Bayi 9 bulan belum tumbuh gigi umumnya masih termasuk normal. Setiap bayi memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Gigi pertama biasanya mulai muncul pada usia 6-12 bulan, bahkan ada bayi yang baru tumbuh gigi saat menginjak usia 1 tahun.
Kapan Bayi Normalnya Mulai Tumbuh Gigi?
Normalnya, bayi mulai tumbuh gigi di usia 6 bulan. Tetapi pertumbuhan gigi bayi memang berbeda-beda. Beberapa bayi mungkin belum memiliki gigi sama sekali hingga ulang tahun pertama mereka.
Gigi pertama yang tumbuh hampir selalu merupakan gigi seri tengah bawah. Lalu mulai usia 8 bulan, gigi seri tengah atas yang akan tumbuh. Dilanjut dengan gigi seri samping atas di usia 9, lalu gigi seri samping bawah di usia 10 bulan.
Gigi taring dan geraham akan mulai tumbuh biasanya pada saat bayi sudah berusia 1 tahun dan sebagian besar anak biasanya akan memiliki gigi susu lengkap (20 gigi) mereka pada usia 3 tahun.
|
Jenis gigi |
Waktu Tumbuh |
|
|
Rahang Bawah |
Rahang Atas |
|
|
Gigi seri tengah |
6–10 bulan |
8–12 bulan |
|
Gigi seri samping |
10–13 bulan |
9–13 bulan |
|
Gigi taring |
17–23 bulan |
16–22 bulan |
|
Gigi geraham pertama |
14–18 bulan |
13–19 bulan |
|
Gigi geraham kedua |
23–31 bulan |
25–33 bulan |
Baca Juga: Ciri-ciri Bayi Mau Tumbuh Gigi dan Tahapan Proses Teething
Apakah Normal Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi?
Bayi usia 9 bulan belum tumbuh gigi masih dikatakan normal. Setiap anak berkembang dengan kecepatan masing-masing, termasuk waktu tumbuh gigi mereka.
Keterlambatan pertumbuhan gigi disebut juga dengan delayed teething bisa terjadi karena genetik, lahir prematur, atau kekurangan vitamin D.
Namun, jika bayi masih belum memiliki gigi pada usia 15–18 bulan, sebaiknya Mama konsultasi dengan dokter gigi anak untuk evaluasi lebih lanjut.
Penyebab Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi
Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi 9 bulan belum tumbuh gigi, termasuk faktor genetik, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu.
1. Faktor Keturunan
Faktor genetik seringkali menjadi alasan keterlambatan pertumbuhan gigi. Biasanya, Mama, Papa, atau anggota keluarga lainnya dulu juga mengalami hal serupa sehingga menurun ke si Kecil.
Terkadang beberapa kondisi genetik, seperti down syndrome atau cleidocranial dysplasia, juga bisa membuat bayi 9 bulan belum tumbuh gigi.
2. Bayi Lahir Prematur
Tahukah Mama jika gigi bayi sebenarnya sudah terbentuk dalam kandungan, tetapi masih berada di bawah gusi dan baru akan tumbuh setelah bayi lahir?
Ketika bayi lahir prematur, pertumbuhan giginya jadi tidak mengikuti pertumbuhan pada umumnya. Contohnya, jika bayi usia 6 bulan tetapi lahir 2 bulan lebih awal, maka pertumbuhannya mungkin mengikuti bayi usia 4 bulan.
3. Kurang Asupan Kalsium dan Vitamin D
99% kalsium dalam tubuh tersimpan dalam tulang dan gigi. Selain itu, vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium di usus. Kombinasi kalsium dan vitamin D menjadi sangat penting untuk pertumbuhan gigi bayi
Kekurangan asupan kalsium dan vitamin D bisa melemahkan struktur tulang yang diperlukan agar gigi bayi dapat tumbuh optimal.
Baca Juga: 15 Makanan Tinggi Kalsium untuk Bayi agar Tulang dan Giginya Kuat
4. Malnutrisi
Malnutrisi dapat menyebabkan stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Gangguan pertumbuhan gigi merupakan salah satu tandanya.
Bahkan menurut riset di tahun 2024, gizi ibu hamil ternyata berhubungan dengan pertumbuhan gigi susu bayi yang mengalami stunting. Artinya, nutrisi anak juga harus diperhatikan saat Mama masih dalam masa kehamilan.
5. Gangguan Hormon
Hormon memainkan peran besar dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Jika terdapat kondisi gangguan hormon, pertumbuhan tubuh dapat melambat, termasuk pertumbuhan gigi.
Gangguan hormon meliputi hipotiroidisme, yaitu kondisi saat kelenjar tiroid kurang memproduksi hormon, serta hipopituitarisme, yaitu kondisi saat kelenjar hipofisis di otak gagal memproduksi hormon penting.
6. Kelainan Lain yang Jarang Terjadi
Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, gigi bayi bisa tidak tumbuh sama sekali karena tidak terbentuk benih gigi.
Seperti, hypodontia yaitu tidak adanya satu hingga enam gigi, oligodontia mengacu pada sejumlah besar gigi yang hilang, dan anodontia adalah tidak adanya seluruh benih gigi. Hal ini biasanya terjadi karena faktor genetik.
Tanda Bayi Akan Segera Tumbuh Gigi
Pertumbuhan gigi bayi tidak akan muncul secara tiba-tiba. Si Kecil pasti akan menunjukkan tanda-tanda berikut jika akan segera tumbuh gigi.
- Gusi bayi terlihat bengkak dan kemerahan.
