Loading...

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

burger menu
Tumbuh Kembang

Normalkah Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi?

Article Oleh : Ashya Ravika 17 November 2022

Gigi pertama bayi umumnya tumbuh pada bulan ke-6 sampai 9. Gigi yang pertama tumbuh ini disebut dengan gigi susu atau juga biasa dikenal dengan gigi sulung. Gigi susu akan tumbuh satu per satu seiring bertambahnya usia bayi, dan pada akhirnya akan tanggal tergantikan dengan gigi permanen seperti gigi Mama saat ini. Lalu, haruskah orang tua khawatir jika umur bayi sudah menginjak usia 9 bulan tapi gigi susu pertamanya belum tumbuh?

Tahap Pertumbuhan Gigi pada Bayi

Untuk bisa memastikan apakah gigi yang belum tumbuh itu normal atau tidak, Mama perlu memahami dulu seperti apa tahapan pertumbuhan gigi sesuai usia bayi.

Umumnya gigi bayi akan tumbuh berpasangan, yang biasanya dimulai dengan dua gigi bawah. Berikut adalah tahapan pertumbuhan gigi susu bayi dari yang pertama kali tumbuh sampai yang terakhir:

  • Dua gigi seri bawah (gigi terdepan di rahang bawah), biasanya tumbuh di usia 5-7 bulan.

  • Dua gigi seri atas (gigi terdepan di rahang atas), biasanya tumbuh di usia 6-8 bulan.

  • Dua gigi seri samping atas (di kedua sisi gigi seri depan pada rahang atas), biasanya  tumbuh pada umur 9-11 bulan.

  • Dua gigi seri samping bawah (di kedua sisi gigi seri depan pada rahang bawah), biasanya  tumbuh pada umur 1-12 bulan.

  • Dua gigi geraham pertama (gigi belakang), biasanya muncul sekitar umur 12-16 bulan.

  • Dua gigi taring (di antara gigi seri samping dan gigi geraham pertama), tumbuh sekitar umur 16-20 bulan.

  • Dua geraham kedua, yang tumbuh sekitar umur 20-30 bulan.

Sebagian besar bayi akan memiliki semua gigi susunya pada saat mereka berusia antara 2-3 tahun. Lalu, normalkah jika bayi belum tumbuh gigi di usianya yang ke-9 bulan?

Penyebab Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi

Jangan terlalu khawatir dulu jika si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi di usia ini. Jika bayi masih bisa makan dengan baik, tidur nyenyak dan bermain dengan normal, tidak ada yang harus Mama khawatirkan. 

Pertumbuhan gigi pertama memang biasanya terjadi di bulan ke-6 sampai 9. Akan tetapi, pencapaian milestone tumbuh gigi di atas tidak bisa disamaratakan untuk setiap bayi. Sebab, setiap bayi melewati proses tumbuh kembang yang berbeda-beda dengan cara dan kecepatan mereka sendiri.

Jadi, ada beberapa bayi yang mungkin giginya sudah tumbuh sejak usia 3-4 bulan dan ada pula yang baru tumbuh di atas umur 1 tahun. Semua perbedaan ini masih terbilang wajar. Oleh karena itu, pertumbuhan gigi pertama di rentang usia 3-12 bulan juga masih dianggap normal.

Salah satu alasan yang mendasarinya juga dari kecepatan pertumbuhan gigi itu sendiri. Lama pertumbuhan gigi rata-rata membutuhkan waktu sekitar 8 hari, yang meliputi 4 hari sebelum dan 3 hari setelah gigi keluar dari gusi. 

Jadi jika gigi bayi Mama belum terlihat, ini mungkin karena giginya masih dalam proses naik ke atas permukaan gusi. Namun, sebaiknya Mama konsultasikan dengan dokter gigi jika gigi susu pertama belum kunjung tumbuh ketika menginjak usia 12 bulan, atau jika gigi susu belum muncul secara lengkap ketika anak menginjak usia 4 tahun.

Di luar dari itu, ada beberapa hal lain yang mungkin mempengaruhi keterlambatan pertumbuhan gigi anak. Apa saja?

1. Faktor Keturunan

Salah satu penyebab terlambatnya tumbuh gigi pada si Kecil bisa jadi adalah faktor keturunan. Coba Mama lihat, apakah ada anggota keluarga yang sebelumnya terlambat tumbuh gigi? Jika ada, besar kemungkinannya si Kecil juga mengalami hal yang sama. 

2. Kurang Asupan Kalsium dan Fosfor

Nutrisi yang tepat selama kehamilan dan masa menyusui sangat penting untuk mendukung setiap tahap pertumbuhan anak, termasuk pertumbuhan giginya. 

Sebagai contoh, ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi yang kaya akan kalsium. Kalsium itu sendiri dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan gigi si Kecil. Jadi, Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI dalam tahap parah bisa meningkatkan risiko gigi susu terlambat tumbuh.

