Bayi umumnya mulai mengoceh sejak usia 6 bulan dan mengucapkan kata pertamanya pada 9–12 bulan. Anak mulai bisa bicara lancar di usia 3–4 tahun dengan kemampuan bicara yang biasanya makin jelas dan kalimatnya lebih panjang. Meski begitu, tiap anak berkembang dengan ritme berbeda, sehingga stimulasi dini tetap penting.
Umur Berapa Bayi Mulai Bisa Bicara?
Anak mulai bicara di usia 6 bulan pertama kali dengan mengoceh (ma-ma, ba-ba), lalu mengucapkan kata pertama yang bermakna (Mama, Papa) sekitar 9-12 bulan, dan bisa bicara dengan kalimat sederhana (2-4 kata) di usia 2 tahun. Anak akan bisa bicara lebih lancar dan jelas di usia 3-4 tahun.
Proses perkembangan bicara anak berlangsung secara bertahap dan berbeda pada tiap anak. Berikut tahapannya secara ringkas:
|
Usia |
Kemampuan Bicara Normal |
Pemahaman Bahasa |
|
0-1 bulan |
Menangis sebagai bentuk komunikasi |
Mengenali suara ibu |
|
2-3 bulan |
Cooing: “oooh”, “aaah”; mulai bersuara ketika diajak bicara |
Merespon suara & tersenyum sosial |
|
4-5 bulan |
Babbling awal: “ga”, “ba”; meniru suara sederhana |
Menoleh ke suara, mengenali nada marah/riang |
|
6 bulan |
Babbling lebih jelas: “ba-ba-ba”, “da-da-da” |
Paham namanya |
|
7-8 bulan |
Ucapkan “mama/papa” tanpa arti |
Paham “tidak”, “ayoo” |
|
9 bulan |
Kombinasi babbling & intonasi |
Paham kata sederhana (“dada”, “sini”) |
|
10 bulan |
Meniru lebih banyak suara |
Mengikuti instruksi sederhana tanpa gesture |
|
11 bulan |
Menggunakan gesture (tunjuk, angkat tangan) |
Paham perintah 1 langkah |
|
12 bulan |
1–3 kata bermakna (mama, papa, mam) |
Paham ±70 kata |
|
13-15 bulan |
3–10 kata bermakna |
Paham instruksi sederhana “ambil bola” |
|
16-18 bulan |
10–20 kata; mulai “kata campur” |
Mulai mengenali banyak nama benda |
|
19–21 bulan |
Bertambah ±5 kata per minggu |
Paham instruksi 2 langkah |
|
22-24 bulan (2 tahun) |
50–100 kata; merangkai 2 kata (“mau susu”) |
Mengerti sebagian besar kalimat sederhana |
|
25-30 bulan |
Kosakata berkembang cepat; tanya “apa ini?” |
Ikuti instruksi kompleks |
|
31-36 bulan (3 tahun) |
Bicara lebih jelas; merangkai 3 kata; bisa cerita singkat |
Mengerti percakapan sederhana & konsep dasar (“besar-kecil”) |
Baca Juga: 5 Ide Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi 12 Bulan
Tahapan Bahasa Bayi Berdasarkan Usia
Untuk memastikan apakah kemampuan bicara bayi sudah sesuai tahapan usianya atau belum, Mama dan Papa perlu melihat tahapan perkembangan bahasa bayi tiap bulannya. Berikut penjelasannya:
Usia 0–3 Bulan: Cooing & Menangis untuk Berkomunikasi
Di tiga bulan pertama kehidupannya, menangis merupakan caranya untuk mengutarakan keinginannya akan sesuatu atau memperlihatkan emosinya.
Di usia 2 bulan ke 3 bulan, bayi Mama mulai mengeluarkan suara, seperti “uuh” atau “aah” yang dikenal sebagai cooing.
Sebagai stimulasi awal, Mama dan Papa bisa mengajaknya berbicara soal apa pun disertai ekspresi wajah menarik, ya.
Usia 4–6 Bulan: Babbling (Mengoceh) Tahap Awal
Menginjak usia 4-6 bulan, bayi sudah mulai bisa babbling, yaitu berceloteh menggunakan suku kata tunggal. Misalnya ya-ya-ya-ya, da-da-da-da, ba-ba-ba-ba, dan ma-ma-ma-ma.
Memasuki enam bulan kehidupannya, bayi dapat merespon ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi nada bicara orang di sekitarnya.
