Cara menaikkan berat badan bayi yang tepat perlu jadi perhatian Mama agar tidak sembarangan dan menyebabkan kenaikan BB berlebih. Yuk, cari tahu cara yang sehat di artikel ini, Ma!
Berapa Normalnya Berat Badan Bayi Naik Tiap Bulan?
Pada usia 0-3 bulan, kenaikan berat badan normal sekitar 600-900 gram per bulan. Pola menyusu yang baik dan nutrisi yang cukup penting agar berat badan bayi naik tiap bulan.
Di usia 4-6 bulan, kenaikan berat badan biasanya 500-600 gram per bulan. Lalu, kenaikan melambat menjadi sekitar 300-500 gram per bulan pada rentang usia 6-12 bulan.
Tanda bayi tumbuh dengan baik antara lain menyusu efektif, popok basah 6-8 kali per hari, serta aktif dan responsif. Jika semua terpenuhi, umumnya berat badan bayi akan naik sesuai usianya.
Baca Juga: Panduan Berat Badan Bayi Normal Usia 0-12 Bulan
Kenapa Berat Badan Bayi Bisa Tidak Naik?
Sebelum menerapkan cara menaikkan berat badan bayi, penting untuk memahami dulu penyebab berat badan bayi tidak naik sesuai harapan, yakni:
- Frekuensi menyusu kurang
- Produksi ASI menurun
- Latch atau perlekatan salah
- Bayi sering tertidur saat menyusu
- Growth spurt
- Bayi prematur
- Refluks (gumoh berlebihan) yang membuat sebagian ASI yang masuk kembali keluar.
- Infeksi mulut atau tongue tie
- Alergi protein susu sapi
- Penyakit kuning (jaundice) yang membuat bayi sangat mengantuk dan tidak bersemangat untuk menyusu.
Setiap bayi punya pola tumbuh yang berbeda. Jika menyusunya efektif dan hasil pemeriksaan dokter baik, kenaikan berat badan yang lebih lambat belum tentu berbahaya, tapi tetap perlu dipantau.
Bagaimana Cara Menaikkan Berat Badan Bayi yang Aman?
Berikut adalah berbagai tips agar berat badan bayi cepat naik dengan sehat yang dapat Mama lakukan:
1. Perbaiki Perlekatan Menyusui (Latch)
Salah satu cara menaikkan berat badan bayi adalah dengan memperbaiki posisi perlekatan saat menyusui. Tanda-tanda perlekatan menyusui yang baik dan benar meliputi:
- Dagu berada dekat atau menempel dengan area payudara.
- Mulut bayi terbuka lebar.
- Bibir bawah terlipat ke luar.
- Lebih banyak bagian atas areola yang terlihat daripada bagian bawah.
- Tidak ada rasa sakit pada puting payudara.
- ASI terdengar mengalir.
Apabila tidak melekat dengan baik, bayi tidak bisa menerima ASI sebanyak yang ia memang butuhkan sehingga berat badannya tidak mengalami peningkatan.
Baca Juga: Cara Memantau Perkembangan Berat Badan Ideal Bayi
2. Susui Lebih Sering
Agar berat badan bayi bisa naik, Mama perlu meningkatkan frekuensi menyusui setiap 2-3 jam atau ketika bayi menunjukkan tanda-tanda lapar sebagai berikut:
- Lengan dan kaki bergerak ke segala arah.
- Kepala bayi bergerak dari sisi ke sisi lainnya.
- Kepalan tangan bayi dimasukkan ke dalam mulutnya.
- Gelisah.
- Bayi mengisap bibir atau lidahnya.
Jangan menunggu bayi menangis untuk menyusuinya. Lebih baik Mama menyusui sesuai jadwal menyusu bayi meskipun si Kecil tidak rewel atau belum menunjukkan tanda-tanda lapar.
3. Susui pada Kedua Payudara Setiap Sesi
Hindmilk atau ASI bagian akhir mengandung lemak lebih tinggi yang membantu menaikkan berat badan bayi.
