Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Stimulasi

Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan dan Stimulasi yang Tepat

Article By : Annisa Amalia Ikhsania

Ada banyak perkembangan baru yang dialami bayi di bulan ke-9 ini yang mengejutkan dan pasti akan membuat Mama dan Papa bangga. Salah satunya, ocehan si Kecil kini sudah mulai terdengar seperti kata, frasa, atau kalimat bermakna. Ia juga semakin pintar dan senang bereksplorasi. 

Oleh karenanya, pastikan Mama memberi stimulasi yang tepat ​​untuk mengoptimalkan perkembangan bayi di usia 9 bulan ini.

Kami dari tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Mama tentang perkembangan bayi usia 9 bulan selengkapnya di sini.

Perkembangan Tinggi dan Berat Badan Bayi 9 Bulan

Dari segi fisik, tinggi dan berat badan bayi di usia 9 bulan sudah bertambah banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. 

Menurut Standar Antropometri Anak Kemenkes RI rata-rata berat badan bayi 9 bulan laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut: 

  • Bayi laki-laki: 7,1 - 9,9 kg dengan panjang badan 67,5 - 74,2 cm.

  • Bayi perempuan: 6,5 - 9,3 kg dengan panjang badan 65,3 - 72,6 cm.

Apabila tinggi dan berat badan bayi 9 bulan kurang dari rata-rata di atas, Mama perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan saran yang tepat.

Sebab, pertambahan berat dan tinggi badan merupakan acuan untuk memantau apakah pertumbuhan bayi sudah sesuai jalur grafik pertumbuhan WHO atau belum.

Memantau pertumbuhan tinggi dan berat badan si Kecil juga sangat penting untuk mengantisipasi risiko masalah kesehatan terkait status gizi, seperti gizi buruk, wasting, stunting, kwashiorkor dan marasmus, hingga obesitas.

Usia Bayi 9 Bulan Sudah Bisa Apa Saja?

Tidak hanya kemampuan fisiknya yang semakin berkembang, bayi 9 bulan sudah bisa menunjukkan berbagai keterampilan yang menggemaskan dan mengejutkan Mama dan Papa. 

Mama pasti akan bertanya-tanya, bayi 9 bulan bisa apa saja? Berikut adalah berbagai perkembangan bayi 9 bulan sesuai milestone yang perlu Mama ketahui selengkapnya. 

1. Mahir Merangkak

Milestone yang paling terlihat ditunjukkan bayi pada usia 9 bulan ini adalah kemahirannya merangkak sambil memegang mainan di satu tangannya. 

Si Kecil sekarang mulai bisa meraih dan menggenggam mainan di salah satu tangan ketika merangkak, kemudian mendorong diri mereka sendiri menggunakan tangan yang bebas dan kedua lututnya untuk terus bergerak maju.

Beberapa dari mereka bahkan dapat merangkak naik turun tangga dengan mudah.

Selain itu, bayi juga semakin mahir mengubah posisi tubuhnya dengan cepat. Mulai dari posisi merangkak kemudian duduk tanpa sandaran, lalu memutar badannya untuk mengambil mainan. 

2. Berdiri Sambil Berpegangan

Ketika berbicara tentang perkembangan bayi dari bulan ke bulan, salah satu acuan yang lazim dipakai oleh dokter spesialis anak adalah kurva perkembangan Denver.

Menurut kurva Denver, bayi akan mulai belajar berdiri pada usia 7-9 bulan karena di rentang umur inilah otot-otot di tungkai bawahnya mulai menguat. 

Pada awalnya, bayi akan mencoba mengangkat badannya ke posisi berdiri dengan meraih dan berpegangan pada sofa. Setelah semakin mahir, bayi perlahan-lahan akan mulai mencoba menjelajah ruangan dengan merambat, yaitu melangkah dengan sambil berpegangan pada furniture di dekatnya.

