Manfaat dan Cara Memijat Si Kecil - Nutriclub

Riwayat Pencarian

Pencarian Populer

Rutinitas Anak

Manfaat dan Cara Memijat Si Kecil

Pijatan lembut terbukti memberikan banyak manfaat baik bagi bayi, apabila dilakukan secara tepat dan rutin.

Keuntungan Pijat Bayi
Ada banyak keuntungan yang diberikan oleh pijat bayi, tidak hanya untuk si Kecil saja, tetapi juga untuk Ibu dan Ayah. Pijat bayi terbukti membantu si Kecil, dalam beberap aspek. Antara lain:

Pijat bayi juga sangat dianjurkan untuk bayi prematur, terutama dalam:

  • Menambah berat badan. Pijat menstimulasi saraf vagus yang menghubungkan otak dengan bagian penting tubuh. Stimulasi yang diberikan ke saraf tersebut dapat memperlancar pencernaan, membantu bayi untuk menambah berat badan.
  • Kecepatan detak jantung yang lebih stabil.
  • Kestabilan dalam kinerja otak.

Memijat bayi bisa memperbaiki mood Ibu dan membantu mengatasi depresi postnatal/ baby blues. Gerakan memijat menstimulasi Ibu dan si Kecil mengeluarkan hormon oksitoksin yang memberikan perasaan hangat dan bahagia, sehingga membuat Ibu dan buah hati lebih tenang dan jauh dari stres.

Persiapan Memijat 
Waktu yang tepat untuk memijat bayi adalah saat si Kecil tidak terlalu kenyang dan tidak terlalu lapar. Bila si Kecil sedang dalam mood yang baik, ini merupakan waktu yang tepat untuk berinteraksi melalui pijatan. Memijat sebelum waktu tidur malam juga baik untuk menenangkan dan membuatnya rileks sebelum waktu tidur.

Beberapa hal yang perlu Ibu siapkan sebelum memijat:

  • Ruangan yang nyaman dan bebas gangguan untuk melakukan aktivitas pijat bayi.
  • Menyiapkan segala keperluan: krim/minyak pijat, handuk, baju ganti.
  • Memainkan musik yang rileks untuk stimulasi.

Pastikan minyak/krim yang Ibu pakai untuk memijat bayi aman dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Minyak tumbuhan yang kaya akan asam linoleat seperti minyak safflower/saffron atau minyak biji anggur memiliki kandungan yang lebih aman untuk kulit bayi dibandingkan minyak zaitun yang kaya akan oleic acid. Untuk keamanan, Ibu bisa mencoba mengoleskan sedikit krim/minyak pada kulit bayi untuk melihat apakah ada reaksi tertentu dari kulit atau tidak. Lakukan uji coba ini sehari sebelumnya.

Did you know?

"Pijat bayi memberikan rasa rileks, meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki nafsu makan dan membantu mengurangi insiden kolik pada bayi sampai usia 3 bulan."

dr. Marissa, SpA

Cara Memijat Bayi
Ikuti langkah-langkah mudah memijat bayi di bawah ini sebagai panduan Ibu dalam memijat sang buah hati.

  1. Sebelum memulai pijat, luangkan sedikit waktu untuk bermain, mengajak ngobrol, dan bercengkerama dengan bayi untuk membangun mood sang buah hati.
  2. Tuangkan sedikit minyak/krim di kedua tangan Ibu dan gosokkan kedua tangan untuk menyalurkan panas tubuh.
  3. Walau memijat bayi bisa dimulai dari mana saja, memulai pemijatan pada kedua kaki si Kecil lebih disarankan karena bayi terbiasa dengan sentuhan pada kakinya setiap kali mengganti popok bayi.
  4. Lakukan pijatan yang lembut pada tubuh. Pijatan yang terlalu kuat akan menyakiti bayi dan pijatan yang terlalu lembut akan menggelitik si Kecil.
  5. Gerakan pijatan dilakukan dari tengah tubuh ke luar, seperti dari bagian paha ke telapak kaki dan bagian pundak ke telapak tangan. Tidak ada jumlah pengulangan yang pasti untuk gerakan pijatan.
  6. Perhatikan tanda-tanda dari si Kecil. Biasanya anak akan memberikan tanda apabila dia merasa nyaman dan saat dia ingin menyudahi sesi pijatan.

Beberapa gerakan pijatan yang bisa Ibu terapkan pada sang buah hati:

  1. Gerakan memeras, yaitu gerakan menggenggam tangan dan kaki si Kecil dan memerasnya perlahan dengan lembut.
  2. Gerakan membelah, yaitu gerakan yang dilakukan pada dada, perut dan punggung bayi, di mana kedua tangan Ibu diletakkan di tengah tubuh dan membelah ke arah luar.
  3. Gerakan tuas, yaitu gerakan yang dilakukan dengan telentang, lalu menggerakkan kedua kaki ke atas dan tekuk secara lembut seperti posisi menaiki sepeda. Lakukan hal yang sama pada kedua tangan buah hati.


Sumber:
- Bal Yılmaz, H., & Conk, Z. International Journal of Human Sciences, 2009; 6, 969-977.
- Brandt, K. A., Andrews, C. M., & Kvale, J. Journal of Obstetric, Gynecologic, and Neonatal Nursing, 1998; 27, 169-174.