Loading...
Banner Artikel Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Ini Tahapan dan Cara Stimulasinya
Tumbuh Kembang

Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Ini Tahapan dan Cara Stimulasinya

Foto Reviewer

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 16 Desember 2022

Diperbarui: 13 Januari 2026


  • Umur Berapa Bayi Mulai Bisa Bicara?
  • Tahapan Bahasa Bayi Berdasarkan Usia
  • Cara agar Bayi Cepat Bicara
  • Tanda-Tanda Bayi Telat Bicara yang Perlu Diwaspadai
  • Kapan Harus ke Dokter?

Bayi umumnya mulai mengoceh sejak usia 6 bulan dan mengucapkan kata pertamanya pada 9–12 bulan. Anak mulai bisa bicara lancar di usia 3–4 tahun dengan kemampuan bicara yang biasanya makin jelas dan kalimatnya lebih panjang. Meski begitu, tiap anak berkembang dengan ritme berbeda, sehingga stimulasi dini tetap penting.

Umur Berapa Bayi Mulai Bisa Bicara?

Anak mulai bicara di usia 6 bulan pertama kali dengan mengoceh (ma-ma, ba-ba), lalu mengucapkan kata pertama yang bermakna (Mama, Papa) sekitar 9-12 bulan, dan bisa bicara dengan kalimat sederhana (2-4 kata) di usia 2 tahun. Anak akan bisa bicara lebih lancar dan jelas di usia 3-4 tahun.

Proses perkembangan bicara anak berlangsung secara bertahap dan berbeda pada tiap anak. Berikut tahapannya secara ringkas:

Usia

Kemampuan Bicara Normal

Pemahaman Bahasa

0-1 bulan

Menangis sebagai bentuk komunikasi

Mengenali suara ibu

2-3 bulan

Cooing: “oooh”, “aaah”; mulai bersuara ketika diajak bicara

Merespon suara & tersenyum sosial

4-5 bulan

Babbling awal: “ga”, “ba”; meniru suara sederhana

Menoleh ke suara, mengenali nada marah/riang

6 bulan

Babbling lebih jelas: “ba-ba-ba”, “da-da-da”

Paham namanya

7-8 bulan

Ucapkan “mama/papa” tanpa arti

Paham “tidak”, “ayoo”

9 bulan

Kombinasi babbling & intonasi

Paham kata sederhana (“dada”, “sini”)

10 bulan

Meniru lebih banyak suara 

Mengikuti instruksi sederhana tanpa gesture

11 bulan

Menggunakan gesture (tunjuk, angkat tangan)

Paham perintah 1 langkah

12 bulan

1–3 kata bermakna (mama, papa, mam)

Paham ±70 kata 

13-15 bulan

3–10 kata bermakna 

Paham instruksi sederhana “ambil bola”

16-18 bulan

10–20 kata; mulai “kata campur”

Mulai mengenali banyak nama benda

19–21 bulan

Bertambah ±5 kata per minggu

Paham instruksi 2 langkah 

22-24 bulan (2 tahun)

50–100 kata; merangkai 2 kata (“mau susu”) 

Mengerti sebagian besar kalimat sederhana

25-30 bulan

Kosakata berkembang cepat; tanya “apa ini?”

Ikuti instruksi kompleks 

31-36 bulan (3 tahun)

Bicara lebih jelas; merangkai 3 kata; bisa cerita singkat

Mengerti percakapan sederhana & konsep dasar (“besar-kecil”)

Baca Juga: 5 Ide Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi 12 Bulan

Tahapan Bahasa Bayi Berdasarkan Usia

Untuk memastikan apakah kemampuan bicara bayi sudah sesuai tahapan usianya atau belum, Mama dan Papa perlu melihat tahapan perkembangan bahasa bayi tiap bulannya. Berikut penjelasannya:

Usia 0–3 Bulan: Cooing & Menangis untuk Berkomunikasi

Di tiga bulan pertama kehidupannya, menangis merupakan caranya untuk mengutarakan keinginannya akan sesuatu atau memperlihatkan emosinya. 

Di usia 2 bulan ke 3 bulan, bayi Mama mulai mengeluarkan suara, seperti “uuh” atau “aah” yang dikenal sebagai cooing. 

Sebagai stimulasi awal, Mama dan Papa bisa mengajaknya berbicara soal apa pun disertai ekspresi wajah menarik, ya.

Usia 4–6 Bulan: Babbling (Mengoceh) Tahap Awal

Menginjak usia 4-6 bulan, bayi sudah mulai bisa babbling, yaitu berceloteh menggunakan suku kata tunggal. Misalnya ya-ya-ya-ya, da-da-da-da, ba-ba-ba-ba, dan ma-ma-ma-ma. 

Memasuki enam bulan kehidupannya, bayi dapat merespon ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi nada bicara orang di sekitarnya.

Usia 7–9 Bulan: Babbling Suku Kata

Pada usia 7-9 bulan, bayi sudah paham nama-nama orang dan kata-kata seperti, “ya” dan “tidak”. 