Oleh karena itu, biarkan si Kecil mengosongkan payudara pertama dulu agar ia mendapat cukup hindmilk.
Setelah itu, baru lanjutkan ke payudara kedua untuk memberi kesempatan tubuh Mama memproduksi ASI lebih banyak.
4. Bangunkan Bayi yang Tertidur Saat Menyusu
Menjaga bayi tetap terjaga saat menyusu adalah salah satu cara menambah berat badan bayi, karena ia jadi bisa mengisap ASI lebih banyak dan efektif.
Jika si Kecil mulai tertidur atau isapannya melemah, bangunkan dengan cara yang lembut, bukan dengan membuatnya kaget atau memaksanya untuk segera bangun.
Beberapa cara membangunkan bayi saat menyusu antara lain:
- Mengganti popok agar ia sedikit lebih “terbangun”
- Menyentuh atau menggelitik lembut telapak kakinya
- Membuka baju bagian atas agar ia lebih waspada (tetap jaga kehangatan tubuh)
- Memindahkan posisi menyusu agar bayi kembali fokus mengisap ASI
5. Perbanyak Kontak Kulit-ke-kulit
Kontak kulit ke kulit atau skin-to-skin sangat disarankan, Ma. Terutama jika berat badan bayi tergolong rendah atau ia baru lahir.
Cara ini tidak hanya memperkuat ikatan emosional, tetapi juga membantu mengatur suhu tubuh bayi, menstimulasi hormon produksi ASI, hingga meningkatkan frekuensi menyusu.
Hal ini membuat bayi lebih tenang sehingga bisa menyusu lebih kuat. Akhirnya, cara ini berdampak positif pada kenaikan berat badan si Kecil.
6. Tingkatkan Produksi ASI Mama
Memiliki peran baru sebagai orang tua tentunya membuat Mama menjadi lelah, kurang tidur, yang pada akhirnya dapat memengaruhi produksi ASI selama pemberian ASI eksklusif.
Cara menaikkan berat badan bayi yang berikutnya adalah meningkatkan produksi ASI dengan cara meningkatkan frekuensi menyusui dan memompa ASI di antara waktu menyusui bayi,
Mama juga bisa konsumsi makanan pelancar ASI seperti daun katuk, almond, bayam, oat, dan alpukat. Mama harus rutin minum air putih 2-3 liter per hari untuk meningkatkan produksi ASI.
Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu
7. Pijat Bayi
Berdasarkan penelitian yang dimuat pada Journal of Public Health Research, pijat bayi bisa menjadi salah satu cara menaikkan berat badan bayi.
Pijat bayi dapat membantu meningkatkan nafsu makan dan mendukung pencernaannya, sehingga menjadi cara menaikkan berat badan bayi yang bisa Mama lakukan di rumah.
Lakukan pijatan ringan setelah mandi atau sebelum tidur, dengan sentuhan lembut dan suasana tenang agar bayi merasa rileks dan nyaman.
8. Berikan MPASI Tinggi Kalori
Jika si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas, cara menaikkan berat badan bayi bisa dibantu dengan MPASI yang tinggi kalori dan kaya nutrisi.
Pilih makanan yang padat energi, seperti:
- Alpukat
- Keju dan yogurt
- Oat dengan buah
- Ubi ungu
- Daging ayam atau sapi
- Telur
- Ikan salmon
- Tahu dan tempe yang dihaluskan.
Pastikan teksturnya lembut (puree atau lumat halus di awal), lalu secara bertahap ditingkatkan sesuai kemampuan mengunyah bayi.
Mama juga bisa menambahkan lemak sehat seperti butter, extra virgin olive oil (EVOO), atau sedikit santan ke dalam MPASI untuk menambah kalori tanpa menambah porsi terlalu banyak.
9. Jadwal Makan yang Konsisten
Jadwal makan konsisten adalah salah satu cara menaikkan berat badan bayi. Idealnya, si Kecil makan 3 kali MPASI utama dan 2 kali camilan sehat setiap hari, dengan porsi sesuai usianya.
