Kemampuan bicara dan berbahasa adalah salah satu indikator penting untuk menilai seberapa baik perkembangan seorang anak. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui cara agar anak cepat bicara!
Tahapan Perkembangan Bicara Anak Usia 1-3 Tahun
Pada usia 1 tahun, anak biasanya mulai mengucapkan 3-6 kata bermakna, meniru suara, serta memahami perintah satu langkah.
Memasuki usia 18–24 bulan, perkembangan bicaranya makin pesat. Anak sudah mampu menyebut sekitar 50 kata dan mulai menyusun dua kata menjadi kalimat pendek seperti “mau kue”.
Di usia 2 tahun, sebagian besar ucapan anak sudah dapat dimengerti orang lain dan ia mampu mengikuti dua perintah sekaligus. Saat menginjak usia 3 tahun, kemampuan berbicara anak umumnya makin jelas dan lancar.
Anak usia 3 tahun dapat mengucapkan kalimat yang lebih panjang (3–4 kata) dan mulai bisa berbicara dua arah dengan orang lain, termasuk menggunakan kata tanya, serta mampu bercerita singkat tentang kegiatan hariannya.
Baca juga: Tahap Perkembangan Bahasa Anak 1-5 Tahun dan Stimulasinya
Cara Agar Anak Cepat Bicara dan Lancar Mengucap Kata
Perkembangan bicara setiap anak tidak selalu sama, karena masing-masing anak berkembang pada waktunya sendiri. Berikut adalah beberapa cara agar anak cepat bicara yang dapat Mama lakukan di rumah:
1. Sering Ajak Anak Berkomunikasi
Kemampuan berbicara anak akan terus terasah jika lingkungan sekitarnya, terutama Mama dan Papa, terus mendorongnya untuk banyak bicara dan mengobrol.
Mama bisa mengajak Si Kecil berbicara di berbagai kesempatan, seperti saat makan, mandi, atau bermain. Gunakan kalimat sederhana tetapi penuh ekspresi agar si Kecil lebih mudah memahami pola komunikasi.
Respon setiap ocehan atau gesture anak, karena balasan dari Mama membantu ia belajar komunikasi dua arah secara alami. Kebiasaan kecil ini efektif sebagai salah satu cara agar anak cepat bicara dan lebih percaya diri meniru kosakata baru.
2. Bacakan Buku atau E-Book Cerita Anak
Kegiatan read-aloud membantu anak mengenal kosakata baru melalui cerita yang menarik dan intonasi suara yang kaya. Mama juga dapat menunjukkan gambar sambil menyebutkan nama benda agar ia lebih mudah memahami makna kata.
Membacakan buku secara rutin membuat anak terbiasa dengan struktur bahasa dan kalimat sederhana. Kebiasaan ini juga merangsang imajinasi serta kemampuan fokus Si Kecil saat mendengarkan cerita.
Mama bisa mencoba E-Book interaktif dari Nutriclub, seperti seri Petualangan Marlo, yang penuh ilustrasi dan cerita ramah anak. Cerita-cerita ini cocok sebagai stimulasi awal untuk memperkaya bahasa dan meningkatkan kosakatanya.
3. Ajak Bernyanyi (Baby Karaoke)
Anak-anak umur 2-3 tahun sedang sangat suka-sukanya bernyanyi. Jadi, gunakanlah kesempatan ini untuk mengajak si Kecil bernyanyi bersama-sama sebagai cara agar anak cepat bicara.
Supaya aktivitas bernyanyi bersama anak makin seru, Mama bisa menyediakan microphone karaoke rumahan untuk anak. Iringi dengan gerakan dan ekspresi lucu agar anak ikut meniru.
Dorong anak untuk bernyanyi sebisa mereka. Si Kecil pasti akan suka dengan kegiatan ini karena mereka bisa menari dan mendengar suara mereka menjadi lebih besar saat bernyanyi.
Baca Juga: Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Bicara, Apa Solusinya?
4. Gunakan Rekaman dan Video Interaktif
Teknologi juga bisa dimanfaatkan sebagai cara agar anak cepat bicara di samping interaksi tatap muka, misalnya dengan membuat video bersama anak.
Mama bisa merekam si Kecil beraktivitas seperti biasa sambil mengajaknya mengobrol tentang apa yang ia lakukan. Kemudian, putar kembali rekaman tersebut untuk membahasnya bersama si Kecil tentang apa yang Mama dan si Kecil bicarakan dalam video.
Cara agar anak cepat bicara lainnya adalah minta si Kecil untuk mengambil foto dari kamera smartphone Mama. Kemudian, minta anak untuk menceritakan foto itu kepada Mama dan Papa semampu mereka.
5. Lakukan Video Call dengan Keluarga
Tanpa disadari komunikasi virtual seperti lewat video call via Skype atau WhatsApp bisa menjadi salah satu cara menumbuhkan interaksi sosial agar anak cepat bicara.
Si Kecil jadi ingin ikut menunjukkan wajah dan berbicara kepada orang yang ada di layar seperti kakek-nenek, bibi-paman, teman, atau siapa pun karena melihat Mama dan Papa melakukannya. Jadi anak tahu:
- Caranya bergiliran selama bercakap-cakap.