Usia 7–9 Bulan: Babbling Suku Kata
Pada usia 7-9 bulan, bayi sudah paham nama-nama orang dan kata-kata seperti, “ya” dan “tidak”.
Kata-kata sederhana seperti mama dan papa meski tanpa arti juga terlontar dari mulutnya.
Ia mungkin akan menciptakan beberapa suara sendiri, serta merangkai beberapa vokal saat babbling. Misalnya, “eh”, “oh”, atau “ya”.
Usia 10–12 Bulan: Mengucapkan Kata Pertama
Jelang bayi usia 10 bulan, ia sudah bisa menengok saat dipanggil namanya serta paham beberapa instruksi sederhana.
Bila butuh atau ingin sesuatu, ia akan menunjuk atau melambaikan tangan dan mengangkat tangan.
Umur 12 bulan adalah fase umur bayi mulai bisa bicara pertama kalinya. Di usía 12 bulan, bayi sudah memahami kurang lebih sebanyak 70 kata dan mulai meniru kata-kata atau bunyi yang didengar.
Usia 12–18 Bulan: Vocabulary Explosion
Melansir laman IDAI, pada usia ini kosakata si Kecil bertambah pesat. Jika di usia 15 bulan mungkin ia baru mengucapkan 3-6 kata, di 18 bulan kosakatanya bisa mencapai 5-50 kata.
Si Kecil juga mulai memahami perintah sederhana seperti “Nak, ambil bola” atau “Bereskan mainan, yuk!”
Usia 2 Tahun: Bisa Merangkai 2 Kata
Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak sudah bisa dimengerti orang lain. Si Kecil juga sudah memakai kalimat 2–3 kata dan mulai membuat kalimat tanya.
Contohnya “Mama mau susu” atau “Papa main yuk”. Ia juga mulai memahami kalimat perintah sederhana. Di usia ini kosakatanya sudah mencapai 50-100 kata.
Usia 3 Tahun: Bisa Bicara Lebih Jelas
Di usia 3 tahun, si Kecil mulai bisa berkomunikasi 2 arah. Hal ini membuat Mama dan Papa bisa melakukan percakapan sederhana dengan si Kecil.
Bahkan, orang lain mulai bisa mengerti apa yang ia katakan karena pelafalannya sudah cukup jelas.
Anak juga sudah bisa mengutarakan apa yang ia rasakan dan inginkan. Misalnya “Aku tidak mau makan, masih kenyang.”
Baca Juga: 6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Cara Stimulasinya
Cara agar Bayi Cepat Bicara
Terlepas dari di umur berapa bayi bisa bicara, perkembangan bahasa adalah proses yang unik dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk stimulasi. Berikut adalah ragam cara agar bayi dapat cepat bicara:
1. Ajak Bayi Ngobrol Setiap Hari
Di tahap ini, penting untuk mengajak si Kecil ngobrol sesering mungkin sebagai salah satu stimulasinya.
Mama bisa rutin mengajak bayi ngobrol dalam setiap kegiatan sehari-hari. Misalnya saat Mama memandikan, mengganti popok, dan memakaikan pakaian bayi.
Sebagai contoh, “Adik lagi mandi ya. Mandinya pakai air hangat, enak ya, Nak. Nah, sekarang Mama sabunin badannya ya, sayang supaya badan Adik ga lengket lagi.”
Mengajak bayi mengobrol setiap hari bisa mempercepat kemampuan bicara bayi. Namun yang terpenting, lafalkan kata dengan jelas ya Ma, jangan menggunakan bahasa bayi.
2. Tiru & Respon Ocehan Bayi
Saat si Kecil mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, Mama perlu terus memberinya respons dengan antusias.
Dengan begitu umur berapa bayi bisa bicara salah satunya ditentukan oleh respons orang sekitarnya.
Lakukan langkah ini meski mungkin Mama tidak mengerti betul apa yang diucapkan oleh si Kecil. Misalnya dengan “Kenapa Nak, ngantuk, ya?”
Ketika bayi mengeluarkan ocehan dari mulutnya, Mama dan Papa harus memberinya respons yang antusias. Dengan demikian, bayi akan jadi semangat untuk bicara dan berkomunikasi.
3. Perbanyak Nama Benda di Sekitar
Di usia 10 menuju 11 bulan, Mama dan Papa bisa mengenalkan berbagai nama objek yang ada di sekitar.
Misalnya barang yang ada di rumah, atau nama pohon atau bunga yang dilihat si Kecil saat sedang jalan-jalan di sekitar komplek. Begitu pula dengan nama-nama anggota tubuh.