Meski demikian, saat ini si Kecil belum langsung bisa berjalan sendiri. Ia masih perlu berpegangan atau ditatih oleh orang tua. Umumnya, bayi akan mulai berjalan sendiri di antara usia 9 bulan sampai 15 bulan. Jadi jika si Kecil belum sepenuhnya bisa berjalan menginjak usia 9 bulan, Mama tak perlu khawatir dan jangan terburu-buru. 

3. Pintar Berceloteh

Di usia 9 bulan, ocehan si Kecil sudah mulai terdengar seperti kata, frasa, atau kalimat meski kadang tidak ada yang bisa memahami kata tersebut selain dirinya sendiri. 

Mama bisa terus mengajarkannya untuk mengucapkan kata-kata yang mudah, seperti “Mama”, “Papa”, “Hai”, atau “Dadah”. Ia juga bisa melambaikan tangan untuk bilang “bye bye” atau “hai”.

Ucapkan setiap kata-kata dengan nada yang riang ketika sedang ngobrol dengan si Kecil karena di usia ini sebenarnya bayi sudah lebih memperhatikan nada bicara Mama daripada kata-kata yang Mama ucapkan. 

Jangan lupa berikan respon yang ceria juga saat si Kecil berbicara, seolah-olah Mama mengerti apa yang ia ucapkan, ya!

4. Mengerti Namanya Sendiri dan Ucapan Mama

Sekarang bayi juga sudah mengerti bahwa ia memiliki nama. Jadi ketika Mama memanggil namanya, si Kecil akan menoleh atau mencari sumber suara.

Kemudian, ia juga sudah sedikit banyak mengerti apa yang Mama katakan serta nama dari benda-benda di sekitar yang sering ia lihat. Misalnya ketika Mama bertanya, “Nak, coba mana bolanya?” si Kecil bisa meraih dan mengambil bola yang Mama maksud. 

Atau ketika Mama bertanya, “Mana ya, nak, gambar ayam?” si Kecil mungkin akan menunjuk gambar seekor ayam. Jika jawabannya benar, jangan segan untuk memuji si Kecil, ya, Ma.

Selain itu, menuju bulan ke-10 nanti bayi akan mulai bisa memahami kata larangan, seperti “tidak” atau “jangan” walaupun terkadang dia tetap melanggarnya.

Ini karena bayi usia 9 bulan juga sudah bisa bertindak untuk memancing reaksi orang lain. Jadi, ketika Mama bilang “tidak boleh” ia mungkin akan tetap melakukannya hanya untuk melihat reaksi Mama. 

Atau sebaliknya, si Kecil bisa membawa mainan favoritnya untuk melihat Mama tersenyum atau menjatuhkan mainannya supaya diambilkan oleh Ayah.

Baca Juga: Pantau 5 Tahap Penting Milestone Bahasa si Kecil!

5. Senang Bermain Sambil Belajar

Di usia 9 bulan, si Kecil sedang senang-senangnya bermain sambil belajar. Ia sudah bisa menaruh mainannya ke dalam container mainan dan mengeluarkannya kembali. 

Mama bisa memberikannya sebuah ember plastik dan beberapa balok mainan agar si Kecil dapat melatih kemampuan barunya. Namun, pastikan ukuran balok tidak terlalu kecil agar balok tersebut tidak tertelan oleh si Kecil dan membuatnya tersedak.

Si Kecil juga suka permainan yang bagian-bagiannya bisa dilepaskan. Misalnya, mobil-mobilan besar yang pintunya bisa terbuka. Ia juga senang memberikan mainannya kepada orang lain dan mengambilnya kembali. 

Misalnya, Mama bisa mengajak si Kecil bermain bola. Gelindingkan bola ke si Kecil, dan perhatikan apakah ia melemparkan bola itu kembali kepada Mama atau tidak. Mama juga bisa memberikan mainan susun balok dan lihat apakah ia memberikan balok itu kembali atau tidak. Kadang, si Kecil juga memberikan biskuitnya kembali kepada Mama.

