Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

aspek-emosional-dalam-perkembangan-otak-si-kecil_large
Perkembangan Otak

Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 1-5 Tahun

15 Januari 2020

Perkembangan emosi adalah salah satu aspek dalam ranah tumbuh kembang anak yang penting dipantau tiap orang tua. Aspek ini berkaitan erat dengan kemampuannya berinteraksi, berempati, hingga mengekspresikan senyum dan tawa.

Oleh karena itu, Mama Papa perlu memahami perkembangan emosinya secara menyeluruh agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki si Kecil, sekaligus memahami seperti apa stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak di periode emasnya. 

Untuk tahu lebih lengkapnya, yuk simak ulasan tahap perkembangan emosi pada anak berdasarkan usianya berikut ini!

Apa Pentingnya Memahami Perkembangan Emosi Anak?

Perkembangan emosional berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami dan mengelola segala bentuk emosi yang ia rasakan dengan cara yang sehat. 

Berbeda dengan kemampuan kognitif yang lebih fokus kepada kemampuan membaca huruf, mengenali angka, berhitung, dan menulis, keterampilan emosi lebih berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami dan mengelola segala bentuk emosi yang ia miliki, baik emosi positif maupun negatif, dengan cara yang sehat. 

Dengan kata lain, perkembangan emosional menyangkut kepada bagaimana cara anak berperilaku baik, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, serta bagaimana ia bisa luwes bergaul dengan teman-teman sebayanya dan berinteraksi dengan orang dewasa.

Seiring bertambahnya usia, perkembangan emosi anak akan semakin kompleks sesuai dengan pengalaman hidup yang didapatkannya. 

Anak yang mampu mengelola perasaan nantinya akan mampu mengembangkan diri yang positif dan jadi pribadi yang percaya diri. Karena itu, mengenali perkembangan emosi menjadi hal yang sangat penting untuk kesehatan mental anak.

Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 1-5 Tahun

Semakin bertambahnya usia, kemampuan sosial dan emosional anak semakin bertambah, dan setiap anak memiliki tahapan yang berbeda. Inilah tahap perkembangan emosional anak usia 1-5 tahun yang perlu Mama dan Papa ketahui:

1. Perkembangan Emosi Anak Usia 1 Tahun

Meski usianya masih terbilang dini, perkembangan emosi anak usia 1 tahun sebetulnya sudah mulai terlihat, Ma. Sebagai contoh, saat bermain dengan teman-temannya, ia merasa senang dan menikmati waktu tersebut. Ia bahkan menunjukkannya dengan tersenyum dan tertawa. 

Beberapa anak bahkan bisa cukup peka merasakan kesedihan serta kebahagiaan temannya saat bermain. Contoh perkembangan emosi anak di usia ini adalah ikut merasa sedih melihat temannya menangis. Ini artinya, si Kecil sudah bisa memperlihatkan empati atau bereaksi terhadap emosi orang lain layaknya hal tersebut terjadi pada dirinya. 

Di usia ini, anak juga semakin sering melemparkan senyum manisnya saat diajak bicara oleh orang lain. Meski begitu, tak sedikit juga anak yang masih merasa malu dan khawatir saat bertemu orang baru.

Anak Mama juga sedang senang-senangnya menunjukkan kemampuan barunya, entah itu belajar berdiri, berjalan, ataupun berbicara.

Akan tetapi, si Kecil terkadang bisa merasakan gelisah, cemas, bahkan menangis karena kesepian ketika ia tidak melihat Mama dan Papa di dekatnya saat bermain, juga saat ia merasa lelah, sakit, atau ketakutan. 

Jadi, sebisa mungkin orang tua harus selalu stand by di dekatnya, ya. Terutama karena di usia ini ia mulai lebih aktif menjelajah seisi rumah untuk menunjukkan kemandiriannya belajar berdiri dan berjalan sendiri. Dengan berada di dekatnya, Mama bisa mengantisipasi risiko si Kecil jatuh atau cedera karena keseimbangan tubuhnya belum terlalu baik. 

2. Perkembangan Emosi Anak Usia 2 Tahun

Menginjak usia 2 tahun, Mama mungkin akan menyadari kalau si Kecil sering kali mengalami perubahan emosi yang begitu cepat. Misalkan, mulanya tampak senang dan bahagia, tiba-tiba cemberut, rewel, dan menangis tanpa alasan yang jelas. 

Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir karena perubahan suasana hati ini hanyalah tahapan perkembangan emosinya. 

Si Kecil pun sudah pintar memperlihatkan emosinya, seperti ia akan ikut sedih ketika melihat temannya menangis. Tak jarang bila anak usia 2 tahun sulit mengendalikan emosinya. 

Itu kenapa di fase inilah rata-rata anak juga mengalami tantrum. Dalam kondisi tertentu yang membuatnya tak nyaman, si Kecil mungkin akan kesulitan dalam mengatur emosinya sehingga ia memilih menangis dan bahkan hingga menggigit, menendang, atau menjerit-jerit. 

Hal ini biasanya terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya atau berusaha ingin menyampaikan apa yang ia rasakan hingga membuatnya frustrasi.

3. Perkembangan Emosi Anak Usia 3 Tahun

Anak usia 3 tahun biasanya semakin senang bermain dengan teman sebaya, serta makin merasa nyaman dengan dirinya sendiri, Ma. 

Anak Mama mungkin sudah bisa menggunakan ekspresi sederhana seperti "Aku marah!", "Aku sedih!" atau "Aku senang!" untuk memberi tahu Mama apa yang mereka rasakan. Ia pun akan tertawa saat menemukan sesuatu yang lucu, atau menangis saat ada yang membuatnya sedih atau marah. 

Bila ingin sesuatu, ia harus segera memenuhinya saat itu juga, walaupun harus bersikap agresif kepada orang lain, seperti merengek atau menangis meraung. Atau saat si Kecil sedang bermain bersama temannya, ia bisa tiba-tiba merebut mainan atau merampas mainannya.

Hal ini sesungguhnya masih wajar, kok, Ma, karena pada usia ini kontrol anak belum berkembang dengan baik. 

4. Perkembangan Emosi Anak Usia 4 Tahun

Anak usia 4 tahun biasanya sudah bisa membuat candaan yang membuat orang tua dan anggota keluarga lainnya tertawa. Mereka juga sudah bisa menertawakan hal-hal yang menurut mereka lucu. 

Di usia ini, rasa empati anak Mama mulai muncul sehingga membuat mereka lebih perhatian terhadap teman-teman sebayanya. Mereka mulai menyadari bahwa orang lain juga memiliki perasaan. 

Misalnya, saat teman sebayanya sedang merasa sedih atau terluka, si Kecil akan ikut bersedih dan berusaha menunjukkan perhatian dengan cara menenangkannya. Tak jarang ia mungkin akan menunjukkan rasa sayangnya dengan memeluk atau mencium teman yang sedang sedih. 

Selain itu, contoh perkembangan emosi anak usia 4 tahun berikutnya adalah si Kecil sudah mulai bisa menunjukkan hal-hal yang ia suka dan hal-hal apa saja yang membuatnya tidak senang.

Di sisi lain, si Kecil mungkin mulai menggunakan pukulan, gigitan, ataupun dorongan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah atau konflik dengan teman sebayanya dan orang lain. Ini karena mereka belum dapat memahami bagaimana caranya menyelesaikan konflik.

5. Perkembangan Emosi Anak Usia 5 Tahun

Usia lima tahun adalah masa prasekolah sebelum ia memasuki bangku sekolah. Pada usia ini, anak Mama akan mengalami fase perkembangan emosi yang drastis. Ia jadi jauh lebih baik dalam mengatur emosi, serta mampu berbicara tentang perasaan mereka dengan mudah. 

Itu karena pada usia ini, kontrol anak sudah mulai berkembang dengan baik. Mereka mungkin akan mulai belajar sabar menunggu giliran saat bermain. Ia juga mungkin akan sering bertanya kepada Mama dan Papa terlebih dahulu sebelum mengambil sesuatu yang bukan miliknya. 

Namun, ketika ada sesuatu yang memicu anak marah, ia mungkin cenderung mengungkapkan kemarahannya dengan kata-kata daripada melakukan melakukan tindakan fisik atau berbuat ulah. Di momen ini, anak mungkin akan kedapatan menggunakan kata-kata kasar dan menyebut nama saat sedang marah atau kesal. 