Kata-kata sederhana seperti mama dan papa meski tanpa arti juga terlontar dari mulutnya.

Ia mungkin akan menciptakan beberapa suara sendiri, serta merangkai beberapa vokal saat babbling. Misalnya, “eh”, “oh”, atau “ya”.

Usia 10–12 Bulan: Mengucapkan Kata Pertama

Jelang bayi usia 10 bulan, ia sudah bisa menengok saat dipanggil namanya serta paham beberapa instruksi sederhana.

Bila butuh atau ingin sesuatu, ia akan menunjuk atau melambaikan tangan dan mengangkat tangan.

Umur 12 bulan adalah fase umur bayi mulai bisa bicara pertama kalinya. Di usía 12 bulan, bayi sudah memahami kurang lebih sebanyak 70 kata dan mulai meniru kata-kata atau bunyi yang didengar.

Usia 12–18 Bulan: Vocabulary Explosion

Melansir laman IDAI, pada usia ini kosakata si Kecil bertambah pesat. Jika di usia 15 bulan mungkin ia baru mengucapkan 3-6 kata, di 18 bulan kosakatanya bisa mencapai 5-50 kata. 

Si Kecil juga mulai memahami perintah sederhana seperti “Nak, ambil bola” atau “Bereskan mainan, yuk!”

Usia 2 Tahun: Bisa Merangkai 2 Kata

Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak sudah bisa dimengerti orang lain. Si Kecil juga sudah memakai kalimat 2–3 kata dan mulai membuat kalimat tanya.

Contohnya “Mama mau susu” atau “Papa main yuk”. Ia juga mulai memahami kalimat perintah sederhana. Di usia ini kosakatanya sudah mencapai 50-100 kata.

Usia 3 Tahun: Bisa Bicara Lebih Jelas

Di usia 3 tahun, si Kecil mulai bisa berkomunikasi 2 arah. Hal ini membuat Mama dan Papa bisa melakukan percakapan sederhana dengan si Kecil.

Bahkan, orang lain mulai bisa mengerti apa yang ia katakan karena pelafalannya sudah cukup jelas. 

Anak juga sudah bisa mengutarakan apa yang ia rasakan dan inginkan. Misalnya “Aku tidak mau makan, masih kenyang.”

Baca Juga: 6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Cara Stimulasinya

Cara agar Bayi Cepat Bicara

Terlepas dari di umur berapa bayi bisa bicara, perkembangan bahasa adalah proses yang unik dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk stimulasi. Berikut adalah ragam cara agar bayi dapat cepat bicara:

1. Ajak Bayi Ngobrol Setiap Hari

Di tahap ini, penting untuk mengajak si Kecil ngobrol sesering mungkin sebagai salah satu stimulasinya. 

Mama bisa rutin mengajak bayi ngobrol dalam setiap kegiatan sehari-hari. Misalnya saat Mama memandikan, mengganti popok, dan memakaikan pakaian bayi. 

Sebagai contoh, “Adik lagi mandi ya. Mandinya pakai air hangat, enak ya, Nak. Nah, sekarang Mama sabunin badannya ya, sayang supaya badan Adik ga lengket lagi.”

Mengajak bayi mengobrol setiap hari bisa mempercepat kemampuan bicara bayi. Namun yang terpenting, lafalkan kata dengan jelas ya Ma, jangan menggunakan bahasa bayi.

2. Tiru & Respon Ocehan Bayi

Saat si Kecil mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, Mama perlu terus memberinya respons dengan antusias. 

Dengan begitu umur berapa bayi bisa bicara salah satunya ditentukan oleh respons orang sekitarnya.

Lakukan langkah ini meski mungkin Mama tidak mengerti betul apa yang diucapkan oleh si Kecil. Misalnya dengan “Kenapa Nak, ngantuk, ya?”

Ketika bayi mengeluarkan ocehan dari mulutnya, Mama dan Papa harus memberinya respons yang antusias. Dengan demikian, bayi akan jadi semangat untuk bicara dan berkomunikasi.

3. Perbanyak Nama Benda di Sekitar

Di usia 10 menuju 11 bulan, Mama dan Papa bisa mengenalkan berbagai nama objek yang ada di sekitar. 

Misalnya barang yang ada di rumah, atau nama pohon atau bunga yang dilihat si Kecil saat sedang jalan-jalan di sekitar komplek. Begitu pula dengan nama-nama anggota tubuh.

Caranya dengan menunjuk benda-benda di sekitar dan menyebutkan namanya. Lakukan terus berulang untuk menambah kosakatanya.

Tak perlu memusingkan umur berapa bayi bisa bicara ya, Ma. Lakukan saja stimulasi ini secara konsisten untuk memetik hasilnya.

4. Bacakan Buku Cerita Bergambar

Ajak si Kecil membaca buku sebelum tidur di malam hari. Di usia 12-18 bulan, pilihlah buku cerita dengan karakter yang familiar bagi anak, misalnya hewan, alat transportasi, dan lainnya.