Baca Juga: Anak Mama Mulai Aktif? Yuk, Pantau Tahap Perkembangan Motoriknya!

6. Cemas Berpisah dengan Mama

Fase usia ini merupakan puncaknya si Kecil takut pada orang asing, Ma. Bahkan, ia bisa takut dan menangis pada kakek, nenek, serta pengasuhnya sendiri, karena ia sudah mengenali wajah-wajah yang familiar dengannya. Fenomena ini disebut separation anxiety.

Kecemasan ini bisa berlanjut dialami oleh si Kecil hingga beberapa bulan ke depan. Ini karena kesadaran dan ingatan bayi meningkat. Oleh karena itu, Mama bisa menjelaskan kepada orang lain agar lebih perlahan-lahan mendekati si Kecil, dan biarkan si Kecil yang mendekati lebih dulu.

Jika Mama bepergian dengan si Kecil, rasa takutnya pada orang asing mungkin akan membuat ia rewel di perjalanan. Mama bisa bersiap-siap dengan membawa mainan untuk mengalihkan perhatian si Kecil. 

Misalnya, buku bergambar, mainan bersuara, dan boneka tangan. Mama mungkin perlu sering menjauh dari orang asing untuk membuat si Kecil merasa aman.

Namun, Mama tak perlu khawatir. Sebab, walaupun si Kecil cemas dan menangis karena bertemu dengan orang-orang yang baru pertama kali dilihatnya, tangisan ini tidak akan berlangsung lama, kok.

7. Bisa Menunjukkan Ekspresinya

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bayi 9 bulan sudah bisa menunjukkan berbagai ekspresi wajahnya. Mulai dari senang, sedih, marah, dan terkejut. 

Ia akan tertawa dan tersenyum saat Mama mengajaknya bermain cilukba. Lalu, sedih dan menangis bila Mama akan meninggalkannya. 

Terkadang, bayi 9 bulan kerap menunjukkan rasa kesal atau frustrasi ketika ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Misalnya, Mama tidak memberikan mainan dan camilan favoritnya, atau ketika ia tidak bisa meraih mainan dalam jangkauannya.

Did You Know?

Di rentang usia 8-10 bulan, si Kecil mulai beradaptasi dengan rasa dan tekstur makanan. Ada kemungkinan ia mulai memiliki makanan kesukaan dan mulai tidak menyukai suatu jenis makanan karena teksturnya.

Baca Juga: Kenali Tekstur Makanan Bayi 9 Bulan yang Tepat

Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi 9 Bulan

Berikut adalah berbagai stimulasi yang dapat Mama berikan pada si Kecil untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 9 bulan.

1. Ajak Si Kecil Bicara dan Meniru Kata-Kata

Mama bisa melatih kemampuan bahasa si Kecil dengan mengajaknya bicara langsung. Mama  bisa menyebutkan kata-kata yang telah ia ketahui artinya, seperti minum, susu, mandi, tidur, kue, kucing, mobil, dan lain-lain. 

Ajak si Kecil menirukan kata-kata tersebut. Bila si Kecil mau mengatakannya, pujilah dia. Kemudian, sebutkan kata itu lagi dan ajak si Kecil mengulanginya. Gunakan pula nama si Kecil dalam percakapan, ya, Ma.

Saat mengobrol dengan si Kecil, usahakan Mama selalu menatap matanya agar ia dapat melihat bibir dan mata Mama. 

Selain mengobrol, tak ada salahnya Mama sering-sering mengajaknya bermain cilukba, bermain sembunyi mainan, bernyanyi lagu kesukaannya, menirukan suara hewan, atau tepuk tangan sambil bernyanyi. 

2. Membacakan Buku

Membacakan buku cerita untuk anak secara rutin bisa menjadi salah satu cara stimulasi bayi 9 bulan terbaik dan mudah dilakukan. 