Begitu juga ketika bayi tidak bisa mendapatkan asupan kalsium dan fosfor yang cukup dari menu makanan MPASI-nya. Fosfor itu sendiri adalah mineral yang membantu tubuh menyerap dan menggunakan kalsium untuk membangun dan memperkuat lapisan terluar (email) gigi.

Sebagai catatan, kalsium bisa si Kecil dapatkan dari MPASI yang diolah dari tahu dan tempe, ikan salmon, brokoli, ubi jalar, yogurt, kacang kedelai, hingga kacang almond. Sementara itu fosfos bisa Mama peroleh dari bahan makanan seperti daging ayam, bayam, serta ikan dan seafood.

3. Hipotiroidisme dan Hipopituitarisme

Penyebab terlambatnya gigi tumbuh pada si Kecil bisa jadi dikarenakan hipotiroidisme dan hipopituitarisme.

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup agar tubuh berfungsi secara normal. Hipotiroidisme biasanya akan mempengaruhi detak jantung, metabolisme, dan suhu tubuh. 

Jika si Kecil memiliki tiroid yang kurang aktif, maka ada kemungkinan ia akan mengalami keterlambatan dalam beberapa tahap perkembangan, seperti berjalan, tumbuh gigi, dan berbicara.

Sementara itu, hipopituitarisme adalah kondisi kekurangan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis atau pituitari. Hal ini juga dapat menyebabkan beberapa dampak pada tubuh, seperti obesitas, kolesterol tinggi, dan sebagainya. 

Jika Mama mencurigai salah satu dari dua kondisi ini pada anak, baiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

4. Kelahiran Prematur 

Kelahiran prematur pada bayi menjadi penyebab yang paling sering dijumpai oleh anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi dan tahapan perkembangan yang lainnya.

Lalu, apakah ada cara yang bisa Mama lakukan untuk merangsang pertumbuhan gigi si Kecil?

Cara Menstimulasi Pertumbuhan Gigi Bayi

Faktor utama pertumbuhan gigi bayi adalah genetik dan keturunan yang berada di luar kendali Mama sebagai orang tua. Namun, ada beberapa cara yang bisa menstimulasi pertumbuhan gigi si Kecil, yaitu:

  • Berikan makanan yang bertekstur sedikit kasar. Ketika si Kecil sudah memasuki fase mpasi, Mama bisa memanfaatkan keadaan tersebut dengan memberikan makanan yang bertekstur. Biarkan si Kecil beradaptasi dan mengenal varian makanan dengan tekstur yang berbeda. Cara ini diduga dapat membantu merangsang pertumbuhan gigi si Kecil.

  • Berikan mainan untuk digigit (teether) untuk merangsang pertumbuhan giginya. Berikan jenis teether yang lunak, terbuat dari silikon food-grade, dan mudah digenggam oleh si Kecil.

  • Bersihkan gusi dengan teratur. Adanya kotoran yang menempel pada gusi dapat memengaruhi pertumbuhan gigi si Kecil, maka dari itu, Mama harus rajin membersihkan gusi si Kecil mulai sekarang. 

Jika Mama merasa pertumbuhan gigi si Kecil cenderung amat lambat dan tidak sesuai dengan usianya, baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis gigi anak atau manfaatkan fitur chat dengan tim Nutriclub Expert Advisor yang siap 24 jam menjawab pertanyaan Mama.

Masih ingin tahu lebih banyak lagi soal perkembangan bayi di bulan ke-9? Yuk, daftar di My Nutriclub untuk mendapatkan artikel terbaru dan konten-konten digital eksklusif dari para ahli tentang parenting dan kesehatan anak. Gratis!

  1. Health Line. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/when-to-worry-about-baby-teeth-not-coming-in#causes-of-no-baby-teeth Diakses pada 13 Oktober 2022
     
  2. CT Kids Dentist. https://ctkidsdentist.com/what-causes-a-delay-in-teething/ Diakses pada 13 Oktober 2022
     
  3. Vinmec. https://www.vinmec.com/vi/news/health-news/pediatrics/9-month-old-baby-still-not-teething/ Diakses pada 13 Oktober 2022
     
  4. First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/late-teething-in-babies-causes-and-complications/ Diakses pada 13 Oktober 2022
     
  5. Colgate. https://www.colgate.com/en-us/oral-health/kids-oral-care/kids-with-no-teeth-what-causes-delays-in-tooth-eruption Diakses pada 13 Oktober 2022
     
  6. VOI. https://voi.id/en/lifestyle/82512/3-easy-ways-to-stimulate-baby-teeth-growth Diakses pada 13 Oktober 2022
     
  7. Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/when-to-worry-about-baby-teeth-not-coming-in#potential-risks. Diakses pada 27 Oktober 2022.
     
  8. Dr. Paul’s Dental Clinic. https://www.drpaulsdentalclinic.com/late-teething-in-babies/. Diakses pada 27 Oktober 2022.
     
  9. Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/delayed-late-teething-in-babies-causes-complications_00708872/. Diakses pada 27 Oktober 2022.
     
comment-icon comment-icon