Loading...
    Banner Artikel Makanan Tinggi Zat Besi untuk Bayi dan Cara Penyajiannya
    Nutrisi

    Makanan Tinggi Zat Besi untuk Bayi dan Cara Penyajiannya

    Disusun oleh: Tim Penulis

    Diterbitkan: 15 Mei 2025


    • Kebutuhan Zat Besi untuk Bayi Berdasarkan AKG 2019
    • Sumber Makanan Tinggi Zat Besi untuk Bayi
    • Cara Meningkatkan Penyerapan Zat Besi pada Bayi
    • Contoh Menu MPASI Kaya Zat Besi untuk Bayi

    Ada banyak pilihan makanan tinggi zat besi untuk bayi yang bisa bantu mendukung tumbuh kembang dan kesehatan si Kecil. Cari tahu rekomendasi makanannya dan cara memaksimalkan penyerapan zat besi!

    Kebutuhan Zat Besi untuk Bayi Berdasarkan AKG 2019

    Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan zat besi harian yang perlu diperoleh bayi adalah:

    • Usia 0–6 bulan: 0,3 mg per hari 
    • Usia 6–12 bulan: 11 mg per hari

    Zat besi penting untuk membantu pembentukan sel darah merah, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh si Kecil. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia yang memengaruhi imun dan fungsi kognitif bayi.

    Oleh karena itu, penting bagi Mama mengetahui jenis makanan kaya zat besi untuk bayi.

    Sumber Makanan Tinggi Zat Besi untuk Bayi

    Memenuhi kebutuhan zat besi bayi bisa dimulai dari pemberian makanan yang tepat sejak awal masa MPASI. Berikut pilihan makanan tinggi zat besi untuk bayi yang dapat Mama berikan!

    1. ASI

    ASI mengandung zat besi, yakni sekitar 0,2–0,4 mg per liter. Jumlah ini terbatas, tapi masih mampu mencukupi kebutuhan zat besi bayi hingga usia 6 bulan karena zat besi dalam ASI sangat mudah diserap. 

    Mulai usia 6 bulan, kebutuhan zat besi bayi meningkat sehingga asupan dari ASI saja tidak lagi cukup sehingga si Kecil membutuhkan tambahan zat besi dari MPASI.

    2. Sumber Zat Besi Hewani (Heme Iron)

    Zat besi heme adalah jenis zat besi dari sumber makanan hewani yang lebih mudah diserap dan digunakan tubuh. Berikut makanan tinggi zat besi untuk bayi dari sumber hewani yang cocok dijadikan MPASI:

    • Daging sapi: 2.2 mg zat besi per 100 gram. 
    • Daging kambing: 1.78 mg zat besi per 100 gram.
    • Hati ayam: 13 mg zat besi per 100 gram.
    • Hati sapi: 6.5 mg zat besi per 100 gram.
    • Ikan: 1.6 mg zat besi per 100 gram.

    Baca Juga: 15 Jenis Ikan untuk MPASI yang Tinggi Omega-3 dan DHA

    3. Sumber Zat Besi Nabati (Non-Heme Iron)

    Zat besi non-heme adalah jenis zat besi yang berasal dari makanan nabati, seperti sayur dan buah serta kacang-kacangan.

    Berikut pilihan makanan tinggi zat besi untuk bayi dari sumber nabati beserta kandungannya per 100 gram:

    • Bayam: 3.5 mg per 100 gram
    • Kangkung: 2.5 mg per 100 gram
    • Brokoli: 0.75 mg per 100 gram
    • Kacang merah: 3.7 mg per 100 gram
    • Edamame: 2.27 mg per 100 gram
    • Tahu: 1.5 mg per 100 gram

    Baca Juga: 10 Nutrisi Penting untuk Penguat Imun Bayi

    Cara Meningkatkan Penyerapan Zat Besi pada Bayi

    Penyerapan zat besi dari makanan belum tentu maksimal. Oleh karena itu, Mama bisa bantu optimalkan lewat kombinasi MPASI dengan bahan yang mendukung penyerapannya.

    1. Kombinasi dengan Makanan Kaya Vitamin C

    Tubuh si Kecil tidak bisa menyerap zat besi nabati seefisien zat besi hewani, lantaran zat besi dari tumbuhan lebih sulit diserap tubuh dibandingkan dari hewani.

    Maka, Mama perlu mengombinasikannya dengan makanan sumber vitamin C untuk penyerapan yang maksimal.

    Sebagai contoh, Mama bisa sajikan puree bayam dengan campuran labu kuning yang tinggi vitamin C atau memberikan potongan buah stroberi sebagai dessert finger food setelah si Kecil makan puree bayam.

    2. Hindari Makanan Penghambat Penyerapan Zat Besi

    Saat mengolah makanan tinggi zat besi untuk bayi, sebaiknya jangan dicampur dengan makanan yang mengandung fitat seperti jagung, gandum, oat, kacang kedelai, kacang almond, kacang kenari, dan biji wijen.

    Asam fitat dapat mengurangi penyerapan zat besi dalam tubuh. Makanan tinggi kalsium seperti krim dan keju juga sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan MPASI tinggi zat besi, karena bisa mengurangi penyerapannya di tubuh si Kecil.

    3. Masak MPASI dengan Tepat

    Cara mengolah MPASI juga berpengaruh terhadap penyerapan zat besi dalam tubuh si Kecil. Teknik memasak yang tepat bisa meningkatkan ketersediaan zat besi dari makanan.

    Sebagai contoh, bayam sebaiknya dimasak cepat dan menggunakan sedikit air, seperti ditumis atau dikukus saja agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.