Mama bisa membacakan buku ilustrasi bergambar dengan nada dan ekspresi wajah yang bisa membuatnya senang dan tertawa. 

Libatkan si Kecil dengan membiarkannya membalikkan halaman buku yang sudah dibaca, atau menyentuh gambar berilustrasi dalam buku. 

Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan menjadi bekal untuknya agar senang membaca di kemudian hari. 

3. Sediakan Ruang untuk Bermain Sambil Belajar

Mengingat si Kecil sudah semakin pandai berjelajah, Mama perlu menyiapkan satu area atau ruangan di rumah sebagai tempat si Kecil bereksplorasi. Stimulasi ini juga dapat membantu memperkuat otot-otot tubuh si Kecil sehingga ia siap untuk berdiri dan berjalan.

Mama bisa menciptakan suasana bermain yang menyenangkan di rumah menggunakan alat dan barang yang ada. Pastikan Mama menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung mobilitasnya. 

Sebagai contoh, menyingkirkan perabot rumah yang mudah dijangkaunya, seperti taplak meja, barang pecah belah, barang-barang tajam membahayakan, dan benda lainnya. 

Bila perlu, beri pengaman pada tiap sudut meja di rumah agar tidak membahayakannya saat terantuk, kaitkan laci, lemari, dan pintu agar tidak mudah dibuka, tutup stop kontak listrik, memasang pembatas menuju tangga, dan menjauhkan ia dari barang-barang pecah belah, serta barang-barang berukuran sangat kecil.

Jika si Kecil belum bisa bermain dengan benda-benda di sekitarnya, coba dudukkan si Kecil di pangkuan Mama. Letakkan mainan di tangannya supaya digenggam, lalu tarik pelan-pelan.

Ajarkan si Kecil untuk meraih dan memegang mainan tersebut, juga memindahkan mainan tersebut dari tangan kanan ke tangan kiri.

Letakkan benda yang lebih kecil (misalnya potongan biskuit) di atas meja. Ajarkan si Kecil untuk mengambil biskuit tersebut. Bila berhasil, berikan pujian ke si Kecil dengan gembira, seperti “Pintarnya anak Mama. Good job!”. Lakukan berulang kali dengan kasih sayang.

Pastikan Mama selalu berada di dekat si Kecil untuk mengawasi gerak-geriknya saat beraktivitas ataupun bermain, ya!

4. Melatih Si Kecil Berdiri dan Berjalan

Mama bisa menstimulasi kemampuan si Kecil untuk berdiri dan melakukan langkah pertamanya dengan mengajarkannya berdiri di depan dinding. Kemudian, ulurkan tangan Mama untuk memancingnya mengambil langkah kecil ke arah Mama.

Meskipun sambil tertatih dan terjungkal beberapa kali, dorong dan beri ia semangat untuk terus mencoba dan menjelajahi rumah. Ketika ia ragu atau takut untuk mulai belajar melangkah, pegang tangannya dan perlahan lepaskan agar ia bisa belajar melakukannya sendiri. 

Jangan lupa memberi pujian setiap ia berhasil melakukannya, ya, Ma. Misalnya, “Duh, pintarnya anak Mama” atau “Good job, anak Mama!”

5. Bermain Bola

Untuk mengoptimalkan kemampuan motorik kasar bayi usia 9 bulan, Mama bisa mengajak si Kecil bermain bola. Gelindingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan atau memukul bola itu kembali ke arah Mama. 

Bola besar akan lebih mudah untuk dimainkan pertama kali bersama si Kecil. Namun, Mama juga bisa menggunakan bola dengan berbagai ukuran seiring berjalannya waktu.

Jangan gunakan bola yang terlalu kecil, karena dapat berisiko tertelan dan menyebabkan si Kecil tersedak. Selain itu, jangan pula memakai balon untuk menggantikan bola.

