Stimulasi bayi 10 bulan bisa memaksimalkan potensi perkembangan anak dan memperkuat bonding dengan orang tua. Mama tak perlu bingung, berikut stimulasi bayi usia 10 bulan yang bisa dicoba di rumah.
Bayi 10 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?
Sebagai orang tua, Mama Papa perlu memperhatikan setiap milestone yang dialami si Kecil untuk mengetahui apakah ia sudah berada di “jalur” yang tepat atau tidak.
Berikut perkembangan bayi 10 bulan yang perlu orang tua pahami:
|
Aspek Perkembangan |
Kemampuan Bayi 10 Bulan |
Manfaat/Tujuan |
|
Motorik Kasar |
|
Melatih kekuatan otot kaki, keseimbangan, dan koordinasi tubuh |
|
Motorik Halus |
|
Melatih koordinasi tangan-mata, keterampilan manipulasi objek, persiapan menulis |
|
Kognitif |
|
Mengembangkan logika, fokus, dan pemahaman konsep sebab-akibat |
|
Bahasa & Komunikasi |
|
Melatih kemampuan bahasa, komunikasi sosial, dan pendengaran |
|
Sosial & Emosional |
|
Mengembangkan keterampilan sosial, ikatan emosional dengan orang tua, kesadaran diri |
Ide Aktivitas Stimulasi Bayi 10 Bulan
Stimulasi bayi usia 10 bulan yang tepat harus mengikuti milestone yang sudah dicapai si Kecil agar ia bisa belajar dengan optimal tanpa merasa kewalahan. Berikut beberapa contoh stimulasi yang bisa Mama dan Papa lakukan:
1. Merespons Ocehan Bayi
Belum mendengar kata pertama dari si Kecil? Tenang dulu, Ma. Untuk melatihnya, Mama bisa sering mengajak bayi berbicara, menyebut benda di sekitarnya, atau memanggil namanya.
Jangan lupa untuk merespons ocehannya seolah Mama benar-benar mengerti. Saat ocehannya didengar dan dijawab, bayi akan merasa disayang dan semakin bersemangat untuk berbicara.
Hal ini membantu perkembangan bahasa dan memperkaya kosakatanya nanti.
2. Mengajak Bayi Bicara
Ma, ajaklah si Kecil berbicara saat beraktivitas, seperti menyusui, memandikan, atau mengganti popok. Mendengar suara Mama akan melatih pendengarannya dan memperkaya bahasanya.
Coba gunakan boneka favoritnya untuk bermain peran, seolah boneka itu yang berbicara padanya. Ajarkan juga gerakan sederhana seperti melambaikan tangan untuk “bye-bye”.
Ajak si Kecil bermain cilukba, bernyanyi, atau bertepuk tangan bersama. Aktivitas sederhana ini membuat belajar bicara terasa menyenangkan sekaligus mempererat ikatan Mama dan bayi.
Baca Juga: Perkembangan Bayi 11 Bulan: Kognitif, Motorik, & Stimulasinya
3. Membacakan Buku
Membacakan buku cerita rutin bisa membantu stimulasi bahasa dan kognitif bayi. Pilih buku bergambar besar, berwarna cerah, atau dengan fitur pop-up agar si Kecil tertarik.
Libatkan bayi dengan membiarkannya membuka halaman atau menyentuh gambar timbul di buku.
Mama juga bisa mengajaknya mengobrol tentang gambar yang ada, sambil menunjukkan ekspresi wajah yang seru agar makin menarik. Stimulasi bayi 10 bulan satu ini bisa Mama lakukan setiap hari.
4. Bermain Cilukba
Aktivitas stimulasi bayi 10 bulan yang termudah ialah permainan cilukba. Permainan ini membantu si Kecil belajar bahwa orang atau benda yang tak terlihat belum tentu hilang.
Caranya mudah, Ma, cukup sembunyikan wajah Mama di balik tangan atau gorden sambil berkata, “Ciluk...ba!” Lakukan dengan ekspresi ceria agar ia tertarik.
Selain melatih kognitif, permainan ini juga memperkuat bonding dan membuat bayi merasa bahagia.
Baca Juga: Normalkah Bayi 10 Bulan Belum Bisa Duduk Sendiri dan Bagaimana Cara Stimulasinya?
5. Menyanyikan Lagu
Coba nyanyikan lagu-lagu ceria seperti Balonku atau Kalau Kau Suka Hati sambil beraktivitas bersama si Kecil, misalnya saat mandi atau mengganti popok.
Tunjukkan ekspresi wajah yang ceria dan buat suara-suara unik agar ia tertarik.
Tak hanya membuat bayi gembira dan lebih responsif, tapi juga melatih pendengaran serta kemampuan bahasanya sejak dini.
