, coba letakkan sebuah mainan atau benda favoritnya di lantai. Ajak ia membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. 

Mula-mula, bayi mungkin masih perlu dibantu, tapi lama-kelamaan bila dilatih terus-menerus ia bisa mengambil mainan tanpa harus dibantu, Ma.

Mama dan Papa dapat mengajak bayi bermain menyembunyikan mainan favoritnya. Lalu, Mama bisa bertanya, “Di mana bola merahnya ya, Dik?” dan minta si Kecil untuk mencarinya. Langkah ini berguna untuk melatih koordinasi mata dan tangannya, lho.

Yang paling penting di usia ini, Mama hanya perlu mengawasinya secara intens dan menciptakan lingkungan rumah yang aman untuk ia bereksplorasi. Jadi, jauhkan bayi dari benda tajam, benda berukuran sangat kecil, maupun yang sangat besar dan mudah dijangkau si Kecil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, peniti, taplak meja, barang pecah belah, dan benda lainnya. 

Bila perlu, beri pengaman di tiap sudut meja di rumah, Ma, agar tidak membahayakannya saat belajar berdiri dan berjalan, tutup laci atau pintu agar tidak mudah dibuka, dan tutup stop kontak listrik.

2. Sering Ajak si Kecil Ngobrol

Stimulasi untuk bayi 10 bulan dari kemampuan komunikasi dan bahasa yang bisa Mama lakukan adalah mengajak bayi bicara sesering mungkin. 

Sambil melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, ajak si Kecil untuk ngobrol. Entah itu saat Mama memasak dan menyiapkan makanan di dapur, melipat pakaian, atau saat Mama menaruh si Kecil di kereta dorong dan bersiap pergi jalan-jalan. 

Ajak ia bicara, seperti “Adik mau jalan-jalan ke mana sih? Adik mau jalan-jalan ke kebun binatang, ya? Nanti ada gajah, jerapah. Kita naik ke sana naik mobil, sama Kakak dan Papa juga.”

Cara stimulasi bayi 10 bulan lainnya untuk meningkatkan kemampuan bahasa adalah dengan menggunakan boneka. 

Mama bisa mengambil boneka favorit si Kecil atau buat boneka dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambari dengan pena menyerupai bentuk wajah. 

Mama bisa berpura-pura bahwa boneka itu yang berbicara kepada si Kecil, lalu ajak ia berbicara kembali kepada boneka itu.

Kalau Mama belum mendengar kata pertamanya, mungkin dalam beberapa bulan ke depan kemampuan berbicaranya akan mulai terlatih. 

Mama bisa melatih komunikasinya dengan berbicara langsung kepada bayi, menyebutkan hal-hal yang menarik baginya, dan menggunakan namanya dalam percakapan. 

Walaupun bayi belum bisa mengucapkan atau menyebutkan kata-kata dengan tepat, dan baru bisa meresponnya dengan senyuman, tapi Mama bisa mengajari kata-kata tersebut secara berulang. 

3. Membuat Aturan Sederhana

Si Kecil memang semakin senang mengeksplorasi lingkungannya, Ma. Untuk itu, Mama sebaiknya mulai memberi batasan dan aturan mana yang boleh dan tidak boleh, serta mana yang aman dan tidak aman. 

Misalnya, ketika bayi menarik ekor kucing, pelan-pelan pindahkan tangan dan tatap matanya. Lalu, katakan "Nak, jangan, ya. Nanti kucingnya kesakitan, lho." Kemudian, ajarkan si Kecil untuk membelai badan kucing tersebut. 

Mungkin keesokan harinya ia tidak ingat dengan apa yang Mama katakan, tetapi Mama boleh membuat batasan dan aturan tertentu untuk melindungi dan mengajari si Kecil.

4. Mengajak si Kecil Menggambar 

Cara stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan bayi usia 10 bulan dari sisi motorik halusnya, yakni Mama bisa mengajak si Kecil menggambar.

Cukup letakkan krayon, spidol, atau pensil warna di atas meja. Kemudian, ajak ia menggambar dengan alat tulis berwarna yang sudah disediakan. Mama bisa menggambar objek yang mudah dan dikenali anak. 

Walaupun mungkin si Kecil belum bisa seutuhnya menggambar sebuah objek, paling tidak ia bisa memegang alat tulis dan menggunakannya untuk mencorat-coret. 

Selain meningkatkan bonding dengan si Kecil, kegiatan ini dapat dilakukan bayi bersamaan dengan aktivitas Mama mengerjakan tugas rumah tangga.

5. Berikan Finger Food

Ingat, bayi di usia 10 bulan ini sudah bisa menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulut. Sekarang, Mama bisa coba memberikan makanan yang dipotong kecil-kecil sebesar jari (finger food), agar ia belajar sendiri memakan makanannya, Ma.

Mama bisa memberikan makanan yang mudah digenggam, seperti potongan wortel rebus, mentimun, stroberi, jeruk, buah naga, anggur, dan lainnya. 

Pastikan teksturnya sudah benar-benar lunak sehingga bayi bisa mengunyahnya dengan aman dan tidak menimbulkan risiko tersedak, ya. 

6. Ajak Bermain dengan Teman

Di usia ini, bayi 10 bulan mulai belajar bersosialisasi dengan bayi lainnya. Jadi, cobalah ajak bayi bermain bersama-sama bayi lain.

Sesekali Mama bisa mengajak si Kecil bermain atau bersosialisasi dengan bayi lain seusianya. Misalnya, dengan mengundang teman-teman yang punya anak untuk main di suatu tempat (playdate) beberapa kali dalam seminggu atau sebulan. 