6. Menyusun Balok atau Kotak

Stimulasi efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar bayi di usia 9 bulan selanjutnya adalah menyusun balok atau kotak. 

Ajari si Kecil untuk menyusun balok atau kotak besar. Balok atau kotak ini dapat dibuat dari karton atau potongan-potongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa kaleng kecil (kosong), atau mainan anak berbentuk kubus atau balok.

Kapan Mama Harus Memeriksakan Si Kecil ke Dokter?

Perlu Mama ketahui bahwa perkembangan bayi 9 bulan tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 

Ini artinya, perkembangan bayi 9 bulan yang dijelaskan di atas hanya berfungsi sebagai panduan, tetapi bukan jadi sesuatu yang harus dimiliki setiap bayi pada usia ini. 

Namun, Mama perlu memeriksakan si Kecil ke dokter spesialis anak atau klinik tumbuh kembang apabila ia menunjukkan tanda atau ciri-ciri sebagai berikut. 

  • Tidak dapat duduk dengan bantuan.

  • Tidak merespon ketika namanya dipanggil atau saat ada suara keras.

  • Tidak dapat berdiri dan menopang berat badannya sendiri sambil berpegangan atau tanpa bantuan.

  • Tidak bisa berceloteh.

  • Tidak mengenali anggota keluarga atau orang-orang yang tiap hari bersamanya.

  • Tidak memperhatikan ke arah yang ditunjuk.

  • Tidak dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.

  • Tidak dapat bermain bersama orang lain.

Itu dia berbagai perkembangan bayi 9 bulan yang perlu Mama ketahui. Mama juga bisa mengasah kemampuannya dengan berbagai stimulasi yang sudah disampaikan di atas. 

Baca Juga: 6 Resep Makanan Bayi 9 Bulan dan Jadwal MPASI yang Tepat

Melihat bayi 9 bulan sudah bisa melakukan banyak hal baru tentu membuat Mama dan Papa merasa bangga.

Nah agar Mama bisa lebih maksimal memantau tumbuh kembang si Kecil, Mama bisa menanyakan segala hal terkait tumbuh kembang bayi 9 bulan langsung ke tim Nutriclub Expert Advisor untuk dapatkan jawaban lengkapnya dari para ahli.

Tidak hanya itu, untuk mengetahui apa lagi yang akan bisa dilakukan si Kecil di bulan selanjutnya, Mama bisa membaca Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan dan Tips Stimulasi yang Tepat atau Pertumbuhan Bayi Usia 10-12 Bulan.

Dapatkan juga konten-konten digital eksklusif mulai dari E-Book seputar 1000 Hari Pertama Anak, sampai podcast dan Kulwap yang dimoderatori oleh para ahli di bidangnya.

  1. BabyCenter. 9 Months Old. http://www.babycenter.com/302_9-months-old_3658822.bc
  2. Mohamad, Imelda., Mencetak Anak Sehat, Cerdas, & Ceria, 2015;1:14.
  3. Rahman, Taufiqur. Stimulasi pada Bayi Umur 9-12 Bulan; 2013. http://taura-taura.com/stimulasi-pada-bayi-umur-9-12-bulan/
  4. Rahman, Taufiqur. Warning Signs of Developmental Delay; 2013. http://taura-taura.com/warning-signs-of-developmental-delay/
  5. WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-development-9-month-old. Diakses pada 13 September 2022.
  6. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/9-month-old-baby-milestones#movement. Diakses pada 13 September 2022.
  7. Raising Children. https://raisingchildren.net.au/babies/development/development-tracker-3-12-months/9-10-months. Diakses pada 13 September 2022.
  8. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-9mo.html. Diakses pada 13 September 2022.
  9. Baby Center. https://www.babycenter.com/baby/month-by-month/9-month-old-baby-milestones-and-development_713. Diakses pada 13 September 2022.
comment-icon comment-icon