- Menjelaskan sesuatu kepada orang lain yang berada jauh dari dirinya, atau tidak berada di ruangan yang sama.
- Bisa melihat reaksi orang yang ia ajak bicara.
- Menambah kosakata dari orang lain selain Mama dan Papa.
6. Hindari Baby Talk
Suara cadel Si Kecil memang menggemaskan, Ma, tapi usahakan untuk tidak membalasnya dengan baby talk. Pasalnya, kebiasaan ini bisa membuatnya sulit belajar mengucapkan kata dengan benar.
Saat anak mencoba bicara tetapi pelafalannya belum tepat, Mama bisa langsung mencontohkan pengucapan yang benar. Misalnya, ketika ia bilang “cing”, Mama bisa menimpali, “Iya, Nak, itu kucing.”
Hindari mengkritik atau memarahinya saat salah menyebut kata, karena hal itu bisa membuatnya takut mencoba kembali. Respons lembut dari Mama membantu ia lebih percaya diri untuk belajar berbicara.
7. Ajarkan Anak Menyebut Nama Benda
Beberapa anak hanya menunjuk benda yang diinginkan tanpa mengucapkan apa pun, sehingga Mama jangan langsung memberikannya. Coba narasikan dulu kebutuhannya agar ia memahami konteks kata yang ingin disampaikan.
Setelah itu, motivasi Si Kecil untuk mengulangi nama benda, misalnya, “Adik haus? Mau susu? Coba bilang su-su.” Dengan begitu, anak belajar menirukan kata yang sesuai dengan kebutuhannya.
Di kesempatan lain, saat ia kembali menunjuk susu, Mama bisa langsung memintanya menyebutkan kata tersebut. Cara ini membantu anak memahami bahwa setiap benda punya nama dan harus diucapkan dengan jelas agar orang lain mengerti.
Baca Juga: 5 Cara Efektif Mengajari Anak Mendeskripsikan Benda
8. Berikan Pilihan untuk Meningkatkan Motivasi Bicara
Cara supaya anak cepat bicara selanjutnya adalah dengan memberikan pilihan. Dengan begitu anak termotivasi untuk menyebutkan nama benda yang ia inginkan.
Misalkan, Mama akan mengajak si Kecil playdate di kids cafe. Sampai di sana, tanyakan pada si Kecil, “Adik mau makan apa? Pasta atau roti?”
Apabila ia hanya menunjuk atau menggunakan gestur tubuh lainnya, Mama dapat terus motivasi anak sampai ia menyebutkan makanan pilihannya.
Tips Melatih Anak Berbicara di Rumah
Agar stimulasi lebih efektif, Mama bisa membangun kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Berikut beberapa cara melatih anak berbicara di rumah yang mudah diterapkan:
- Konsistenkan stimulasi setiap hari melalui percakapan ringan dan responsif.
- Gunakan waktu bermain sebagai media belajar bicara, seperti menyebutkan warna, bentuk, atau nama benda.
- Batasi screen time maksimal 1 jam/hari; AAP menegaskan bahwa paparan layar berlebihan dapat menghambat perkembangan bahasa.
Jika Bunda ingin mendukung perkembangan dan kemampuan berpikir si Kecil di masa emas pertumbuhannya, ada baiknya memilih nutrisi yang sudah dirancang secara ilmiah dan terbukti klinis.
Nutrilon Royal 3 satu-satunya formula teruji klinis yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula to Win". Dukung daya tahan tubuh dan kemampuan berpikir si Kecil demi persiapkan anak untuk menang. Dapatkan produk Nutrilon terlengkap hanya di NutriShop.
Waspadai Tanda Keterlambatan Bicara (Red Flags)
Jika Mama merasa kemampuan bicara si Kecil cenderung tidak sesuai dengan usianya atau si Kecil tidak juga lancar bicara setelah distimulasi, segera konsultasi ke dokter spesialis anak.
Terutama jika anak menunjukkan salah satu atau beberapa red flags tanda keterlambatan bicara dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) berikut ini:
- Tidak mengoceh (babbling) sampai usia 12 bulan.
- Tidak ada satu kata yang bukan mengoceh atau meniru ucapan orang lain pada usia 16 bulan.
- Pada usia 20 bulan, anak tidak bisa menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap benda.
- Pada usia 20 bulan, anak belum mampu membagi perhatian atau menunjukkan ketertarikan dengan orang lain.
- Tidak mampu membuat frase yang bermakna setelah usia 24 bulan.
- Orang tua masih belum memahami kata demi kata yang dikeluarkan si Kecil pada usia 30 bulan.
- Sering mengulang ucapan orang pada usia 30 bulan.
- Respon yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi.
- Hilangnya kemampuan bicara yang sebelumnya telah tercapai.
Mengetahui tanda-tanda keterlambatan bicara tersebut sangat penting agar si Kecil segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin sesuai kebutuhannya.
Lalu jika masih butuh insight soal tumbuh kembang anak dari ahli di tengah kesibukan, jangan ragu untuk diskusi langsung dengan Nutriclub Expert Advisor. Tim ahli kami yang terpercaya di bidang nutrisi, parenting, dan tumbuh kembang anak hadir 24/7 untuk bantu Mama, gratis dan tanpa perlu buat janji.