Selain itu, pilihlah yang lebih banyak gambarnya ketimbang tulisannya. Karena gambar-gambar inilah yang membuatnya tertarik untuk melihat isi bukunya.

Jangan lupa untuk menggunakan intonasi dan ekspresi wajah yang ekspresif agar si Kecil tertarik mendengarkan.

5. Gunakan Bahasa Isyarat Sederhana

Mama juga bisa sambil mengajarkan bayi bahasa isyarat agar si Kecil cepat belajar bicara dan mengekspresikan diri. 

Sebagai contoh jika Mama ingin mengenalkan kata “selamat tinggal”, tunjukkan bahasa isyaratnya dengan melambai-lambaikan tangan.

Tujuannya adalah agar si Kecil bisa cepat bicara, mampu mempelajari tandanya, serta mengaitkan kata verbal dengan bahasa isyaratnya.

6. Batasi Screen Time

Penelitian dalam Singapore Medical Journal (2023) menunjukkan bahwa terlalu banyak screen time pada anak usia dini adalah salah satu penyebab gangguan bicara anak. 

Untuk itu, batasi screen time maksimal 1 jam/hari dan dampingi si Kecil saat menonton untuk mencegah anak terlambat bicara.

Sebaliknya, perbanyaklah interaksi dengan si Kecil untuk merangsang kemampuan bicaranya.

7. Sering Ajak Bernyanyi & Bermain Suara

Bernyanyi adalah salah satu stimulasi bicara yang menyenangkan. Mama bisa mengajak anak bernyanyi lagu seperti “Dua Mata Saya”, “Bintang Kecil”, atau “Topi Saya Bundar”.

Saat bernyanyi, Mama dan Papa bisa sambil menggunakan gerakan agar semakin menempel diingatan si Kecil. 

Selain bernyanyi, Mama juga bisa menirukan suara hewan saat bermain dengannya. Mulai dari anjing, kucing, hingga suara monyet.

Tanda-Tanda Bayi Telat Bicara yang Perlu Diwaspadai

Di tiap tahapan usia, ada beberapa tanda telat bicara yang perlu Mama perhatikan. Berikut ciri yang bisa Mama kenali untuk memperkirakan umur berapa bayi bisa bicara:

Tanda Terlambat Bicara Usia 0–6 Bulan

  • Tidak merespon suara
  • Tidak mengoceh sama sekali

Tanda Terlambat Bicara Usia 6–12 bulan

  • Tidak babbling
  • Tidak menengok saat dipanggil

Tanda Terlambat Bicara Usia 1–2 tahun

  • Tidak mengucap kata bermakna
  • Hanya mengucap 1–5 kata di usia 18 bulan

Tanda Terlambat Bicara Usia 2–3 tahun

  • Tidak bisa merangkai 2 kata
  • Orang lain tidak mengerti 50% ucapannya

Untuk itu, sebenarnya umur berapa bayi bisa bicara tergantung juga pada ada atau tidaknya tanda-tanda ini di tiap tahapan usianya.

Baca Juga: 10 Stimulasi Bayi 11 Bulan yang Edukatif agar Cerdas

Kapan Harus ke Dokter?

Perkembangan setiap anak memang tidak bisa disamaratakan, Ma. Setiap anak punya fase perkembangannya masing-masing, termasuk umur berapa bayi bisa bicara. 

Namun, ada beberapa tanda bahaya keterlambatan bicara pada anak, yaitu anak-anak tidak merespons suara, tidak memahami perintah, atau kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki.

Jika tanda-tanda terlambat bicara sudah muncul ditambah faktor yang baru disebutkan, jangan tunda untuk pergi ke dokter anak, ya.

Dokter akan bantu mendiagnosa dan menentukan apakah si Kecil perlu sesi terapi dengan terapis wicara atau hanya perlu distimulasi lebih sering.

Pastikan Mama terus mendukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal melalui nutrisi, parenting, dan stimulasi yang tepat selama 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.

Informasi yang Wajib Mama Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Team, E. (2025, June 2). Child Not Talking Yet? When to Worry About a Speech Delay. University of Utah Health | University of Utah Health. https://healthcare.utah.edu/healthfeed/2025/06/child-not-talking-yet-when-worry-about-speech-delay
  2. ‌Editorial, T. (2019). Keterlambatan Bicara. Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
  3. ‌Hao, W., En, W., Chu, Y., & Tan, G. H. (2023). Speech and language delay in children: a practical framework for primary care physicians. Singapore Medical Journal, 64(12), 745–750. https://doi.org/10.4103/singaporemedj.smj-2022-051
  4. ‌Team, E. (2025, November 18). Speech development in children. Healthdirect.gov.au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/speech-development-in-children
  5. ‌Team, E. (2024, February 15). Tips for Parents: Choosing Books for Infants and Toddlers | HeadStart.gov. HeadStart.gov. https://headstart.gov/parenting/article/tips-parents-choosing-books-infants-toddlers
Artikel Terkait