    Mama juga bisa merebus bayam tapi cukup 1 menit dengan air secukupnya. Setelah matang, segera bilas bayam dengan air dingin untuk menghentikan proses pemasakan.

    Jika ingin mengolah kacang-kacangan, rendam dulu agar kandungan asam fitatnya berkurang. Jadi, olah makanan dengan baik dan tepat ya, Ma!

    Baca Juga: Panduan Lengkap Pemberian MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan

    Contoh Menu MPASI Kaya Zat Besi untuk Bayi

    ​Berikut beberapa resep MPASI kaya zat besi yang dapat Mama coba untuk si Kecil:

    1. Puree Daging Sapi dengan Ubi Dan Wortel

    Puree daging sapi cocok untuk MPASI karena tinggi zat besi hewani dan teksturnya lembut sehingga mudah dikunyah si Kecil. Mama bisa memasaknya dengan slow cooker atau alat MPASI lainnya agar lebih praktis.

    Bahan yang perlu disiapkan (untuk 1-2 porsi):

    • 75 gram daging sapi rebus
    • 1 wortel yang dikupas dan diris
    • 200 gram ubi jalar yang dikupas dan dipotong
    • 400 ml air

    Cara membuatnya cukup mudah. Masukkan daging sapi, wortel, dan ubi ke dalam panci berisi air, lalu tutup dan masak dengan api kecil selama 20–25 menit hingga semua bahan empuk.

    Setelah matang, blender daging dan sayuran bersama 2–3 sendok ASI hingga halus sesuai tekstur yang diinginkan.

    Baca Juga: Apa Itu MPASI dan Bagaimana Cara Memulainya?

    2. Bubur Hati Ayam Dengan Bayam Dan Tomat

    Untuk menyiapkan menu ini, Mama perlu menyiapkan:

    • 1 sdm beras
    • 1 potong kecil hati ayam
    • 1 genggam bayam, siangi
    • 1 buah tomat kecil, kupas kulitnya
    • 250 ml air

    Kemudian, masak beras dan hati ayam dalam air mendidih hingga setengah matang. Tambahkan tomat dan bayam, lalu lanjutkan memasak sampai semua bahan empuk.

    Setelah matang, blender semua bahan hingga halus, atau sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan si Kecil. MPASI bubur hati ayam ini bisa untuk 2x makan.

    3. Omelet Kuning Telur Keju dan Brokoli

    Menu makanan tinggi zat besi untuk bayi ini ideal karena kaya protein dan zat besi dari kuning telur, dan kalsium dari keju. Brokoli menambah serat dan vitamin C untuk bantu penyerapan zat besi.

    Bahan yang perlu disiapkan (untuk 1 porsi):

    • 1 butir kuning telur
    • 1 sdm keju parut
    • 1 sdm brokoli cincang halus (kukus dulu agar empuk)

    Mama hanya perlu mengocok kuning telur, lalu mencampurnya dengan keju dan brokoli kukus. Masak di atas wajan antilengket dengan api kecil hingga matang kedua sisi, ya!

    Yuk, lengkapi variasi menu harian si Kecil dengan pilihan MPASI bergizi lainnya. Mama bisa temukan lebih banyak inspirasi lezat dan bernutrisi di E-book Kreasi MPASI untuk Imunitas si Kecil. Koleksi inspirasi menunya variatif, jadi si Kecil tidak cepat bosan!

    Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama

    Centers for Disease Control and Prevention. (2024, April 1). Iron. Infant and Toddler Nutrition. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/iron.html

    Editorial Team. (2021, February). Iron in foods. https://www.healthlinkbc.ca/healthlinkbc-files/iron-foods

    Editorial Team. (2023). 10 foods that contain iron to help prevent anemia. https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/10-foods-that-contain-iron-to-help-prevent-anemia

    Finn, K., Callen, C., Bhatia, J., Reidy, K., Bechard, L. J., & Carvalho, R. (2017). Importance of dietary sources of iron in infants and toddlers: Lessons from the FITS study. Nutrients, 9(7), 733. https://doi.org/10.3390/nu9070733

    Gluck, J. (n.d.). Iron in chicken livers vs. beef liver. LIVESTRONG.COM. https://www.livestrong.com/article/394660-iron-with-chicken-livers-vs-beef-liver/

    Kubala, J. (2023, February 8). 11 healthy foods that are very high in iron. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/healthy-iron-rich-foods

    Kubala, J. (2023, April 3). How to increase iron absorption from foods. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/increase-iron-absorption

    Qasem, W. A., & Friel, J. K. (2015). An overview of iron in term breast-fed infants. Clinical Medicine Insights: Pediatrics, 9, 79–84. https://doi.org/10.4137/CMPed.S26572

    Tan, V. (2023, April 24). How to increase the absorption of iron from foods. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/increase-iron-absorption

    Ziegler, E. E. (2011). Consumption of cow's milk as a cause of iron deficiency in infants and toddlers. Nutrition Reviews, 69(Suppl 1), S37–S42. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2011.00431.x

    Cookpad. (n.d.). Brokoli cheese omelette MPASI. https://cookpad.com/id/resep/13805925-brokoli-cheese-omelette-mpasi?utm_source=chatgpt.com

    Cookpad. (n.d.). MPASI 6+: Bubur hati ayam bayam. https://cookpad.com/id/resep/16838021-mpasi-6-bubur-hati-ayam-bayam?utm_source=chatgpt.com

    Orami. (n.d.). Resep MPASI daging sapi. https://www.orami.co.id/magazine/resep-mpasi-daging-sapi?utm_source=chatgpt.com

    Artikel Terkait