Di usia lima tahun, Mama juga mulai perlu membantu kesiapan si Kecil untuk bersekolah dengan mengembangkan kemampuan emosional, serta menumbuhkan motivasi belajar, dan kemampuan intelektualnya. 

Tetap ajarkan ia untuk bersabar menunggu giliran ya, Ma, tekankan pentingnya menaati aturan, dan ajaklah si Kecil untuk memahami pendapat orang lain sehingga sikap agresifnya bisa perlahan-lahan berkurang.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Fisik Anak Usia Dini

Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Emosi Anak

Perlu diingat ya, Ma, tiap anak tumbuh dalam kecepatan yang berbeda-beda. Mama bisa memberikan si Kecil berbagai stimulasi yang dapat mendukung perkembangan anak usia balita dari sisi emosionalnya. Berikut penjelasannya. 

1. Melatih Anak Mandiri

Pada usia 1-2 tahun, anak sedang merasakan separate anxiety atau merasa tidak nyaman ketika berpisah dengan seseorang.

Untuk melatih agar ia lebih mandiri, Mama bisa terpisah sebentar dengan si Kecil. Tidak perlu terlalu lama, paling tidak sekitar 10-15 menit dan bisa ditingkatkan bila si Kecil tenang.

Saat akan pergi, hindari untuk pergi secara tiba-tiba atau sambil bersembunyi. Coba biasakan untuk berpamitan. Katakan padanya kalau Mama pergi sebentar dan akan kembali secepatnya.

Ketika Mama pulang, sambut si Kecil dengan antusias dan beri perhatian penuh padanya. Ini akan membuat anak merasa nyaman dan aman.

2. Ajarkan Konsep Berbagi dan Bergiliran

Meski anak di usia dini sudah mulai paham konsep berbagi dan bermain bergiliran, terkadang ada saja masanya ia mungkin bersikap agresif atau mau menang sendiri ke teman sepermainannya, dengan cara merebut mainan atau tidak meminjamkan mainan kepada temannya. 

Jika hal itu terjadi, coba tanyakan kepada si Kecil mengapa ia melakukan itu. Lalu, ajarkan ia untuk berbagi mainan sambil meyakinkannya bahwa ia akan mendapatkan mainan itu kembali setelah dimainkan oleh temannya. 

Selain itu, Mama juga bisa mengajak si Kecil bermain bersama untuk mengajarkannya konsep berbagi dan bermain bergiliran. 

Misalnya, Mama bisa bilang “Nah, sekarang giliran kakak yang melempar bola” atau ”Sekarang, giliran Mama ya yang menendang bola”. Jika anak memahami konsep berbagi dan bermain bergiliran, jangan lupa berikan pujian, ya.

Mama bisa pula mengajarkan anak untuk berbagi dengan temannya dengan cara sederhana, seperti ketika Bunda memberikan si Kecil biskuit atau permen, bawakan dengan porsi lebih dan bimbing anak untuk membagi biskuitnya kepada teman-temannya.

4. Ingatkan Anak Tentang Sopan Santun

Mengajarkan sopan santun kepada si Kecil dengan memberikan contoh yang baik untuknya juga menjadi cara stimulasi untuk mendukung perkembangan emosi anak balita. 

Sering-seringlah mengucapkan “tolong”, "terima kasih", dan "maaf" setiap kali diperlukan. Coba tunjukkan sikap baik ini melalui perilaku sehari-hari untuk sekaligus membantu anak untuk mengembangkan kemampuan sosialnya. 

Mulailah dari hal-hal yang sederhana, seperti mengucapkan “tolong” saat meminta sesuatu, bilang “terima kasih” saat sudah mendapatkan apa yang diinginkan, atau atau meminta maaf bila tidak sengaja menjatuhkan barang milik orang lain.

5. Ajak Anak Menggambar Ekspresi Wajah

Pada usia ini, anak Mama sudah mulai bisa menunjukkan berbagai macam emosi. Entah itu sedih, senang, marah, ataupun kesal. 

Anak Mama sendiri perlu mengenal dan memahami emosi serta perasaannya agar kelak ia bisa berkomunikasi dengan efektif, membangun hubungan yang lebih baik, dan menghindari atau menyelesaikan konflik. 

Mengenal emosi juga dapat membantu anak mengekspresikan apa yang anak rasakan atau butuhkan dengan jelas, Ma.