Caranya dengan menunjuk benda-benda di sekitar dan menyebutkan namanya. Lakukan terus berulang untuk menambah kosakatanya.
Tak perlu memusingkan umur berapa bayi bisa bicara ya, Ma. Lakukan saja stimulasi ini secara konsisten untuk memetik hasilnya.
4. Bacakan Buku Cerita Bergambar
Ajak si Kecil membaca buku sebelum tidur di malam hari. Di usia 12-18 bulan, pilihlah buku cerita dengan karakter yang familiar bagi anak, misalnya hewan, alat transportasi, dan lainnya.
Selain itu, pilihlah yang lebih banyak gambarnya ketimbang tulisannya. Karena gambar-gambar inilah yang membuatnya tertarik untuk melihat isi bukunya.
Jangan lupa untuk menggunakan intonasi dan ekspresi wajah yang ekspresif agar si Kecil tertarik mendengarkan.
5. Gunakan Bahasa Isyarat Sederhana
Mama juga bisa sambil mengajarkan bayi bahasa isyarat agar si Kecil cepat belajar bicara dan mengekspresikan diri.
Sebagai contoh jika Mama ingin mengenalkan kata “selamat tinggal”, tunjukkan bahasa isyaratnya dengan melambai-lambaikan tangan.
Tujuannya adalah agar si Kecil bisa cepat bicara, mampu mempelajari tandanya, serta mengaitkan kata verbal dengan bahasa isyaratnya.
6. Batasi Screen Time
Penelitian dalam Singapore Medical Journal (2023) menunjukkan bahwa terlalu banyak screen time pada anak usia dini adalah salah satu penyebab gangguan bicara anak.
Untuk itu, batasi screen time maksimal 1 jam/hari dan dampingi si Kecil saat menonton untuk mencegah anak terlambat bicara.
Sebaliknya, perbanyaklah interaksi dengan si Kecil untuk merangsang kemampuan bicaranya.
7. Sering Ajak Bernyanyi & Bermain Suara
Bernyanyi adalah salah satu stimulasi bicara yang menyenangkan. Mama bisa mengajak anak bernyanyi lagu seperti “Dua Mata Saya”, “Bintang Kecil”, atau “Topi Saya Bundar”.
Saat bernyanyi, Mama dan Papa bisa sambil menggunakan gerakan agar semakin menempel diingatan si Kecil.
Selain bernyanyi, Mama juga bisa menirukan suara hewan saat bermain dengannya. Mulai dari anjing, kucing, hingga suara monyet.
Tanda-Tanda Bayi Telat Bicara yang Perlu Diwaspadai
Di tiap tahapan usia, ada beberapa tanda telat bicara yang perlu Mama perhatikan. Berikut ciri yang bisa Mama kenali untuk memperkirakan umur berapa bayi bisa bicara:
Tanda Terlambat Bicara Usia 0–6 Bulan
- Tidak merespon suara
- Tidak mengoceh sama sekali
Tanda Terlambat Bicara Usia 6–12 bulan
- Tidak babbling
- Tidak menengok saat dipanggil
Tanda Terlambat Bicara Usia 1–2 tahun
- Tidak mengucap kata bermakna
- Hanya mengucap 1–5 kata di usia 18 bulan
Tanda Terlambat Bicara Usia 2–3 tahun
- Tidak bisa merangkai 2 kata
- Orang lain tidak mengerti 50% ucapannya
Untuk itu, sebenarnya umur berapa bayi bisa bicara tergantung juga pada ada atau tidaknya tanda-tanda ini di tiap tahapan usianya.
Baca Juga: 10 Stimulasi Bayi 11 Bulan yang Edukatif agar Cerdas
Kapan Harus ke Dokter?
Perkembangan setiap anak memang tidak bisa disamaratakan, Ma. Setiap anak punya fase perkembangannya masing-masing, termasuk umur berapa bayi bisa bicara.
Namun, ada beberapa tanda bahaya keterlambatan bicara pada anak, yaitu anak-anak tidak merespons suara, tidak memahami perintah, atau kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki.
Jika tanda-tanda terlambat bicara sudah muncul ditambah faktor yang baru disebutkan, jangan tunda untuk pergi ke dokter anak, ya.
Dokter akan bantu mendiagnosa dan menentukan apakah si Kecil perlu sesi terapi dengan terapis wicara atau hanya perlu distimulasi lebih sering.
Pastikan Mama terus mendukung tumbuh kembang si Kecil yang optimal melalui nutrisi, parenting, dan stimulasi yang tepat selama 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
