Mengetahui umur berapa anak bisa bicara memang jadi satu hal penting. Dengan begitu, Mama Papa bisa memberi stimulasi yang tepat dan mengenali tanda keterlambatan sejak dini.
Umur Berapa Anak Bisa Bicara?
Bayi sudah mulai “bicara” sejak lahir melalui tangisan dan suara refleks. Namun, bayi bisa bicara kata bermakna di usia 12–18 bulan. Di usia ini, bayi sudah bisa memanggil “Mama” dan “Papa”.
Memasuki usia 2–3 tahun, bayi bisa bicara untuk mengungkapkan kebutuhan mereka dan memahami beberapa kata sederhana. Berikut tahapan umur berapa anak bisa bicara:
- 0–12 bulan: suara refleks, cooing, babbling
- 12–18 bulan: kata bermakna pertama
- 2–3 tahun: kalimat sederhana dan komunikasi dua arah
Bayi Bisa Bicara Dimulai dari Mana?
Banyak orang tua mengira umur berapa anak bisa bicara adalah saat ia mengucapkan kata pertama. Padahal, perkembangan bahasa bayi dimulai dari mendengar, meniru suara, dan memahami makna kata.
Menangis adalah komunikasi pertama bayi untuk menyampaikan kebutuhan seperti lapar, tidak nyaman, atau lelah. Seiring waktu, orang tua dapat mengenali perbedaan intonasi tangisan bayi.
Cooing dan babbling adalah latihan otot mulut dan pendengaran yang penting di mana bayi memahami pola suara sebelum mampu mengucapkan kata bermakna.
Baca Juga: 6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Cara Stimulasinya
Tahapan Perkembangan Bicara Anak Sesuai Usia
Menurut WebMD, ada beberapa tahapan perkembangan bahasa bayi tiap bulan yang perlu Mama dan Papa ketahui:
1. Usia 0–3 Bulan
Di 3 bulan pertama kehidupannya, menangis adalah cara si Kecil untuk mengutarakan kebutuhannya akan sesuatu atau memperlihatkan emosinya.
Di usia 2 bulan ke 3 bulan, bayi Mama mulai mengeluarkan suara, seperti “uuh” atau “aah” yang dikenal sebagai cooing.
Bayi akan merespons suara dengan menoleh atau terdiam. Ini menunjukkan sistem pendengaran dan respons sosialnya mulai berkembang.
2. Usia 4–6 Bulan
Menginjak usia 4–6 bulan, bayi sudah mulai bisa babbling, yaitu berceloteh menggunakan suku kata tunggal. Misalnya ya-ya-ya-ya, da-da-da-da, ba-ba-ba-ba, dan ma-ma-ma-ma.
Memasuki 6 bulan kehidupannya, bayi dapat merespons ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi nada bicara orang di sekitarnya.
3. Usia 7–9 Bulan
Di usia 7–9 bulan, bayi sudah paham nama-nama orang dan kata-kata seperti, “ya” dan “tidak”. Kata-kata sederhana seperti “Mama” dan “Papa” meski tanpa arti juga terlontar dari mulutnya.”
Ia mungkin akan menciptakan beberapa suara sendiri, serta merangkai beberapa vokal saat babbling. Misalnya, “eh”, “oh”, atau “ya”.
Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Berjalan dan Cara Melatihnya
4. Usia 10–12 Bulan
Bayi mulai meniru suara orang di sekitarnya di usia 10 bulan hingga 12 bulan. Ia juga memahami instruksi sederhana seperti “dadah” atau “ambil bola”.
Bila butuh atau ingin sesuatu, ia akan menunjuk. Kemudian, melambaikan tangan untuk berpisah dari Mama atau Papa, serta mengangkat tangan ke atas minta digendong.
5. Usia 12–24 Bulan
Umur berapa anak bisa bicara dimulai dari usia 12 bulan. Bayi 12–24 bulan biasanya punya sekitar 10–50 kata. Kata yang digunakan umumnya berkaitan dengan benda atau orang terdekat.
Si Kecil mulai menggabungkan dua kata sederhana seperti “mau susu” atau “mama pergi”.
6. Usia 2–3 Tahun
Perkembangan bahasa anak mulai terlihat dari penggunaan kalimat sederhana dengan 2–3 kata atau lebih. Ucapannya semakin jelas dan mudah dipahami orang terdekat.
Anak mampu menyampaikan kebutuhan, perasaan, dan keinginannya secara verbal.
Tanda Bayi Mau Bisa Bicara
Menurut WebMD, berikut adalah tanda-tanda bayi mau bisa bicara yang bisa Mama dan Papa perhatikan:
- Sering mengoceh.
- Melakukan kontak mata saat diajak bicara.
- Meniru suara orang sekitar.
- Menunjuk sesuatu sambil bersuara.
- Bereaksi saat namanya dipanggil.
Baca Juga: 11 Cara Stimulasi Bayi 10 Bulan, Seru dan Menyenangkan!
Cara agar Anak Cepat Bicara yang Bisa Dilakukan
Terlepas dari di umur berapa anak bisa bicara, perkembangan bahasa adalah proses unik yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk stimulasi. Berikut ragam cara anak cepat bicara:
1. Ajak Ngobrol Sejak Dini
Penting untuk mengajak si Kecil ngobrol sesering mungkin meskipun ia belum bisa menjawab sebagai salah satu stimulasinya, Ma.
Paparan bahasa yang konsisten bantu otak si Kecil mengenali pola kata. Tidak perlu menggunakan bahasa bayi yang berlebihan cukup pakai bahasa sehari-hari dengan intonasi alami.