Oleh karena itu, Mama bisa mengajarkan mereka bagaimana mengenali dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat. Salah satu caranya, yakni dengan mengajak anak menggambar ekspresi wajah. 

Mula-mula, Mama bisa membagikan kertas berwarna kepada anak dan minta mereka untuk menggambar beragam jenis ekspresi, seperti senang, sedih, takut, sakit, dan marah. Agar semakin seru dan menyenangkan, minta ia untuk menebak atau memperagakan ekspresi tersebut.

Mama bisa memberikan pertanyaan kepadanya tentang apa penyebab emosi tersebut dan bagaimana solusi yang pantas diberikan kalau ia mengalami hal tersebut. 

Stimulasi ini sangat bagus dilakukan agar anak semakin tahu emosi yang dia rasakan. Dengan begitu, emosinya pun akan terasa stabil saat dewasa nanti.

6. Bacakan Cerita atau Dongeng

Agar lebih ‘sukses’ membantu mengendalikan emosi si Kecil, Mama bisa mengajarkan sebuah permainan, lagu, atau membacakan sebuah cerita atau dongeng yang berkaitan dengan emosi.

Tentu saja cerita dongeng atau lagu yang dipilih haruslah yang mengandung nilai-nilai positif ya, Bun, untuk dijadikan contoh dalam kehidupan nyata si Kecil.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kemampuan Imajinasi Balita

Nah, itulah tadi berbagai aspek perkembangan emosi anak usia 1-5 tahun serta ragam stimulasi yang bisa Mama lakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

Jika si Kecil sudah berusia 1 tahun, jangan lupa Mama bantu lengkapi kebutuhan asupan nutrisi hariannya dengan memberikan susu pertumbuhan yang difortifikasi seperti susu Nutrilon Royal 3 sebanyak tiga kali sehari 

Susu Nutrilon Royal 3 dilengkapi dengan formula ACTIDUOBIO+, yaitu perpaduan FOS:GOS rasio 1:9 paling tinggi dan teruji klinis serta kandungan omega 3 & 6 serta zat besi dan DHA yang lebih tinggi untuk mendukung daya tangkap si Kecil dan mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Supaya Mama selalu update dengan informasi seputar nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak, yuk daftar di MyNutriclub sekarang! Di sini, Mama juga bisa dapatkan konten-konten digital eksklusif Podcast, E-book hingga Kulwap yang dimoderatori langsung oleh para ahli di bidangnya.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Social - Emotional Development - Kamloops Childrens Therapy. (2023). Kamloops Childrens Therapy. https://www.kamloopschildrenstherapy.org/social-emotional-toddler-milestones.htm
  2. Verywell. (2022). 1-Year-Old Child Development Milestones. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/1-year-old-developmental-milestones-289864
  3. Emotional Development: 1 Year Olds. (2023). HealthyChildren.org. https://healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Emotional-Development-1-Year-Olds.aspx
  4. Emotional Development: 2 Year Olds. (2023). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Emotional-Development-2-Year-Olds.aspx
  5. Morin, A. (2019, October 16). Developmental milestones for 2-year-olds. Understood.org. https://www.understood.org/en/articles/developmental-milestones-for-typical-2-year-olds
  6. Verywell. (2022). 2-Year-Old Child Development Milestones. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/2-year-old-developmental-milestones-2631964
  7. Byrd, F. (2010, November 9). Preschooler Emotional Development. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/parenting/preschooler-emotional-development#1
  8. Social-Emotional Development: Preschool Children | Virtual Lab School. (2014). Virtuallabschool.org. https://www.virtuallabschool.org/preschool/social-and-emotional-development/lesson-2
  9. Parents. (2013). What Toddler Social Development Looks Like: Ages 1 and 4. Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/social/social-development-milestones-ages-1-to-4/
  10. Verywell. (2021). 3-Year-Old Child Development Milestones. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/3-year-old-developmental-milestones-2764712#toc-3-year-old-emotional-and-social-milestones
  11. 3-4 years: preschooler development. (2022, December 16). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/preschoolers/development/development-tracker/3-4-years#:~:text=During%20this%20year%20your%20child,shows%20affection%20for%20familiar%20people
Artikel Terkait
floating-icon