Di sela waktu makan, berikan hanya air putih agar bayi tidak kenyang duluan oleh minuman manis.
Mengacu panduan IDAI, durasi makan sebaiknya tidak lebih dari 30 menit agar sesi makan tetap fokus dan tidak membuat bayi lelah.
10. Tingkatkan Kualitas Tidur Bayi
Tidur yang cukup membantu memperbaiki nafsu makan dan menjadi salah satu cara menaikkan berat badan bayi.
Jika bayi kurang tidur, ia cenderung rewel, mudah lelah, dan tidak bersemangat menyusu atau makan.
Durasi tidur ideal bayi baru lahir sekitar 16-18 jam, 3-6 bulan jadi 14-16 jam, dan usia 6-12 bulan 12-14 jam. Usahakan rutinitas tidur yang teratur agar kualitas istirahat si Kecil lebih baik.
11. Pantau Kenaikan Berat Badan Setiap Minggu
Gunakan kurva WHO untuk memantau kenaikan berat badan si Kecil sesuai usia dan jenis kelaminnya. Pastikan berat si Kecil tidak turun mendadak.
Pengukuran berat badan bayi dianjurkan untuk dilakukan setiap bulan hingga usia 1 tahun, setiap 3 bulan sampai 3 tahun, setiap 6 bulan hingga 6 tahun, dan setahun sekali setelahnya.
Rutin memeriksakannya ke dokter anak sangat penting guna memastikan perkembangannya dan membuat penyesuaian jika diperlukan.
12. Konsultasi Bila Tidak Ada Peningkatan dalam 2-3 Minggu
Jika setelah 2-3 minggu berbagai cara menaikkan berat badan bayi sudah dilakukan tetapi berat badan masih tidak naik, segera konsultasikan ke dokter anak.
Melalui pemeriksaan, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan alergi, intoleransi laktosa, gangguan pencernaan, atau tongue tie yang dapat menghambat proses menyusu dan penyerapan nutrisi si Kecil.
Baca Juga: Mengenal Cara Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)
Tanda Berat Badan Bayi Sudah Naik dengan Baik
Ketika berat badan bayi sudah naik dengan baik, biasanya si Kecil terlihat lebih puas setelah menyusu. Ia tidak sering menangis karena lapar dan jeda antar menyusu terasa lebih teratur.
Popoknya juga akan lebih sering basah, umumnya sekitar 6-8 kali per hari, dan tidurnya cenderung lebih tenang karena kebutuhan energi dan nutrisinya tercukupi.
Selain itu, grafik berat badan pada buku KIA atau kurva pertumbuhan WHO akan tampak naik stabil mengikuti jalurnya, tidak menurun tajam atau mendatar dalam waktu lama.
Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter atau IGD bila Mama melihat salah satu atau beberapa tanda berikut:
- Berat badan tidak naik atau justru turun selama >2 minggu
- Bayi sangat mengantuk dan sulit dibangunkan untuk menyusu
- Menolak menyusu, baik ASI maupun susu formula
- Frekuensi pipis kurang dari 5 kali per hari
- BAB sangat jarang (kurang dari 1x/hari pada bayi ASI eksklusif)
- Muntah proyektil (menyembur kuat)
- Muncul ruam alergi pada kulit
- Diare berlangsung beberapa hari dan tidak membaik
Dengan pemeriksaan tepat waktu, dokter bisa mencari penyebabnya dan membantu Mama menentukan langkah terbaik untuk mendukung kenaikan berat badan bayi.
Pastikan Mama terus mendukung kekebalan tubuh si Kecil melalui nutrisi, kebersihan, dan stimulasi yang tepat di 1000 hari pertama kehidupannya. Download Panduan Dukung Daya Tahan Tubuh 1000 Hari Pertama untuk dapatkan tips lengkap dan panduan dari para ahli untuk bantu si Kecil tumbuh kuat dan sehat sejak dini.