Jika bermain di rumah, biarkan si Kecil dan bayi-bayi lain duduk di lantai. Kemudian, letakkan sejumlah mainan di sekelilingnya. 

Selain meningkatkan kemampuan kognitif dan sosialnya, si Kecil jadi merasa punya teman dan tidak bosan hanya melihat wajah orang tuanya di rumah. 

7. Ajarkan Si Kecil Makan Sendiri

Minta bayi makan sendiri menggunakan sendok dan biarkan ia makan sendiri. Pilih peralatan dengan pegangan besar yang mudah digenggam. 

Beberapa kali bayi mungkin akan makan berantakan, bahkan menimbulkan keruwetan, tapi tidak apa-apa, Ma. Ini hal yang wajar kok untuk anak-anak seusianya. Makan sendiri, meski berantakan, justru akan melatih keterampilannya agar ia jadi lebih mandiri di kemudian hari.

Bila perlu, Mama bisa meletakkan tikar di bawah kursi bayi agar nantinya Mama bisa lebih mudah membersihkan makanan bayi yang berjatuhan. 

Baca Juga: Cara Memberikan Makanan Bayi Usia 8 Bulan Sampai 10 Bulan

8. Ajak Anak Makan Bersama Keluarga

Tak ada salahnya Mama dan Papa membentuk kebiasaan untuk selalu menjadwalkan waktu makan bersama anggota keluarga lainnya. Si Kecil bisa duduk dekat anggota keluarga lainnya sambil memakan makanannya.

Sediakan kursi khusus makan bayi (high chair) serta piring dan peralatan makan bayi lainnya juga, ya! Selain itu, Mama juga bisa mengajari si Kecil memegang sippy cup yang memiliki dua pegangan untuk melatihnya minum sendiri. 

Baca Juga: Tips Melatih Si Kecil Makan

Perkembangan Bayi 10 Bulan ke 11 Bulan

Bicara mengenai tahapan perkembangan bayi 10 bulan ke 11 bulan, si Kecil tentunya mengalami perubahan fisik yang semakin pesat. 

Dari segi kemampuan motoriknya, bayi  menunjukkan banyak kemajuan. Bayi sudah mulai berjalan-jalan sambil tetap memegangi perabotan di sekitarnya atau tangan Mama dan Papa.

Bahkan, terkadang si Kecil suka melepaskan pegangan tangan Mama dan Papa, serta mencoba belajar melakukan beberapa langkahnya sendirian.

Koordinasi tangan dan matanya pun semakin mengalami peningkatan. Ia senang memainkan mainan berdasarkan ukuran dan warna, mencoba memisahkan dan menyusunnya kembali. 

Saat diajak bicara, si Kecil sekarang pasti akan merespon Mama dan Papa. Walaupun terkadang ia belum paham apa yang orang tuanya ucapkan. Jadi, bila Mama meminta anak menunjukkan benda yang Mama ucapkan, ia mulai bisa meresponnya dengan benar. 

Baca Juga: Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan

Kapan Mama Harus Memeriksakan Anak ke Dokter?

Wah, ternyata ada banyak kemampuan yang bayi tunjukkan di usia 10 bulan, ya! Mama juga bisa mengasah kemampuannya dengan berbagai stimulasi yang sudah disampaikan di atas. 

Namun, Mama perlu ketahui juga bahwa setiap bayi yang berusia 10 bulan bisa mengalami perkembangan dengan cara yang berbeda satu sama lain.. 

Ini artinya, tahapan perkembangan bayi 10 bulan yang dijelaskan di atas hanya berfungsi sebagai panduan, tetapi bukan jadi sesuatu yang harus dimiliki setiap bayi pada usia ini. 

Jadi, semoga penjelasan di atas bisa membantu Mama agar lebih memahaminya dan memperhatikan setiap perubahan tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat ya, Ma!

Namun, Mama tetap perlu memeriksakan si Kecil ke dokter spesialis anak atau klinik tumbuh kembang apabila ia menunjukkan tanda atau ciri-ciri sebagai berikut. 

  • Belum bisa membuat kontak mata.

  • Belum bisa merangkak dan duduk.

  • Belum bisa berceloteh atau mengeluarkan suara yang dari mulutnya.

  • Belum bisa melafalkan kata-kata bersuku kata ganda.

  • Tidak senang saat bersama anggota keluarga atau orang-orang yang tiap hari bersamanya.

Agar Mama bisa lebih maksimal memantau tumbuh kembang si Kecil, Mama bisa menanyakan segala hal terkait tumbuh kembang bayi 10 bulan langsung ke tim Nutriclub Expert Advisor untuk dapatkan jawaban lengkapnya dari para ahli.

Baca Juga: Anak Mama Mulai Aktif? Yuk, Pantau Tahap Perkembangan Motoriknya!

Selain memantau perkembangan bayi usia 10 bulan sesuai milestone di atas, penting juga untuk Mama bisa mempelajari panduan Dukung Daya Tahan Tubuh Anak di 1000 Hari Pertama dari sudut pandang medis maupun psikologis berdasarkan informasi langsung dari para ahli. 

Yuk, download e-book MyNutriclub sekarang!

  1. IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (2018). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
  2. Developmental Milestones: 10-12 Month Baby - Children’s Hospital of Orange County. (2023, February 21). Children’s Hospital of Orange County. https://www.choc.org/primary-care/ages-stages/10-to-12-months/
  3. 9-10 months: baby development. (2022, December 14). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/babies/development/development-tracker-3-12-months/9-10-months
comment-icon comment-icon