2. Narasikan Aktivitas Sehari-Hari
Ceritakan pada si Kecil apa yang sedang Mama lakukan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Misalnya saat Mama memandikan, mengganti popok, dan memakaikan pakaian bayi.
Mama bisa menarasikan kegiatan tersebut, seperti wangi sabun yang dipakai saat memandikannya, atau warna pakaian yang Mama pakaikan pada bayi.
3. Tanggapi Ocehan Bayi
Saat si Kecil mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, Mama perlu terus memberinya respons dengan antusias.
Lakukan cara agar anak cepat bicara ini meski mungkin Mama tidak mengerti betul apa yang diucapkan oleh si Kecil. Misalnya dengan “Kenapa Nak, ngantuk, ya?”
Ketika bayi mengeluarkan ocehan dari mulutnya, Mama Papa harus memberinya respons antusias. Dengan demikian, bayi akan jadi semangat untuk bicara dan berkomunikasi.
Baca Juga: 10 Stimulasi Bayi 11 Bulan yang Edukatif agar Cerdas
4. Tiru Lalu Perbaiki Kata
Jika bayi mengucapkan kata yang belum jelas, tirukan dengan pelafalan yang benar. Hindari langsung mengoreksi dengan nada menyalahkan, ya.
Pendekatan ini membantu si Kecil belajar tanpa merasa tertekan. Ia pun tetap merasa dihargai dalam proses belajar.
5. Bacakan Buku Cerita Bergambar
Ajak si Kecil membaca buku sebelum tidur di malam hari. Mama bisa memilihkan buku bergambar 3 dimensi dengan gambar pop up atau yang muncul.
Tujuannya adalah agar si Kecil tertarik, sekaligus dapat meningkatkan kosakata baru lewat kata-kata yang Mama lontarkan.
6. Bernyanyi Lagu Anak
Si Kecil tentu akan senang apabila diajak bernyanyi. Nah, Mama dan Papa dapat melakukan aktivitas menyenangkan ini sebagai stimulasi cara anak cepat bicara.
Coba setel dan ajak ia bernyanyi lagu-lagu favoritnya. Contohnya “Twinkle Twinkle Little Star”, “Pelangi-Pelangi”, “Cicak-cicak di Dinding”, atau “Old MacDonald Had a Farm”.
Dengan rutin didengarkan dan dinyanyikan, si Kecil akan memperoleh berbagai macam kosakata baru guna meningkatkan perkembangan bahasanya.
Baca Juga: Normalkah Bayi 10 Bulan Belum Bisa Duduk Sendiri dan Bagaimana Cara Stimulasinya?
7. Gunakan Bahasa Isyarat Sederhana
Mama juga bisa sambil ajarkan bayi bahasa isyarat agar si Kecil cepat belajar bicara dan mengekspresikan diri.
Sebagai contoh jika Mama ingin mengenalkan kata “selamat tinggal”, tunjukkan bahasa isyaratnya dengan melambai-lambaikan tangan.
Tujuannya adalah agar bayi bisa bicara dengan cepat, mampu mempelajari tandanya, serta mengaitkan kata verbal dengan bahasa isyaratnya.
8. Menunjuk Objek dan Anggota Tubuh
Di usia 10 bulan menuju 11 bulan, Mama Papa bisa tunjukkan benda atau anggota tubuh sambil menyebutkan namanya. Cara ini membantu si Kecil mengaitkan kata dengan objek nyata.
Misalnya, “Coba tunjuk hidung? Coba tunjuk telinga? Coba tunjuk mata?” atau “Mana sisir Mama? Mana mobil Papa?”.
Penyebab Anak Lambat Bicara
Setelah mengetahui umur berapa anak bisa bicara, Mama juga perlu memahami beberapa hal yang menyebabkan anak lambat bicara, seperti:
1. Faktor Lingkungan
Minim interaksi verbal dapat memperlambat perkembangan bahasa. Misalnya, screen time berlebihan dapat mengurangi interaksi langsung.
Padahal, si Kecil membutuhkan komunikasi dua arah, bukan hanya mendengar.
2. Faktor Fisik dan Medis
Gangguan pendengaran dapat menghambat kemampuan bayi dalam meniru suara. Masalah oral motorik juga memengaruhi artikulasi.
Untuk itu, pemeriksaan pendengaran penting jika si Kecil tampak tidak responsif, Ma.
3. Faktor Perkembangan
Keterlambatan tumbuh kembang dapat berdampak pada kemampuan bahasa. Pasalnya, perkembangan bahasa berkaitan erat dengan kognitif dan sosial.
Selain itu, riwayat prematur juga dapat memengaruhi kecepatan perkembangan bahasa si Kecil.
Kapan Orang Tua Perlu Konsultasi ke Dokter?
IDAI menjelaskan, umur berapa anak bisa bicara pertama kali pasti berbeda-beda. Namun, orang tua perlu waspada dan konsultasi ke dokter bila si Kecil mengalami hal-hal ini:
- Tidak babbling hingga 6 bulan.
- Tidak mengucapkan kata bermakna di 15 bulan.
- Tidak merespons atau menengok apabila namanya dipanggil di usia 12–15 bulan.
- Tidak bisa memperlihatkan gestur, seperti melambaikan tangan atau menunjuk di usia 12 bulan.
- Tidak bisa merangkai 2 kata di usia 2 tahun.
- Tidak merespons apabila ditanya di usia 2 tahun.
- Tidak merespons suara secara konsisten.
Itu dia informasi mengenai umur berapa anak bisa bicara dan cara stimulasinya.
Jangan lupa download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk mendapat tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
Mama juga bisa diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak yang siap sedia 24 jam menjawab pertanyaan Mama.