- Bayi lebih sering menggigit benda-benda di sekitarnya.
- Produksi air liur bayi meningkat.
- Bayi lebih rewel dan sulit tidur daripada biasanya.
- Suhu tubuh sedikit meningkat.
- Nafsu makan bayi berubah.
- Perubahan pola tidur.
Kunjungi Exclusive Hub Nutriclub untuk menikmati berbagai konten premium gratis, seperti e-book, podcast, dan video edukasi. Temukan segala informasi tepercaya seputar kehamilan, nutrisi tepat, perkembangan kognitif, serta tips menjaga imunitas dan daya tahan tubuh anak langsung dari ahlinya.
Cara Menstimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi
Jika bayi 9 bulan belum tumbuh gigi, Mama bisa coba lakukan beberapa hal di bawah ini untuk menstimulasi pertumbuhan gigi si Kecil:
1. Berikan MPASI Dengan Tekstur Sesuai Usia
Pertumbuhan gigi berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan makan bayi. Saat gigi mulai tumbuh, bayi secara bertahap lebih mampu mengunyah tekstur yang lebih padat.
Memberikan tekstur MPASI sesuai usia dapat membantu perkembangan keterampilan mengunyah, otot mulut, dan kemampuan oral-motor yang berkaitan dengan penggunaan gigi saat tumbuh.
Baca Juga: Panduan MPASI 9 Bulan: Tekstur, Jadwal, dan Menu
2. Gunakan Teether yang Aman
Salah satu tanda bahwa bayi sedang tumbuh gigi adalah mereka mulai mengunyah jari, mainan, atau benda lain di sekitar mereka. Mama bisa memberikan teether yang lebih aman untuk dikunyah bayi.
Gunakan teether dengan material padat seperti silikon atau karet agar tidak mudah patah dan mungkin tertelan bayi. Hindari juga teether yang berisi cairan atau gel karena bisa berlubang lalu tertelan.
Jangan lupa untuk selalu bersihkan teether bayi agar tidak ada penumpukan bakteri atau jamur yang tentunya tidak aman untuk si Kecil.
3. Pijat Lembut Gusi Bayi
Saat bayi tumbuh gigi, mereka sering merasa sensasi tidak nyaman bahkan sakit di gusinya. Mama bisa bantu dengan memijat lembut gusi bayi untuk mengurangi rasa sakit tersebut.
Jangan lupa untuk cuci tangan terlebih dahulu, lalu pijat gusi bayi dengan ujung jari atau buku jari. Biarkan si Kecil menggigit jari Mama agar Ia lebih tenang dan nyaman.
4. Pastikan Kebutuhan Nutrisi Tercukupi
Pada dasarnya, kebutuhan nutrisi yang terpenuhi selama 1.000 hari pertama bayi pasti akan membantu mereka tumbuh dengan baik, termasuk pertumbuhan gigi.
Pastikan untuk selalu memberikan makanan dengan kandungan kalsium dan vitamin D yang cukup sesuai dengan kebutuhan mereka agar pertumbuhan tulang dan gigi makin optimal.
5. Selalu Jaga Kebersihan Mulut Bayi
Kebersihan mulut bayi sangat penting meski belum tumbuh gigi. Bersihkan gusi bayi secara rutin dengan kain lap bersih dan lembap untuk menyeka sisa susu yang menempel di gusi.
Melakukan ini secara rutin bisa membantu bayi terbiasa membersihkan mulutnya dan juga mempersiapkan mulut yang sehat untuk gigi susu tumbuh nantinya.
Nutrisi Penting untuk Mendukung Pertumbuhan Gigi Bayi
Nutrisi yang tepat untuk bayi akan berdampak baik pada jaringan gusi, pertumbuhan gigi, enamel gigi, serta kekuatan gigi secara jangka panjang.
Vitamin dan mineral terbaik untuk kesehatan tulang dan gigi adalah kalsium, fosfor, serta vitamin D. Mereka bekerjasama untuk mendorong pertumbuhan gigi yang baik serta menjaga kekuatan gigi secara jangka panjang.
Sumber makanan yang kaya kalsium dan vitamin D adalah susu dan produk turunannya seperti yogurt dan keju, serta sayuran hijau dan kacang-kacangan. Sedangkan makanan yang tinggi fosfor bisa didapat dari protein seperti ayam, ikan, tahu dan tempe.
Kapan Bayi Belum Tumbuh Gigi Harus Diperiksakan ke Dokter?
Jika bayi 9 bulan belum tumbuh gigi, Mama sebenarnya tidak perlu khawatir karena masih di batas normal pertumbuhan. Namun, jika sudah lebih dari 18 bulan belum tumbuh gigi, sebaiknya periksakan ke dokter gigi anak.
Selain itu jika si Kecil terlihat memiliki kelainan dalam bentuk rahang atau gusi, tidak ada tanda tumbuh gigi sama sekali, pertumbuhan setiap bulannya lambat termasuk berat badannya yang sulit naik, Mama juga sebaiknya periksakan ke dokter gigi anak.
Gigi yang telat tumbuh juga berkaitan dengan keterlambatan bicara atau speech delay. Keduanya menunjukkan bahwa anak mungkin mengalami gangguan dalam koordinasi mulut, gigi, serta lidah.
Jangan lewatkan informasi penting di setiap fase tumbuh kembang si Kecil. Daftar sebagai member Nutriclub sekarang dan akses panduan lengkap, insight ahli, serta tips stimulasi yang disesuaikan dengan milestone bayi. Mama juga bisa akses NutriShop dengan lebih mudah.