6. Biarkan Bayi Bebas Bereksplorasi
Sediakan area bermain yang menyenangkan dengan mainan ramah anak seperti boneka, bola, atau balok agar ia bebas bereksplorasi
Karena bayi 10 bulan mulai belajar berjalan, berdiri, dan merambat, penting bagi Mama untuk menciptakan lingkungan eksplorasi yang aman di rumah dan biarkan ia bebas kesana kemari.
Pastikan keamanan rumah dengan menutup stop kontak, menjauhkan benda tajam dan cairan berbahaya, serta memasang pagar di tangga.
Singkirkan benda kecil yang bisa tertelan dan beri pelindung di sudut meja. Dengan begitu, si Kecil bisa bermain dengan aman, sementara Mama tetap mengawasinya dengan tenang.
7. Ajarkan Si Kecil Makan Sendiri
Di usia 10 bulan, bayi mulai bisa menggenggam dan memasukkan makanan ke mulut sendiri.
Inilah saatnya Mama membiarkannya belajar makan mandiri dengan metode baby-led weaning, agar koordinasi tangan dan mulutnya makin terlatih.
Berikan makanan lembut yang dipotong kecil seukuran jari seperti wortel, alpukat, atau daging ayam.
Untuk minum, bantu ia berlatih menggunakan sippy cup agar terbiasa memegang dan menyesap sendiri dengan aman.
8. Bermain Sembunyi Mainan
Permainan sembunyi mainan bisa jadi cara stimulasi bayi 10 bulan yang seru, Ma.
Coba sembunyikan mainan favorit si Kecil di balik selimut atau gorden, tapi biarkan sedikit terlihat agar ia penasaran mencarinya.
Saat berhasil menemukan mainannya, beri pujian dengan ekspresi gembira. Kegiatan ini melatih daya ingat serta kemampuan berpikir bayi, sekaligus membuatnya percaya diri.
9. Menyusun Mainan Balok
Mainan stimulasi bayi 10 bulan ini dapat membantunya memahami konsep berat dan keseimbangan.
Cukup pastikan saja ukuran balok tersebut cukup besar untuk mencegah si Kecil memasukkan balok ke dalam mulutnya.
10. Memasukkan Benda ke dalam Wadah
Stimulasi bayi 10 bulan yang bisa dilakukan yaitu ajak si Kecil untuk memasukkan sejumlah benda atau mainan ke dalam sebuah wadah atau keranjang.
Tunjukkan terlebih dahulu bagaimana Mama memasukkan benda-benda tersebut. Lalu, biarkan si Kecil mencoba melakukan apa yang sudah Mama contohkan.
Aktivitas ini dapat membantu si Kecil agar lebih fokus sekaligus mendorong keterampilan koordinasi gerak antar objek.
11. Bantu Si Kecil Melangkah
Si Kecil akan mulai merangkak, lalu berusaha berdiri sambil berpegangan pada furnitur di sekitarnya. Setelah itu, ia perlahan mencoba melangkah, meski masih harus berpegangan.
Kadang, ia bahkan berani berdiri tanpa bantuan meski akhirnya jatuh duduk lagi. Tak perlu khawatir, Ma. Tetap awasi dan dukung ia dengan penuh semangat saat mulai menjelajahi rumah, ya!
Cara Mengetahui Bayi Kurang Terstimulasi
Bayi yang kurang terstimulasi biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti berikut:
- Kurang eksplorasi, cenderung pasif
- Kurang aktif bergerak
- Tidak ada kontak mata dengan orang di sekitarnya
Ciri-ciri ini bisa dikenali dari belum tercapainya milestone yang semestinya si Kecil lakukan. Mama Papa bisa terus mengasahnya dengan melakukan stimulasi bayi 10 bulan setiap harinya.
Baca Juga: Kenapa Balita Gemar Menghisap Ibu Jari?
Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan yang Perlu Diwaspadai
Jika di usia 10 bulan si Kecil memiliki tanda-tanda berikut, segera konsultasi ke dokter anak ya, Ma:
- Tidak merespons orang tua atau pengasuhnya
- Tidak berceloteh atau membuat dan menirukan suara tertentu
- Tidak ada usaha untuk berdiri atau merambat dari posisi duduknya
- Belum bisa memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
- Tidak tertarik untuk memegang mainan atau melempar barang di dekatnya
- Tidak mau belajar makan makanan padat
Untuk itu, selalu pantau milestone si Kecil dan lakukan stimulasi sesuai usianya. Bila perlu, konsultasikan ke dokter untuk tahu apa yang perlu Mama dan Papa lakukan sebagai stimulasi bayi 10 bulan.
Butuh insight dari ahli di tengah kesibukan? Jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor – tim ahli terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak. Hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk panduan lengkap dan eksklusif seputar cara pemenuhan nutrisi penting untuk daya tahan tubuh anak, cara stimulasi yang optimal, hingga strategi menjaga kesehatan si kecil di 1000 hari pertama usianya. Gratis!
